Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 9


__ADS_3

*Keyakinan yang kuat yang dibarengi dengan tekat membuat seseorang akan semakin kuat dalam menghadapi hidup*


Kini Tiara sudah tiba didepan dirumahnya Tepat pukul 22.30 sambil berjalan menuju pintu dengan lemas dan tak lupa mengetuk pintu rumahnya.


Tok tok tok


"Assalamualaikum bu" ucap Tiara yang begitu lemas.


"Waalaikumsalam salam" ucap seseorang dibalik pintu yang tak lain adalah Rumina ibunya Tiara sambil membukakan pintu untuk anak sulungnya.


"Masukk gih kamu pasti lelah bekerja seharian" ucap ibu Rumina.


Kemudian Tiara memasuki rumahnya dengan penuh rasa kesal, marah, letih pokoknya rasa campur aduk deh. Sementara ibunya kembali bergabung dengan suaminya menyaksikan siaran pencarian bakat yang di selenggarakan di televisi swasta. Dan untuk Tomi adiknya tidak ditanya lagi sudah terlelap dalam tidurnya.


Tiara memasuki kamarnya sambil melempar tasnya secara sembarangan dan membuka lemarinya kemudian mengambil piyama tidurnya dan berlalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, gosok gigi dan tak lupa berwudhu.


Karena kebiasaan Tiara selalu berwudhu sebelum tidur agar terhindar dari perilaku syirik seseorang seperti halnya titipan guna-guna yang dilakukan seseorang.


Setelah selesai acara bersih-bersihnya Tiara kemudian berjalan ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya dikasur yang begitu keras termakan oleh waktu. Sambil memejamkan matanya Tiara kembali mengingat kejadian antara dirinya dengan Daniel.


(Astaghfirullah...! Ya Allah ampuni hambamu ini yang telah berbuat zinah dengan lelaki yang bukan muhrim hamba. batin Tiara)


Tiara begitu menyesal dengan apa yang ia perbuat, karena apa yang kamu perbuat maka itulah yang kamu tuai. Karena Tiara merupakan gadis polos yang tidak mengerti tentang cinta lebih tepatnya belum pernah merasakan jatuh cinta dan mirisnya tidak pernah dekat dengan lelaki lebih tepatnya belum pernah pacaran...


Tiara membolak-balikkan tubuhnya, agar bisa tidur dengan nyenyak, namun pikirannya masih terlintas antara dirinya dengan Daniel.


"Astaga kenapa sih kejadian tadi terlintas terus di otakku" ucap Tiara penuh frustasi. Kemudian Tiara mengambil ponselnya dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran melalui aplikasi ponselnya sambil memejamkan matanya dan tak butuh waktu lama Tiara sudah terlelap dalam tidurnya.


Suara adzan subuh berkumandang seluruh keluarga Muhammad menjalankan shalat subuh secara berjamaah, begitu juga dengan sarapan bersama. Setelah selesai mereka kembali ke rutinitas masing-masing.


*******


Kini Tiara berada di tempat kerjanya dan melakukan pekerjaan bersama ke 3 wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Ada berita bagus...! " ucap Tika dengan antusias sambil melirik Tiara.


Sementara Tiara hanya fokus dengan kerjaannya.


"Tiara sekarang jadi... asisten chef Daniel loh dan tidak bekerja bareng kita lagi" ucap Tika dengan senduh sambil menyenggol lengan Tiara.


Sementara Tiara merasa shock dengan apa yang diucapkan Tika wanita paruh baya tersebut.


"Aah mungkin Tante salah dengar berita kali, masa sih aku jadi asisten chef kan tidak jelas" ucap Tiara dengan gaya bercanda.


"Ini beneran dari tadi chef Daniel cari kamu diruangan chef"timpal pelayan restoran tersebut.


"Udah buruan nanti chef Daniel ngamuk, bisa-bisa kamu di jadiin makanan" ucap Tika dengan gaya bercanda nya.


"Tapi aku" ucapan Tiara terpotong karena pelayan tersebut membawa Tiara keruangan chef.


Skip


Kini Tiara berada di ruangan chef sambil berjalan dengan hati-hati menuju ke arah chef Daniel yang sedang sibuk meracik masakannya. Daniel mengetahui langkah kaki seseorang berjalan ke arahnya dan tahu betul bahwa dia adalah si gadis bodoh julukan Daniel untuk Tiara..


"Baik chef "ucap Tiara dengan suara yang memelas.


"Setelah itu kamu bersihkan sayuran ini, itu, potong dengan dadu harus sama besar tidak boleh lebih atau kurang apalagi salah bentuk" ucap Daniel panjang lebar.


" Itu saja chef" tantang Tiara sambil tersenyum sinis.


"Hemm" ucap Daniel.


Tiara dan Daniel di ruangan chef tersebut disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing. Sementara Daniel yang memperdaya Tiara dengan memerintahkan hal-hal yang kecil seperti ambilkan saya air, lap keringat saya dan macam-macam deh yang membuat Tiara kesal. Namun Tiara tetap menunjukkan sikap manisnya.


(Kita lihat saja seberapa besar kamu akan bertahan lama di sini.batin Daniel)


Sementara di proyek pembangunan hotel

__ADS_1


Rama sedang bersama para pekerja pembangunan hotel tersebut. Mereka mengobrol bersama sambil berjalan mengelilingi pembangunan hotel tersebut.


"Sekitar 2 Minggu pengerjaan proyek ini akan rampung" Ucap Rudi.


"Hemm, usahakan secepatnya" ucap Rama.


"Baik tuan"Rudi.


"Saya ingin jalan-jalan di desa ini" ucap Rama.


"Biar saya antar tuan, saya takut tuan tersesat karena baru pertama kali kedesa ini" ucap Rudi yang khawatir terhadap tuanya.


"Baiklah" ucap Rama.


Kedua lelaki tersebut berjalan ke arah parkiran dan tak lupa pula Rudi membukakan pintu mobil untuk tuannya. Kemudian menjalankan mesin dan berlalu meninggalkan area pembangunan hotel tersebut.


Rama menyukai desa tersebut karena udara desa tersebut masih alami dan begitu sejuk. Dan terdapat banyak pohon rindang di pinggir jalan yang di lewatinya.


"Kita mampir dulu tuan karena jam menunjukkan makan siang" ucap Rudi.


"Ya sudah terserah kamu saja" ucap Rama yang acuh.


Rudi menepikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya di sebuah restoran ternama di desa tersebut yang bertuliskan restoran Grand-Mione. Kemudian Rudi membukakan pintu mobil untuk tuannya.


Kedua lelaki tersebut memasuki restoran tersebut. Dan hampir semua pengunjung kaum hawa menoleh ke arah Rama.


"Wah ada cogan"


"Calon imamku tuh"


"Ganteng banget sih"


Ya begitulah pujian para pengunjung restoran tersebut terhadap Rama. Sedangkan Rama yang terus dipandangi merasa risih dan memilih duduk dibagian pojok restoran tersebut sambil memilih menu spesial dari restoran tersebut.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol like, comment, vote author.


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2