Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 4


__ADS_3

* Semakin tinggi mimpi seseorang maka semakin tinggi pula kerja keras untuk menggapainya


Hari pertama bekerja


******


Suara adzan subuh berkumandang menandakan seluruh umat Islam wajib menjalankan kewajibannya yaitu beribadah kepada Tuhan. Begitu pula yang terjadi di keluarga Muhammad, seluruh anggota keluarga menjalankan shalat subuh secara berjamaah.


Selepas itu Tiara mulai melakukan aktivitas bersih-bersih rumah mulai dari merapikan tempat tidurnya, menyapu, mengepel dan lanjut mencuci. Setelah semua aktivitasnya selesai barulah Tiara melaksanakan ritual mandinya. Semua aktivitas tersebut di kerjakan Tiara setiap harinya. Tiara tipikal gadis yang menyukai kebersihan karena menurutnya kebersihan adalah sebagian dari iman.


Sehingga bangunan yang sederhana tersebut tampak bersih setiap harinya yang dapat menyejukkan mata bila melihat kediaman tersebut. Sementara itu ibu Rumina sedang asyik memasak nasi goreng untuk sarapan keluarganya. Setelah itu menata masaknya di meja makan dan tak lupa pula menyiapkan teh manis sebagai pelengkap sarapan untuk keluarga tersebut.


"Sarapannya sudah siap, ayo kita sarapan bersama " ucap ibu Rumina.


Ayah Tiara sudah bergabung untuk sarapan di ikuti Tomi si bocah kecil.


"Tiara mana bu, kenapa tidak ikut sarapan " ucap ayah Tiara.


"Mungkin lagi siap-siap, soalnya ini hari pertama Tiara bekerja pak " ucap ibu Rumina.


Sementara orang yang di bahas lagi sibuk memilih baju yang cocok untuk dikenakan dalam bekerja.


"Kayaknya ini cocok deh" ucap Tiara. Yang sedang bercermin sambil memakai baju dengan model kemeja bermotif Monalisa dipadukan dengan celana jeans hitam dan hijab pashmina krem dan tak lupa pula riasan makeup tipis dan sedikit pewarna bibir untuk melengkapi penampilannya. Setelah di rasa cukup Tiara menuju ke ruang makan untuk ikut sarapan dengan keluarganya.


"Masya Allah kamu cantik nak pasti banyak yang naksir kamu " ucap ibu Rumina.


"Aduh ibu pagi-pagi udah goda Tiara segala, kecantikan Tiara kan turunan dari ibu" ucap Tiara.


"Iya deh ya sudah lanjutkan sarapanmu nanti kamu telat bekerja, ini kan hari pertama kamu kerja" ucap ibu Rumina.


"Ayah sudah pergi kerja Bu ? " ucap Tiara.


"Iya sekalian ayahmu antar Tomi ke sekolahannya" Ucap ibu Rumina.


"Ooh " ucap Tiara sambil manggut-manggut.


"Ya sudah Bu Tiara berangkat kerja dulu" ucap Tiara. Sambil mencium tangan ibunya.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Tiara


"Waalaikumsalam hati-hati di jalan jangan ngebut" jawab ibu Rumina sambil membereskan piring kotor di meja makan tersebut.


Kemudian Tiara menyalakan mesin motornya dan tak lupa pula membaca doa sebelum mengendarai motor matic kesayangannya.


Skip


Kini Tiara sudah berada di depan Gedung restoran Grand-Mione dan sudah banyak pekerja yang lalu lalang memasuki restoran tersebut.


Tiara berjalan dengan santainya memasuki restoran tersebut. Sambil sesekali melirik di sekeliling ruangan tersebut untuk mencari ruangan di mana dia di tempatkan bekerja. Akibat sibuk melirik ke sana ke mari, sehingga dengan tidak sengaja Tiara menabrak seseorang.


"Hei jalan tuh pakai mata jangan cuman pakai dengkul" ucap seorang lelaki dengan berperawakan tinggi putih yang terdapat ukiran seni di kedua lengannya.


"Maaf p-a-k s-a-y-a tidak sengaja saya baru bekerja di sini" ucap Tiara terbata sambil menunduk.


Sementara lelaki tersebut terus berjalan tanpa menoleh lebih-lebih mendengar ucapan Tiara.


" Eeh ternyata sudah pergi tidak sopan tuh orang" ucap Tiara. Ya sudah deh aku tanya saja tuh mbak yang lagi bersihin meja.


"Kamu lurus saja kemudian belok ke arah kiri bila melihat pintu berwarna putih itulah tempatnya" ucap wanita yang berambut pendek tersebut.


"Ooh makasih ya" ucap Tiara.


Tiara berjalan melewati lorong ruangan tersebut mengikuti instruksi dari wanita yang berambut pendek tersebut.


Skip


Kini Tiara sudah berada di ruangan khusus cuci piring tersebut dan melihat 3 wanita paruh baya yang sedang asyik membereskan ruangan tersebut tanpa mengetahui keberadaan Tiara.


"Assalamualaikum" ucap Tiara sambil memasang wajah tersenyum.


"Waalaikumsalam" jawab wanita paruh baya tersebut secara serentak dan menoleh ke arah Tiara serentak pula.


"Boleh saya gabung" ucap Tiara sambil berjalan menuju ke arah 3 wanita paruh baya tersebut.


"Kamu pegawai baru ya? ucap wanita paruh baya yang berbadan gemuk".

__ADS_1


"Ya tepat sekali , mohon bimbingannya" ucap Tiara sambil menunjuk lawan bicaranya.


"Baiklah sebelum kamu bekerja ada salahnya kalau kita berkenalan terlebih dahulu, sebagai mana pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang"ucap wanita paruh baya yang berbadan gemuk sambil tersenyum.


"Saya Tiara Rumimad panggil saja Tiara, saya tinggal di desa paling ujung" ucap Tiara.


"Saya Tika, saya Mona dan saya Lastri" ucap ke 3 wanita paruh baya tersebut.


" Bagaimana kalau saya memanggil ibu-ibu dengan sebutan Tante saja supaya lebih sopan lagian jika panggil namakan tidak sopan" ucap Tiara.


"Terserah kamu saja Tiara" ucap wanita paruh baya yang berbadan gemuk yang bernama Tika.


"Baiklah saatnya kita bekerja semangat" ucap Tiara.


Ke 3 Wanita paruh baya mengikuti ucapan Tiara dan melanjutkan pekerjaannya kembali, Tiara pun ikut bergabung mengerjakan apa yang di kerjakan wanita paruh baya tersebut.


Sementara di lain tempat


*******


Rama sedang melakukan meeting dengan klaennya yang berasal dari negara tetangga yaitu Malaysia yang membahas bisnis properti dan penandatanganan kontrak sebagai bukti kerja sama antara kedua perusahaan tersebut.


"Selamat bergabung di perusahaan saya Tuan Zul Salimurat" ucap Rama sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tuan Zul.


Kemudian uluran tangan Rama di sambut hangat oleh seorang yang berdarah Melayu tersebut dan berkata :


" Saye bangge terhadap kerja keras Tuan Rama yang masih muda, mampu mendirikan perusahaan ternama di kota ini, Semoge kerja same Tuan Rama dengan saye berjalan lancar" ucap Tuan Zul.


"Baiklah sudah waktunya jam makan siang jika berkenan saya mengajak anda makan siang bareng di restoran favorit saya" ucap Rama.


"Akh dengan senang hati tawaran anda saye terima" ucap Tuan Zul.


Kedua CEO tampan tersebut berjalan beriringan sambil mengobrol dan sesekali keduanya tertawa bersama dan diikuti sekertaris mereka masing-masing.


Jangan lupa like, comment dan Vote author


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2