Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 13


__ADS_3

*Tuhan selalu melindungi hambanya yang mengalami kesulitan, jadi seberat apapun kesulitan yang kalian hadapi ingatlah bahwa masih ada Tuhan yang selalu menjagamu*


Masih dalam suasana pesta


*******


Seketika itu Tiara begitu gugup.


"Bukan" ucap Tiara yang mengelak.


Seketika itu sorot mata Rama menandakan untuk mengikuti permainan nya.


"Maksud saya bukan pacar tapi calon imam saya" ucap Tiara.


"Kamu dengar sendiri Monica, bahwa gadis ini pacar aku" ucap Rama dengan tegas sambil terus menggenggam erat tangan Tiara.


(gue lupa, tadi siapa sih namanya, eeh tunggu dulu kalau tidak salah dengar Daniel memanggil nya dengan Ti....Tiara mungkin. batin Rama)


Sementara Monica nampak bingung dengan tingkah Rama yang tiba-tiba memiliki pacar, belum genap sebulan berada di desa ini dia sudah dapat gadis yang jauh dari kriterianya.


(ini pasti akal-akalan Rama supaya aku tidak gangguin dia. batin Monica)


(Astaga gadis ini begitu cantik apalagi dilihat dari dekat wah bagaikan bidadari yang turun dari langit. Batin Tiara)


"Ternyata selera kamu kampungan ya Ram, masa cuman gadis kampungan seperti ini kamu akui sebagai pacarmu. Jangan-jangan kamu kena pelet deh pada gadis ini "ucap Monica tegas yang dipenuhi dengan rasa cemburu tingkat tinggi, sehingga apapun yang berada didekatnya dapat dia hancurkan berkeping-keping jika mengusik miliknya.


Seperti halnya gelas yang dipegangnya sudah retak akibat amarah gadis ini.


Sementara Tiara yang direndahkan begitu geram dengan ucapan gadis didepannya.


(sayang ternyata kecantikannya tidak sesuai dengan sifatnya. Batin Tiara)


"Maaf sebelumnya, saya tidak pernah melakukan hal-hal yang berbauh syirik seperti yang dikatakan nona. Lagian pacar saya sendiri yang mengejar-ngejar saya hingga kami pacaran, iyakan" ucap Tiara yang menyakinkan gadis itu sambil melirik Rama.


(Bagaimana sandiwaraku tuan, cepat iyakan ucapan aku.batin Tiara)


"Hemm" ucap Rama


(Pintar juga gadis ini memainkan perannya.batin Rama)


"Maaf saya permisi ketoilet dulu" ucap Tiara yang langsung melepas genggaman tangannya dari Rama.


Tidak tinggal diam Daniel pun mengikuti langkah kaki Tiara dan berharap bisa menyusul ya. Karena menurutnya Tiara tidak tahu menahu soal tempat ini.


Tiara pun berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan perdebatan orang yang tidak dikenalnya. Sampai-sampai dia tidak tahu dimana tujuan dia. Ketika terus berjalan dia bertabrakan dengan salah satu pramusaji.


"Eeh maaf saya tidak sengaja" ucap Tiara.


Sementara yang ditabrak hanya menunduk dan tampak kesakitan memegangi lengannya.

__ADS_1


"Iya nggak papa kok" ucap pramusaji yang ditabraknya.


"Mbak Anisa"ucap Tiara bahagia bisa bertemu orang yang dikenalnya.


"Tiara sedang apa kamu di sini?"tanya Anisa.


"Begini mbak saya"ucapan Tiara terpotong. Karena dengan cepat Daniel memotong pembicaraannya.


"Saya yang mengajaknya kesini" ucap Daniel tegas.


"Ooh begitu chef, saya permisi dulu untuk melanjutkan pekerjaan saya" ucap Anisa menunduk sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.


Kini Anisa sudah bergabung dengan kedua pelayan restoran dimana dia bekerja. Anisa tampak iri dengan Tiara yang begitu dekat dengan lelaki pujaan hatinya yang tak lain adalah Daniel.


(Awas kamu Tiara beraninya dekat dengan chef Daniel. batin Anisa)


"Kok mbak Anisa ada disini?" tanya Tiara.


"Restoran tempat kita bekerja dapat katering dari pesta ini, dan Anisa bersama kedua pelayan restoran kita jadi pramusajinya" ucap Daniel panjang lebar.


"Ooh"ucap Tiara


"Terus ngapain chef ngikutin saya?"tanya Tiara.


"Ya gue pikir eloh bakalan kesasar" ucap Daniel sambil menggaruk tengkuknya.


"Eloh dari toilet?"tanya balik Daniel.


"Belum chef, tapi nggak perlu deh lebih baik kita samperin mbak Anisa"ucap Tiara.


(Kok si dodol nggak marah aku panggil chef dari tadi ya, kan tadi dia sendiri yang ajarin aku buat panggil namanya, mungkin lupa kali.batin Tiara)


"Ayo ngapain malah bengong" ucap Daniel.


"Iya deh" ucap Tiara.


Mereka berdua berjalan menuju tempat pramusaji pesta itu berlangsung. Tampak seseorang mengantri untuk menikmati masakan dari restoran mereka.


Tiba-tiba Rama menarik tangan Tiara.


"Darimana saja kamu lama banget, aku dari tadi tungguin kamu" ucap Rama dengan suara tinggi yang menandakan bahwa dia bosan menunggu.


(Aduh muncul lagi nih yang sok kenal, sabar Tiara ini hanya ujian, lagian cuman malam ini kamu bersandiwara.batin Tiara)


"Oh tadi aku ngobrol sama chef Daniel dan kami berencana samperin teman kami itu" ucap Tiara sambil menunjuk Ketiga pramusaji tersebut.


"Nggak perlu kamu itu harus menurut perintah aku, ayo"ucap Rama yang kembali menggenggam tangan Tiara dan membawanya menuju lobi hotel itu.


Tiara berjalan kesulitan karena mengikuti langkah kaki Rama yang lebar otomatis dia kesulitan berjalan ditambah dengan sepatu high heels yang sedikit tinggi lengkap sudah penderitaan kaki Tiara.

__ADS_1


"Hei lepaskan tangan saya, saya kesulitan berjalan"ucap Tiara yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Rama.


Seketika itu Rama melepaskan tangannya dari Tiara sehingga membuat keseimbangan tubuh Tiara oleng dan hampir terjatuh alhasil melihat keadaan Tiara yang hampir terjatuh dengan sigap Rama menarik kembali tangan Tiara, otomatis Tiara langsung menubruk dada bidang Rama dan memegang erat lengannya supaya tidak terjatuh. Sehingga mereka terlihat seperti sedang berpelukan.


Tiara menatap wajah Rama sambil menelan salivanya, sesekali jantungnya berdegup kencang ditambah wajahnya bersemu merah karena lelaki di hadapannya begitu tampan dan sempurna. Tidak hanya itu Rama juga tidak mau kalah dia pun menatap manik mata hitam Tiara yang begitu indah di pandang yang membuatnya salting.


Bahkan mereka tidak sadar dengan posisi mereka. Sampai-sampai manik mata coklat seseorang mengawasinya yang tak lain adalah Monica. Bahkan Monica begitu marah yang dipenuhi api cemburu sampai-sampai mengepalkan tangannya.


Mereka berdua pun tersadar dari posisinya dengan cepat Rama mendorong tubuh Tiara. Sehingga membuat Tiara terjatuh. Rama pun berjalan meninggalkan Tiara yang kesakitan dia berencana ke suatu tempat untuk meninggalkan pesta itu.


Bruk


"Aww sakit banget nih bokong saya, hei tolongin saya dulu" ucap Tiara yang kesakitan sambil mengangkat tangannya untuk minta bantuan.


Sementara Rama berjalan dengan acuh tanpa memperdulikan Tiara yang kesakitan.


"Dasar lelaki menyebalkan, sudah dibantuin malah pergi begitu saja, tidak tahu terimakasih, dasar orang kaya songong" oceh Tiara.


"Aduh sakit banget" ucap Tiara sambil melepaskan sepatu high heels yang dikenakannya dan terlihat kulit kakinya terluka akibat sepatu high heels yang dikenakannya.


Tiara mencoba berdiri dengan hati-hati tapi tetap saja dia kesakitan mungkin kakinya keseleo dan itu tidak menurunkan niatnya untuk berjalan. Dengan tertatih-tatih Tiara berjalan menuju parkiran. Singkat cerita dia sudah berada diparkiran dan mendudukkan bokongnya di bangku kayu di parkiran itu.


Sementara Daniel mencari keberadaan Tiara, karena menurutnya Tiara dibawah oleh Rama.


Skip


Daniel sudah berada dibagian lobi hotel itu. Dan terus mencari keberadaan Tiara karena dia yang membawa Tiara ke pesta itu otomatis dia bertanggung jawab penuh terhadap Tiara.


"Pergi kemana gadis bodoh itu, apa mungkin Rama membawanya pergi" ucap Daniel.


"Gue harus hubungi Rama siapa tahu dia bersama Tiara"oceh Daniel sambil membuka layar ponselnya dan mencari kontak Rama.


Sementara Rama masih di dalam pestanya, karena tadi dia berencana untuk meninggalkan pesta itu akan tetapi mamahnya menghubunginya untuk segera menemuinya.


Tut tut Tut


[Halo bro] Daniel


[Hemm ada apa] Rama


[Kamu bersama Tiara] Daniel


[Ya tadi aku mengajak dia kelobi hotel, setelah itu aku tidak tahu dimana perginya mungkin dia sudah pergi bro] Rama.


[Kalau begitu gue cari dia dulu, bila kamu lihat Tiara segera hubungi gue] Daniel.


[Hemm]Rama.


Keduanya mengakhiri panggilan telepon dan mereka berinisial mencari Tiara.

__ADS_1


__ADS_2