Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 11


__ADS_3

*Kesabaran yang dimiliki seseorang mampu membawa dirinya ke kehidupan yang lebih damai akan tetapi kemarahan yang begitu tinggi mampu membawamu pada bencana*


Hari demi hari berlalu, dan tibalah hari yang dinanti bagi sosok lelaki dingin dan angkuh yang bernama Ramadhan Wijaya. Dimana dirinya yang akan meresmikan sebuah hotel mewah di desa tersebut.


Hampir semua orang disibukkan dalam acara peresmian hotel tersebut, termasuk bagian WO, Katering, keamanan dan lainnya. Mereka menyiapkan acara tersebut dengan matang agar tidak terjadi kesalahan sekecil pun.


Malam puncak peresmian pun tiba banyak nya Para tamu undangan yang berdatangan membuat acara semakin meriah termasuk kehadiran orang tua Ramadhan Wijaya yang sedang berbaur dengan tamu undangan.


Sementara Rama yang berada dikamar VVIP hotel tersebut sudah siap dengan penampilan nya yang begitu tampan dan menawan dengan setelan jas mewahnya sehingga banyak kaum hawa yang akan gigit jari dan histeris akan katampanannya.


"Sekitar 20 menit acara peresmian akan dimulai tuan" ucap Rudi.


"Baiklah" ucap Rama yang bangkit dari duduknya berjalan dengan penuh wibawa diikuti dengan Rudi yang berjalan di belakang nya.


Kedua lelaki tersebut memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar di mana acara sedang berlangsung.


Skip


Kini Rama sudah berbaur dengan para tamu undangan bersama kedua orang tuanya, mengobrol mengenai bisnis yang mereka jalankan.


"Papah bangga sama kamu Ram" ucap papah Rama sambil menepuk pundak anaknya.


Sementara Rama hanya tersenyum menanggapi ucapan papahnya.


"Sayang kamu makin tampan deh, dari tadi para gadis lihatin kamu, siapa tau kamu naksir diantara mereka" ucap Mama Rama yang menggoda putranya.


"Apaan sih mah" ucap Rama cuek.


"Dipersilahkan Tuan Ramadhan Wijaya untuk memberi sambutan acara peresmian Hotel ARMY" ucap seorang MC acara tersebut.


Dengan penuh wibawa Rama berjalan ke sumber suara dan disambut dengan hormat oleh seorang MC.


"Hadirin dan para tamu undangan yang saya hormati....dan kedua orang tua saya yang sangat saya cintai. Baiklah semoga Hotel ARMY ini menjadi salah satu hotel favorit bagi keluarga anda" ucap Rama dengan antusias. Kemudian melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian hotel tersebut.


Semua para tamu undangan bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat kepada keluarga Wijaya atas peresmian hotelnya. Setelah itu mereka kembali menikmati hidangan acara itu dengan bahagia.


Rama menunggu kedatangan sahabatnya dengan khawatir, dan sesekali penglihatannya tertuju pada pintu masuk hotel tersebut. Monica menghampiri Rama dengan gaya centilnya karena menggunakan pakaian super seksi.


"Kamu lagi nungguin siapa Ram?" ucap Monica yang dari tadi memperhatikan gelagat Rama.


"Aku lagi nungguin......" ucap Rama yang tidak melanjutkan kalimatnya karena tiba-tiba ponsel Rama berdering dan tertera nama Alex dilayar ponselnya.


[Halo, ada apa lex] Rama

__ADS_1


[Anu boss klien kita dari Malaysia ingin menemui boss, kira-kira 2 hari lagi boss] Alex


[Ooh begitu, saya akan kembali secepatnya]Rama


[Ya sudah boss selamat bersenang-senang] Alex


[Hemm]Rama


Sementara di tempat yang berbeda


"Kamu harus ikut ke acara sahabatku, gue sudah ijinin loh" ucap Daniel.


"Maaf chef, saya tidak suka ke acara yang chef maksud....lagian saya tidak memiliki pakaian yang bagus" ucap Tiara yang menolak ajakan Daniel.


"Nih kamu pakai"ucap Daniel sambil melemparkan paper bag kearah Tiara.


"Tapi chef"ucap Tiara yang kembali menolak ajakan Daniel.


"Loh harus ikut, atau kamu dipecat sekarang juga" ucap Daniel yang kembali mengancam Tiara.


"Hah pecat.... emangnya chef yang punya restoran ini, lagian chef sama seperti saya hanya pekerja,P-e-k-e-r-j-a"ucap Tiara yang kembali mengeja kata bagian terakhir.


Sementara Daniel yang merasa membongkar jatidirinya hanya gelagapan. Memang Daniel awalnya hanya bekerja sebagai chef lambat laun ia mampu membeli restoran tersebut melalui jerih payahnya, karena selama ini ia juga memiliki beberapa restoran yang tersebar di berbagai daerah bahkan dinegara asal kelahiran ayahnya.


"Iya saya memang seperti kamu, dan satu lagi tidak ada kata penolakan, ingat gue tunggu kamu di parkiran depan" ucap Daniel tegas.


Sambil berjalan meninggalkan Tiara yang begitu kesal.


(dasar lelaki menyebalkan, donat,dodol apalah. batin Tiara)


Tiara mengambil paper bag tersebut dan membawanya ke kamar tempat peristirahatan pekerja khusus wanita. Dikamar Tiara bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang dipenuhi keringat akibat seharian bekerja. Setelah selesai mandi Tiara tidak lupa berwudhu karena waktu menunjukkan shalat Maghrib ia terlebih dahulu menunaikan shalatnya.


Kini Tiara sudah berpakaian lengkap dengan pakaian gamis berwarna peach lengkap dengan hijab pashmina dan sepatu high heelss semua itu pemberian dari Daniel. Tak lupa Tiara merias wajahnya dengan polesan make up tipis namun terkesan alami dan terakhir menggunakan lipstik warna peach yang senada dengan warna gamisnya.


Dirasa penampilannya cukup Tiara menyambar tasnya dan berjalan anggun menuju parkiran depan yang sempat disebutkan Daniel.


Daniel pun mengenakan setelan jas ala-ala oppa Korea dan sepatu sneaker putih yang membuat penampilannya terlihat casual. Sekitar 15 menit Daniel menunggu Tiara merasa bosan ia pun mememainkan ponselnya.


"Maaf chef lama nunggunya" ucap Tiara sambil tersenyum ramah.


Daniel yang asyik memainkan ponselnya menoleh ke arah Tiara dan iapun terkesima dengan penampilan Tiara yang menurutnya cantik malam ini, eeh tidak lebih tepatnya cantik banget.


"Cantik" gumam Daniel. Kemudian membukakan pintu mobil untuk Tiara.

__ADS_1


"Masuk" ucap Daniel ketus.


"Iya chef"ucap Tiara.


(Kok pakai mobil, bukannya ia hanya punya motor, ooh tidak mungkin pinjem sama boss kali batin Tiara)


Tiara pun duduk dengan tenang disamping kemudi. Sementara Daniel mengemudikan kendaraannya menuju acara sahabatnya. Suasana menjadi canggung diantara mereka berdua tanpa adanya obrolan.


Tiara pun buka suara.


"Chef pinjam mobil boss ya" ucap Tiara dengan hati-hati, karena tidak ingin menyinggung perasaa Daniel.


"Iya emangnya kenapa, kamu nggak suka naik mobil pinjaman" ucap Daniel yang berbohong, padahal mobil tersebut milik Daniel.


(Tuh kan sedikit-dikit tensian.batin Tiara)


"Tidak chef, bukan begitu maksud saya ucap Tiara yang tak ingin membuat Daniel marah.


"Terus" ucap Daniel yang hanya fokus berkendara.


"Lupakan saja" ucap Tiara yang mengakhiri pembicaraan mereka.


"Ingat diacara nanti kamu nggak usah panggil aku chef, cukup Daniel saja" ucap Daniel.


"Baik chef,eeh maksud saya Daniel" ucap Tiara.


"Ya seperti itu, coba ulangi sekali lagi" ucap Daniel.


"Daniel"ucap Tiara.


(kok aku kayak anak kecil yang nurutin ucapannya batin Tiara)


"Ulang lagi"ucap Daniel yang kembali mengerjai Tiara.


"Enggak, eeeh loh pikir gue anak kecil chef Daniel" geram Tiara.


"Gue cuman ngigatin kamu doang"ucap Daniel yang sudah emosi.


Sehingga terjadi pertengkaran kecil antara chef dengan asistennya didalam mobil. Tiara pun membuka tasnya dan mengeluarkan ponselnya guna mengirimi pesan orang tuanya bahwa ia akan pulang telat karena menghadiri acara temannya.


Bagaimana ya kelanjutan ceritanya !!!


Jangan lupa klik tombol like, comment dan vote author biar semangat nulisnya 😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2