
* Tiada kata terlambat dalam memulai hal tiada kata menyerah dalam
menggapai mimpi *
Setibanya Tiara di halaman rumahnya, Tiara memarkirkan motor matic kesayangannya kemudian bergegas memasuki rumahnya sambil mengucapkan salam.
" Assalamualaikum bu-i-b-u, Tiara sudah pulang bu" ucap Tiara.
Sambil mencari keberadaan ibunya, namun orang yang dicari tampak tidak memunculkan batang hidungnya.
Kemudian Tiara memasuki kamarnya dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya.
Sehabis mandi Tiara kemudian memilih baju rumahan berupa daster yang merupakan baju favoritnya.
"Kayaknya ibu ke hajatan tetangga deh ucap Tiara". Sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur yang tidak empuk lagi.
Sementara di lain tempat
Segerombolan Emak-emak sedang asyik mengobrol di acara hajatan Pak Kades.
" Bu Rumina saya dengar nak Tiara tidak kuliah yaa ". Ucap Bu Mirna yang merupakan ratu gosip di desa tersebut.
" Tidak bu" ucap Bu Rumina sambil tersenyum.
" Bagaimana kalau nikahkan saja dengan anak saya Bu, lagipula nak Tiara sudah cantik baik hati pula " ucap Bu Yuni.
"Iya nikahkan saja lagipula anak gadis didesa kita yang seumuran Tiara sudah pada nikah, timpal ibu-ibu lainnya.
"Aduh Bu maaf sebelumnya saya tidak berfikiran untuk segera menikahkan Tiara, lagipula Tiara masih muda dan belum berpikiran dewasa" ucap ibu Rumina.
__ADS_1
" Sayang dong padahal saya ingin sekali nak Tiara jadi menantu saya Bu" ucap Bu Yuni.
"Ya sudah Bu saya duluan" ucap ibu Rumina sambil berlalu meninggalkan acara tersebut.
Skip
Kini Bu Rumina berada di kediamannya sambil berjalan menuju meja makan, sambil menduduki kursi tua yang terbuat dari rotan untuk menghilangkan penatnya, sambil merenungi perkataan ibu-ibu tadi.
( Saya tidak ingin anak saya menikah mudah dan membuat anak saya terperangkap dalam pernikahannya lagi pula Saya menganggap anak saya sosok gadis kecil. Batin Ibu Rumina)
Sementara ibu Rumina merenung. Tiba-tiba tangan kecil menutupi kedua mata ibu Rumina.
"Hentikan Tiara ibu tau itu kamu" ucap ibu Rumina.
Kemudian Tiara melepaskan tangannya. Dan ikut duduk di samping ibunya.
" Maaf Bu sebenarnya" ucap Tiara sambil memasang wajah sedih.
Kemudian ucapan Tiara dipotong oleh ibunya sambil berkata:
"Ya sudah kamu bisa cari pekerjaan lain nak" ucap Bu Rumina.
"Aduh ibu Tiara belum selesai sebenarnya mulai besok Tiara sudah bisa bekerja Bu" ucap Tiara.
"Alhamdulilah nak ibu sangat senang" ucap Bu Rumina sambil memeluk Tiara, Keduanya hanyut dalam kebahagiaan.
"Ada apa ini acara peluk-pelukan segala" ucap lelaki paruh baya yang tak lain adalah Ayahnya Tiara.
"Ini pak Tiara di terima bekerja" ucap ibu Rumina.
__ADS_1
"Wah hebat dong anak ayah, tapi ingat Tiara ayah berpesan pada kamu nak jika kita bekerja hal paling no1 di butuhkan adalah kejujuran dan tanggung jawab, walaupun kita hebat dalam segala hal tapi urusan kejujuran kita tidak jalankan sama saja kita tidak dapat di percaya oleh setiap orang begitupun tanggung jawab" Ucap ayah Tiara.
"Iyah yah Tiara akan mengingat pesan ayah dimana pun Tiara berada, kan dari kecil Tiara sudah diajarkan hal yang baik-baik sesuai ajaran agama kita" ucap Tiara.
" Tomi mana Bu? " ucap Tiara
" Aku disini " Tomi. Sambil berjalan dengan menunduk karena mengerti akan kesalahannya dengan seragam sekolah tampak kotor dan lusu.
Kedua orang tuanya hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah anaknya.
Tomi adalah sosok anak lelaki yang berusia 12 tahun, dia anak pemberani dan selalu membantu sahabatnya, kini Tomi duduk di bangku kelas enam SD dan sebentar lagi akan memasuki jenjang sekolah menengah pertama.
" Aduh nih bocah darimana saja kamu" ucap Tiara
" Anu kak aku habis bantuin Tatang mengembala kambing" ucap Tomi dengan gugup.
Tiara mendekati adiknya sambil menjewer telinga adiknya.
" Kalau waktu jam pulang yaa pulang kerumah bukan malah lanjut main " ucap Tiara
"Iya kak ampun" ucap Tomi
"Sudah Tiara hentikan dan untuk kamu Tomi jangan ulangi lagi, sana mandi" ucap ibu Rumina.
Bagaimana ya kisah selanjutnya !!!
Jangan lupa ya like, comment dan Vote author
🙏🙏🙏🙏
__ADS_1