
* Terkadang Seseorang merasa dirinya tidak berguna sehingga apa yang dikerjakan hanya lah sia-sia*
Di kediaman keluarga Wijaya
Rama tengah sibuk mempersiapkan segala kebutuhannya untuk di masukkan dalam koper miliknya untuk menuju desa tersebut. Setelah dirasa sudah sesuai, Rama pun membawa koper miliknya menuruni anak tangga menuju tempat dimana kedua orang tuanya sedang asyik mengobrol dimana lagi kalau bukan ruang keluarga.
"Sayang kamu jangan bosan-bosan ya kabarin mama bila tiba di desa itu ucap mama Rama sambil memeluk anak semata wayangnya dengan penuh kasih sayang".
Rama pun membalas pelukan mama tercintanya sambil menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia mengerti.
Setelah itu Rama melepaskan pelukannya dan kini giliran papahnya yang memeluknya dan berkata:
"Rama jangan kecewakan Papa, kerjakan proyek itu dengan sungguh-sungguh karena kamu hanya perlu waktu sebulan untuk menyelesaikan proyek itu" ucap Papa Rama dengan tegas sambil melepaskan pelukannya dari Rama.
"Iya pah percayakan semuanya pada Rama, Rama akan bekerja lebih keras lagi" ucap Rama.
"Bagus Papa akan ingat ucapan mu" ucap Papa Rama sambil menepuk-nepuk pundak Rama.
"Kamu tidak mengajak teman-temanmu untuk ikut ke desa tersebut" ucap papa Rama.
"Tidak pah bisa-bisa malah ngerepotin Rama" ucap Rama.
"Ya sudah kalau begitu Rama pergi dulu, Assalamualaikum "ucap Rama sambil berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam jaga kesehatanmu sayang" ucap mama Rama sambil berjalan mengikuti langkah kaki Rama karena ingin melihat kepergian anak semata wayangnya itu.
Kemudian Rama menaiki mobil yang telah disiapkan supir pribadinya sambil melambaikan tangannya ke arah mamanya.
(Ya Tuhan jaga anakku di maupun dia berada. Batin Mama Rama)
Sementara di dalam mobil Rama sedang sibuk memainkan ponselnya sambil mengirim sebuah Email untuk kliennya. Setelah itu Rama menghubungi Alex yang merupakan sekertarisnya
[Hallo, ada apa Boss] Alex
[Untuk sementara kamu yang urus perusahaanku ] Rama
[Siap boss saya akan menjalankan tugas saya dengan baik] Alex
[Bagus, tapi ingat saya tetap hendel perusahaanku selama aku pergi] Rama
Kemudian Rama mengakhiri panggilan tersebut secara sepihak.
"Hallo, hallo boss, haduh kebiasaan nih Rama mengakhiri panggilan, lebih baik lanjut kerja aja" ucap Alex.
Sementara mobil Rama melaju dengan kecepatan tinggi untuk menuju bandara.
Skip
__ADS_1
Kini Rama sudah berada di bandara dan sudah berada di dalam pesawat yang akan membawanya ke desa tersebut, Rama merupakan salah satu penumpang yang menggunakan kelas VIP. Butuh waktu sejam untuk take out pada desa tersebut, dan membutuhkan perjalanan menggunakan roda empat sekitar 2 jam menuju desa tersebut.
Sementara di lain tempat
Sudah seminggu Tiara bekerja di restoran Grand-Mione. Dan untuk hari-harinya dilalui dengan keceriaan, semangat dan kerja keras.
Tiara melakukan pekerjaan 2 sekaligus, pagi sampai sore melakukan pekerjaan pengantaran makanan (delivery) dan malamnya melakukan pekerjaan cuci piring.
Hanya saja Tiara tidak berhubungan dengan baik salah satu dari chef di restoran tersebut yaitu chef Daniel. Tiara begitu kesal dengan Daniel yang selalu mengerjainya. Hampir setiap hari Daniel mengerjai Tiara.
"Hei nona bodoh antarkan pesanan ini pada alamat ini" ucap Daniel sambil memberikan secarik kertas yang bertuliskan alamat seseorang.
(Hebat juga nih cewek masih bisa ceriah. Batin Daniel)
"Baik chef" ucap Tiara sambil memasang wajah ceriah.
(Ha ha ha...Kita lihat saja nanti kamu akan menyesal telah mengerjaiku. Batin Tiara)
Kemudian Tiara membawa 2 kantong plastik yang berukuran besar yang di penuhi dengan kotak makan sesuai dengan pesanan seseorang dengan alamat yang telah tertera. Setelah itu Tiara pun melajukan motornya menuju alamat tersebut.
Skip
Kini Tiara sudah berada di depan rumah seseorang yang melakukan delivery makanan.
"Kayaknya ini deh soalnya sesuai dengan alamatnya nggak salah lagi" ucap Tiara sambil memencet bel rumah tersebut.
"Permisi apakah dengan ibu jamila ini pesanan anda dari restoran Grand-Mione "ucap Tiara dengan ramah
"Iya saya sendiri" ucap ibu Jamila.
"Silahkan tanda tangan di sini sebagai tanda bukti terima pesanannya"ucap Tiara sambil menyodorkan secarik kertas yang berisi nama dan alamat dari pemesan.
"Sini biar saya tanda tangan" ucap Jamila sambil menandatangani secarik kertas tersebut.
"Terimakasih Bu, kalau begitu saya permisi dulu"ucap Tiara.
Kemudian Tiara melajukan motornya menuju tempat dimana dia bekerja.
Skip
Kini Tiara sudah berada di ruangan chef untuk menempelkan nota antaranya.
"Yes berhasil" ucap Tiara sambil menaikkan kedua tangannya.
"Hei gadis bodoh, apa yang kamu lakukan" ucap Daniel sambil melototkan matanya kearah Tiara.
"Itu bukan urusanmu" ucap Tiara dengan gaya sinisnya.
__ADS_1
Kemudian Tiara berjalan melewati Daniel. Dengan sigap Daniel menarik tangan Tiara dan mendorong tubuh Tiara kearah dinding.
Kemudian Daniel menatap Tiara dengan tatapan membunuhnya sambil berkacak pinggang.
"Kamu yang membuat ulah ini hah" ucap Daniel dengan marah sambil melemparkan sebuah baju yang berlumuran dengan saus.
"Memangnya kenapa" bentak Tiara.
"Kamuuuuu aah " ucap Daniel dengan emosi.
Kemudian Daniel mendekati Tiara dan semakin mendekat hingga jarak diantara mereka hanya beberapa centi. Tiara pun semakin gugup karena baru kali ini begitu dekat dengan seorang lelaki.
"Kamu belum tahu siapa aku dan ingat jika kau mengulanginya kau akan menyesal" ancam Daniel.
"Iii-yaaa"ucap Tiara dengan terbata.
Kemudian Daniel meninggalkan Tiara dengan dipenuhi rasa emosi.
Flashback on
Tiara memasuki kamar mandi di ruangan chef tersebut akibat kebelet ingin buang air kecil.
"Akhirnya lega juga" ucap Tiara.
Kemudian Tiara ingin keluar dari kamar mandi tersebut tapi diurungkan niatnya.
"Tunggu bukannya ini baju lelaki menyebalkan itu" ucap Tiara sambil mengambil baju yang bertuliskan nama dari chef Daniel yang tergantung di balik pintu kamar mandi tersebut.
"Aaaah aku punya ide" ucap Tiara
Tiara mengambil baju tersebut dan membawanya menuju meja makan para pekerja di restoran tersebut sambil melumuri baju tersebut dengan saus setelah itu Tiara kembali meletakkan baju tersebut ke tempat asalnya.
"Yes, lihat saja apa yang akan kamu lakukan lelaki menyebalkan kamu belum tahu incess Tiara " ucap Tiara dengan gaya sinisnya.
Sementara Daniel sibuk mencari baju yang ia lupa letakkan dimana, akibat Daniel terburu-buru untuk menemui ibunya sehingga Daniel asal meletakkan baju nya.
"Sial, dimana aku meletakkan baju itu" ucap Daniel dengan frustasi.
"Tunggu bukannya terakhir kali aku ke kamar mandi, coba aku periksa saja terlebih dahulu" ucap Daniel.
Kemudian Daniel berjalan ke arah kamar mandi di ruangan chef tersebut. Sambil mencari-cari baju miliknya dan naasnya baju yang tergantung di balik pintu kamar mandi tersebut tampak berlumuran dengan saus.
"Sial, ini pasti ulah gadis bodoh itu" ucap Daniel dengan emosi.
Flashback off
Jangan lupa like, comment dan Vote author
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏