Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 15


__ADS_3

*Seseorang mampu meraih mimpinya bila memiliki tekad yang kuat ditambah dengan pikiran dari alam bawah sadarnya yang semuanya diserahkan hanya pada Allah Kun Paya Kun Niscaya pasti akan terwujud*


**********


Hari yang begitu cerah memberikan semangat pagi yang luar biasa bagi sosok gadis ceriah seperti Tiara. Ya... hari ini tepat satu bulan Tiara bekerja di restoran Grand Mione. Walaupun memiliki kendala sedikit pada bagian kakinya ia tidak mengurungkan niatnya untuk bekerja.


"Bu Tiara berangkat dulu" ucap Tiara sambil mencium tangan ibunya.


"Loh kaki kamu masih sakit, masih sempatnya kamu pergi kerja, lebih baik kamu istirahat saja dirumah" omel ibu Rumina yang menghawatirkan anak sulungnya.


"Ibuku sayang anakmu ini baik-baik kok, lagian tanggung Bu, hari ini Tiara bakal gajian" kekeh Tiara yang tidak ingin melewatkan gaji pertamanya.


"Ya sudah, kamu hati-hati dijalan dan ingat jangan lupa minum obat ini biar nyeri di kaki kamu berkurang" ucap Ibu Rumina sambil menyodorkan obat yang dimaksud.


"Siap boss" ucap Tiara yang sudah mengambil obat pemberian ibunya sambil menjalankan mesin motornya dan meninggalkan rumahnya.


Selama mengendarai Mei-mei motor kesayangannya tak henti-hentinya Tiara mengucapkan dsikir dalam hatinya sampai ia tiba di tempat kerja. Karena menurutnya dimana pun kita berada kita harus selalu mengingat Allah.


Skip


Kini Tiara sudah sampai di tempat kerjanya kemudian memarkirkan motornya di parkiran yang dikhususkan untuk pekerja. Lalu Tiara melangkahkan kakinya memasuki restoran itu. Sebelum menuju ruangan dimana ia akan melakukan pekerjaannya, ia dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.


"Tiara" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Anisa yang sedang mengejar langkah kaki Tiara.


"Ada apa ya mbak?" tanya Tiara yang merasa aneh, karena masih pagi namanya sudah disebut.


"Begini Tiara, sebelum kamu memulai pekerjaanmu, kamu dapat kerja tambahan dari manager restoran ini. Ya katanya kamu disuruh membersihkan lantai 3 khusus untuk karokean" jawab Anisa yang begitu menyakinkan Tiara, padahal semua itu hanya siasat liciknya.


"Ooh begitu, baiklah aku simpan tas dulu" ucap Tiara yang tidak merasa curiga sama sekali.


"Iya buruan sana" timpal Anisa yang begitu antusias melaksanakan siasat liciknya.


Dengan cepat Tiara mengikuti perintah Anisa tanpa merasa curiga.


*******


Sementara Rama sudah mempersiapkan segala hal untuk keberangkatannya ke kota asalnya dengan dibantu oleh manajer hotel nya. Namun Rama tidak terlihat bahagia akan kepulangannya ke kota kelahirannya. Ia masih sempat memikirkan ucapan Mamanya mengenai perjodohan antara dirinya dengan Monica.


"Tuan semuanya sudah siap, sebentar lagi pengawal menjemput tuan. Dan untuk Tuan besar dan Nyonya beserta kerabatnya sudah berangkat terlebih dahulu" ucap Rudi panjang lebar yang merupakan manajer hotelnya.


"Ok, kita berangkat secepatnya, tapi kita mampir sebentar di restoran sahabat aku" ucap Rama yang sudah bangkit dari duduknya sambil melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 09.00 waktu setempat. Setelah itu berjalan menuju lobi hotel di ikuti pak Rudi dan beberapa pengawal lainnya yang membawa koper Tuannya.


Skip

__ADS_1


Rama sudah berada dalam mobilnya tepatnya belakang kemudi sementara pak Rudi dan supir yang tak lain pengawal pribadinya sendiri berada didepan dan ia yang akan mengendarai mobil itu menuju bandara.


"Jangan lupa kita mampir di restoran Daniel" ucap Rama yang duduk tenang sambil memainkan ponselnya.


"Baik tuan" ucap Pak Rudi yang kembali menyakinkan tuanya itu.


Sekitar 30 menit mobil yang membawa Rama sampai pada tujuannya yaitu Restoran Grand Mione. Dengan penuh wibawa Rama turun dari mobil yang sudah dibukakan oleh Pak Rudi dan berjalan menuju lobi restoran itu. Nampak suasana restoran itu terlihat sepi hanya beberapa pekerja yang lalu lalang karena belum waktunya jam makan siang.


Ya restoran itu akan sangat ramai bila waktu jam makan siang keatas dan hari libur atau weekend.


Skip


Tiara masih sibuk mengepel lantai 3 itu dibantu empat pelayan yang kesemuanya berjenis kelamin laki-laki. Salah satu dari mereka sempat bertanya akan kedatangan Tiara kelantai 3 karena menurut mereka bagian lantai 3 hanya dikhususkan pada pekerja dibagian itu.


"Kamu pegawai baru ya dan kayaknya kami tidak pernah lihat kamu?"tanya salah satu pelayan dari mereka yang begitu penasaran.


"Iya kak, aku baru kerja disini dan bagian khusus cuci piring" jawab Tiara yang merasa canggung yang dikelilingi lelaki. Tapi Tiara masih fokus dengan pekerjaannya.


"Terus siapa yang menyuruhmu kesini?" tanya balik dari mereka.


"oh itu kak..anu Mbak Anisa yang nyuruh aku kesini dan katanya perintah itu langsung dari pak manajer"ucap Tiara.


"Oh begitu ya...sebenarnya kerjaan ini hanya untuk pekerja bagian lantai 3 saja, kalau kamu mau membantu kami tidak masalah" ucap salah satu dari mereka.


Sementara ada sepasang mata memperhatikan gerak gerik Tiara ia adalah Daniel. Ya Daniel selalu mengecek restorannya dan memperhatikan apa saja kekurangan dari restoran nya. Misalnya masalah kebersihan dari restoran itu. Bahkan Daniel yang tidak gila urusan orang lain sempat menguntip pembicaraan dari mereka.


"Ngapain kamu disini?"tanya Daniel yang begitu ketus yang sudah bergabung dengan mereka sambil menatap Tiara.


Dan keempat lelaki itu sangat mengetahui jelas bahwa yang bertanya pada Tiara merupakan chef profesional restoran itu.


"Aku bantu mereka chef"jawab Tiara dengan tawa cengengesan.


"Kamu ikut gue"ucap Daniel sambil menunjuk Tiara.


(ngapain si dodol selalu nongol sih.batin Tiara)


"Tapi ini belum selesai" ucap Tiara.


"Sudah kamu ikut saja cantik, lagian kami bisa selesaikan kok" ucap salah satu pelayan lelaki itu yang menggombal Tiara.


"Ya sudah semangat buat kakak-kakak ganteng" ucap Tiara yang tak mau kalah memuji mereka.


"Ayo buruan" ucap Daniel yang sudah menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Iya chef"ucap Tiara yang berjalan hati-hati menuruni anak tangga.


Skip


Mereka berdua sudah berada di ruangan chef. Setelah mendapat arahan dari chef Daniel Tiara baru mengerjakan pekerjaannya. Ya pekerjaan Tiara di restoran itu pertama sebagai asisten chef Daniel setelah selesai pekerjaan dari Daniel barulah Tiara melanjutkan pekerjaan yang kedua bagian cuci piring bahkan ia mendapat pekerjaan tambahan misalnya pengantaran orderan.


Pekerjaan Tiara sebagai asisten chef Daniel adalah memotong sayuran, membersihkan cangkang udang, membersihkan sisik ikan, mengayak kacang tanah dan masih banyak lainnya yang tidak mampu author sebutkan.


"Cepat kerjakan pekerjaanmu, meja 5 sudah menunggu pesanannya" ucap Daniel.


"Iya chef, aku sudah lincah nih memotong sayurannya" ucap Tiara sinis sambil memperlihatkan keahlian memotong sayuran yang sempat diajarkan chef Daniel.


(Kok si dodol tidak manggil aku dengan sebutan gadis bodoh dan eloh lagi, atau jangan-jangan ia sudah sadar. batin Tiara)


"Bagus, lakukan dengan benar"ucap Daniel.


Kini Daniel sudah tidak kumat lagi, biasanya ia menyuruh Tiara mengerjakan hal yang aneh-aneh buat nyingkirin Tiara biar nggak betah berlama-lama bekerja di restoran nya.


Namun bukan Tiara namanya bila harus menyerah sebelum mendapatkan keinginannya.


**********


Sementara Rama sudah berada di restoran itu dan menempati meja pojokan, kurang lebih 10 menit ia berada di tempat itu sambil memainkan ponselnya membalas email yang sempat dikirimkan oleh Alex dari kliennya. Dan untuk Pak Rudi ia lebih dulu memesan minuman untuk tuannya di tempat pemesanan.


"Selamat datang di restoran Grand Mione, silahkan tuan mau pesan apa" ucap Anisa ramah bersama kedua temannya sambil menyodorkan buku menu kepada lelaki paruh baya yang tak lain adalah Pak Rudi.


"Coffee latte 2 " ucap pak Rudi.


"Baik tuan" ucap Anisa


"oh satu lagi, panggil chef yang bernama Daniel untuk menemui kami di meja itu" ucap pak Rudi sambil menunjuk meja bagian pojokan.


"Iya tuan, saya akan panggilkan" ucap Anisa.


Dengan cepat Anisa melangkahkan kakinya menuju ruangan chef untuk menghampiri chef Daniel. Karena jika menghubungi chef Daniel lewat telepon, ia tidak dapat bersitatap langsung.


"Halo semuanya" ucap Anisa ramah yang sedang cari perhatian di ruangan chef.


"Apa yang membuatmu kesini?" tanya Daniel dengan ketus karena biasanya Anisa hanya melakukan penyampaian lewat sambungan telepon.


"Ada yang ingin bertemu dengan chef"jawab Anisa sambil melirik Tiara yang sedang mengerjakan pekerjaannya.


Dengan cepat Daniel mencuci tangannya kemudian melepaskan apron yang ia kenakan dan berjalan menuju seseorang yang ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


Mohon maaf bila kalimatnya tidak sesuai 🙏


__ADS_2