
*Manakala seseorang merasa dirinya paling benar dan menghiraukan perkataan orang lain*
Sementara Rama telah sampai di desa tersebut dan disambut oleh manajer yang bertugas mengurus pembangunan hotel tersebut.
"Selamat datang Tuan, senang rasanya anda meluangkan waktu untuk terjung langsung dalam pembangunan hotel ini" ucap manager hotel tersebut dengan ramah yang bernama Rudi.
"Hemm" ucap Rama yang cuek.
"Untuk saat ini pembangunan hotel ini masih berjalan sekitar 90 persen tuan" ucap Rudi.
"Ya saya ingin proyek ini selesai secepat mungkin" ucap Rama.
"Baik tuan kami akan melakukan pembangunan hotel ini secepat mungkin" ucap Rudi.
"Hemm, saya ingin bukti bukan hanya ucapan"ucap Rama.
"Mari tuan saya akan mengajak Anda untuk mengelilingi pembangunan hotel ini" ucap Rudi.
Kedua lelaki tersebut mengelilingi hotel
tersebut dan mencari apa-apa saja yang kurang mengenai hotel tersebut.
"Saya ingin bagian lobi hotel ini dibuat semenarik mungkin dan agar pengunjung merasa nyaman berada di hotel ini" ucap Rama.
"Baik tuan kami akan memberikan yang terbaik untuk hotel ini" ucap Rudi.
Tak terasa sudah hampir dua jam mengelilingi hotel tersebut. Dan waktu telah menunjukkan pukul 17.00.
*Sebaiknya tuan istirahat terlebih dahulu, saya sudah memberitahukan karyawan hotel untuk menyiapkan kamar untuk tuan" ucap Rudi dengan hormat.
"Baiklah"ucap Rama.
Kedua lelaki tersebut memasuki mobil untuk meninggalkan pembangunan hotel tersebut dan berencana menuju hotel dimana tuanya akan menginap.
Skip
__ADS_1
Kini keduanya sudah berada pada hotel yang akan di tempati Rama untuk menginap. Berhubung hotel tersebut milik orang tuanya sendiri.
Semua karyawan di hotel tersebut menyambut Rama dengan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat. Rama hanya menganggapnya biasa saja karena sering disambut dengan hal tersebut.
"Ini tuan kunci kamarnya" ucap karyawan bagian resepsionis sambil memberikan kunci kamar untuk manager hotel tersebut yang tak lain adalah Rudi.
"Biar saya antar tuan" ucap Rudi.
"Nggak perlu saya bisa sendiri, berikan kuncinya dan kalian bisa mengantarkan makan malam ke kamar saya " ucap Rama sambil mengambil kunci kamar hotel tersebut dari Rudi.
Skip
Kini Rama sudah berada di kamar hotel tersebut dan terlebih dahulu membersihkan tubuhnya di kamar mandi hotel tersebut. Cukup 30 menit Rama membersihkan tubuhnya, setelah selesai Rama memilih baju santai untuk dikenakannya. Kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur hotel tersebut dan tidak membutuhkan waktu lama
Rama sudah terlelap.
******
Sementara Tiara masih sibuk dengan pekerjaannya bersama ke 3 wanita paruh baya tersebut yaitu membersihkan piring yang kotor.
"Kenapa harus malu Tante selama pekerjaan nya halal dan berkah buat keluarga Tiara itu sudah cukup, dan untuk pacaran Tiara tidak memikirkan hal itu karena Tiara mau langsung nikah saja tidak perlu pacaran segala" ucap Tiara panjang lebar.
"Tante bangga sama anak seperti mu" ucap Tika.
"Eeeh hati-hatiloh jangan berantem terus dengan chef Daniel nanti kalian jodoh loh" goda Tika.
"Iih amit-amit cabang bayi Tante Tiara nggak akan pernah suka sama lelaki menyebalkan itu" ucap Tiara.
"Tiara kamu di panggil chef Daniel ke ruangan chef" ucap pelayan restoran tersebut.
"Sudah sana kamu tuh di tunggu jodohmu"goda Tika dan kedua temannya.
"Apaan sih Tante"ucap Tiara sambil meninggalkan ke 3 wanita paruh baya tersebut.
skip
__ADS_1
Kini Tiara berada di ruangan chef tersebut.
"Wanita bodoh bersihkan ruangan ini sampai bersih dan waktu kamu hanya 1jam" ucap Daniel.
"Tapikan ini bukan pekerjaan saya" bantah Tiara.
"Tidak ada kata penolakan kerjakan saja" ucap Daniel sambil memainkan handphonenya duduk di kursi ruangan tersebut sambil meluruskan kakinya dengan penuh kemenangan.
(awas saja kamu Donat akan kubuat kamu jadi Dodol! batin Tiara )
(kita lihat saja kamu bakal keluar dari pekerjaan ini batin Daniel)
Tiara membersihkan ruangan tersebut dengan cekatan layaknya rumah sendiri. Sesekali Daniel melirik Tiara yang sedang membersihkan ruangan tersebut.
"Jangan lirik terus nanti mata kamu saya cungkil ancam Tiara.
"Geer banget kamu, siapa juga yang lirik loh wanita bodoh ucap Daniel yang berbohong.
"Masa sih dari tadi kamu melirik ke arah saya" ucap Tiara sambil berjalan menuju Daniel.
"Hei kerjakan pekerjaan mu" ucap Daniel yang merasa gugup karena Tiara terus berjalan ke arah nya.
Sementara Tiara ingin menjaili Daniel dengan menyembunyikan cabai bubuk di genggaman nya namun Daniel sudah mengetahui gerak gerik Tiara dengan cepat Daniel menghalangi langkah kaki Tiara alhasil Tiara terjatuh begitupun cabai bubuk yang berada di genggaman nya.
"Hei kamu" ucap Tiara kesal
Kemudian Tiara bangkit dan ingin meluapkan kekesalannya pada Daniel, namun Tiara kembali terjatuh tapi terjatuh di pelukan Daniel. Kedua insan tersebut saling bersitatap. Jantung Tiara begitu dag Dig dug. Kemudian Tiara menyadari bahwa dirinya berada dalam pelukan Daniel.
"Astaghfirullah Haladzim! " ucap Tiara yang kaget Kemudian bangkit dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan panas dingin. Karena baru pertama kali Tiara berdekatan dengan seorang lelaki lebih-lebih jatuh di pelukan lelaki, eeh lebih tepatnya di peluk chef Daniel. Begitupun Daniel merasakan perasaan aneh.
Tiara terus berjalan menuju ruangan cuci piring dan berniat mengambil tasnya karena waktu menunjukkan jam pulang, sementara pekerja bagian tersebut sudah pulang. Setelah itu Tiara berjalan ke arah lobi dan menuju parkiran untuk mengendarai motornya dan berlalu meninggalkan restoran tersebut.
Jangan lupa like, comment dan vote author
Biar semangat nulisnya 😀😀
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏