
*Bersikap rendah hati lebih baik dari pada menyombongkan diri karena akan membawa pada hal kehancuran*
Tiara kembali melakukan pekerjaannya bersama ketiga wanita paruh baya itu. Ya setiap jam istirahat makan siang Tiara akan bergabung dengan mereka, karena pekerjaannya sebagai asisten chef Daniel sudah selesai, memang sih pekerjaan nya sebagai asisten chef Daniel hanya di pagi hari.
"Kayaknya sudah sebulan kamu kerja di sini" tanya Tika pada Tiara sambil membersihkan piring kotor.
"Hehehe, iya Tante, doakan saja semoga hari ini aku gajian" jawab Tiara dengan tawa cengengesannya.
"Amin, pasti kamu bakal gajian, soalnya pak Adam itu baik banget selalu menggaji karyawan tepat waktu dan terkadang memberikan kita bonus loh" ucap Tika panjang lebar.
"Iya Amin Tante" ucap Tiara yang sedang melap piring basah.
"Kamu tidak tau, setiap pekerja yang gajian hanya bekerja sampai sore, tidak hanya itu kita di kasih libur satu hari loh, katanya buat nikmati gaji kita" ucap Tika.
"Wah kita bisa nikmati gaji kita plus liburan, hehehe" ucap Tiara dengan tawanya.
"Mungkin sebentar lagi kamu akan di panggil ke ruangan pak Adam" ucap Mirna.
Tidak beberapa lama Anisa masuk ke ruangan itu dan menyebutkan nama Tiara untuk ke ruangan pak Adam.
"Tuh kan Tante tidak salah, buruan kamu ke ruangan pak Adam"ucap Mirna.
"Ya sudah aku pergi dulu ya"pamit Tiara.
Tiara sudah berada di depan ruangan pak Adam tampak berfikir sejenak.
Ketok tidak, ketok tidak,ketok tidak, eeh ketok aja deh. batin Tiara.
Tok tok tok
"Masuk"ucap pak Adam dalam ruangan itu.
Tiara berjalan masuk ke ruangan itu dengan menundukkan kepalanya. Sementara dalam ruangan itu pak Adam dan chef Daniel sedang membicarakan hal penting, seketika itu mereka menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
"Bapak memanggil saya"tanya Tiara.
"Ooh iya, kamu duduk dulu di kursi itu" ucap pak Adam sambil menunjuk kursi kosong yang dekat dengan kursi Daniel.
Sementara Daniel tampak acuh terhadap kehadiran Tiara. Pak Adam mengambil Amplop yang berada di laci meja nya.
"Ini gaji pertama kamu Tiara"ucap pak Adam sambil menyerahkan amplop kepada Tiara.
"Terima kasih pak, saya akan tambah giat bekerja" ucap Tiara sambil mengambil Amplop itu.
"Ooh satu lagi kamu bisa pulang sore hari ini dan libur satu hari untuk menikmati gajian mu"ucap pak Adam menjelaskan aturan libur di restoran itu.
"Iya pak saya akan menikmati liburan saya dengan kumpul bareng keluarga"ucap Tiara.
"Bagus, saya bangga terhadap anak seperti kamu" ucap Pak Adam dengan tersenyum sambil menepuk pundak Tiara.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak, chef" ucap Tiara sambil membungkukkan badannya.
"Hemm" ucap Daniel yang hanya melihat Tiara sekilas dan tampak acuh sambil memainkan ponselnya karena dari tadi mendengarkan percakapan Tiara dengan managernya.
Kini Tiara sudah berada di parkiran restoran itu tak lupa menyalakan mesin motornya, kemudian mengendarai motor kesayangannya meninggalkan restoran itu.
Masih dalam suasana berkendara, Tiara teringat akan janjinya pada adik kesayangannya bahwa gajian pertama nya ia akan memberikan mainan baru untuk Tomi.
Aah lebih baik aku singgah di toko mainan itu buat beliin Tomi mainan. Batin Tiara.
Tiara sudah berada di toko itu sambil memilih mainan yang bagus buat adiknya. Tidak butuh waktu lama pilihan Tiara tertuju pada Pistol mainan bercorak army dan mobil truk yang bisa bernyanyi.
"Ini keren, pasti Tomi suka"ucap Tiara yang sudah memasukkan mainan itu di keranjang belanja nya.
" Total belanja anda semuanya 50 Ribu"ucap Sang kasir toko itu.
Tiara mengeluarkan uang pas untuk membayar belanjaan nya. Setelah selesai melakukan transaksi, Tiara kembali melajukan motornya menuju rumahnya.
__ADS_1
Hanya sekitar 30 menit berkendara Tiara sudah sampai di depan rumahnya. Sementara Tomi yang sedang bermain dengan teman-teman nya mengakhiri permainan nya dan lebih memilih berlari menemui kakaknya.
"Kok kakak cepat pulang" tanya Tomi dengan baju kotor. Karena biasanya kakaknya pergi pagi pulang malam.
"Sudah ini mainan kamu cepat sana mandi terus ganti baju" ucap Tiara yang sudah turun dari motor nya dan berjalan menuju pintu rumahnya.
"Assalamualaikum Bu"ucap Tiara sambil melepaskan sepatunya dan berjalan masuk menuju ruang makan.
"Kok tidak ada siapa-siapa, Ibu kemana Tomi" tanya Tiara.
"Nggak tau kak, aku tadi hanya main di depan rumah" ucap Tomi yang hanya fokus membuka bungkusan mainan barunya.
"Ooh ucap Tiara.
Tiara kemudian masuk dalam kamarnya dan tak lupa mandi karena merasa gerah.
Sementara di tempat lain
**********
"Pak Muhammad mulai besok tidak usah bekerja di kebun saya, karena saya sudah menjual nya" ucap Pak Karin yang merupakan pemilik kebun kopi.
"Tapi pak saya sedang panen hasilnya" ucap Pak Muhammad.
"Lebih baik bapak ambil saja hasilnya nggak usah bagi dengan saya karena ini hari terakhir bapak memetik kopi di kebun ini dan besok nggak usah petik kopi ini lagi karena bukan milik saya lagi ucap pak Karin.
"Baik Pak"ucap Pak Muhammad pasrah.
"Ya sudah, lebih baik bapak cari kerjaan lain saja, kalau begitu saya permisi" ucap Pak Karin.
"Iya pak" ucap Pak Muhammad dengan lemasnya mendudukkan dirinya di bawah pohon karet.
Ya Allah, cobaan apa yang kau berikan untuk hamba mu, semoga hamba mu ini mampu melewati nya dengan ikhlas. Batin Pak Muhammad.
__ADS_1
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏
Jangan lupa selalu beri dukungan buat Author biar semangat nulisnya ✍️😂