Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 10


__ADS_3

*Seandainya pertemuan mampu membawa seseorang mengenal arti sebuah kehidupan*


Pertemuan pertama


********


"Semuanya sudah kamu kerjakan"ucap Daniel dengan ketus sambil membersihkan tangannya di kram ruangan chef.


"Semuanya sudah rebes, eeeh maksud saya beres chef" ucap Tiara dengan tawa cengengesan.


"Bagus istirahat lah, saya ada keperluan penting" ucap Daniel sambil berjalan meninggalkan ruangan chef.


"Siip boss"ucap Tiara sambil berjalan menuju pintu keluar ruangan chef.


"Tiara" ucap seseorang yang sedang menyebut namanya yang tak lain pelayan restoran tersebut.


"Aku" ucap Tiara sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya siapa lagi kalau bukan kamu"ucap pelayan tersebut yang bernama Mirna dibalik tag namenya.


"Ada perlu apa ya?"tanya Tiara.


"Gue kebelet ni... jadi tolong ya kamu antarkan pasanan ini di meja 27, pliss " ucap Mirna sambil berlari menuju toilet.


"Eeeh tapikan aku bukan pelayan" ucap Tiara dengan suara tinggi.


"Tapi kalau difikir-fikir gak papalah lagian aku sudah tidak ada kerjaan" ucap Tiara sambil membawa nampan yang berisi pesanan pelanggan.


Tiara berjalan dengan hati-hati menuju meja pelanggan dengan angka 27 yang terdapat dua lelaki sedang mengobrol. Kemudian Tiara menata pesanan pelanggan dengan gugup di meja tersebut. Karena ini pertama kali baginya.


Satu persatu pesanan ia letakkan di meja itu dengan tangan yang gemetaran.Dan sialnya pada saat meletakkan minuman pelanggan di meja itu tangannya jadi kram sehingga ia malah menumpahkannya tepat di meja itu akibatnya minuman itu menyebar mengenai celana pelanggan.


"Hey!! kamu kerja gak becus" ucap pelanggan lelaki tersebut dengan emosi sambil berdiri menunjuk tangannya ke wajah Tiara yang tak lain adalah Rama.


"Maaf Tuan. saya tidak seng..a..ja" ucap Tiara terbata sambil memohon membungkukkan badannya.


"Mana manager restoran ini"ucap Rama dengan suara tinggi.


"Sudahlah tuan tak perlu dibesar-besarkan" bisik Rudi.


Sehingga terjadi kegaduhan di restoran tersebut. Banyak pelanggan yang mengabadikan momen tersebut.

__ADS_1


"Ada apa ini, dan Ya saya Manager restoran ini " tantang Pak Adam yang tak lain manager restoran tersebut.


"Pecat gadis ini, atau restoran ini tutup" ucap Rama dengan amarah yang di penuhi emosi.


"Maaf Tuan atas kelalaiannya dan tolong jangan lakukan hal itu"ucap Pak Adam.


"Saya tidak mau tahu" ucap Rama dengan angkuh.


Sementara Daniel yang baru tiba dari urusannya dikejutkan dengan adanya keributan dan banyaknya pengunjung yang berkumpul sambil bisik -bisik tetangga dengan pengunjung lainnya. Kemudian Daniel berjalan kearah keributan tersebut.


"Ada apa ini" ucap Daniel sambil menghampiri Tiara yang sedang menunduk.


"Pecat gadis ini atau restoran ini tutup" ucap Rama yang kembali mengulang ucapanya sambil duduk bersender di kursi tersebut. Sementara Rudi membersihkan celana tuannya menggunakan sapu tangan miliknya.


"Jangan tuan saya mohon, saya akan melakukan apapun agar saya tidak dipecat di restoran ini" bela Tiara sambil menunduk dan tak terasa bulir bening jatuh di pelupuk matanya.


Kemudian Daniel melirik kearah pelanggan yang duduk bersender itu dengan tatapan seperti mengenal sosok tersebut.


"Ramadhan Wijaya" ucap Daniel


Sementara seseorang yang disebutkan namanya menoleh kearah suara tersebut.


"Daniel, kaukah itu bro"ucap Rama, sambil berjalan menghampiri Daniel.


"Tolong jelaskan apa yang terjadi" ucap Daniel.


"Gadis ini menumpahkan minuman ke celana gue" ucap Rama dengan tegas.


"Ooh jadi begitu, tapi bro jangan gunakan kekuasaan loh disini. Dia pekerja baru direstoran ini belum genap sebulan" ucap Daniel.


"Terus" ucap Rama.


"Tolong maafin gadis ini tuan Ramadhan Wijaya" ucap Daniel dengan penekanan kata-katanya.


"Baiklah gue maafin gadis ini dengan satu syarat kamu harus datang ke acara peresmian hotel gue"ucap Rama merangkul pundak Daniel.


"Baiklah bro gue terima syarat loh" ucap Daniel.


"Ya sudah gue pergi, kelamaan disini bikin mood gue buruk dan ingat gue tunggu kedatangan loh bro" ucap Rama sambil berjalan dan sekilas melirik Tiara yang sedang menunduk.


Setelah kepergian Rama suasana restoran tersebut kembali disibukkan dengan berbagai pesanan pelanggan. Sementara Tiara habis melaksanakan shalat dhuhur dan masih berdoa memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa.

__ADS_1


Kini Tiara berada di ruangan chef bersama para chef lainnya termasuk chef Daniel. Sambil melanjutkan kembali pekerjaan yang diperintahkan Chef Daniel.


"Makasih chef" ucap Tiara dengan tulus.


"Hemm" ucap Daniel.


"Kamu sudah makan?"tanya Daniel.


"Sudah chef bersama Tante Tika" jawab Tiara.


"Ooh, lanjutkan pekerjaanmu dan ingat jangan membuat kesalahan lagi gadis bodoh" ucap Daniel.


Yang hanya dianggukin Tiara. Atas kejadian tersebut hubungan Tiara dengan chef Daniel sedikit membaik.Tiara tidak lagi melakukan hal iseng yang membuat Daniel marah.


*******


Tepat pukul 20.00 waktu setempat Rama berada dikamar hotel tempat dimana ia menginap beberapa hari ini. Sambil menyantap hidangan hotel, sesekali Rama memainkan ponselnya sambil membalas chat entah itu dari mamanya maupun sahabatnya.


Setelah selesai acara makan malamnya. Rama melangkahkan kakinya menuju jendela kamar hotel tersebut sambil menikmati pemandangan langit malam gelap yang dipenuhi taburan bintang.


"Ternyata tempat ini begitu nyaman" ucap Rama.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan bahwa panggilan masuk untuk nya yang bertuliskan nama Monica dilayar ponselnya. Tidak butuh waktu lama Rama mengklik tombol jawab dilayar ponselnya.


[Halo Ram] Monica


[Hemm, untuk apa kamu menghubungiku] Rama


[Kamu sudah makan Ram?] tanya Monica


[Hemm] Rama


[Aku kangen banget sama kamu Ram] Monica


Sementara Rama terdiam sejenak mencerna ucapan Monica.


[Gue mau istirahat]Rama


[Tunggu sebentar Ram, aku ngabarin kamu seminggu lagi aku dan kedua orang tuamu akan kesitu] Monica


[Gue gak butuh kedatangan loh] ucap Rama sambil memutuskan sepihak panggilan telepon nya.

__ADS_1


"Sial pasti mama yang menghubungi Monica soal ini"ucap Rama sambil mengacak rambutnya penuh frustasi.


__ADS_2