
* Janganlah engkau mencari rezeki karena jumlahnya tapi carilah rezeki karena berkahnya *
Waktu istirahat telah usai, Tiara kembali melanjutkan pekerjaannya bersama ke 3 wanita paruh baya itu. Kemudian salah satu pelayan restoran tersebutemasuki ruangan khusus bagian cuci piring.
"Tiara kamu di tunggu pak Adam di ruangannya" ucap pelayan tersebut.
"Ooh ya baik" ucap Tiara
" Ya sudah Tiara kamu segera ke ruangan pak Adam" ucap Tika.
" Iya Tante saya permisi" ucap Tiara
Tiara berjalan tergesa-gesa menuju ruangan pak Adam. Tiba-tiba Daniel muncul dan mengikuti langkah Kaki Tiara. Tiara menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Daniel.
" Hei mau kamu apa sih, ngapain ikutin saya?" tanya Tiara.
" Ikutin kamu, hei dengar ya ini tuh lorong yang dilalui para pekerja restoran ini, jadi buat apa saya ikutin kamu nona bodoh" jawab Daniel. Sambil berjalan meninggalkan Tiara.
"Nona bodoh hah!" ucap Tiara sambil mengulang kata-kata Daniel.
Skip
Kini Tiara sudah berada di depan ruangan pak Adam.
Tok tok tok
" Masuk saja " ucap pak Adam.
Sambil berdiri kemudian berjalan ke arah Tiara, dan tak lupa mempersilahkan Tiara duduk di sofa ruangan tersebut.
"Duduk dulu" ucap pak Adam.
"Baik pak" ucap Tiara.
" Begini Tiara bagian pengantaran pesanan pada restoran ini sedang cuti selama sebulan. Untuk itu saya menyuruh kamu yang menggantikan pekerjaan nya" ucap pak Adam.
"Tapi pak bagaimana dengan pekerjaan saya? tanya Tiara.
"Kamu bisa mengerjakan ke duanya dan saya akan memberikan kamu bonus, bagaimana apa kamu setuju?" ucap pak Adam.
"Iya pak saya setuju, lagian siapa sih yang tidak suka dengan bonus" ucap Tiara sambil tersenyum.
"Ya sudah kamu boleh lanjutkan pekerjaanmu dan ini seragam di restoran ini " ucap pak Adam sambil menyodorkan seragam tersebut ke Tiara.
"Baik pak terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Tiara.
Sementara di lain tempat
Seorang CEO muda yang tak lain adalah Rama sedang asyik mengotak Atik laptopnya. Dan tiba-tiba bunyi dering ponsel menghentikan pekerjaannya.
"Mama" ucap Rama karena yang melakukan panggilan di ponselnya yang tak lain mamanya sendiri.
__ADS_1
[Assalamualaikum sayang] Mama
[ Waalaikumsalam, Iya mah ada apa] Rama
[ Sayang kamu makan malam di rumah ya, soalnya mama undang Monica ] Mama
[ Ya sudah terserah mama saja ] Rama
[ Assalamualaikum ] Mama
[ Heem Waalaikumsalam ] Rama
Kemudian Rama melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tertunda. Dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul: 17.00 yang menunjukkan jam waktu pulang yang artinya semua karyawan di perusahaan tersebut harus menghentikan pekerjaannya karena waktu untuk pulang kerumah masing-masing.
Rama berjalan ke arah lobi perusahaan nya di ikuti Alex sekertarisnya. Dan keduanya memasuki mobil yang telah disiapkan oleh supir pribadi Rama. Mereka meninggalkan perusahaan tersebut dan menuju ke kediaman Orang tua Rama.
Skip
Kini Rama tiba di kediaman Orang tua nya. Dan tak lupa supir membukakan pintu mobil untuk tuannya. Rama dan Alex berjalan memasuki Mansion tersebut dan tak lupa para pelayan berbaris untuk memberi hormat kepada tuanya
Alex mengikut langkah kaki Rama ke sebuah ruangan yang tak lain merupakan ruang kerja Rama. Keduanya kini berada di ruangan tersebut.
"Ini berkas yang perlu kamu kerjakan dan besok kita melakukan meeting bersama" ucap Rama sambil menyodorkan tumpukan berkas tersebut.
" Ok boss ya sudah saya permisi dulu " ucap Alex.
" Kamu makan malam di sini saja, soalnya mama nyiapin makan malam dan juga mengundang Monica" ucap Rama.
(Gimana mau makan malam kerjaan saja menggunung begini. batin Alex).
"Kalau begitu saya permisi dulu boss" ucap Alex.
"Hemm" Rama
Sementara mama Rama sedang asyik masak bersama pembantunya untuk menyiapkan makan malam mereka.
Rama kemudian menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.
Skip
Kini Rama berada di kamarnya, kemudian jasnya dan tak lupa pula membuka paksa dasi yang melekat dilehernya dan membuangnya secara sembarangan. Kemudian menyambar handuk menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang begitu lelah akibat bekerja.
Kini Rama sudah memakai pakaian santainya yaitu kemeja berlengan pendek di padukan celana kasual krem yang mampu menunjang penampilan nya. Kemudian Rama berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ruang makan dan ikut bergabung makan malam bersama.
Sementara di ruang makan sudah ada Monica yang sedang mengobrol bersama kedua orang tua Rama, sambil menunggu kedatangan Rama.
Monica merupakan sosok gadis cantik bertubuh tinggi putih bagaikan bak model profesional, sehingga banyak lelaki yang ingin memacarinya. Tapi Monica hanya menyukai Rama yang merupakan sahabatnya dari kecil karena Rama selalu membantu Monica setiap waktu. Dan umur Monica tak jauh dengan Rama yaitu 23 tahun.
"Itu Rama, sini sayang " ucap mama Rama.
Kemudian Rama duduk di kursi tepat di samping Monica.
__ADS_1
" Hai Rama, kamu makin dewasa saja" ucap Monica.
" Hemm" ucap Rama hanya deheman saja karena menurutnya Monica gadis yang banyak bicara.
" Ya sudah kita makan dulu, sebentar acara reuninya " ucap Papa Rama.
Makan malam di keluarga Wijaya berjalan lancar. Kini mereka berada di ruang keluarga untuk mengobrol bersama.
"Nak Monica sekarang sudah jadi desainer terkenal loh pah dan sudah memiliki butik di mana-mana" ucap Mama Rama.
"Ahh tidak Tante, saya hanya baru memulainya" ucap Monica
"Wah hebat, ini nih mah yang cocok jadi menantu kita" canda Papa Rama.
"Kami cuman sahabat om" jawab Monica.
" Sahabat juga bisa saja jadi cinta" ucap Papa Rama.
Ruangan tersebut jadi canggung akibat perkataan Papa Rama. Kemudian mama Rama mulai melanjutkan obrolannya untuk menghindari kecanggungan mereka berdua.
"Minggu ini Rama akan ke desa untuk mengecek proyek papahnya, kamu bisa ikut sekalian liburan. Iyakan Rama" ucap Mama Rama.
" Iya mah"
" Iya deh Tante saya akan ikut bersama Rama" ucap Monica sambil tersenyum.
( Wah sekali gayung dua pulau terlampaui. Batin Monica)
"Kalau begitu saya permisi dulu Tante" ucap Monica.
"Eeh tunggu nak, nggak baik loh gadis secantik kamu pulangnya sendiri apalagi sudah larut malam, biar Rama yang antar kamu " ucap mama Rama.
Kemudian Rama bangkit dari duduknya dan berjalan menuju parkiran untuk menaiki salah satu mobil sport favoritnya.
Skip
Kini keduanya berada di dalam mobil sport tersebut tanpa adanya obrolan, kemudian Rama melajukan kendaraannya melewati jalanan kota yang sedikit sepi dengan kecepatan tinggi.
skip
Mereka telah sampai di kediaman Monica, kemudian Rama membukakan pintu mobil untuk Monica, sambil berkata:
" Ternyata Kamu pintar juga mengambil hati orang tua saya" ucap Rama.
Dan Monica keluar dari pintu mobil tersebut sambil mengibaskan rambut panjangnya dan berkata:
"Kamu tau sendiri kan dari dulu orang tua kamu sayang sama aku, jadi jangan salahkan saya" ucap Monica.
Sementara Rama tidak mempedulikan ucapan Monica, Rama memasuki kembali mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju di kediamannya.
Jangan lupa like, comment dan vote author
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏