Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 14


__ADS_3

*Ada saatnya seseorang akan menemukan yang terbaik dalam hidupnya tapi itu entah sampai kapan*


Tiara masih duduk di bangku kayu lebih tepatnya di parkiran hotel Army pesta itu berlangsung. Ia masih duduk dengan tenang sambil menahan rasa sakit pada kakinya yang keseleo ditambah dengan memar yang diakibatkan dari sepatu yang dipakainya. Sesekali Tiara menggosokkan telapak tangannya agar mengurangi hawa dingin yang nampak menusuk kulitnya.


(Ya Allah Semoga ada tukang ojek yang melintasi lokasi ini. Batin Tiara)


Ya Tiara sedang menunggu ojek yang melintasi lokasi itu, dan menurutnya untuk jam seperti ini tukang ojek sudah tidak beroperasi berbeda dengan pusat perkotaan yang hanya tinggal melakukan pesanan melalui aplikasi ojek online, miris bukan itulah bedanya desa dengan kota.


"Bagaimana ini, sudah larut malam sementara aku tidak bawa motor, aku pulangnya bagaimana, ini semua gara-gara si dodol seandainya dia tidak ngajakin aku ketempat beginian"oceh Tiara yang begitu kesal sambil melihat disekelilingnya, seketika mata indahnya tertuju pada pedagang kaki lima yang berjejeran di pinggir jalan.


Dengan bahagia Tiara berjalan menuju pedagang kaki lima itu walaupun rasa sakit yang menyerang kakinya ia hiraukan. Karena dagangan dari pedagang kaki lima itu salah satu jajanan favoritnya selama sekolah.


"Bang pentol dan jupe 2 bungkus ya" ucap Tiara antusias


"Siap neng"jawab pedagang kaki lima itu.


Pentol atau biasa orang menyebutnya somai dan untuk daerah lain menyebutnya cilok. Dan untuk jupe itu singkatan dari jeruk peras atau perasaan jeruk, jangan dikaitkan dengan almarhum Jupe ya.


Setelah pesanannya selesai ia pun membayar nya dan kembali menuju tempat yang ia duduki.


Sebelum menikmati jajanan yang ia beli Tiara terlebih dahulu berdoa dan menikmati pentol itu dengan lahap ditambah jupe yang menyegarkan pikiran nya. Sampai-sampai ia tidak menyadari kedatangan chef Daniel.


"ehemm" deheman Daniel sambil duduk disebelah Tiara.


Tiara tidak memperdulikan Daniel yang berada disebelahnya ia hanya fokus menikmati jajanan yang ia beli.


"Enak ya"ucap Daniel.


"Ya iyalah, ini tuh lebih enak daripada masakan chef" ucap Tiara ketus.


"Bagi dong" ucap Daniel.


"Nggak, beli aja sendiri" ucap Tiara yang kembali ketus. Sambil terus memakan jajanan yang ia beli hingga habis dan meminum 2 cup jupe hingga tandas.


"Ternyata kamu gadis pelit, ayo kita balik, kalau loh lelet bakal gue tinggal" ucap Daniel yang langsung berdiri.


Seketika itu Tiara langsung berdiri dan mengikuti langkah kaki Daniel, namun belum beberapa langkah ia terjatuh karena pergelangan kakinya terlihat membengkak.

__ADS_1


Aawww itulah yang keluar dari bibir manis Tiara. Dengan cepat Daniel membantu Tiara untuk berdiri.


"Eloh kenapa?"tanya Daniel sambil membantu Tiara berdiri.


"Nih kaki aku sakit gara-gara sepatu itu" ucap Tiara sambil menunjuk sepatu yang tergeletak di bawah bangku.


Daniel begitu kaget dengan tingkah Tiara yang ternyata tidak mengenakkan sepatu.


Dengan cepat Daniel berjongok untuk melihat kaki Tiara.


"Ya sudah loh duduk dulu" ucap Daniel. Kemudian berjalan ke arah mobilnya untuk mengambil obat P3k yang selalu ia bawa dalam laci mobilnya. Setelah menemukan obat itu dengan langkah cepat ia menghampiri Tiara.


"Mana kaki eloh yang sakit"tanya Daniel yang sudah berjongok dihadapan Tiara.


Dengan cepat Tiara memperlihatkan kakinya yang sakit sambil mengangkat sedikit kain baju gamis yang ia gunakan.


"Eloh bodoh banget, kaki kamu sudah bengkak masih saja paksakan berjalan"ucap Daniel marah sambil mengobati kaki Tiara.


"Eeh pelan-pelan Chef sakit tau"oceh Tiara sambil menahan rasa sakit dari obat merah yang membasahi kulit kakinya.


Dengan telaten Daniel sudah membalut kaki Tiara dan urusan keseleo Daniel tidak tahu mengatasi hal itu karena ia sendiri tidak tahu memijit. Sementara Tiara masih mengamati wajah Daniel yang sedang mengobatinya. Daniel pun sadar akan tingkah Tiara yang terus memandangi wajahnya, dengan sifat licik ia berdiri sambil menyentil jidat Tiara.


"Ayo, eloh mau menginap di situ" ucap Daniel.


"Tunggu chef, kaki aku masih sakit, nih nggak bisa digerakkan" ucap Tiara yang masih memasang wajah kesakitan.


"Apa perlu gue gendong eloh?"tanya Daniel.


"Jangan chef, maksud aku bantuin kek berdiri" gumam Tiara namun tetap didengar oleh Daniel.


Dengan cepat Daniel memapah Tiara dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Kemudian memasangkan sabuk pengaman buat Tiara biar tidak kena tilang.


Sementara ada sepasang mata memperhatikan mereka berdua ia adalah Rama yang sedang berada dalam mobilnya. Sebenarnya Rama ingin menghampiri mereka namun ia urungkan niatnya karena hanya menggangu mereka berdua dan dilihat dari kedekatan mereka seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang bertengkar dengan pasangannya.


Namun ada rasa aneh yang menghampiri Rama entah itu perasaan apa hanya Rama yang tahu, melihat mereka berdua begitu dekat.


Sebelum menyalakan mesin mobilnya Daniel baru ingat ia harus mengabari sahabatnya bahwa ia sudah menemukan Tiara, dengan gesit Daniel mengetik pesan dan mengirimi Rama. Setelah itu ia menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Di dalam mobil mereka merasa canggung dengan tidak adanya obrolan. Sehingga Daniel memulai obrolan karena pasalnya ia tidak mengetahui rumah Tiara.


"Hei rumah loh bagian mana?"tanya Daniel.


"Emm terus saja, bila ada persimpangan belok kiri terus ada pom bensin belok kanan dan disitulah istana aku cat berwarna putih yang super bersih" ucap Tiara panjang lebar.


"Hei gue tidak tahu betul daerah sini, jadi eloh harus jelaskan sebaik mungkin"kesal Daniel.


Setelah melalui lika liku perjalanan ditambah sedikit pertengkaran kecil akhirnya mereka tiba di rumah Tiara. Namun rumah itu nampak sepi karena hanya lampu teras rumahnya yang menyala.


"Chef balik sana, nggak baik lelaki bertamu dirumah orang malam-malam" ucap Tiara dengan suara seperti berbisik.


"Siapa juga yang mau bertamu di rumah eloh" balas Daniel dengan suara kecil pula.


Sementara ayah Tiara terbangun mendengar suara mesin mobil di depan rumahnya. Dengan cepat ayah Tiara membuka pintu rumahnya dan melihat anaknya bersama seorang lelaki di depan matanya.


"Nggak di suruh mampir tuh temannya? tanya Pak Muhammad yang tak lain ayah Tiara.


Mereka berdua berbalik mendengar suara seseorang yang tak lain ayah Tiara.


Dengan cepat Tiara berjalan dengan tertatih menghampiri ayahnya dan mengucapkan salam sambil mencium tangan ayahnya.


" Nggak usah yah, chef Daniel mau cepat balik, iyakan chef" ucap Tiara.


Sementara Daniel nampak gugup plus canggung bertemu dengan ayah Tiara dia hanya tersenyum canggung menanggapi ucapan Tiara.


"Iya pak, saya permisi dulu" ucap Daniel.


Namun sebelum balik tidak lupa Daniel menyalami ayahnya Tiara, berhubung mereka baru berjumpa dan menghargai orang yang lebih tua. Dan Tiara lebih dulu memasuki rumahnya dan berjalan tertatih menuju kamarnya.


"Hati-hati chef" ucap ayah Tiara.


" Iya pak" ucap Daniel yang masih gugup seperti tertangkap basah bersama Tiara.


Setelah itu Daniel buru-buru memasuki mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Maaf sebelumnya author update episodenya tidak menentu ya.

__ADS_1


Berhubung kesibukan author di dunia nyata. Namun melihat support kalian dan semangat dari kakak-kakak sesama author jadi semangat deh nulisnyaπŸ˜‚πŸ˜‚


Bila kalimat dan kata-katanya tidak sesuai harap di maklumi, soalnya author baru nulisnya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2