
*Dunia bagaikan roda kehidupan yang terus berputar yang mampu menampakkan langkah kaki bagi setiap insan *
Sementara di lain tempat*
Di kediaman keluarga Wijaya seluruh anggota keluarga masih asik mengobrol.
"Baiklah pa Minggu ini Rama akan mengecek proyek papa, Tapi papa harus jaga mamaku tercinta ini ucap Rama sambil memeluk mama tercintanya keduanya saling mengasihi antara ibu dan anak ".
Sementara pak Abdullah hanya tersenyum melihat tingkah ke Kanakan putranya itu. Karena Rama memang anak yang manja pada mamanya, sejak kecil sampai dewasa Rama masih membawa sifat aslinya yaitu anak Mami.
'"Ya sudah sayang-sayangnya papa mau ke kantor dulu, eeh bukanya kamu ada jadwal rapat pagi ini ".Papa Rama
Sambil berdiri meninggalkan ruang makan tersebut diikuti oleh istri tercintanya untuk berpamitan pergi ke kantor.
'"Iyah pa memang ada jadwal rapat Rama pagi ini". Rama
Sambil berkata tanpa melihat lawan bicaranya Rama hanya fokus berjalan manaiki anak tangga menuju lantai 2 tepat kamarnya berada.
Baiklah sedikit info kediaman Wijaya bisa di katakan sebuah menssion mewah dengan 2 lantai saja, terdapat 7 kamar didalamnya untuk Lantai 1 terdapat 4 kamar diantaranya 1 kamar utama untuk kedua orang tuanya dan Tiga lainnya hanya kamar tamu. Untuk lantai2 khusus wilayah Rama 1 kamar untuk kamar tidur, satu ruangan khusus untuk perpustakaan karena Rama hoby baca buku dan satu ruangan khusus area olahraga Rama. Dan khusus untuk pekerja kediamannya berada dibelakang menssion tersebut dengan bangunan ala-ala kos-kosan karena dalam menssion tersebut terdapat 20 pekerja diantaranya, pembantu, sopir, satpam dan bodyguard.
Skip
__ADS_1
Di dalam kamar, tepatnya kamar mandi, Rama sedang asyik membersihkan tubuhnya. Setelah dirasa cukup Rama keluar hanya mengenakan handuk, sambil meraih handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Kemudian berlalu memasuki ruangan ganti.
Kini Rama mengenakan kemeja biru dongker di padukan dengan celana berbahan kain berwarna hitam, di padukan dengan jas berwarna hitam dan tak lupa pula menambahkan dasi untuk memperwibawa penampilanya.
Rama bercermin di ruangan tersebut sambil memperbaiki tatanan rambutnya, kemudian berkata:
"Luar Biasa"puji Rama terhadap dirinya sendiri.
Kemudian Rama menuruni anak tangga untuk berpamitan pada mamanya karena akan berangkat ke kantor.
"Ma Rama berangkat dulu" ucap Rama
Sambil mencium pipi mamanya dan bergegas memasuki pintu mobil yang telah di bukakan oleh supir pribadinya.
Skip
Kini Rama sudah berada di depan Perusahaannya, kemudian supir yang bernama Joko membukakan pintu mobil tersebut untuk tuanya.
Rama keluar dari mobil tersebut dengan penuh wibawa sambil memperbaiki setelan jas yang melekat pada tubuhnya, kemudian berjalan dengan angkuhnya memasuki area resepsionis.
Semua Karyawan membungkukkan badannya sebagai ucapan salam sebagai penghormatan untuk seorang CEO dan bagi Rama sapaan tersebut hanyalah hal biasa, sambil berlalu memasuki lift khusus untuk CEO dan menekan tombol angka 20 tepat ruangan CEO berada.
__ADS_1
Di lantai 20 Sekertaris setia Rama dan sekaligus sahabat nya yang bernama Alex sibuk dengan komputer nya untuk mengecek jadwal apa saja yang akan dikerjakan oleh bosnya.
Kini Rama berada di lantai 20 sambil berjalan menuju ruangan nya yang bertuliskan CEO pada pintu ruangan tersebut dan memasuki ruangan tersebut tanpa menoleh di sekitar nya.
Sementara Alex mengetahui ke datangan bosnya, Alex menghentikan aktivitas nya dan berjalan menuju pintu yang bertuliskan CEO.
tok tok tok
"Masuk". Ucap Rama
Kemudian Alex memasuki ruangan tersebut dan berkata:
"Bos jadwal rapat anda sekitar 15 menit lagi". Alex
"Ya sudah Siapkan segalanya". ucap Rama
tanpa memperhatikan lawan bicaranya Rama hanya fokus berkutat pada laptopnya saja.
Okey bagaimana ya kisah selanjutnya !!
Jangan lupa ya readers klik tombol like, comment dan vote.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏
Biar author semangat nulisnya