Impian Tiara

Impian Tiara
Episode 12


__ADS_3

*Semua manusia pasti pernah mengalami yang namanya ujian maka dari itu semakin tinggi tingkat ujian seseorang maka semakin tinggi pula derajat manusia dihadapan yang Maha Kuasa*


Tak terasa mobil yang membawa mereka berdua sampai pada tujuan dengan kondisi yang baik-baik saja. Dan tak lupa Daniel memarkirkan mobilnya pada parkiran hotel itu. Daniel turun dari mobilnya sambil membanting pintu mobilnya dengan keras. Sementara Tiara yang sedang melamun dikejutkan dengan suara pintu mobil yang dibanting keras.


“Astagfirullah, hei santai dong chef jangan marah-marah gitu”ucap Tiara yang masih shock dengan nafas yang tersengol-sengol bagaikan seseorang yang habis melakukan lari marathon.


“Turun” ucap Daniel dengan ketus yang menyandarkan tubuhnya pada bagian depan mobilnya sambil memainkan ponselnya.


“Iya” ucap Tiara sambil membuka pintu mobil.


“Kok pintu mobilnya nggak bisa dibuka”ucap Tiara yang mencoba membuka pintu mobil Daniel.


“Ini kali ya”ucap Tiara yang kembali menekan tombol pada pintu mobil itu, tapi sayang seribu sayang yang terbuka bukannya pintu mobil melainkan kaca jendela mobil sehingga lebaran monyet pun pintu mobil itu nggak bakalan kebuka.


(author: aduh mbak Tiara kelewatan banget masa cuman buka pintu mobil nggak tahu, apa perlu diajarin sama anak kecil ya).


“Aduh gimana ya, apa aku harus minta tolong sama si dodol, tapi…aah aku malu bisa-bisa sidodol menghina aku yang kampungan ini” ucap Tiara yang begitu panik dan frustasi.


“Hei gadis bodoh cepat turun, kaki gue sudah pegal nih nungguin eloh” ucap Daniel yang masih fokus pada layar ponselnya.


(Nggak bisa dibiarin nih, Tiara turunin gengsi kamu sampai kapan kamu berada dalam mobilnya dodol, kamu harus minta tolong pada dia. Batin Tiara).


“Chef tolongin saya pintu mobil ini nggak bisa kebuka dan kaki saya lagi kesemutan nih” ucap Tiara yang berbohong sambil memasang wajah yang kesakitan. Padahal ia tidak bisa buka pintu mobil Daniel lebih tepatnya kampudes.


“Aduh eloh tuh nyusahin saja”ucap Daniel yang langsung membuka pintu mobilnya dan menarik tangan Tiara untuk keluar dari mobil itu.


“Lepasin, chef nggak usah marah-marah juga kan dan apa ini pakai pegang tangan saya segala, kita itu bukan muhrim”ucap Tiara dengan tegas.


Seketika itu Daniel menghempaskan tangan Tiara dengan kasar.


“Kamu tuh ya tadi bilang tolongin saya chef dan sekarang kamu marah-marah segala, dasar gadis bodoh”ucap Daniel sambil berjalan meninggalkan Tiara.


“Tunggu chef, saya nggak bisa berjalan dengan cepat dan……seketika Tiara menghentikan ucapannya saya nggak pernah ke pesta seperti ini”ucap Tiara sambil menunduk.


Seketika itu Daniel menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Tiara.

__ADS_1


“Ayo buruan” ucap Daniel yang kembali mengemggan tangan Tiara.


“Tangan saya chef”ucap Tiara bingung karena tangannya digenggam erat oleh Daniel.


“Sudah, eloh nggak perlu khawatir tangan eloh gue genggam, eloh tuh harus berada di samping gue selama pesta itu berlangsung agar eloh nggak hilang” ucap Daniel.


(Aduh aku tuh ibarat anak kecil yang mengikuti seorang ibu kepasar segala sambil berpegangan tangan supaya tetap dalam jangkauannya lebih tepatnya tidak hilang. Batin Tiara)


Akhirnya Tiara pun menurut dengan ucapan Daniel. Tiara dan Daniel berjalan berdampingan layaknya sepasang kekasih memasuki pesta yang sedang berlangsung itu. Tak lupa Daniel memperlihatkan kartu aksesnya melalui ponselnya kepada penjaga yang berada dipintu utama pesta itu sebelum memasuki area pesta yang sedang berlangsung.


Singkat cerita Tiara dan Daniel sudah bergabung dengan para tamu undangan dan terlihat jelas Suasana pesta itu begitu meriah. Sesekali Daniel mengedarkan pandangannya mencari sosok tuan rumah dari pesta itu. Mata elang Daniel tertuju pada sosok keluarga yang sedang bercengkrama dengan para tamunya dia adalah keluarga Wijaya dan anak semata wayangnya Ramadhan Wijaya. Seketika itu Daniel menghampiri sang tuan rumah pesta itu diikuti dengan Tiara yang tangannya masih digenggam erat oleh Daniel.


“Wah wah, ternyata Daniel sudah memiliki pasangan lihat pah mereka terlihat serasi”ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah Rita Wijaya mama tercinta Rama. Sementara sang suami hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya.


Seketika itu Daniel buru-buru melepas gemgaman tangannya dan tersenyum ramah terhadap lawan bicaranya. Daniel pun menyalami kedua orang tua Rama dan mengucapkan selamat atas peresmian hotel mereka.


“Ti..dak Tante, kami hanya partner kerja tempat saya bekerja”ucap Daniel yang gelagapan.


“ooh Tante pikir kalian itu pasangan kekasih, soalnya kalian begitu serasi”ucap Ny Rita diikuti senyum khasnya.


“Ooh iya Tante Kenalin ini Tiara”ucap Daniel yang mencoba memperkenalkan Tiara terhadap keluarga Wijaya.


Seketika itu Tiara menyalimi tangan kedua orang tua Rama dan orang tua Rama pun menyambutnya dengan ramah seperti tamu lainnya.


“Silahkan kalian nikmati pestanya ya, Tante dan Om mau menyambut tamu dulu,”ucap Ny Rita dengan ramah.


“Iya Tante, saya merasa terhormat bisa bergabung di pesta ini”ucap Daniel merendah.


(Ternyata chef Daniel begitu menghormati orang yang lebih tua ya.Batin Tiara)


Kedua pasangan suami istri itu meninggalkan mereka karena masih banyak tamu undangan yang perlu mereka ladeni.


“oh ya Ram, selamat ya atas hotel barunya”ucap Daniel.


“Hemm, ngapain kamu bawa cewek ceroboh ini segala”ucap Rama sambil menunjuk Tiara dan menatap penampilan Tiara dari atas kebawah. Lumayan juga gumam Rama.

__ADS_1


Sementara Tiara yang ditunjuk merasa risih dengan tatapan Rama yang begitu tajam.


(Mereka berdua lelaki yang sama-sama menyebalkan dan reseh pula.batin Tiara)


“Begini Ram, aku ajak dia kesini karena pernah berbuat salah pada kamu dan hitung-hitung dia bisa meminta maaf pada kamu atas tindakannya tempo hari“ucap Daniel santai.


(what jadi si dodol ajak aku kesini hanya untuk meminta maaf, bener-bener nih si dodol. Batin Tiara)


“Iya tuan saya meminta maaf soal kejadian itu”ucap Tiara yang hanya pasrah karena tujuan Daniel membawanya kepesta ini hanya untuk meminta maaf.


"Baiklah, saya akan memaafkan kamu dengan satu syarat malam ini kamu harus jadi pacar pura-pura aku didepan gadis itu" ucap Rama sambil menunjuk Monica yang sedang mengambil minuman.


"Aduh gimana ya, chef" ucap Tiara yang meminta jawaban dari Daniel.


Sementara Daniel hanya memberikan anggukan, bahwa ia setuju akan syarat Rama.


"Baiklah"ucap Tiara yang hanya pasrah akan keputusannya.


"Ram ini aku bawain kamu minum" ucap Monica yang antusias membawa 2 gelas minuman di tangannya tanpa memperhatikan di sekeliling nya.


"Monica" ucap Daniel.


"Hai Daniel" ucap Monica canggung dan seketika raut wajahnya berubah melihat sosok gadis disamping Daniel.


"Pacar kamu" ucap Monica.


"Bukan, ini pacar aku" ucap Rama yang berjalan mendekati Tiara dan menggenggam erat tangan Tiara.


Seketika itu Tiara begitu gugup


"Bukan" ucap Tiara yang mengelak.


Seketika itu sorot mata Rama menandakan untuk mengikuti permainan nya.


"Maksud saya bukan pacar tapi calon imam saya" ucap Tiara

__ADS_1


Maaf sebelumnya bila kalimatnya tidak sesuai.🙏🙏🙏


__ADS_2