
*Belajarlah ketika orang lain tidur dan bekerjalah ketika orang lain bermalas-malasan*
Tiara yang sedang menonton TV dikagetkan dengan kedatangan ibunya yang terus mengomel.
"Ada masalah apa bu, sampai ibu ngomel-ngomel segala"tanya Tiara.
"Itu tetangga sebelah selalu buang sampah sembarangan, coba bayangkan mereka buang sampah di belakang rumah kita"ucap ibu Rumi.
"Sudahlah Bu masa cuman masalah sepeleh di permasalahkan, lagian malu kalau berantem sama tetangga sendiri bu kan tetangga itu saudara terdekat kita"ucap Tiara.
"Iya deh ibu tidak akan marah-marah lagi, tumben ucapan kamu benar"ucap ibu Rumi.
"Hehehe"..
"Eeh kok kamu bisa pulang cepat"tanya ibu Rumi yang sudah bergabung di samping Tiara.
"Begini Bu, hari ini aku baru gajian terus bos aku suruh aku pulang cepat di tambah kasih libur satu hari"ucap Tiara dengan bahagia.
"Ooh, alhamdulilah kamu bisa dapat uang dengan hasil keringat mu sendiri"ucap Ibu Rumi.
"Tunggu sebentar Bu"ucap Tiara yang buru-buru masuk ke kamarnya.
Hanya beberapa detik Tiara bergabung kembali dengan ibunya dengan membawa sebuah amplop.
"Ini Bu gaji pertama Tiara"ucap Tiara sambil menyerahkan amplop yang dipegangnya.
"Tidak usah, lebih baik kamu tabung saja"ucap Ibu Rumi yang menyerahkan kembali amplop itu.
"Tiara sudah ambil beberapa lembar untuk di tabung dan sisanya buat ibu...... terima ya bu"ucap Tiara dengan mata berbinar.
"Ya sudah ibu menerima uang ini untuk kebutuhan sehari-hari kita kedepannya"ucap ibu Rumi.
Kemudian ibu Rumi memeluk Tiara sambil berkata "ternyata kamu sudah besar nak, karena kamu bisa mendapatkan uang dari hasil keringat mu sendiri, ibu bangga sama kamu Tiara"ucap Rumi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bu, kenapa ayah belum pulang"tanya Tiara.
"Mungkin ayah kamu masih memetik kopi di kebun"jawab ibu Rumi.
"Ooh"ucap Tiara yang kembali melanjutkan acara nontonnya.
__ADS_1
"Ibu mau masak dulu"ucap ibu Rumi yang sudah bangkit dan berjalan menuju dapur.
"Ya Bu, masak yang enak ya biar Tiara cepat gemuk"ucap Tiara dengan suara cempreng nya.
"Kamu tuh bisa nya cuman makan tidak mau terjun langsung ke dapur"ucap ibu Rumi yang mengomeli putrinya.
Ya terkadang Tiara hanya membantu ibunya memotong sayuran atau bahan lainnya yang akan diolah oleh ibunya dan resep masakan ibunya tidak ada duanya.
"Akan Tiara usahakan Bu, untuk belajar masak"ucap Tiara.
"Assalamualaikum"ucap Pak Muhammad dibalik pintu.
"Waalaikumsalam"ucap Tiara.
"Kenapa nak kamu pulang cepat"tanya pak Muhammad pada putrinya.
Seketika itu Tiara kembali menceritakan perihal ia pulang cepat.
"Ooh begitu nak"ucap pak Muhammad yang mengakhiri percakapan mereka.
"Iya ayah"ucap Tiara.
"Ya sudah ayah mau mandi dulu, setelah itu kita shalat Maghrib berjamaah"ucap Pak Muhammad kemudian berjalan menuju kamarnya.
Setelah keluarga sudah berkumpul, mereka melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.
Sementara di tempat lain
********"""
Rama yang baru saja tiba di kediaman nya terlihat kelelahan dan duduk bersandar di sofa ruang tamu kediamannya.
"Baru pulang sayang"tanya mamah Rama
"Iya mah, baru aja"jawab Rama.
"Masakan nya sudah siap Tante"ucap seorang gadis yang berada di ruang makan yang tak lain adalah Monica.
"Iya sebentar" ucap mamah Rama.
__ADS_1
"Itu Monic mah"tanya Rama.
"Iya sayang, mamah yang ngajak dia untuk mampir dulu dan mamah juga suruh dia untuk menginap di rumah kita".
"Ayo sayang kita makan bersama".
"Aku mau mandi dulu mah" ucap Rama kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Setiba di kamar nya Rama melepaskan jaket yang melekat pada tubuhnya dan menyambar handuk kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Cukup 20 menit Rama selesai dengan acara mandinya dan sudah berpakaian santai dengan baju kaos hitam dipadukan celana kain crem selutut. Rama kembali berjalan menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan.
Kini Rama sudah bergabung dengan mereka untuk makan malam bersama.
Monic yang melihat Rama sudah duduk tersenyum Ramah dihadapan Rama. Monic pun mencari perhatian Rama dengan mengambilkan nasi beserta lauk di piring Rama.
Rama tampak acuh melihat tingkah Monic.
"Di tambah om"ucap Monic yang mencari perhatian pada papah Rama.
"Baiklah"ucap papah Rama.
Kemudian dengan perhatian nya Monic mengambilkan lauk untuk sang calon mertua.
"Tuh pah menantu idaman"timpal mama Rama.
Monic yang mendengar ucapan mamah Rama tampak tersenyum senang. Sementara Rama sangat muak dengan tingkah Monic.
Sebentar lagi aku akan menjadi bagian keluarga Wijaya. Batin Monic.
Setelah selesai acara makan malam bersama keluarga Wijaya. Mereka kembali berkumpul di ruang keluarga untuk menyaksikan acara seputar berita di tv.
"Ooh papah sampai lupa, kalau sebulan lagi kalian akan bertunangan"ucap papah Rama dengan senang.
Rama yang mendengar ucapan papahnya hanya bisa diam. Karena sang papah sudah mengatakan di peresmian hotel kemarin bahwa mereka dijodohkan dan harus disahkan dengan acara bertunangan.
Monic mendapatkan lampu hijau kedua orang tua Rama dan dia sangat beruntung bisa mendapatkan Rama sebagai pendamping hidup nya kelak.
"Iya pah, mamah juga nggak sabar melihat mereka bertunangan"timpal mamah Rama.
__ADS_1
"Aku mau istirahat dulu mah pah"ucap Rama.
Rama Kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat dan tidur karena besok merupakan hari yang melelahkan bagi Rama memulai kembali aktivitas nya menjadi seorang CEO di perusahaan ternama di negaranya.