
Assalamualaikum Wr. Wb.
Maaf sebelumnya para reader....🙏
Author baru balik nih, berhubung kesibukan author yang sangat padat jadi tidak sempat deh up Impian Tiara.
Author sampai tidak tahu harus memulai dari mana 🤭.
*Manusia tidak ada habisnya mengeluh terhadap sang pencipta, entah itu akan nasib hidup mereka maupun takdir yang sudah di terimanya*
********
Dengan cepat Daniel mencuci tangannya kemudian melepaskan apron yang ia kenakan dan berjalan menuju seseorang yang ingin bertemu dengannya.
"Sudah lama bro" ucap Daniel yang sudah duduk di samping Rama.
"Ya lumayan lah" ucap Rama sambil memainkan ponselnya.
"Kapan balik ke Jakarta bro"tanya Daniel.
"Hari ini aku akan balik ke Jakarta"ucap Rama.
"Ooh, salam ya buat om dan Tante" ucap Daniel.
" Hemm, sebenarnya Rencana aku ingin menetap di desa ini, cuman pekerjaan yang menuntut aku balik ke Jakarta" ucap Rama.
"Tapi sering-seringlah luangkan waktumu ke desa ini"ucap Daniel.
"Hemm, aku salut sama kamu yang menetap di desa sejuk ini, kalau perlu kamu cari jodoh gadis desa ini saja" ucap Rama dengan candaan nya.
"Semoga bro, doakan saja, mengapa tidak sekalian kamu yang cari jodoh di desa ini "ucap Daniel dengan tampang dinginnya.
Seketika itu Rama memunceretkan kopi yang diminumnya.
"Apa loh bilang, desa ini tidak ada gadis tipe gue lagian gadis di desa ini cuman gadis kampung"ucap Rama dengan angkuh nya.
__ADS_1
"Awas loh nanti kamu kesambet dan berjodoh dengan gadis desa di sini"ucap Rama sambil tersenyum.
Itu tidak akan terjadi. Batin Rama.
"Ya sudah aku pergi dulu kapan-kapan aku singgah di tempatmu"ucap Rama.
Mereka berdua berpelukan sebagai tanda perpisahan mereka. Rama berjalan menuju mobilnya di ikuti pak Rudi sang manager hotel. Mereka pun meninggalkan tempat itu.
Sementara Daniel kembali melakukan pekerjaannya. Tiara yang melihat Daniel sudah melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda jadi ingin bertanya. Tapi diurungkan niatnya. Sesekali Tiara melirik Daniel dan berpikiran yang tidak-tidak.
Daniel memergoki Tiara yang selalu melirik nya.
"Hei kerjakan pekerjaanmu, jangan terus menatap gue nanti kamu diabetes" ucap Daniel dengan alaynya.
Iih geer banget nih orang, tunggu kok si dodol jadi alay seperti itu kesambet apa ya. batin Tiara.
"Akunya jadi diabetes, ha ha ha ha bukanya diabetes tapi dihantui sama chef" ucap Tiara sambil tertawa dengan lepasnya.
Daniel yang melihat Tiara tertawa dengan
lepasnya diam-diam tersenyum tipis melihat tingkah Tiara. Tapi dengan cepat Daniel kembali kan moodnya seperti biasa yaitu bersifat cool.
"Ooh iya chef" ucap Tiara yang sudah mengambil peralatan memasak chef Daniel untuk dibersihkan.
Sementara Daniel melepaskan apronnya kemudian mengambil air mineral dalam lemari pendingin lalu duduk di kursi ruangan itu sambil memperhatikan Tiara yang bekerja sesekali Daniel meminum air mineral sambil memperhatikan Tiara.
"Kamu besok nggak usah ke ruangan ini" ucap Daniel yang belum menyelesaikan ucapannya.
"Kenapa chef" ucap Tiara yang memotong pembicaraan chef Daniel.
"Beberapa hari ke depan saya ingin ke luar kota, jadi kamu nggak perlu bekerja di ruangan ini"ucap Daniel menjelaskan.
"Yes, akhirnya aku bebas juga" ucap Tiara dengan senangnya sambil mengangkat tangannya yang penuh busa di udara.
"Kamu senang sekali ya"ucap Daniel.
__ADS_1
"Ya jelas senanglah lagian chef itu selalu memerintah aku, selalu marahin aku dan kalau marah kayak emak-emak tetangga aku" ucap Tiara dengan lepasnya tanpa takut dengan ucapannya.
"Ooh bagus"ucap Daniel yang sudah bangkit dari duduknya dan bertepuk tangan lalu berjalan kearah Tiara.
Dengan bodohnya Tiara menutup mulutnya dengan busa yang masih banyak menempel di tangannya.
Astaga aku kelepasan sih ngomong nya, gawat nih bisa-bisa si dodol bunuh aku. batin Tiara.
Dengan langkah santai Daniel sudah berada di hadapan Tiara. Sementara Tiara masih saja menutup mulutnya dengan tangan yang penuh busa.
"Bodoh, bisa-bisa mulutmu ke pedesan dengan busa itu"ucap Daniel.
Tiara yang sadar dengan tingkahnya langsung melihat apa yang ditunjukkan oleh chef Daniel. Dengan seribu bayangan Tiara berlari menuju toilet untuk membersihkan busa yang ada di wajah dan mulutnya, karena bila kelamaan ia akan kepedesan busa dari peralatan memasak chef Daniel.
"Dasar gadis bodoh, sudah tau peralatan itu
habis di pakai buat sambal setan" ucap Daniel yang tertawa dengan lepasnya.
Sementara Tiara yang malang sedang membersihkan wajahnya dan mulutnya yang mulai kepedesan.
"Sial, ini semua gara-gara chef Daniel, masa cuman busa bekas cuci peralatan masaknya wajah dan mulutku jadi kepedesan, tapi aku juga sih yang bodoh"oceh Tiara dalam toilet.
Setelah dirasa mendingan Tiara baru keluar dari toilet itu. Kemudian berjalan menuju tempat peristirahatan untuk pekerja bagian cuci piring, karena waktu menunjukkan jam istirahat bagi mereka.
"Assalamualaikum"ucap Tiara yang memasuki ruangan itu.
"Waalaikumsalam"balas Tante Tika.
"Eeh sini Tiara gabung sama Tante, kamu pasti belum makan siang kan"tanya Tante Tika.
"Iya Tante"ucap Tiara yang sudah duduk dilantai ruangan itu bergabung dengan ke 3 wanita paruh baya itu untuk makan siang bareng.
Setelah selesai makan siang tak lupa mereka bergantian melakukan shalat dhuhur. Setelah selesai shalat mereka kembali melakukan aktivitas nya.
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏
__ADS_1
Jangan lupa ya selalu beri dukungan buat Author berupa like, coment, dan vote kalian.
Terima kasih 😂