
*Dimana pun seseorang melangkahkan langkahnya pasti memiliki sebuah tujuan*
Kini Tiara sedang asyik mengerjakan pekerjaannya bersama ke 3 wanita paruh baya tersebut diikuti dengan obrolan dan canda tawa dari mereka masing-masing.
Terdengar suara langkah kaki berjalan ke arahnya dengan begitu tergesa-gesa.
"Chef Iwan memanggil 2 diantara kalian untuk membersihkan dapur para chef" ucap pelayan restoran tersebut dengan nama Riri.
"Baiklah kita akan menyusul" jawab Tika.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu" ucap Riri
"Tiara kamu ikut saya ke ruangan para chef sekalian kamu mengerti apa-apa saja yang harus kamu kerjakan dan tak lupa pula berkenalan dengan satu chef ganteng loh" ucap Tika. Sambil berjalan menuju ke arah pintu.
"Baiklah" ucap Tiara sambil berdiri mengikuti langkah kaki Tika.
Skip
Kini kedua wanita tersebut berada di sebuah ruangan yang berciri khas bau masakan yang mampu membuat seseorang merasa lapar. Yang tak lain adalah ruangan para chef untuk
mengaplikasikan keahliannya dalam membuat masakan.
!Sedikit Info!
Restoran Grand-Mione didirikan oleh Widia Astuti dan Hermawan Wijaya. Pasangan suami-istri ini menjalankan bisnisnya bertema kuliner kurang lebih 10 Tahun lamanya dan berpusat di kota x. Restoran tersebut memiliki cabang yang tersebar di seluruh daerah, termasuk di desa Tiara. Untuk usia pernikahan mereka sudah hampir 15 tahun tapi belum juga dikaruniai keturunan. Restoran ini memiliki 4 chef profesional yang di datangkan langsung dari berbagai daerah yaitu: Daniel, Iwan, Dion dan Hery. Ke empat chef tersebut beragam non muslim. 3 diantaranya sudah berkeluarga dan hanya Daniel yang masih single.
"Tolong kalian berdua bersihkan bagian ini" ucap chef Iwan sambil menunjuk meja dapur yang berantakan.
"Ok chef" ucap Tika sambil tersenyum.
"Hai nona cantik kamu baru kerja di sini?" tanya chef Iwan.
"Iya chef" jawab Tiara dengan cengengesan.
__ADS_1
"Ya sudah selamat bergabung di restoran ini, kalau begitu saya tinggal dulu saya mau istirahat dulu" ucap chef Iwan.
"Iya chef" ucapTiara. Yang tidak tahu nama dari lawan bicaranya.
Tiara dan Tika mengerjakan pekerjaan yang telah di perintahkan oleh chef Iwan.
"Tadi itu siapa Tante " ucap Tiara. sambil membereskan perabot kotor tersebut.
"Ooh tadi itu chef Iwan yg merupakan kepala chef di restoran ini" ucap Tika.
"Ooh bulat" ucap Tiara.
"Apanya yang bulat" ucap Tika.
"Eeh anu Tante piring nya yang bulat"
"Ya sudah kita cepat selesaikan pekerjaan ini terus kita istirahat"ucap Tika.
Sementara keempat chef tersebut sedang beristirahat di sebuah ruangan yang berciri khas ruang keluarga sambil mengobrol.
"Aku baru ketemu gadis manis loh, dan nama nya adalah T-i-a-r-a "ucap chef Iwan sambil mengeja nama gadis tersebut.
"Sadar bro ingat istri di rumah" ucap chef Dion dan chef Hery secara bersamaan.
"Iya saya tahu hanya istri saya yg tercantik di dunia ini, tapi kalian berdua tidak peka. Saya itu hanya ingin menginfokan pada teman kita yang satu itu, sambil menunjuk ke arah Daniel" Ucap chef Iwan.
Sementara chef Daniel hanya fokus pada handphonenya.
Daniel sosok lelaki yang berdarah Indonesia-Tionghoa, Ayahnya berdarah Tionghoa sementara ibunya berdarah Jawa. Di usia 23 Tahun Daniel tumbuh menjadi sosok pemuda tampan dan memiliki postur tubuh tinggi dan sispek (idaman para wanita lah), juga terdapat ukiran seni di kedua lengannya. Daniel memiliki sifat cuek dan tegas terhadap orang yang di temuinya. Semua wanita yang bekerja di restoran tersebut mengagumi ketampanan chef Daniel.
"Akhirnya selesai juga" Ucap Tiara.
"Ya sudah ayo kita istirahat dan makan siang bersama " ucap Tika.
__ADS_1
" Iya Tante" ucap Tiara.
Sementara ke dua teman lainnya sudah menunggu mereka untuk makan siang bersama.
Skip
Kini ke empat pekerja cuci piring di restoran tersebut sedang makan siang bersama. Setelah itu Tiara mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat dhuhur. Setelah selesai shalat Tiara berjalan ke arah taman belakang restoran itu untuk mencari angin dan Tiara melihat sebuah kursi kayu yang begitu panjang di bawah pohon Cemara.
" Wah ternyata di sini tempatnya sejuk cocok deh buat aku istirahat" ucap Tiara sambil menduduki kursi kayu.
"Hei ngapain kamu disini?" bentak Daniel.
"Suka-suka aku lah, lagian tempat ini punya nenek moyang loh" ucap Tiara dengan ucapan sinisnya.
"Kamu baru kerja di sini tapi sudah cari masalah ya dengan saya" ucap Daniel sambil berjalan mendekati Tiara.
"Mau ngapain kamu, jangan mendekat" ucap Tiara dengan gugup.
Sementara Daniel tidak mempedulikan perkataan Tiara, Diapun ikut duduk tepat di samping Tiara tanpa ada jarak yang memisahkan mereka. Keduanya diam membisu.
Tiara mulai mengeser tempat duduknya agar bisa memberi jarak dengan Daniel. Sementara Daniel mengikuti apa yang dilakukan Tiara. Tiara terus menerus mengeser tempat duduknya begitupun yang dilakukan Daniel, sampai-sampai Tiara terjatuh karena tidak tahu bahwa kursi kayu tersebut sudah pada bagian ujungnya.
"Ha ha ha haa..... Kasian sekali kamu" ucap Daniel dengan sinis sambil berlalu meninggalkan taman tersebut.
Sementara Tiara yang terjatuh begitu kesal kepada Daniel.
"Awas kamu dasar lelaki menyebalkan" ucap Tiara yang mulai merapikan hijab dan baju yang di kenakannya.
Bagaimana ya kelanjutan Kisahnya!!!
Jangan lupa like, comment dan vote author
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1