Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 9


__ADS_3

Keesokan paginya sebelum berangkat ke sekolah , Lany pergi menemui neneknya dulu.


Setelah itu lany berangkat dengan naik bis , saat menunggu di halte bis.


(Tin..tin..)


"Hei Lany ! Ayo naik!"


(Memalingkan muka)


"Cepatlah jika tidak kita akan terlambat"


(Melihat jam ponsel)


"Tunggu apa lagi? cepat lah"


(Masuk dan menghela nafas)


"Sudah tidak ada waktu lagi! pakai sabuknya dengan benar!"


"Hei jangan ngebut hati-hati!"


"Penganan yang kuat!"


(Tin...tin...)(tin...tin...)


"Apa-apaan ini bagaimana bisa sepagi ini ada macet disini?!"


"Putar balik saja!"


"Oke"


Beberapa saat setelah putar balik dan hanya berjarak 1Km dari sekolahan


(Tin...tin)(tin...tin...)


"Kenapa disini juga macet?!"


"Sudahlah kita lari saja!"


"Ha?"


"Cepat Lany kota tak punya banyak waktu!"


Berlari menuju jalan sempit , beberapa saat terdengar bel sekolah sudah berbunyi , pertanda pelajaran akan segera dimulai.


"Ayo cepat!"


"Tunggu Maroon kaki... kaki ku... lelah....huh...huh..."


"Kau ini!!"


(Menggendong dan berlari)


"Ehh apa yang kau lakukan? turunkan aku!"


"Jangan berisik , diam dan menurut lah!"


Lany merasa seperti mimpi , ia merasa detak jantung nya mulai berdebar-debar bukan karena berlari namun karena mulai tumbuh perasaan suka kepada Maroon.


(Suara hati)


"Kenapa jantungku berdebar-debar? apa ini yang namanya suka?"


"Ah mungkin aku hanya sesak setelah berlari"


Tak lama mereka tiba didepan gerbang sekolah yang akan ditutup.


"Tunggu pak!"(Teriak Maroon)


Maroon melompat melewati celah gerbang , dan akhirnya mereka sampai di sekolahan , namun masih harus melewati beberapa lantai untuk sampai dikelas.


(Menurunkan)


"Huh...huh...apa kau bisa....berjalan....sekarang?...huh...huh..."


"Ah bisa..bisa"


"Ya sudah...ayo...cepat..."


(Menggandeng tangan dan kembali berlari)


"Akhirnya sampai....huh...huh..."


"Ayo...masuk....tapi pelan...pelan...kecilkan suaramu.."


"Baik"


Mereka masuk dengan mengendap-endap , namun ada teman sebangku Lany yang jail.


"Bu di mejamu ada kecoa ya?"


"Man...hei kalian dari mana saja!?"


(Terkejut dan berbalik)


"Eh ibu... hari ini ibu cantik sekali ya hehe...."


"Maroon jadi kau pikir biasanya aku jelek begitu? iya?"

__ADS_1


"Ah tidak..."


"Diam , pergi berdiri diluar sampai jam pelajaran ibu selesai kau juga Lany"


"Tapi Bu..."


"Cepat!!"


Berbalik dan menatap temannya


(Bahasa isyarat)


"Lihat saja nanti , ku bunuh kau!!"


"Wleekk.....emang enak!"


"Lany cepat!"


"Ah baik Bu"


Mereka berdua pergi keluar dan menjalankan hukuman bersama , beberapa saat menjalani hukuman , kaki Lany bergetar karena harus berdiri dengan satu kaki.


Maroon yang melihat hal itu menggoda Lany dengan menyenggol nya hingga terjatuh.


"Ahhh..."(Grubyuk suara orang terjatuh)


"Hahaha kau terjatuh hahaha"


"Maroon kau kira ini lucu ha? iya lucu? batu aku berdiri sekarang"


"Hahahaha kau lucu sekali saat marah"


"Maroon!!"


"Wlek...wlekk..."


"Awas kau ya"(Berdiri dan mengejar maroon)


Mereka berdua malah asyik berlarian kesana kemari dan menggoda satu sama lain , mereka juga mengganggu beberapa kelas dilantai itu.


"Sudah ah aku lelah...huh...berlari kesana kemari"


"Aku juga"


"30 menit lagi bel makan siang , ayo ke kantin"


"Tunggu dulu maroon! bagaimana nanti kalau ibu Lolita mencari kita!?"


"Ya sudah kita tunggu disini dulu"


(Melihat kaki Lany yang bergetar dan tak kuat untuk berdiri dengan satu kaki)


"Kemari duduklah disini"(menepuk pahanya)


"Eh? Apa kau yakin?"


"Duduk saja!"(Menyeret)


Wajah mereka menjadi merah karena malu , Maroon yang memandangi Lany dari bawah merasa terpesona , detak jantungnya begitu cepat hingga rasanya mau keluar , lany juga merasakan hal yang sama , mereka saling curi-curi pandang , mereka hanyut dalam pandangan masing-masing hingga bel makan siang membubarkan Susana.


(Langsung berdiri)


"Cepat berdiri jika tidak Bu Lolita akan memarahi kita lagi"


(Membuka pintu)


"Kalian berdua lain kali jika terlambat orang tua kalian akan ibu panggil!"


"Iya Bu maaf"


"Ya sudah pergi sana"


(Tak...tak...tak...tak...)


"Akhirnya selesai juga"


"Ayo ke kantin , aku haus!"(menarik tangan)


"Eh tunggu!"


Suasana kantin yang ramai , mereka berdua hanya pergi membeli minum dan beberapa makanan ringan juga roti.


Mereka membawa nya ke atap , tempat paling sepi dan nyaman untuk bersantai.


"Ahhhh....ini segar sekali...."


"Kenapa kau membeli begitu banyak makanan?"


"Untuk mu"


"Ha? untuk ku?"


"Ya untuk mu , memangnya untuk siapa lagi disini hanya ada kita berdua"


"Ken..kenapa.... kenapa kau begitu baik padaku?"(Menitihkan air mata)


"Eh?"


"Kenapa kau begitu baik padaku?"(berteriak)

__ADS_1


(Memeluk)


"Aku tau semuanya , aku tau keadaan nenekmu , aku tau bagaimana kehidupan mu tanpa orang tua , aku hanya ingin membantu mu sebagai seorang teman , sudahlah jangan menangis"


(Memeluk dengan erat)


"Terimakasih..hiks..hiks.."


"Sudah-sudah , berhenti menangis atau hujan akan turun"


"Ahh..kau ini...hiks.."(menangis sambil tersenyum)


"Makanlah kau belum makan kan? cepat habiskan!"


"Maroon"


"Ya?"


"Apa kau mau bertukar roti denganku? ini rasa pisang aku tak suka , bisa tukar dengan rasa coklat milikmu?"


"Kau ini...ku kira ada apa?"


"Boleh ya?"


"Tidak ini milik ku....wlekk..."


"Kau jahat..."


(Menyumbat mulut dengan roti)


"Diam"


"Blabla blubla blublu..."


"Kau seperti bayi yang baru belajar bicara hahaha...lucu sekali..."


Mereka bercanda , menggoda , tertawa , bercerita semua mereka lakukan bersama pada saat itu.


Dari kejauhan vio melihat semuanya , dia merasa tenang akhirnya Lany menemukan seseorang yang bisa dijadikan sandarannya.


"Satu misi selesai"(tersenyum dan pergi)


Bel telah berbunyi mereka kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran selanjutnya. 3 jam pelajaran telah berlalu , Lany melihat seperti biasanya Maroon yang cerewet akan tertidur dengan polos saat jam matematika dimulai.


Bel pergantian pelajaran sudah berbunyi , Maroon mendengarnya dan terbangun , ia melihat Lany yang menatap ke arah luar jendela dan mencoba mengajaknya berbicara.


"Lany , apa kau merindukan nenekmu?"


"Emm? Iya setiap hari aku selalu merindukannya , aku juga mengkhawatirkan nya"


"Apa kau ingin menemuinya?"


"Tentu saja"


"Baik , nanti setelah pelajaran ini selesai kita langsung menjenguk nenekmu oke?"


"Oke , terimakasih"(Tersenyum)


(Tersipu malu)


Bel kembali berbunyi , pertanda pembelajaran sudah selesai , para siswa kembali kerumah mereka masing-masing.


Maroon yang yang berjanji mengajak Lany menjenguk neneknya , pergi keluar kelas lebih dulu , ternyata ia sedang menelfon kakaknya(Mario).


(Tut....Tut.....Tut.....)


"Halo"


"Halo kak , hari ini aku akan pulang terlambat , bilang pada ibu aku akan makan diluar dengan teman ku"


"Kemana kau akan pergi hari ini?"


"Mampir kerumah teman sekelas ku , dan aku juga akan belajar bersamanya untuk beberapa hari ke depan"


"Oke , jangan pulang terlambat , kau harus sudah tiba sebum makan malam."


"Oke kak"


"Dah.."


"Ada apa Mario?"


"Tidak BP ini hanya telfon dari Maroon"


"Ada apa dengannya?"


"Dia hanya bilang ingin pergi kerumah temannya dan belajar bersama"


"Bagus kalau begitu"


"Tapi aku penasaran siapa temannya ini!?"


(menepuk pundak)


"Sudahlah ayo pergi , dia sudah dewasa tak perlu penjagaan mu lagi"


"Yasudahlah"


"Maroon ayo pergi!"

__ADS_1


Mereka pergi bersama menuju rumah sakit neneknya , dan mampir ke toko buah untuk memberikan beberapa bingkisan untuk nenek kesayangan Lany.


__ADS_2