
Pagi hari kamar tuan putri , seperti biasa Margaretha akan menjemput putri untuk pergi bersama. Tak disangka hari ini ada murid pindahan dari Prancis , ternyata mereka adalah BP dan para sahabatnya. Karena hanya Lany dan Maroon yang berusia muda jadi mereka satu angkatan dan satu kelas lalu Viviane , Arlan dan Alex mereka menggambil jurusan yang sama setelah itu tinggal Violetta , Margaretha , BP dan Mario yang berada satu kelas.
(Ding dong...Ding dong...)
"Nona anda sudah datang'
"Dimana vio?"
"Masih di kamarnya nona"
"Apa kau sudah buatkan sarapan?"
"Sudah nona"
"Baiklah aku akan naik"
Beberapa saat kemudian....
"Vio apa kau sudah bangun?"(Sambil mengetuk pintu kamar)
"Ya masuk lah"
"Apa kau siap untuk menjadi ratu?"
"Bukankah aku selalu menjadi ratu dari tahun ke tahun? untuk apa kau menanyakan hal itu?"
"Oh jadi kau tak tau ya.."
"Ada apa?"
"Hari ini ada beberapa murid pindahan dari Prancis. Banyak yang bilang mereka begitu tampan , pandai dan berwibawa. Sepertinya salah satu dari mereka akan bergabung dengan mu menjadi raja tahun ini"
"Apa untungnya bagiku? dengan atau tanpa raja sama saja bagiku , dan meski mereka tampan itu tak menjamin menjadi raja"
"Kau ini bahkan menilai mereka sebelum bertemu , wanita macam apa kau yang tak berekspresi saat mendengar kata tampan !?"
" Sudah lah ayo pergi"
Pergi dengan mengendari mobil sport koleksi putri.
Di Hardwrik university ada sebuah organisasi layaknya OSIS dimasa SMA namun ada dua pemimpin dalam organisasi ini seperti halnya istana jika ada raja harus ada ratu . Keduanya memiliki kedudukan yang sama tinggi , tak sembarang orang dapat menduduki kursi raja dan ratu.
Tahun lalu Violetta menduduki kursi ratu namun saat ia menjadi ratu tak ada satupun siswa yang lolos menjadi raja hingga Violetta mengatur semuanya sendiri , namun berbeda dengan tahun ini pangeran telah tiba dan akan menemani putri menjadi sang raja berikutnya.
(Ting tong....Ting tong....) bel masuk telah berbunyi para siswa telah memasuki kelas masing-masing
"Dah Vio dah Retha..sampai jumpa..kita ketemu di taman ya!"
"Baik.."
Saat pelajaran tengah dimulai ada seseorang melihat ke arah jendela dan berteriak
"Ya Tuhan , siapa mereka , begitu tampan dan berwibawa.."
"Astaga benar yang kau katakan.."
Suasana kelas menjadi gaduh namun putri tak terlalu menggubris kata-kata mereka.
"Hei vio apa kau dengar kata mereka? Mereka bilang ada segerombolan pria tampan dan berwibawa , apakah mereka yang kita bicarakan tadi pagi?"
" Mana ku tau , yang membicarakan nya kan kau , kenapa tanya ke aku!?"
Tak lama dosen menenangkan para siswa yang heboh karna kedatangan mereka. Pembelajaran berlangsung selama satu jam , namun tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.
(Tok tok tok...)
"Silahkan masuk"(Ujar dosen yang sedang mengajar)
"Permisi , apa ini kelas bisnis?"
__ADS_1
"Iya , kau?"
"Oh perkenalkan saya siswa pindahan dari Prancis. Nama saya Mario Balotelli hari ini hari pertama saya masuk dan ini teman saya yang ikut bergabung dalam kelas ini"
"Hallo selamat siang , Saya Bryant Prince"
Berbisik...
"Hei apa itu anak yang kita lihat tadi?"
"Iya benar. Tak ku sangka dia begitu tampan dari dekat."
"Baik anak-anak kita kedatangan siswa baru , silakan duduk carilah kursi kosong disana"
Saat melihat-lihat BP hanya mendapati kursi kosong disebelah Violetta satu-satunya wanita yang ia temui dan tak merespon apapun , namun saat itu vio tak begitu memperhatikan dan akhirnya BP berjalan menuju samping vio.
"Hai!"
(Melihat siapa yang menyapanya)
"Hall..oh tuan kau kah itu? Siapa namamu? maaf aku melupakan namamu..hehe"
"Panggil saja aku BP"
"Baik tuan BP"
"BP saja tak perlu tuan"
"Oh baiklah , senang bertemu denganmu lagi"
Pelajaran susah berlangsung selama beberapa jam dan bel istirahat pertama berbunyi.
"Vio ayo kita ke taman , aku tunggu kau diluar"
"Kau bawa bekal apa hari ini?"
"Oh tak mau mengatakannya ya.?! Baik awas saja kau"
"Coba saja kalau kau bisa menangkap ku"(Sambil berlari keluar ruangan)
BP yang tetap didalam kelas memilih untuk
membaca beberapa buku dan menghindar dari keramaian , ia juga masih memikirkan tentang perkataan Arlan hari itu.
Kilas balik kejadian sepulang dari Eiffel tower
"Bagaimana?"
"Tak ada gejala apapun sampai saat ini"
"Kenapa bisa begini?"
"Dalam hasil laporan ini penyakitmu mulai mengalami peningkatan sebesar 7% dari sebelumnya , dan sebelumnya kau berkata padaku bahwa dia tak begitu tertarik dengan ketampanan mu , aku rasa dia satu-satunya wanita yang bisa kau aja berteman"
"Tapi aku masih tak yakin"
"Coba saja sekali lagi , jika lain kali penyakitmu bereaksi sebaliknya berarti dugaan kita salah"
"Akan ku coba menghubungi nya lain kali"
Setelah mengingat kembali kata-kata Arlan, ia melihat kearah jendela dan mendapati beberapa anak perempuan pergi ke taman dengan membawa bekal masing-masing. Setelah itu BP semakin penasaran dengan vio dan pergi untuk membuntuti nya.
"Vio apa dikelas mu ada siswa baru?"
"Ya dia adalah tuan yang kita mintai tolong waktu di Eiffel tower"
"Kau yakin?"
"Begitulah.."
__ADS_1
"Kenapa ada banyak anak pindahan?"(Ujar Lany)
"Dikelas mu apa ada anak pindahan juga?"
"Yaya..namanya Maroon"
"Dikelas ku juga ada siswa baru hari ini"(Sahut Viviane)
"Benarkah? siapa dia?"
"Kalo aku tak salah ingat , namanya Alex dan Arlan"
"Apa mereka satu keluarga , sehingga bisa pindah bersamaan seperti ini?"
" Aku rasa mereka hanya sahabat seperti halnya kita"
"Sepertinya begitu"
"Eh vio , ku dengar anak baru yang dikelas mu begitu tampan dan berwibawa juga cerdas"
"Memang dia seperti yang kau sebutkan , namun sayang vio kita tak tertarik sama sekali dengannya"(Sahut Retha )
"Kenapa aku harus tertarik? bukankah mereka itu biasa saja?"
(Meletakkan tangan dikening vio)
"Apa kau demam? apa matamu bermasalah? kau mabuk hari ini?"
(Menyingkirkan tangan Viviane)
"Haish...aku tak tertarik sama sekali dengan salah satu dari mereka jika kalian mau ambil saja"
"Sudah ku bilang bukan , Dimata vio mereka tak lebih dari debu yang menempel di buku tua"
"Sudahlah jangan bicarakan mereka lagi"
BP yang mendengar percakapan mereka terkejut bukan main karena perkataan vio yang menilai dirinya tak begitu berarti , didalam hati BP...
"Akhirnya ada yang memandang ku dengan normal"
"Aku akan mencoba berteman dengannya , akan dia menerimaku menjadi temannya?"
"Oh ya dimana kartu nama itu , aku akan menghubungi ya!!"
Tak terasa bel pulang telah berbunyi , para siswa bergegas pulang. BP sedang berusaha mencari cara untuk berbicara dengan Vio. Malam hari tiba
suara handphone Vio berbunyi
(Kring.....kring.....kring.....kring...)
"Halo , dengan siapa ini?"
"Halo , ini aku BP"
"Oh hai , ada perlu apa menelfon ku?"
"Ahh....tidak ada hanya ingin mengundang mu makan bersama besok siang , apa kau bisa?"
"Makan siang ya? emm..maafkan aku , aku sudah ada janji dengan para sahabat ku"
"Oh bagaimana dengan makan malam?"
"Akan ku usahakan , kirimkan saja alamat nya aku akan datang"
"Terimakasih , sampai jumpa besok , selamat malam"
"Selamat malam"
Apakah ini awal kisah cinta mereka? tak tahu apa yang dirasakan oleh Violetta , namun disisi lain BP menceritakan tentang kejadian tadi siang dan Arlan memberikan saran tersebut kepadanya.
__ADS_1