
Pagi hari di ruang kelas vio , suasana ramai banyak siswa siswi berdatangan dan bergantian saling menyapa.
"Hai vio , selamat pagi"(sapa teman sekelasnya)
"Pagi juga"(dengan senyum ramah dan ceria)
"Hei kau tak menyapa ku?"
"Untuk apa aku menyapa mu"(mengejek)
"Oh jadi begitu, awas saja"
"Memangnya aku takut dengan mu? wekk!"
Jam sudah menunjukan pukul 06:56 tibalah BP dan Mario, berjalan menuju kursi mereka.
"Selamat pagi vio"(Senyum ramah)
"Selamat pagi juga"(membalas senyuman)
"Apa suaraku sejelek itu ya sampai-sampai kau tidur saat aku bernyanyi untukmu?"
"Ah..tidak , justru sebaliknya suaramu terlalu merdu sampai membuatku rileks"
"Aku bukan anak kecil lagi , jangan rayu aku dengan kata-kata manis seperti itu"
"Hei aku berkata jujur , suara mu itu benar-benar indah jika saja kau bisa menyanyikan nya setiap malam untuk ku , aku akan senang"(tersenyum)
(deg..deg..deg..deg..muka memerah)
"Aih wajahmu memerah , apa kau malu? ayo mengaku saja!"(menggoda)
"Ti...tidak... tidak untuk apa aku malu? hehe"(menggosok rambutnya)
"Katakan saja tak perlu sungkan-sungkan begitu haha"
"Hehe..."(tersipu malu)
Bel masuk telah berbunyi , para siswa duduk di tempat mereka masing-masing dan pelajaran segera dimulai. Kegiatan berjalan seperti biasa. Jam sudah menunjukkan pukul 12:13 , 2 menit lagi jam makan siang. BP menulis sesuatu dalam secarik kertas.
"Kau mau makan siang bersama ku?"(Memberikan nya kepada Vio)
"Dimana?"(Membalas nya)
"Terserah kau saja , bagaimana kalau ku tunggu di atap"
"Baiklah , apa hanya kita berdua saja?"
"Jika kau ingin mengajak sahabat mu yang lain juga tak masalah , aku akan membawa teman-teman ku juga"
"Oke sampai jumpa nanti"(membaca balasan dengan tersenyum lalu melihat kearah vio)
Bel waktu istirahat berbunyi para siswa keluar dari kelas mereka , ada yang membawa bekal ada juga yang hanya tangan kosong. BP langsung pergi dan mengajak Mario membawa teman-teman yang lain nya. Tempat yang dipilih BP memang jarang dikunjungi anak-anak lain maka dari itu suasana di atap memang sepi dan sunyi hanya ada beberapa burung merpati.
(Berbisik)
"Kakak kedua untuk apa kita mempersiapkan semua ini?"
"Apa kau benar-benar tak tahu?"
"Aku rasa tidak"
"Hari ini kita akan menemani BP makan siang"
"Bukankah itu sudah biasa kita lakukan?"
"Ini berbeda dengan biasannya , kau tunggu saja nanti , apa yang akan terjadi"
(Suara teriakan)
"Kalian berdua cepat kemari jangan hanya mengobrol disana!!"
"Baik"
Beberapa saat kemudian, putri dan sahabat nya datang. Tiba-tiba Viviane melompat kegirangan kearah Arlan , semua orang terkejut dan Arlan hanya bisa pasrah dan bergumam, tak disangka ternyata Viviane tergila-gila oleh Arlan dokter muda yang tampan juga pendiam. Alex yang satu kelas dengan mereka menceritakan kejadian yang sebelumnya.
"Seperti biasa Viviane akan melakukan hal yang sama saat bertemu dengan Arlan , aku tak tahu ada apa dengan dia tapi seperti nya dia tergila-gila dengan Arlan"
"Apa kau yakin? aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya pada pria manapun?"(Jawab Lany)
"Wow kak Arlan kau begitu menakjubkan, hingga gadis ini tak mau melepaskan mu...hahaha"(Sahut Maroon)
"Diam kalian semua , ini merepotkan"(merasa kesal mendengar ocehan yang lainnya)
"Haha sudah lah mari makan"(sahut vio sambil tertawa)
__ADS_1
Begitu banyak reaksi teman-temannya saat melihat kedekatan Viviane dengan Arlan , vio dan Bryant duduk berdua di meja yang berbeda sedangkan yang lainnya makan bersama satu meja panjang. suasana menjadi gaduh dan hangat.
Setelah selesai makan , vio dan BP memberi makan burung merpati yang ada disana sembari menunggu bel masuk . Saat bel masuk berbunyi mereka turun dan kembali ke kelas masing-masing ,Vivi tak melepaskan tangan Arlan sampai ada guru yang menegurnya.
Pelajaran kembali berlanjut , sampai waktunya mereka pulang.
(Sambil merapikan tas)
"Vio hari ini aku pulang duluan ya , adik ku sudah menungguku"
"Oke tak masalah"
"Apa kau yakin? aku akan meminta seseorang menjemput mu"
"Tidak..tidak itu tak perlu , aku akan pulang sendiri, ayolah ma putrimu ini sudah besar, hahaha"
"Dasar kau! ya sudah aku pulang dulu ya , bye"
"Bye ma hati-hati ya sampaikan salam ku pada adikmu ajaklah kerumah ku akhir pekan ini"
"Iya baiklah"(sambil bergegas keluar kelas)
(Bergumam)
"Haish...aku harus pulang sendiri hari ini"
(Terkejut dengan suara seseorang)
"Hei! sedang melamun kan apa?"(sambil menarik kursi dan duduk menghadap vio)
"Ah..kau membuatku terkejut"
"Hehe..maafkan aku, apa yang kau pikirkan?"
"Tidak , tidak ada aku hanya berfikir pulang sendiri hari ini"
"Emm....bagaimana kalau kita pulang bersama hari ini?"
"Bukanya kau bawa mobil sendiri?"
"Biar mereka yang mengurus nya"
"Mobilku?"
"Lalu?"
(Berdiri dan menarik tangan vio)
"Ayo ikuti aku!"
"Hei! tunggu , kita akan kemana?"
"Ikuti saja aku!"
Sampai dihalaman belakang sekolah
(Menunjukan sesuatu)
"Tadaa~"
"Kita akan pulang naik ini?"(Menunjuk kearah sepeda)
"Iya, apa kau tak suka?"
"Ah ti-tidak ...aku rasa ini pertama kalinya aku akan naik sepeda"
"Sepertinya aku juga..hehe.."(sambil menggosok rambut)
"Ayo jalan"(penuh semangat)
"Let's go!"
"Pelan-pelan BP , awas hahaha"
Mereka pulang bersama dengan sepeda , sambil menikmati pemandangan sore hari , mereka mulai bercerita tentang kisah mereka masing-masing.
"BP"
"Ya?"
"Aku masih merasa aneh dengan kondisi mu"
"Oh soal alergiku?"
"Ya begitulah"
__ADS_1
"Sebenarnya aku sendiri juga merasa aneh, karena saat aku dekat dengan wanita lain rasanya tubuhku seperti mendidih, namun saat aku bersama mu , tak ada reaksi apapun terhadap ku"
"Lalu? apa ini bisa disebut sembuh?"
"Arlan bilang, ada sesuatu yang terhubung antara kita , aku tak mengerti akan hal itu"
"Apa maksudmu dengan kita ada hubungan?"
"Entah lah aku juga tak mengerti"
"Apa mungkin di kehidupan sebelumnya kita pernah bertemu dan memiliki hubungan lalu mengalami musibah sehingga kita dipisahkan dan akan disatukan?"
"Aku juga tak yakin dengan hal-hal semacam itu"
"Mungkin itu hanya kebetulan saja"
"Iya lupakan, bagaimana dengan mu?"
"Aku ya...."
Mereka terus bercerita dan bercanda sepanjang perjalanan. Dimata orang lain yang melihat , mereka seperti sepasang kekasih padahal mereka hanya berteman saja.
Saat tiba didepan rumah vio , vio pun turun dan menawarkan BP untuk mampir sebentar.
"Apa kau mau masuk dulu dan minum teh?"
"Apa tak masalah?"
"Aku rasa tidak"
"Baik aku akan mampir sebentar dan minum teh"
"Ayo ku perkenalkan rumahku..hihihi"
"Kau ini lucu sekali"
Sambil bercanda mereka berjalan masuk ke rumah Vio
"Bibi aku pulang"
"Nona sudah datang ya"
"Hai Jane kau datang , dimana bibi?"
"Dia sedang menyiapkan makan malam"
"Baiklah buatkan kami teh , dan bawa tuan Bryant ke taman untuk minum teh aku akan bersihkan diri"
"Baik nona"
"Tuan silahkan"
"Ah baiklah"
"Apa kau pembantu disini?"
"Bisa dikatakan iya bisa dikatakan tidak"(Sambil menuangkan teh)
"Lalu?"
"Ibuku sudah merawat nona dari lahir hingga saat ini , setahun kemudian aku lahir dan ibuku membawaku kemari , sehingga nona mengira aku adalah adik perempuan nya , kami tumbuh bersama disini , semakin dewasa nona akhirnya mengerti bahwa kedudukan kami berbeda , namun nona menganggap ku sebagai adik perempuan nya dan sahabatnya , aku sering datang kemari membantu ibuku menyiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan nona, aku juga terkadang menemani nona ditanam seperti ini"
"Jadi kalian sudah kenal lama?"
"Iya begitu lah tuan"(memberikan cangkir teh)
"Terimakasih"
"Permisi tuan"
Jane pergi meninggalkan BP di taman sendirian . Tak lama Vio datang dan menemaninya.
Dari kejauhan..
"Jane bagaimana menurutmu tuan itu?"
"Aku rasa dia baik, tampan juga pandai"
"Apa menurutmu dia cocok dengan nona kita?"
"Ibu kau ini lupa usia ya? suka sekali bergosip"
"Haish , bukan begitu"
"Sudah lah ibu ayo kita siapkan makan malam"
__ADS_1