Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 17


__ADS_3

Keesokan paginya , kediaman vio


(Kring...kring....)


"Halo"


"Halo"


"Ada apa?"


"Itu...anu...apa kau sibuk?"


"Tidak juga , kenapa?"


"Aku ingin datang ke rumah mu"


"Datang saja"


"Baiklah , aku tutup dulu"


"Ya dah"


"Dah"


(Suara hati)


"Ada apa dengan nya , tidak biasanya dia akan datang di jam begini"


"Apa ada masalah dengan keluarganya"


"Akan ku siapkan teh"


Beberapa menit kemudian.....


(Tok...tok....tok)


"Silahkan , nona sudah menunggumu di taman belakang"


"Ah baiklah"


(Suara hati)


"Apa dia tahu maksut kedatangan ku kemari?"


"Apa ini keputusan yang benar bagiku?"


"Sudahlah"


(Sampai di taman belakang)


"Tarik nafas...huh....Hai vio , sudah lama ya menungguku disini?"


"Tidak juga aku baru saja duduk 5 menit yang lalu"


"Hehe baiklah kalau begitu , emm...rumah ini sepertinya lebih sepi dari biasanya ya haha..."


"Ada apa , apa ada masalah dengan keluargamu?"


"Eh..apa? ti-tidak ada , aku hanya ingin mengunjungi mu itu saja"


"Baiklah jika tak ingin bicara"


(Menunduk)"Kenapa?"


"Hah?"


"Kenapa? kenapa kau selalu tau apa yang aku rasakan? apa kau ini seorang dewa? atau malaikat?"


"Aku ya? yang jelas aku adalah teman dan juga saudaramu"


"Tapi kenapa? kenapa kau mau berteman dengan ku? bukan kah sudah jelas kalau aku bukan anak konglomerat seperti mu lagi , aku sudah berbeda dari yang dulu"


"Apa aku pernah mengatakan kalau aku hanya berteman dengan anak konglomerat seperti ku?"


"Hiks....hiks....aku tak tahu... harus bagaimana lagi..."


"Katakan saja apa yang ada dalam hatimu , mungkin saja itu bisa meringankan beban mu"


"Hari ini... hari ini aku pergi ke toko tempat aku bekerja , dan tiba-tiba ayahku datang meminta uang dengan keadaan mabuk , ia menerobos masuk dan merusak beberapa barang disana , ia juga membuat kegaduhan sehingga membuat para pelanggan tidak nyaman , aku dipecat dari toko itu karena hal itu , sekarang aku harus mencari pekerjaan lain untuk biaya hidupku dan adik ku , aku juga harus mencari uang tambahan"


"Uang tambahan? untuk apa uang tambahan? bukankah uang sekolah adik mu dan sekolah berada dibawah naungan ku? kenapa kau butuh uang tambahan?"


"Karena....karena ayah ku berhutang kepada pemilik bar juga beberapa orang yang bertaruh dengan nya"


"Berapa hutangnya?"


"Sekitar 13M"


"Apa? 13 M?"


"Iya"


"Apa kau serius , uang sebanyak itu , bagaimana kau mencarinya , itu sudah melebihi batas maksimal ku , maafkan aku mungkin kau datang kemari berharap aku bisa membantu mu , tapi kali ini sudah diluar kemampuan ku"


"Ya aku tahu , itulah kenapa aku tak mengatakan ini dari awal karena aku tahu kau tak bisa membantuku"


"Maafkan aku , aku ingin membantumu tapi itu terlalu berat untuk ku"


"Sudahlah aku akan bekerja lebih keras lagi"


"Kemana kau akan mencari pekerjaan? bukan kah kau dipecat dari toko itu dan harus mengganti rugi?"

__ADS_1


"Entahlah aku akan coba melamar dibeberapa perusahaan"


"Perusahaan? kau bahkan belum menyelesaikan pendidikan mu , bagaimana kau bisa bekerja di perusahaan?"


"Jika begitu aku akan mencari pekerjaan sambilan"


"Butuh berapa tahun untukmu membayar hutang jika pekerjaan mu seperti itu"


"Entahlah aku juga tak tahu"


"Baiklah aku akan coba menghubungi beberapa teman ku , siapa tahu mereka membutuhkan seseorang"


"Terimakasih , aku akan pergi dulu , terimakasih juga buat teh dan bantuannya"


"Datanglah kapan pun kau mau"


"Baiklah sampai jumpa"


"Kau naik apa?"


"Sepetinya aku akan jalan kaki saja"


"Tunggu , pak tolong antar Retha pulang"


"Tidak..itu tidak perlu, aku akan jalan kaki saja"


"Tidak boleh menolak!!"


"Baiklah-baiklah"


"Dah hati-hati"


"Dah , terimakasih"


Retha pulang ke rumah yang disewanya , dia sangat bingung bagaimana cara ia membayar semua hutang ayahnya , dia bahkan tak dapat pekerjaan dengan gaji yang lumayan.


vio yang memikirkan hal itu segera meminta bantuan kepada BP , dan memberikan pekerjaan kepadanya.


"Ada apa vio? kenapa kau memintaku datang"


"Duduklah , aku hanya ingin memastikan Retha baik-baik saja"


"Apa yang bisa ku lakukan? katakan saja"


"Kirim pengawal bayangan untuk mengawasi nya dan melindunginya secara diam-diam , ingat diam-diam saja"


"Oke itu mudah"


"Dan juga selidiki beberapa tempat untuk ku"


"Katakan saja"


"Oh ya.. apa kau punya teman atau kenalan yang menjalankan bisnis toko atau yang lainnya?"


"Bukan untuk ku"


"Lalu?"


"Ini untuk Retha"


"Ada apa dengan nya?"


"Ya.. aku tak tahu persis apa yang terjadi , yang ku tahu dia butuh pekerjaan dan uang yang banyak"


"Oh begitu...ini dia beberapa nomor teman ku yang punya toko juga kafe disekitar sini"


"Kirimkan ke nomorku"


"Sudah , oh ya aku rasa Mario bisa bantu ia juga punya beberapa cabang kafe disini"


"Begitu ya , tunggu...bagaimana kalau...."


"Sepertinya kau punya maksut lain vio , tolong jangan katakan itu"


(Merubah ekspresi)


"Hehe...aku punya rencana sekarang"


"Oh tidak lagi..."


"Kau harus bantu aku"


"Jangan minta tolong padaku!?"


"Ayolah aku mohon"(Wajah memelas)


"Huft.....kau tahu aku tak pernah bisa menolak mu"


"Hore...kau memang terbaik , aku akan pergi dulu"


"Tunggu aku akan mengantarmu"


"Tidak perlu , aku akan meminta supir untuk menjemput ku"


"Baiklah hati-hati"


"Iya dah"(Sambil melambaikan tangan)


"Dah"


(Bicara sendiri)

__ADS_1


"Dasar anak ini , kenapa dia selalu memikirkan orang lain , kapan dia memikirkan dirinya sendiri"


"Dasar anak nakal"


Vio pergi meninggalkan tempat , BP juga pergi. Vio memiliki rencana untuk Retha dan Mario. sebenarnya , BP tak ingin membantunya tapi BP tak pernah bisa menolak permintaan vio.


(Tut....Tut....)


"Halo"


"Halo , apa ini Mario?"


"Ya ini aku sendiri , kau siapa?"


"Ini aku vio , teman BP"


"Ada apa?"


"Aku dengar kau membuka cabang kafe mu disekitar sini"


"Lalu?"


"Apa kau memiliki lowongan pekerjaan disana?"


"Sepertinya tidak tapi coba ku lihat lebih dulu"


"Baiklah"


"Aku rasa disini tidak terlalu membutuhkan orang lagi , tapi untuk kafe ku yang berada didekat kota B membutuhkan staf baru"


"Itu agak jauh rumah"


"Ya aku rasa juga begitu , tapi tunggu...untuk apa kau menanyakan tentang hal ini? bukankah kau memiliki segalanya"


"Diam kau , aku hanya ingin membantu teman ku"


"Teman? teman yang mana?"


"Apa kau ingat Retha?"


"Retha? oh Margaretha"


"Ya dia butuh pekerjaan"


"Baiklah , suruh dia menghubungi ku"


"Oke , dah"


"Dah"


(Suara dalam hati)


"Langkah pertama berhasil sekarang hubungi Retha dan berikan kabar baiknya"


(Tut....Tut....)


"Halo Retha , aku ada kabar baik untuk mu"


"Wow...wow...tunggu...kau mengagetkan ku"


"Hihi..maaf aku terlalu senang untukmu"


"Ada apa?"


"Aku memiliki pekerjaan untuk mu"


"Benarkah? pekerjaan apa?"


"Aku tak mengerti jelas bagaimana pekerjaan nya, bagaimana kalau kau sendiri yang mencoba menghubungi pemilik kafe"


"Ah baiklah.."


"Dah"


"Dah"


(Ting...)


"Oh sudah dikirim"


"Ini adalah kontak pemilik kafe , selamat bekerja , fighting!"


"Terimakasih"


"Aku akan menelfon nya"


(Tut...Tut...)


"Halo , apa benar ini pemilik Latte cafe?"


"Ya ini saya sendiri , ada yang bisa saya bantu?"


"Saya dengar dari teman saya , anda memiliki lowongan pekerjaan , saya ingin mendaftarkan diri"


"Baik datanglah ke tempat yang aku kirim dan bawa biodata lengkap untuk wawancara"


"Baik , terimakasih"


(Tut..)


"Kenapa respons nya cepat sekali"

__ADS_1


"Ah sudahlah aku akan bersiap untuk besok , fighting Retha"


__ADS_2