Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 15


__ADS_3

"Putri Jane , apa kau bersedia berdansa denganku?"


(Sahut yang lain)


"Ya ampun dia tampan sekali , siapa dia?!"


"Benar , dia juga sangat romantis"


"Aku ingin satu yang seperti dia!"


(Suara hati)


"Apa...apa yang harus ku lakukan?"


"Jantungku .... tidak-tidak ini tidak benar"


(Termenung sesaat sampai mendengar panggilan)


"Jane apa kau baik-baik saja? kenapa kau diam saja? bagaimana?"


"Ah.. berdansa dengan mu?"


"Iya apa kau keberatan?"


"ah tidak-tidak itu tidak mungkin hahaha"


"Jadi?"(Mengulurkan tangan)


"Oh oke, aku akan berdansa denganmu"


Pesta dansa dimulai , Jane yang berpenampilan sangat anggun melenggak-lenggok mengikuti irama musik memberikan jiwa pada suasana malam itu ditambah dengan Alex dengan gayanya bak raja dimasa lalu dengan rambut yang telah memanjang menjadikannya semakin berwibawa.


Vio yang menyaksikan mereka dari jauh merasa misi kali ini telah berhasil.


Disisi lain teman satu kelas Jane yang mengejarnya merasa cemburu dengan kedekatan keduanya. Dia bertekad untuk bersaing mendapatkan hati Jane.


Pesta berlalu begitu cepat , semua tamu telah kembali. hanya tinggal teman dekat vio yang ada disana , bercerita , bercanda juga mencoba memainkan sebuah permainan.


"Teman-teman ayo kita coba permainan tantangan atau kejujuran"(Seru vio untuk meramaikan suasana)


"Bagaiman peraturan nya?"(Sahut Vivi)


"Ya coba jelaskan(Sahut lagi Lany)


"Jadi salah satu dari kita akan bergantian memutar botol ini , saat botol ini berhenti maka orang yang ditunjuk oleh botol harus memilih antara kejujuran atau tantangan"


"Wahhh....ini akan seru aku tak sabar untuk bermain"(Sahut Mario)


"Oke mari kita coba , semua harus bermain"(Kata BP)


"Baiklah"(Bersamaan)


"Semuannya semangat"(Teriak Vivi)


"Hahaha kau ini... hahaha...."(Semuanya tertawa)


"Oke aku akan memulainya duluan"(Kata vio)


"Satu dua tiga!"(Memutar botol)


"Dan....dan...."(Botol mulai melambat dan berhenti menghadap Arlan)


"Arlan kau harus memilih jujur atau tantangan!?"


"Haish kenapa aku?!"


"Ayolah Arlan"(Kata Vivi)


"Ya-ya baiklah , aku pilih kejujuran"


"Oke-oke aku akan bertanya!"(Sahut Lany)


"Silahkan saja"


"Apa alasanmu memilih kak Vivi"


"Hei kenapa kau bertanya begitu"(Sahut vivi)


"Tidak ada"


"Apa?!"(Sahut Vivi)


"Yang benar saja?!"(Sahut Retha)

__ADS_1


"Kau ini benar-benar jahat , tak punya hati!? aku benci kau!?"(Kesal dengan jawaban Arlan)


"Ya memang aku tak punya hati , aku juga tak memiliki alasan untuk mencintaimu , apa cinta harus memiliki alasan untuk memilih seseorang , dan juga hatiku sudah kau ambil jelas saja aku tak punya hati , dasar pencuri!?"(Vivi tertegun dengan jawaban Arlan)


"Wah-wah....Arlan kau menggodanya ya?! nakal sekali... hahaha.."(Sahut vio)


"Hei ternyata diam-diam kau pandai merayu ya , sungguh luar biasa"(Sahut BP)


"Coba ulangi kata-katamu!?"(Vivi yang masih tidak percaya)


"Aku rasa dalam game ini tak ada peraturan untuk mengulangi sesuatu"(Jawab Arlan)


"Ahh...kau ini begitu dingin diluar tapi lembut didalam , kau membuatku jadi lebih sayang"(Memeluk Arlan)


"Aahhhh....lepaskan , apa aku boleh menarik kata-kata ku lagi , lepaskan kau akan membunuhku jika kau tak melepaskan nya!?"


"Oh baiklah maaf"


"Hahaha baiklah kita lanjutkan saja"(Kata vio)


"Aku ingin memutarnya!?"(sahut Lany)


(Memberikan botol)


"Satu dua tiga!"(Memutarnya dengan kencang)


"Dan...dan....oh berhenti di....kak vio kau kena kali ini! hahaha"


"Baiklah-baiklah , aku akan memilih tantangan saja"


"Baiklah , pilih salah satu dari kami untuk memukul mu"


"Apa? kau serius? haish ini tidak lucu , baiklah cepat siapa saja yang ingin memukul ku"(pasrah)


"Aku , aku akan memukul nya sudah lama aku tak memukul anak tiri ku yang satu ini"(Sahut Retha)


"Tidak jangan ibu tiri yang kejam ini! jangan!"


"Oh berani membatah sekarang ya?! hahaha rasakan ini!"


(Pok......)


"Aarrgghhh.....aw aw ....ini keterlaluan"


"Hahaha kalian lucu sekali"(Sahut yang lain)


(Memutar botol)


"Oke siapa kali ini...."


(Berhenti tepat didepan BP)


"Apa? kenapa kau? tidak!"


"Ayolah kak ini sudah takdir hahaha"(Sahut Lany)


"Haish.....aku yang membuat permainan ini kenapa aku yang bernasib buruk"


"Sekarang kak kau akan pilih yang mana tantangan atau....."(Lany bertanya)


"Aku lebih baik mencium vio dari pada harus menerima hal-hal konyol lain dari kalian!"


"Tunggu...apa? tidak! kenapa kau menyeret ku dalam masalah mu!? hei apa-apaan ini!?"(Sahut vio dan berdiri)


"Wah...wah...kau sangat berani kak , aku suka kau yang begini , ayo cepat cium dia"(Sahut Maroon)


"Kau ini berlebihan"(Menarik tangan vio dan menciumnya)


"Eh? sudah? itu saja? ternyata kau masih sama membosankan seperti biasa"(Kata Maroon dengan kecewa)


"Apa aku salah? aku sudah menciumnya , aku hanya berkata akan menciumnya kan bukan berciuman dengan nya"


"Terserahlah kak kau ini benar-benar membosankan , kau ini sebenarnya hidup di zaman apa ha?"(Sahut maroon lagi)


"Sudah lah yang penting dia sudah menyelesaikan nya"(Sahut Jane)


(Melihat vio yang melamun dengan berdiri)


"Vio duduk lah untuk apa kau berdiri saja"(Sahut Vivi)


"Eh..iy-iya"


(Berbisik)

__ADS_1


"Kenapa mukamu memerah?"


"Ti-tidak... tidak ada"


"Apa kau berharap sesuatu yang lebih saat aku berkata akan mencium mu?"(Menggoda)


"Diam kau!"


"Apa kau mau aku mencium mu sekarang ? disini?"


"Tutup mulutmu atau tidak akan ku tampar mulutmu sampai kau tak bisa bicara lagi!?"


"Hahaha baiklah-baiklah , kau menang"


"Ayo kita mulai lagi , sekarang aku yang akan memutarnya"(Sahut Jane)


"Ya ya putar saja"(Sahut Vivi)


"Satu...dua...tiga...."(Memutar dengan sangat kencang)


"Wah...aku tak sabar , siapa kali ini yang kena!?"(Sahut Lany)


"Oh...itu akan berhenti , siapa ini!?"(Sahut Vivi)


"Dan....Retha kau kena kali ini , hahaha"(Sahut vio)


"Silahkan aja aku tak menyembunyikan apapun , aku juga tak takut apapun"(Percaya diri)


"Oh benarkah itu? sombong sekali ya kau!? cepat pilih yang mana"


"Terserah kalian saja"


"Oke , kali ini kau harus melakukan sesuatu untuk kami"


"Apa?"


"Katakan bagaimana perasaan mu terhadap Mario? cepat katakan!?"


"Ah...itu...anu..."


"Kenapa kau gugup?"


"Aku rasa hubungan kami hanya sekedar berteman"(Sahut Mario)


"Ya itu benar"(Sahut Retha)


"Oke kau menang"


"Baiklah karena aku yang ditunjuk oleh botol ini , kali ini aku yang akan memutarnya"


"Silahkan saja"


(Memutar botol)


"Siapa ini , hanya Jane yang belum mendapatkan apapun!"


"Oh benarkah , kali ini kita harus memberinya sesuatu yang benar-benar wah..."(Sahut Lany)


"Ayolah ini acara ku kenapa aku yang dipojok kan disini"


"Hahaha tunggu saja"


(Berhenti tepat di depan Alex)


"Alex kau kena!"(sahut Vivi)


"Alex kau pilih apa?(Sahut Vio)


"Terserah"


"Baik kali ini aku tantang kau katakan aku mencintaimu kepada salah satu kontak mu , tidak boleh keluarga"


"Baiklah"(Membuka ponsel dan mencari nama Jane)


(Kring.....kring.....)


"Eh siapa ini yang menelfon ku , nomornya tak dikenal"


"Angkat saja"(Sahut Lany)


"Halo?"


"Aku mencintaimu"(Alex yang menatap Jane)

__ADS_1


"Ah romantis sekali"(Sahut Vivi)


(Alex dan Jane saling menatap dengan atmosfer yang berubah menjadi sangat romantis dan hangat)


__ADS_2