Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 7


__ADS_3

"Aku akan ke toilet dulu"


"Iya vio jangan terlalu lama atau kau akan melewatkan lagu kesukaan mu"


"Iya iya"


Malam yang dingin menjadi hangat saat mereka berkumpul dan tertawa bersama.


Alex yang hanya diam menatap Jane yang bersenang-senang dengan para sahabatnya , tersipu malu saat tak sengaja Jane menatapnya.


BP yang awalnya hanya memperhatikan mereka bersenang-senang , kaget karena mendapat telfon dari neneknya dan Vio ikut pulang bersamanya.


"Pulang lah dulu kak"


"Bagaimana dengan mu?"


"Aku akan pulang bersama kakak Lany"


"Ah maaf hari ini aku tak bisa pulang bersamamu , nenek ku sakit jadi aku harus pergi rumah sakit"(sahut Lany)


"Bagaimana dengan Retha?"


"Aku juga tak bisa"


"Tak apa aku masih bisa pulang sendiri"


"Hei bagaimana kalau kau diantar pulang oleh Alex? rumahnya searah dengan rumah vio"(sahut BP)


(Terkejut dan tersedak minuman)


"Uhuk....uhukk... Apa?"


"Ayolah antar dia pulang"


"Tapi aku..."


"Oke sepakat"(mengedipkan mata berusaha memberi kode)


(suara dalam hati)


"Selanjutnya ku serahkan padamu , jangan lewat kan kesempatan untuk lebih dekat dengannya"


(bicara dalam hati)


"Apa-apaan ini bagaimana aku bisa mengatasi detak jantung ku , aku merasa gugup"


"Baiklah aku pergi dulu , hei antar kan dia sampai rumah jangan macam² dengan adik ku!"


"Haish pergilah jangan berisik"


Masalah selesai BP pergi bersama vio , mereka melanjutkan pesta malam itu.


Pukul 00:27 pesta selesai , mereka pergi keluar dan pulang kerumah masing-masing.


Jane dan Alex pergi lebih dulu.


"Dahh Jane hati-hati ya! kau jangan ngebut!!"


"Dah kak.."


"Berisik!"


"Sudahlah ayo pergi kak Alex"


(Deg deg...Deg deg...)


"Ah ayo"


Tinggal Lany , Retha , Viviane , Arlan , Mario dan Maroon


"Maroon kau antar Lany ke tempat neneknya"


"Ah tidak...tidak usah aku bisa naik taksi"


"Hemm...kenapa aku?"


"Kau kan teman satu kelasnya , kau ini laki-laki atau bukan?!"


"Baiklah-baiklah aku akan pergi mengantarnya"


"Ayo Lany , ku antar kau ke tempat nenekmu"


"Ah baik"(Mengikuti dengan patuh)


"Nah tinggal kita ber empat"


"Aku akan pulang dulu"(Sahut Retha)


"Tunggu! aku akan mengantarmu!"


"Tidak perlu tempatku dekat , aku bisa jalan kaki"

__ADS_1


"Tak baik bagi seorang gadis pulang sendirian di jam segini"


(Tersipu malu)


"Vivi aku pulang dulu , dahh...."


"Dahh Retha"


"Sekarang tinggal kita berdua , ayo antar aku pulang!"(menggandeng tangan dengan erat)


"Cepatlah dan jangan memegang ku seperti ini"


"Ayolah sayang aku tak ingin pergi jauh dari mu"


(Menepuk dahi dan menghela napas)


Semua telah pulang kerumah masing-masing , ditengah perjalanan karena merasa suasana yang sangat canggung Mario berusaha mengobrol dengan Retha.


"Apa kau biasa pulang dengan berjalan kaki?"


"Ya seperti yang kau lihat?"


"Kenapa kau tak membeli kendaraan mu sendiri?"


(Tersenyum)"Bisa makan setiap hari saja aku sudah sangat bahagia"


"Kenapa begitu?"


"Tidak ada alasan khusus aku hanya menyukainya saja"


"Baiklah , apa kau tinggal sendirian?"


"Tidak juga , aku tinggal dengan adik ku"


"Bagus kalau kau tak sendiri , apa rumah mu masih jauh?"


"Tidak didepan sana ada gang kecil aku hanya tinggal masuk kesana"


"Bagus lah"


"Kau bisa pergi sekarang"


"Kenapa?"


"Apa kau mau ikut dengan ku sampai dirumah?"


"Tidak masalah"


"Ah baiklah"


"Emm...aku rasa sejak kami bertemu di sekolah dasar dulu"


"Wah lama juga ya"


"Ya begitulah"


"Baiklah kita sampai , ini dia rumahku"


"Oh jadi ini rumah mu , masuk lah"


"Kau tidak mampir dulu?"


"Ah tidak , ini sudah malam kau juga harus istirahat"


"Baiklah aku masuk dulu , sampai jumpa"


"Sampai jumpa"


"Terimakasih telah mengantarku"


"Sudahlah anggap saja ini awal pertemanan kita , bagaimana? teman?"(menjulurkan tangannya)


(menjabat tangan dan tersenyum)"Teman"


"Pulang lah"


(Pergi meninggalkan)


"Sampai jumpa akhir pekan ya! Dahh...."(melambai kan tangan dan berteriak)


(berbalik dan melambaikan tangan juga memberi isyarat jangan berisik)


"Ups...aku lupa"(menutup mulut)


Pertemuan yang indah , berjalan dengan sempurna.


Disisi lain Maroon yang tak mengerti adanya kesempatan dan kekanakan , hanya diam dan pergi mengantarkan lany dengan buru-buru. Lany yang dari sifatnya memang pendiam hanya duduk dan melihat kearah luar jendela juga mencuri pandang ke arah Maroon.


"Apa tempatnya masih jauh?"


"Tidak hanya tinggal satu belokan dan lampu merah"

__ADS_1


"Oke"


"Lany"


"Iya?"


"Apa kau memang pendiam seperti ini?"


"Eh..ada apa?"


"Ayolah kau ini sangat pendiam dan membosankan , katakan sesuatu agar aku tak bosan , aku disini seperti duduk sendirian!"


Mendengar perkataan Maroon barusan Lany merasa tersinggung dengan ucapannya itu , dan meminta nya untuk berhenti.


"Berhenti didepan! aku sudah sampai"


"Eh? bukankah kau bilang ini masih harus melewati belokan dan lampu merah?"


"Turunkan aku didepan!"


"Baiklah-baiklah"


(Turun dengan buru-buru)


"Eh lany tunggu!"


"Terimakasih kau boleh kembali"


(Berjalan dengan buru-buru)


"Eh? ada apa dengan nya? apa karena kata-kata ku barusan jadi dia seperti ini? padahal aku kan hanya ingin mengobrol dengannya"


"Sudahlah lupakan , aku akan pergi menemui paman"


Mereka berpisah ditengah perjalanan , Lany yang merasa tersinggung dengan ucapannya pergi dengan buru-buru ke tempat neneknya , Maroon yang merasa bersalah dan begitu polos pergi ke rumah pamannya Yang ada disekitar lokasi.


Viviane dan Arlan sudah sampai , namun Vivian tak mau meninggalkan Arlan.


"Ini sudah sampai!"


"Lalu?"


"Lalu apa? cepat turun aku lelah!"


"Jika aku menolak bagaimana?"


"Apa maksudmu dengan menolak?"


"Ya aku menolak untuk turun"


"Sudah lah ini sudah malam aku juga lelah"


"Kalau begitu menginap lah di rumahku saja"


"Tidak..."


(Kring...kring...)


"Halo Kak"


"Arlan cepatlah pulang , kesehatan ibu menurun"


"Bagaimana bisa begitu?"


"Aku tak tahu cepatlah pulang ini darurat"


"Baik-baik aku akan sampai dalam 5 menit"


"Hati-hati"


(mematikan telfon)


"Turunlah ini darurat , jika kau tak turun aku akan mengusir mu selamanya!"


"Ah oke"


(Pergi dengan buru-buru)


(Bicara dalam hati)


"Ada apa dengan ibunya , kenapa dia begitu buru-buru begitu kakaknya menelfon nya"


"Apa ibunya baik-baik saja?"


"Aku akan menanyakan itu pada Mario"


(Pergi memasuki rumah nya)


Semua kembali dengan selamat , kisah seseorang akan segera dimulai , awal yang baik untuk memulai sesuatu.


Vio telah memiliki rencana untuk para teman nya , akhirnya mereka bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya , tapi dia sendiri tak menyadari tentang kisahnya yang telah ditulis oleh takdir.

__ADS_1


Disisi lain , BP merasa senang karena akhirnya ia menemukan seseorang yang tidak memberikan respon apapun pada penyakitnya , rasa di hati mulai tumbuh , BP sangat menghormati vio , dan berharap bisa memilikinya selamanya.


...----------------...


__ADS_2