Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 18


__ADS_3

Retha menyiapkan semua yang ia butuhkan dan segera pergi tidur.


Esok paginya ia bergegas pergi ke alamat yang dia terima.


(Melihat ponselnya)


"Jadi disini tempatnya? cukup jauh dari rumahku"


"Baiklah ayo Retha semangat"


Retha berjalan memasuki kafe...


(Klinting..)(Celingukan)


"Apa aku datang terlalu pagi? tempat ini sepi sekali , atau memang baru dibuka ya?"


"Ah aku akan tanya kepada kasir"


(Berjalan menuju kasir setelah lama berdiri di pintu)


"Permisi"


"Iya nona? ada yang bisa saya bantu?"


"Itu...saya sedang ada janji dengan pemilik kafe ini , kira-kira kapan saya bisa bertemu dengan beliau?"


"Oh jadi anda adalah pegawai baru yang akan wawancara hari ini ya?"


"Iya"


"Baiklah nona tunggu diruang sebelah sana , sekitar 10 menit lagi tuan akan datang , dia telah memberitahukan mengenai anda padaku , tenang saja"


"Oh baiklah"


"Mari aku antar"


"Ah iy-iya..."


(Pergi menuju satu ruangan disebelah kiri kasir)


"Silahkan nona duduk dulu disini"


"Wah...ruangan ini penuh dengan buku , apa ini kantor pemilik kafe ini?"


"Jika nona ingin menganggap nya begitu boleh saja , tempat ini bisa dijadikan tempat apa saja , tapi biasanya tuan akan menggunakan nya sebagai tempat bersantai dan mencari inspirasi"


"Oh begitu baiklah"


"Baik nona saya permisi dulu , jika nona butuh apapun panggil saja aku"


"Terimakasih tak perlu repot-repot , cukup berikan aku air putih saja"


"Baik nona saya pergi dulu"


"Oh iya , apa saya boleh melihat-lihat buku disini?"


"Silahkan nona"


"Terimakasih"


Penjaga kasir pergi meninggalkan Retha , sedangkan Retha berjalan sambil melihat-lihat buku yang ada di ruangan itu.


"Wah....buku ini begitu banyak dan rapi , aku akan coba membaca beberapa buku disini sambil menunggu agar aku tak bosan"


"Hem...yang mana ya?"


"Ah ini saja"


(Pengalaman , kerja keras dan niat)


"Sepertinya ini cocok untuk ku"

__ADS_1


Retha mulai membaca buku , halaman demi halaman , tak terasa 10 menit lebih telah berlalu , seperti yang dikatakan penjaga kasir si pemilik kafe akan datang dalam waktu 10 , Retha yang masih asyik membaca buku tak menyadari waktu telah berlalu.


"Apa dia sudah datang?"


"Ya tuan dia sudah menunggu di ruangan tuan"


"Bagus , tolong siapkan kopi untuk ku"


"Baik tuan"


"Oh ya sudah berapa lama dia ada disini?"


"Aku rasa 10 menit yang lalu tuan"


(Suara hati)


"Oh rajin sekali dia , bukankah vio bilang jika rumahnya jauh dari kawasan disini?"


"Permisi tuan ini kopinya"


"Oh baik terimakasih"


"Sama-sama tuan"


Mario pergi menuju ruangan tersebut


(Ceklik....)


"Oh jadi calon manager kafe ini suka membaca buku ya?"


(Retha yang kaget reflek menoleh kebelakang)


"Ka...kau?!"


"Ya ini aku , kenapa? apa pakaian ku salah?"


"Oh maaf tidak...tidak ada yang salah , aku hanya terkejut ternyata itu kau"


"Rupa-rupa nya kau , tahu begitu aku tak berangkat lebih pagi"


"Hahaha siapa juga yang menyuruhmu datang lebih pagi , aku kan hanya memintamu untuk datang kemari pagi ini , aku tak memintamu datang lebih awal"


"Huft....menyebalkan"


"Duduklah kita akan bicara serius mengenai pekerjaan mu"


"Baiklah"


"Jadi kah datang kemari untuk bekerja , memangnya apa yang bisa kau lakukan?"


"Aku rasa aku tak bisa menilai diriku sendiri , tapi aku bisa melakukan semuanya semampu ku"


"Baiklah , bagaimana menurutmu mengenai cara mengembangkan kafe ini tahun demi tahun agar tetap ramai dan tidak ketinggalan jaman?"


"Aku rasa kita hanya perlu mengubah beberapa menu dan konsep yang ada disini mengikuti dengan perkembangan zaman yang semakin bagus , tak perlu mengeluarkan modal tambahan untuk mewujudkannya hanya tinggal meninggalkan menu lama dan diganti dengan menu baru , kira-kira seperti itu"


"Lalu bagaimana jika usaha mu itu tak membuahkan hasil malah membuatmu rugi?"


"Aku hanya perlu memastikan jalan keluar masuknya uang perminggunya , juga mengawasi setiap bahan-bahan yang dibeli langsung dari petani , ini biasanya akan lebih murah dan segar"


"Baiklah , kau diterima sebagai manager disini"


"Ha? manager?"


"Benar kau akan mengelola tempat ini dan membuatnya maju seperti kata-kata mu"


"Tapi aku pikir aku akan menjadi karyawan biasa"


"Gaji mu 5jt setiap bulan , belum termasuk biaya tambahan jika kau bisa menghasilkan keuntungan lebih"


"Tapi apa aku bisa , rumah ku jauh dari sini"

__ADS_1


"Tenang saja , ada vila dekat sini yang lama tak ku tinggali sementara gunakan itu sampai kontrak ini selesai , kau juga bisa membawa adik mu tinggal disini , dan ya untuk biaya kehidupan mu , anggap saja kau membantuku mengurus vila itu dan akan mendapat gaji dariku secara pribadi itu diluar kontrak ini"


"Apa kau serius?"


"Ya apa aku terlihat bercanda?"


"Ini terlalu banyak untuk ku"


"Aku tak peduli , yang ku tau kau butuh pekerjaan dan aku butuh seseorang mengurus Bisnisku dan juga rumahku , masalah selesai"


"Apa kau menipuku?"


"Apa aku terlihat seperti penipu? pilihan ada ditangan mu , tanda tangan disini dan pindah ke sini sore nanti atau tinggalkan tempat ini dengan tangan kosong"


"Emm...baiklah aku akan mengambilnya"


"Baca dulu isi dari kontrak nya"


"Baiklah"


(Menunggu...)


"Tunggu aku punya pertanyaan disini"


"Silahkan tanyakan"


"Apa maksut dari ini , disini tertulis bahwa selama kontrak ini belum habis maka semua urusan pihak kedua miliki adalah tanggung jawab pihak pertama , apa maksut dari itu?"


"Ya pihak pertama adalah aku dan pihak kedua adalah kau , jadi jika kita masih terikat dalam kontrak ini , semua urusan yang menyangkut dirimu aku yang akan bereskan"


"Apa bisa begitu , tidak kah ini berlebihan?"


"Aku rasa tidak"


"Baiklah terserah padamu"


"Sudah selesai?"


"Jadi kontrak ini akan bertahan selama 3 tahun?"


"Seperti yang tertulis"


"Baiklah aku akan tanda tangan , dimana?"


"Disini , disini , disini , dan disini"


"Sudah selesai"


"Terimakasih telah bekerja sama dengan ku"


"Jangan terlalu formal dengan ku"


"Baiklah aku akan mengantarmu pulang"


"Ah tidak perlu aku akan pulang sendiri saja , aku ingin mampir ke tempat lain dulu sebelum pulang"


"Baiklah"


"Sampai jumpa besok"


"Bukankah sampai jumpa nanti sore?"


"Nanti...sore?"


"Iya kah harus segera pindah kemari nanti sore , itu sudah tertulis dalam kontraknya , apa kau melewatkannya?"


"Ah baiklah"


Retha pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke suatu tempat , karena hari ini adalah hari ulangtahun adik Retha yang masih berusia 10 tahun , ia bergegas pergi ke toko roti juga toko mainan , ia mencari-cari sesuatu yang diinginkan oleh adiknya sedari dulu.


Setelah selesai mencari barang yang dibutuhkannya , Retha bergegas pulang dengan tangan penuh bingkisan dan rasa senang.

__ADS_1


__ADS_2