Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 19


__ADS_3

"Aku pulang"


"Kakak , kau bawa apa?"


"Eits...tunggu dulu , kau tak boleh membukanya sebelum siap"


"Ah kakak..."


"Hihi...duduklah dulu kita akan makan bersama-sama"


"Baik"


Setelah lama sibuk di dapur....


"Tadaa~ini dia kue manis untuk adik ku yang manis ini"


"Wah...kakak hebat! aku sayang kakak"


"Baiklah aku juga menyayangimu , sekarang berdoalah dan tiup lilin nya segera jika tidak lilinnya akan meleleh"


"Oke~"


Sambil menutup mata mereka berdoa bersama-sama


"Hufft.....hore!"


"Yeay Rany ku yang baik , baiklah saat nya untuk potong kuenya"


"Kakak~kakak Rany mau yang ada strawberry nya"


"Baiklah-baiklah , ini dia untuk mu dan ini untuk ku"


"Kakak"


"Iya?"


"Buka mulutmu kak , katakan aaaa~"


"Aaaa~"


"Eh kenapa kakak menangis?"


"Ah tidak ini tangisan karena bahagia"


"Oh begitu"


Tiba-tiba ada yang datang tanpa diundang dan mengagetkan semuanya


"Hai~ini Rany ya? selamat ulangtahun ya , ini ada sesuatu untuk mu"


"Kau!?"


"Kakak? siapa dia?"


"Ah dia teman kakak , jangan takut"


"Emm..."


"Ba-bagaimana bisa kau tahu rumah ku? dan kenapa kau disini?"


"Oh itu , aku hanya tak sengaja melihatmu masuk ke toko roti dan mainan , aku pikir kau akan merayakan sesuatu dengan seseorang"


"Jadi kau membuntuti ku?!"


"Ah tidak-tidak aku tahu rumah mu karena dulu aku pernah mengantar mu pulang , ingat?"


"Ah aku ingat! kenapa dia datang kemari!?"


"Apa kau mengatakan sesuatu?"


"Tidak-tidak"


"Baiklah , mari makan"


"Eh?! kenapa kau duduk disana?!"


"Untuk makan apa lagi?"


"Jadi kau datang kemari hanya untuk makan?! keluar?!"


"Aku hanya bercanda , aku datang untuk menemani kalian merayakan pesta ini dan aku juga sudah membawakan hadiah untuk Rany si gadis manis"


"Terimakasih"


"Anak pintar , berapa umur mu sekarang?"


"Umurku 10 tahun"


"Wah kau sudah besar"

__ADS_1


"Benarkah? apa aku akan jadi seperti kakak?"


"Ya itu bisa saja , jika kau mau makan lebih banyak dan belajar lebih giat lagi , maka kau akan jadi seperti kakak mu bahkan lebih baik dari kakak mu"


"Sungguh? baiklah aku akan makan dan belajar yang giat"


"Anak pintar"


"Kau ternyata mudah bergaul dengan anak kecil ya?"


"Tidak juga ini pertama kalinya aku berinteraksi dengan anak seusia ini"


"Ini juga pertama kalinya Rany mempercayai omongan orang lain yang baru ia kenal"


"Benarkah? bagus , berarti Rany menyukai ku iya kan Rany?"


"Ya-ya aku menyukai kakak....emm siapa namamu?"


"Hahaha panggil saja aku..em...kak M.o"


"M.o? nama yang mudah diingat"


"Bagus , habiskan makan mu dan pergi belajar"


"Aku akan cuci piring , kau temani Rany belajar sebentar"(Sahut Retha)


"Baiklah , ayo Rany ambil buku mu kita akan belajar bersama hari ini"


"Apa itu akan membuatku seperti kakak?"


"Ya tentu saja"


"Yeay...aku akan mengambil tas ku tunggu dulu"


"Baiklah"


Mario pergi menghampiri Retha..


"Jadi kau hanya tinggal berdua dengan adik mu?"


"Seperti yang kau lihat"


"Kemana orang tuamu?"


"Mereka hanya sedang berbisnis diluar sana"


"Kakak.....kakak M.o aku sudah bawa tas ku mari belajar bersama"(Teriakan dari lantai atas)


"Ah baiklah tunggu aku di ruang tamu"


"Cepatlah"


"Ya-ya aku datang"


Mario meninggalkan Retha sendiri , setelah selesai membersihkan dapur Retha membersihkan tempat tidur lalu membuatkan camilan untuk Mario dan Rany.


Mario merasa tak enak hati melihat Retha menanggung semuanya sendirian , meski Retha tak mau bercerita , Mario bisa merasakan apa yang dirasakan oleh nya.


"Rany , apa kakak boleh bertanya sesuatu padamu?"


"Katakan saja kak"


"Kemana orang tua kalian?"


"Oh ayah dan ibu? kakak bilang mereka sedang pergi keluar negeri untuk bekerja. saat aku besar nanti , aku akan membawa kakak bertemu dengan mereka"


"Baiklah , apa kau suka tinggal disini?"


"Kenapa tidak? asal aku masih bisa melihat kakak tersenyum dan bahagia , aku akan senang tinggal dimana pun meski itu dibawah jembatan"


(Suara hati)


"Anak ini begitu polos , di usianya sekarang seharusnya ia hanya berfikir tentang bermain dan bertemu teman-teman nya , tapi anak ini"


"Aku akan bawa mereka pindah sekarang juga"


(Keluar dari lamunan)


"Ini ada teh dan camilan untuk kalian"


"Retha"


"Ya?"


"Kemasi barang-barang mu dan kita akan pindah dari sini"


"Heh? apa?"


"Apa kau lupa dengan kontraknya?!"

__ADS_1


"Tu...tunggu...tunggu dulu , ini....ini terlalu cepat"


"Apanya yang terlalu cepat? besok kau harus mulai bekerja , dan terlebih lagi lingkungan ini tak bagus untuk pertumbuhan Rany"


"Kakak M.o kita akan kemana?"


"Apa Rany suka rumah baru?"


"Rumah baru?"


"Iya rumah Rany yang baru dan besar"


"Baru dan besar? sungguh? Rany sangat suka , Rany ingin sekali punya rumah sendiri bukan sewa seperti ini , agar kakak ku tak perlu ditagih oleh bibi itu"


"Rany!"


"Maaf kak"


"Jangan dengarkan dia , dia masih anak-anak"


"Baiklah Rany , apa kau mau ikut dengan ku ke rumah baru mu?"


"Apa boleh?"


"Tentu saja itukan rumahmu"


"Kakak?"


"Retha jangan keras kepala , kau hanya perlu mengurus rumah itu , aku tak meminta bayaran sewa"


"Tapi..."


"Tapi apa lagi , jangan pikirkan dirimu pikirkan tentang Rany , dia masih anak-anak dan tak seharusnya dia merasakan ini semua"


Setelah beberapa saat berdebat , akhirnya Retha setuju untuk pergi dan ia segera berkemas.


Setelah mereka berkemas , Mario langsung membawa mereka menuju villa miliknya.


"Rany kita sampai"


"Kakak M.o apa ini rumah baruku?"


"Ya ini rumah barumu , kau suka?"


"Wahh~ini... benar-benar bagus dan besar , aku suka kak terimakasih"


"Sama-sama , pergi dan lihat kamarmu"


"Kamarku sudah ada? aku tak sabar melihatnya"


"Mario"


"Hem?"


"Terimakasih"(Berlinang air mata)


"Sama-sam....eh? kenapa kau menangis?"


"Hiks....hiks...."


"Sudah berhenti menangis"(Memeluknya berusaha menenangkannya)


"Ma-maaf aku hanya reflek melihatmu menangis tadi"


"Hiks...tak apa , terimakasih"


"Sudah , lihatlah ke lantai atas disana ada 3 kamar 1 untuk mu 1 untuk Rany dan 1 untuk berjaga jika aku akan menginap disini"


(Sambil menuju lantai atas)


"Kenapa ada banyak kamar disini?"


"Ya villa ini biasa ku gunakan untuk beristirahat saat aku sedang tak ingin dirumah , terkadang BP akan datang menemaniku , jadi tak mungkin kalau kita akan tidur bersama dalam satu kamar kan?!"


"Ah hahaha , iya benar juga"


"Baiklah kau bisa pilih kamar mu , tapi sepertinya kau sudah terlambat"


"Kenapa?"


"Lihatlah , Rany sudah tertidur dikamar itu , dan ini kamar ku , jadi pilihan terakhir adalah kamar ini milikmu"


"Haish baiklah , aku akan bereskan barang Rany dulu"


"Silahkan aku akan mandi dulu dan tidur"


"Baiklah selamat malam"


"Selamat malam"

__ADS_1


__ADS_2