Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 2


__ADS_3

Tepat pukul 11.27 waktu setempat, putri dan para sahabatnya tiba di cafe untuk beristirahat disekitar Eiffel tower. Mereka berencana mengakhiri perjalanan kali ini dengan melihat sunset dipuncak menara, saat itu lah untuk pertama kalinya sang putri bertemu dengan sang pangeran...


(Sambil melempar tubuh ke sofa cafe dan merenggangkan otot-otot nya)


"Astaga...aku lelah sekali..tubuhku seperti habis di tindih mobil truk.."


"Haish..kau ini baru begitu saja sudah lelah bagaimana nanti kau akan naik ke puncak menara Eiffel!?.."Sahut Vivian.


"Ha?..kau yakin kita akan naik kesana?.."


"Kenapa tidak bukan kah itu rencana kita dari awal?"Ujar Lany dengan semangat.


"Ahh..aku tak sanggup lagi...tolong aku vio jika tidak mereka berdua akan menyeret ku dalam rencana kali ini..."(Sambil melemas dan menaruh kepala di atas meja dengan memegang tangan vio berharap dia membelanya)


"Benar juga..aku rasa ini cukup melelahkan.."


"Iya..iya..itu sangat melelahkan.."


"Aku belum selesai bicara.."


"Ha...!!?"(Dengan ekspresi wajah yang penuh rasa heran dan terkejut)


"Tapi aku suka tantangan, kenapa kita tak mencobanya lebih awal.."(tersenyum pahit ke arah Retha)


"Tidakkkk......"


Semuannya terus menggoda Margaretha dan tak henti-hentinya tertawa bersama namun tiba segerombolan pria tampan yang tak tau dari mana datangnya mereka.


"Kakak ketiga ayo duduk disebelah jendela sambil melihat pemandangan diluar sana.."(Kata Maroon adik Mario)


"Baiklah.."


Para putri dan para pangeran tak saling mengenal bahkan mereka tak saling menyadari akan hadirnya satu sama lain, namun tiba-tiba pelayan datang dan menumpahkan minuman ke baju vio..


"Aduh..maaf nona maafkan saya , saya yang salah tidak berhati-hati , tolong maafkan saya , akan saya bantu bersihkan.."(Sambil membungkuk pelayan itu merasa bersalah dan takut)


"Hei pelayan!! apa kau tak tau berapa harga baju tuan putri kami ha!??"(Sahut Margaretha dengan nada marah)


"Ehh..tak apa ini bukan masalah , ini kecelakaan , biarkan saja aku akan bersihkan sendiri di toilet..."(Senyum ramah)


"Apa-apaan ini vio bajumu sudah rusak kenapa malah memaafkannya?"


"Sudahlah Retha ini hanya sepotong kain yang dijahit tak begitu berharga bagiku..liat kau membuatnya takut Retha.."


"Baiklah kau bersihkan meja kami saja aku akan bersihkan ini di toilet"


Disaat yang bersamaan maroon yang mendengar suara teriakan Margaretha langsung menoleh dengan respon yang cepat.


"Kakak , kenapa para gadis disana ribut sekali?Apa para wanita memang selalu seperti itu?


"Maroon sudahlah biarkan saja mereka..jangan hiraukan lagi.."


"Tapi kak.."


"Maroon?!"


"Baik kak"(berbalik dan menunduk)


Disaat itulah pangeran sempat memperhatikan putri yang tak begitu mementingkan baju mahalnya dan bersikap baik juga sopan.


Saat di toilet bersama dengan Lany..


"Ah..kenapa nodanya tak mau hilang?.."(Sambil mengelap dengan tisu)


"Vio bagaimana ini? kenapa pelayan itu begitu ceroboh hingga menumpahkan minuman itu!?.."


"Haish...Ya sudah lah tak apa nanti ganti baju saja.."

__ADS_1


Mereka bergegas keluar dari toilet namun tiba-tiba...


(Bruk.....suara seseorang terjatuh)


"Putri!...heh?.."


(Suara pria)


"Apa kau baik-baik saja?"(Dalam posisi berpelukan)


"Iya aku baik terimakasih"(Langsung berdiri tegak)


"Lain kali hati-hati"


"Ah..iya.."


"Lany ayo pergi!.."(Menyeret tangan Lany dan pergi dengan sopan)


Kembali ke meja mereka


"Teman-teman aku melihat seorang pria tampan layaknya pangeran sedang memeluk tuan putri kita!."


(Secara bersamaan Viviane dan Margaretha menjawab)


"Apa????"


"Apa itu benar? coba ceritakan!"


"Kalian ini apa-apaan sih seperti anak kecil saja , dia hanya menolongku yang tadi hampir terjatuh karena terpeleset. itu saja! bukan berarti kami berpelukan! sudah lah ayo pergi!"


"Oh apakah tuan putri kita malu.."(Nada menggoda)


"Diam kau jika tidak ku tinggalkan kau disini sendirian!"


"Hei! jangan marah aku hanya bercanda saja.."


(Suara hati)


"Mengapa tubuhku tak bereaksi dengan gadis itu? apakah ini artinya penyakit ku dapat disembuhkan?"


"Apa ini hanya kebetulan saja?"


"Ada apa ini?"


(Terkejut dengan teriakan memanggil)


"Kakak pertama kenapa kau bengong saja? bukankah disini terlihat bagus?apa kau menikmatinya?"


"Ah...iya disini tenang dan sejuk aku suka"


"Sudah ku bilang kan kak kalo kakak pertama pasti suka dengan tempat ini , secara khusus aku memilihnya sendiri.."(Dengan rasa bangga terhadap dirinya sendiri).


Tak lama mereka pun pergi meninggalkan cafe tersebut dan melanjutkan kegiatan masing-masing , hanya saja Mario dan Maroon pergi dengan BP ke suatu tempat.


Di satu sisi para putri asyik berkeliling di sekitar Eiffel tower dan menunggu antrian untuk naik keatas dan menyaksikan sunset yang indah dan menenangkan begitulah akhir dari pesta ulangtahun sang putri.


"Teman-teman cepat kesini , jika tidak kalian tak bisa mengantri duluan.."


"Dia ini tak sabaran ternyata...(Berteriak)iya iya kami datang!!.."


"Sebentar aku akan menyiapkan kameraku untuk memotret mu."


Mereka asyik mengantri sambil mengobrol tak disangka di atas tempat mereka merencanakan akhir pesta , ada kejutan yang sudah menunggu.


Beberapa menit berlalu , akhirnya mereka sampai di titik tertinggi menara Eiffel yang tak banyak orang dapat mencapainya. Mereka mencari angel terbaik untuk mengabadikan momen-momen tenggelamnya matahari ini. Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga dan inilah akhir dari pesta namun awal dari kisah cinta seorang.


"Vio kemari kita berfoto bersama. Tapi bagaimana caranya?"

__ADS_1


"Ah coba minta bantuan kakak yang disana"


"Yang mana?yang itu?"


"Iya yang pakai jas putih itu!"


"Vio jangan bengong cepat berikan peda nya dan minta tolong lah , ayo cepat!"


"Yaya vio cepat , jika tidak kita ketinggalan momen nya!"


"Eh... baik-baik"


Pergi meminta tolong


"Tuan , bisakah kau membantu ku mengambil foto bersama teman-teman ku?"


(Menoleh dan bingung)


"Kau lagi?"


"Eh anda ya tuan , tolong ya."(Sambil tersenyum manis)


"Tapi aku.."


"Terimakasih tuan kau baik sekali"(Menarik tangan nya lalu memberikan kamera dan ber lari ke arah teman-teman nya)


Tanpa sadar BP pun mendekat tanpa bicara apapun dan membantu para gadis tersebut. BP merasa heran dengan sikap para gadis tersebut , pada umumnya para gadis tak tahan dengan aura dari pria tertampan di dunia ini dan bagaimana dengan penyakit nya saat ia bersentuhan langsung dengan Violetta.


"Sudah cukup teman-teman kalian terlalu merepotkan tuan ini"(Pergi menghampiri BP yang tetap diam memegang kameranya)


"Tuan terimakasih banyak sudah merepotkan mu , sekali lagi terimakasih banyak"


"Tuan? apa kau baik-baik saja? apa yang kau pikirkan?"


"Ah.. maafkan aku tak menanggapi mu"(Menyerahkan kamera)


"Tak apa tuan seharusnya saya yang berterimakasih kepada tuan karena telah menyelamatkan ku waktu itu dan membantuku kali ini"


"Tuan , siapa nama anda? bolehkan saya meminta kartu nama atau nomor ponselmu?"


"Untuk apa?"


"Tidak ada hanya ingin mengundangmu lain kali untuk balas Budi"


(Memberikan secarik kertas kecil)


"Namamu Bryant Prince. Nama yang indah"


"Ini kartu namaku , jika butuh sesuatu anda bisa memanggilku"


(Mengulurkan tangan berniat berterimakasih)


"Apa ini?"


"Ah ini hanya jabat tangan terimakasih"


"Tapi aku.."


(suara teriakan dari jauh)


"Vio cepat kemari kita akan ketinggalan penerbangan untuk malam ini"


"Baiklah tuan waktuku tak banyak , sampai jumpa"(Menarik tangan , berjabat tangan lalu pergi begitu saja)


BP kaget bukan main karena kali ini penyakitnya tak bereaksi apapun saat gadis itu menyentuh nya. Dia langsung menghubungi Arlan yang merupakan dokter pribadinya juga salah satu sahabat nya.


Para gadis dari keluarga bangsawan ini pergi dengan penerbangan malam dan mengakhiri liburan kali ini dengan rasa senang.

__ADS_1


__ADS_2