Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 13


__ADS_3

Bel pulang telah berbunyi....


"Vivi ku tunggu diparkiran"


"Oke"


Sekolah telah selesai , semua siswa kembali kerumah mereka masing-masing. Arlan menunggu Vivi diparkiran dan berencana makan malam bersama.


"Dah Vivi, sampai jumpa besok!"


"Dah Vio dah Retha , hati-hati ya!"


"Dor! lagi mikirin aku ya..."


"Apaan sih PD banget"(memerah)


"Mengaku saja lah aku juga tak masalah"


"Sudah lah ayo pergi"


"Eh tunggu jawab dulu"


"Bawel"


Mereka pergi ke rumah Vivi untuk mengganti pakaian dan pergi kerumah Arlan.


"Sebelum ke rumah ku kita ke supermarket dulu , kebetulan kebutuhan rumah sudah banyak yang habis"


"Oke sepertinya aku akan menghabiskan tabungan mu hahaha"


"Tenang saja aku akan lebih giat menabung untukmu"(Keceplosan)


"Oke , eh tunggu sebentar kau bilang menabung untuk ku?"


"Kapan aku bicara begitu? kau salah dengar , aku hanya bilang giat menabung itu saja"


"Ah benarkah aku rasa kau mengatakan itu barusan"


"Sudahlah lupakan , kita sudah sampai"


Sesampainya di supermarket , berkeliling mencari bahan juga berbincang-bincang.


"Bagaimana keadaan ibumu?"


"Dia sudah lebih baik sekarang , dia juga sudah menjalani aktivitas seperti biasa yang ia lakukan"


"Syukurlah , aku merasa lega akhirnya ia baik-baik saja"


"Ya aku juga merasa lebih baik setelah ibuku kembali seperti hari-hari biasa"


"Kalau begitu nanti akan ku buatkan makanan khusus"


"Oke terserah kau saja"


"Oh ya apa makanan kesukaan ibumu?"


"Tak sulit , dia suka semua masakan Jepang"


"Baiklah, aku akan buatkan sashimi untuknya"


"Oke semangat"


"Ayo bantu aku mencari beberapa bahan!"


"Siap bos! hahaha"


"Kau ini hahaha"


Mereka berbelanja semua yang dibutuhkan. setelah berbelanja , mereka bergegas pergi kerumah Arlan. Vivi menyiapkan makan malam , Arlan sedang membersihkan diri di kamarnya. Selang beberapa menit kemudian...


"Jadi Vivi apa yang akan kau masak kali ini?"


"Aku akan buatkan sup kari ikan dengan kacang kedelai untuk juga beberapa makanan Jepang untuk ibumu"


"Oh oke , apa kau butuh bantuan ku?"


"Ah itu tolong cuci sayurnya juga beberapa bahan lainnya"


"Oke akan ku cuci"


"Yang bersih jika tidak aku akan mencuci mu bersamaan dengan sayurnya!"


"Kau kira aku ini kucing , sampai kau mau mencuci ku!?"


"Hahaha sudah lakukan cepat , kau ini mudah marah ya seperti kucing yang terganggu tidurnya"


"Ya kau memang selalu menggangguku!"


"Benarkah? aduh kasihan nya kucing yang malang...hahaha..."(Mengelus rambutnya)

__ADS_1


"Berhenti tertawa dan selesaikan masakan nya!"(Memerah dan pergi)


"Eh kau mau kemana? oh kucing manis ini marah ya...hihihi"


"Diam! aku akan melihat ibuku"


"Hati-hati ya jangan sampai cakar mu merusak barang-barang...hahaha"


"Diamlah berisik!!"


"Hahaha...."


Vivi menyelesaikan masakannya , Arlan pergi menemui ibunya dan membawa nya turun untuk makan malam.


Vivi yang sedang menyiapkan meja dibantu dengan para pelayan disana.


"Bibi anda sudah disini , silahkan"


"Anak yang sopan , siapa namamu?"


"Namaku Viviane Deluxe , teman ku biasa memanggil ku Vivi"


"Oh jadi ini seseorang selalu kau ceritakan padaku"


"Ibu hentikan"(Memerah)


"Kenapa kau memerah? apa kau malu? haha"(menggoda)


"Eh maaf aku tak mengerti apa yang anda bicarakan!?"


"Tidak apa , hanya saja putraku ini pemalu"


"Ah.. oke"


"Apa yang dimasak pelayan kita untuk makan malam?"


"Ada masakan Jepang juga beberapa sup dan buah"


"Masakan Jepang? kau yakin pelayan kita bisa membuatnya?"


"Sebenarnya ini disiapkan oleh Vivi , dia juga yang memilih bahannya secara langsung di toko tadi"


"Benarkah? aku penasaran dengan rasanya"


"Pelayanan tolong hidangkan!"


"Biar aku saja"


"Aku tinggal kompleks A dekat taman bermain"


"Cukup jauh dari sini , bagaimana dengan orang tua mu?"


"Orang tuaku sering keluar negeri , mereka mengurusi bisnis keluarga , aku tinggal sendirian terkadang aku juga menginap ditempat temanku"


"Baiklah , akan ku coba"


(Memakan dan tertegun)


"Bagaimana bi? tidak enak ya? sudah ku duga"


"Ini....rasa ini....benar kau yang membuatnya?"


"Iya aku sendiri yang membuatnya juga dibantu Arlan"


"Rasanya aku kembali ke masa mudaku dulu , saat ayah Arlan mengajakku berlibur ke Jepang , ini rasa yang begitu menakjubkan. Bagaimana kau membuatnya?"


"Aku mengikuti instruksi dari koki jepang itu saja"


"Tapi rasa ini benar-benar enak"


"Sepertinya bibi berlebihan , aku hanya menambahkan beberapa bahan lokal saja , hehehe"


"Kau sungguh anak yang baik , aku menyukai mu"


"Terimakasih bibi"


"Oh ya lain kali jangan panggil aku bibi , panggil aku ibu ya , anggap saja aku ibumu ini juga rumah mu"


"Ah baiklah bi....eh maksutku ibu"


"Anak pintar"


Mereka menyelesaikan makan malam. setelah selesai makan malam , Vivi menemani ibu Arlan dikamar karena Arlan harus menerima telfon penting. Setelah beberapa saat Arlan kembali.


"Yo Vivi aku akan mengantarmu pulang"


"Eh ini sudah malam , bukan kah lebih baik dia menginap disini saja"


"Tidak Bu , aku harus pulang besok akan ada acara ditempat ku jadi aku akan mempersiapkan nya nanti malam"

__ADS_1


"Oh begitu , baiklah lain kali menginap lah disini!"


"Baik Bu , kami pergi dulu"


"Bu istirahat lah , aku akan segera kembali"


"Hati-hati saat berkendara , jangan terlalu ngebut"


"Baik"


Arlan pergi mengantar Vivi pulang dan berbincang-bincang dalam perjalanan. Selang beberapa menit mereka sudah tiba dirumah Vivi. Arlan berpamitan untuk pulang , Vivi kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Malam berlalu begitu cepat tak terasa sudah pukul 23:47 mereka tanpa sengaja ditempat yang berbeda , menatap bulan yang begitu indah sebelum tidur.


Pagi hari yang hangat , aktivitas kembali seperti biasa


"Pagi Vivi"(Sapa teman satu kelasnya)


"Pagi juga"(menuju mejanya dan duduk)


"Hai Vivi"(Sahut temannya yang lain)


(Hanya melambaikan tangan)


"Pagi yang begitu cerah"(Melihat keluar jendela)


Arlan datang


"Selamat pagi"(Tersenyum ramah)


"Pagi"(Duduk di tempatnya)


(Mengambil sesuatu dari dalam tas)


"Tadaa ini dia masakan yang ku buat sendiri pagi ini , terbuat dari bahan-bahan pilihan juga organik , ambil lah"(menyodorkan kotak makan)


"Ah terimakasih , apa ini?"(Menerima dan membukanya)


"Ini kari ayam dengan jamur dan kentang juga ku tambahkan sedikit rumput laut"


"Apa ini semacam makanan percobaan?"


"Emm aku rasa tidak aku hanya menambahkan beberapa bahan seperti biasa"


"Kau yakin ini aman? tak kan membunuhku kan?"


"Hei apa-apaan kau ini!? aku sudah membuatnya dengan sudah payah dan kau berbicara begitu?! kembalikan biar ku makan sendiri saja! tak tahu berterimakasih! huh!?"


"Hahaha lihat mukamu yang berubah seperti gorila itu , aku hanya bercanda akan mencobanya dulu"(Menggosok kepala Vivi)


"Hufft....awas saja lain kali aku akan membalas mu"(Bergumam)


"Apa kau mengatakan sesuatu?"


"Tidak makan saja itu!"


"Hahaha baiklah-baiklah"


"Huh....."


"Emmm ini rasanya luar biasa enak , aku akan memakannya nanti bersamamu"


"Eh? maksut mu bersama ku?"


"Ya kita makan bersama nanti"


"Oh oke , bagaimana kalau kita ajak yang lain juga"


"Boleh , kota cari tempat yang sesuai nanti"


"Bagaimana kalau di atap? seperti waktu itu"


"Aku rasa jangan disana terlalu banyak merpati"


"Bagaimana kalau halaman belakang sekolah?"


"Halaman belakang? hemm sepertinya menarik"


"Bagaimana?"


"Oke kita hubungi yang lainnya"


"Oke"


Pelajaran dimulai seperti biasa , mereka merencanakan makan siang bersama dan mengundang yang lainnya juga.


Semua berjalan seperti rencana awal , saat makan siang bersama vio melihat Vivi dan Arlan yang begitu bahagia , ia juga ikut bahagia melihatnya.


Hanya Alex yang tak datang saat itu , entah kemana

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2