Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 4


__ADS_3

(Tok tok tok....)


"Permisi nona"


"Masuklah"


"Baik"


"Ada apa Jane? Tumben kau datang"


"Itu ibu menyuruhku menanyakan , untuk makan malam nanti ibu perlu menyiapkan apa? itu saja nona"


"Ayolah Jane sudah ku katakan jangan panggil aku nona , panggil saja seperti yang ku ajarkan!"


"Ah..baik non eh maksutku Vio"


"Bagus! Soal makan malam nanti aku sudah ada janji kau makan lah dulu dengan bibi"


"Baik akan ku sampaikan kepadanya"


Jane Shalimar Putri bibi Miya Shalimar. Ia diasuh dan dibesarkan bersama putri selain Margaretha, Viviane dan Lany juga mereka berdua tak ada yang tau sifat Violetta. Setiap sore Jane akan datang mengunjungi ibunya setelah pulang sekolah , biasanya dia datang untuk menemani putri belajar di sore hari dan terkadang bermain bersama di taman milik putri. Mereka seperti saudara kembar namun perbedaan mereka sangat jauh. Putri tak memandang akan hal itu ia hanya tah kalau Jane adalah salah satu sahabat nya.


Pukul 17.39 ponsel vio berdering...


(Ting...)


"Aku akan menunggumu di restoran dekat taman bermain tepat pukul 18.23"


(Mengirim lokasi)


"Baik aku akan siap dan datang tepat waktu"


"Tak apa santai saja"


Pukul 18.20 depan restoran


"Kau ada dimana?"


"Apa kau sudah sampai?"


"Ya aku baru saja sampai"


"*Ah baiklah masuk saja"


Berjalan masuk , sesampainya di dalam putri mencari-cari sosok lelaki muda seusianya*.


(Melambaikan tangan)


"Apa kau sudah lama menungguku?"


"Tidak juga , aku memang sengaja menunggu disini untuk melihat-lihat saja"


"Ah maafkan aku , aku merasa tak enak karena membuat mu menunggu"


"Sudahlah , aku sudah pesankan sesuatu jika kau ingin lainnya katakan saja"


"Tidak terimakasih"


Tak lama mereka berbincang mengenai studi , pelayan datang , mereka menikmati makanan dan melihat-lihat pemandangan diluar jendela restoran. Pukul 21.17 , BP merasa sudah cukup larut untuk seorang gadis pulang sendirian ia menawarkan untuk mengantar putri pulang , dalam perjalanan mereka berhenti disebuah taman bermain yang ada didekat restoran.


"Apa kau tak keberatan jika aku mengantar mu pulang?"


"Tentu tidak"


"Baiklah ini sudah larut , mari ku antar kau pulang"


"Kenapa kita berhenti disini?"

__ADS_1


"Ah tidak.. tidak ada"


"Ayo masuk kesana"


"Ha?"


"Cepatlah!"


"Iya-iya"(Sambil berbelok menuju pintu masuk)


"Wow ini indah sekali"(dengan rasa kagum seakan-akan belum pernah melihat hal seperti ini)


(Terkejut dengan kata-kata nya dan menoleh)


"Apa kau tak pernah kemari?"


"Aku rasa ini untuk yang kedua kalinya"


"Benarkah itu?"


"Ya begitulah"


"Memangnya ayah dan ibumu tak pernah mengajakmu kemari?"


(Menunduk sejenak lalu mengangkat kepala dan tersenyum)


"Tidak , aku pernah kemari saat sahabat masa kecilku berulang tahun diusianya yang menginjak 10 tahun , ya itu sekitar 10 tahun yang lalu dan aku baru kembali kemari setelahnya"


"Eh maafkan aku , ini salah ku membuatmu seperti ini"


"Hei kau salah sangka , orang tuaku masih hidup"


"Ha? lalu? orang tuamu?"


"Orang tuaku sibuk dengan urusan bisnisnya mereka tak pernah ada di sampingku , aku hanya tinggal dengan bibi pengasuhku juga putrinya dan para sahabat ku lah keluarga yang ku miliki sekarang"


"Sudahlah jangan menangis orang tuamu pasti punya alasan khusus"


"Hei kenapa kita tak mencoba naik biang Lala itu?"


"Baik ayo pergi , kita habiskan malam ini dengan kesenangan~"


Kedekatan mereka dimulai dari sini BP merasa hanya dia yang bisa diajak bermain tanpa ada rasa takut atau khawatir, putri merasa senang karena pertama kalinya memiliki seorang teman pria setelah bertahun-tahun tak ada yang dapat mendekatinya.


11.47 waktu menunjukan sudah larut malam , BP mengantar pulang putri.


"Violetta mau kah kau menjadi temanku? jujur saja aku tak punya banyak teman wanita"


"Panggil saja vio sahabat ku biasa memanggil dengan nama itu"


(terkejut)


"Ah..baiklah vio"


"Oh ya kau belum bercerita tentang dirimu, bagaimana dengan keseharian mu?"


"Tak ada yang spesial , orang tuaku hampir sama dengan mu , bedanya kami tinggal bersama dan melihat satu sama lain. kali ini aku pindah ke universitas yang sama dengan mu itu juga tanpa sengaja"


"Disini kau tinggal sendirian?"


"Tidak juga"


"Lalu?"


"Aku tinggal dengan kakek dan nenek ku sahabatku juga ikut dengan ku"


"Emm baiklah mulai hari ini kita teman , jadi kalau kau butuh apapun dari ku jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi ku ya!"

__ADS_1


"Hehe..baiklah vio"


BP mengantarkan vio pulang dan berbincang-bincang selama perjalanan pulang , tak terasa mereka sudah menjadi teman dekat . Saat tiba didepan rumah vio , Jane melihat mereka dan mengatakan nya kepada ibunya(bibi Miya).


"Bu aku melihat putri pulang dengan seorang pria"


"Apa kau yakin?"


"Ya aku rasa itu seorang pria"


(Ding dong...Ding dong...)


"Aku pulang"


"Nona sudah pulang yaa"(tersenyum)


(menatap kedua orang yang ada didepannya dengan rasa curiga)


"Ada apa dengan mereka , ada yang aneh"


"Ah sudah lah aku lelah ingin cepat tidur"


"Tolong kalian siapkan air hangat untuk ku , aku ingin berendam"(sambil meregangkan otot-ototnya dan berjalan menuju kamarnya)


Violetta berendam air hangat selama beberapa menit dengan ditemani iringan biola kesukaannya. Setelah selesai berendam putri berniat santai dan membaca majalah namun , ada WeChat masuk.


(Cting..)


"Hem?ada pesan?"


"Siapa malam-malam begini mengirim pesan?"(sambil mengangkat handphone dan menggosok rambut nya dengan handuk)


"Mungkin saja Retha, seperti biasa jika dia tak bisa tidur akan menggangu ku"


"Ha? pesan dari Bryant?"(Kaget saat melihat isi pesan)


"Ini benar Violetta kan?"


"Aku rasa bukan"


"Oh maaf aku kira kau teman ku"


"Ayolah aku hanya bercanda , ini aku temanmu yang baru"


"Jadi ini benar vio?"


"Yaya ini aku"


"Ada apa? bukannya besok harus bangun pagi?"


"Itu...aku tak bisa tidur"


"Lalu?"


"Bisa kah kau menemaniku malam ini?"


"Baiklah , aku juga masih belum mengantuk"


"Apa kau mau ku telfon?"


"Boleh saja , tak masalah"


Mereka berbincang-bincang selama beberapa menit dan putri merasa senang begitu juga pangeran , mereka bercerita tentang pengalaman mereka masing-masing , di penghujung percakapan melalui telfon BP menawarkan untuk bernyanyi dan putri mendengarkan nya dengan senang hati. ketika BP selesai bernyanyi , ia tak mendengar suara dari putri dan mencoba bertanya.


"Halo vio , apa kau masih disana?"


"Vio?"

__ADS_1


"Apa kau sudah tidur?"


Benar saja saking enaknya suara nyanyian BP putri tertidur dengan memegang handphone nya . BP yang mengetahui akan hal itu tersenyum dan mengucapkan selamat malam. setelah itu BP menutup telfon dan pergi ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.


__ADS_2