
"Nenek aku datang!"
"Ah cucuku tersayang , kau sudah kembali"
"Lihat aku bawakan buah-buahan kesukaan nenek"
"Baik-baik , letak kan saja dimeja"
"Selamat sore nenek"
"Ah anak baik kau juga datang"
" iya aku hanya kebetulan mengantarnya kemari dan ingin melihat keadaan nenek"
"Manis sekali , bagaimana keadaan ibumu?"
"Baik-baik saja nek , mereka menitip kan salam untuk nenek"
"Ah iya iya salam balik ya kepada ibumu"
"Eh? kalian saling kenal?"
"Nak jadi dia adalah putra dari teman ayahmu , dulu mereka sering mampir kerumah , kami bisa bertemu kembali saat dia mengantar ibu nya berobat"
"Oh jadi begitu , kenapa kau tak pernah bercerita dengan ku?"
"Sepertinya aku juga baru mengetahui hal itu beberapa hari yang lalu...hehe..."
(Kilas balik)
"Nenek tolong rahasiakan identitas ku yang sebenarnya , bilang saja aku anak dari teman ayahnya atau ibunya , aku hanya ingin menolongnya dan menolong nenek"
"Tapi kenapa nak? kau sampai membiayai pengobatan nenek hingga tuntas?!"
"Aku tak memiliki alasan khusus untuk membantu nya , aku melihat dia bekerja diberbagai tempat siang dan malam , jika aku memberikannya secara langsung aku rasa dia tak akan menerima nya"
"Apa kau menyukai cucuku?"
"Untuk itu aku tak tau persis bagaimana perasaan ku padanya"
"Baiklah ini urusan kalian , aku tak mau ikut campur dalam hal ini"
"Terimakasih nek"
Nenek Lany yang sebelumnya sudah berbicara dengan Maroon mengenai semuanya , telah setuju untuk merahasiakan yang sebenarnya sampai Lany menyadari perasaannya sendiri terhadap Maroon.
3 bulan sudah berlalu , kondisi nenek Lany semakin membaik , setelah menjalani operasi sepertinya nenek Lany bisa pulang besok lusa , bertepatan dengan peringatan hari kematian ibu Lany.
"Nenek hati-hati saat berjalan"
"Haish anak ini terlalu mengkhawatirkan ku"
"Sini biar aku saja yang membawa nenek , kau pergi urus surat kepulangan di resepsionis"
"Oke tunggu aku sebentar disana"
Mereka pergi menuju parkiran
"Hati-hati nenek menunduk sedikit"
"Iya iya"
"Hei kenapa kau duduk dibelakang!?"
"Eh?"
"Kemari duduk didepan bersamaku , kau kira aku ini supir pribadi mu hah?!"
"Ah maaf aku tak tahu"
(suara hati)
"Haha...kedua anak ini mengingatkan ku akan masa muda mereka"
"Nak apa kau melihat nya , putrimu sudah tumbuh dewasa sekarang"
"Apa kau bahagia disana? hari ini hari peringatan kematian mu , seperti biasa dia akan datang menemui mu"
"Semoga tenang disana"
Setelah selesai mengurus surat kepulangan , mereka pulang kerumah neneknya yang tak jauh dari taman kota.
"Dari pertigaan itu belok ke kiri"
"Disini ya?"
__ADS_1
"Iya belok kiri"
"Oke"
"Berhenti didepan sana , mobil tak bisa masuk"
"Ah baiklah"
"Nenek kita sudah sampai"
"Aku akan ambil barang-barang kalian di belakang , kau turunkan nenekmu"
"Baiklah"
Mereka berjalan memasuki gang rumah neneknya , Maroon membantu membereskan rumahnya , Lany mengantar neneknya untuk beristirahat di kamarnya.
Maroon berjalan melihat isi kulkas
"Kulkas mu kosong tak ada apapun yang bisa dimakan atau dimasak"
"Ah iya aku lupa belum berbelanja kebutuhan bulan ini"
"Ayo pergi"(Menyeret tangan Lany)
"Ehh...eh...tunggu kita mau kemana?"
"Berbelanja"
"Tunggu!"
"Ada apa?"
"Apa kau tak lihat?!"
"Apa yang tak aku lihat?"
"Lihatlah aku masih memakai sandal tidurku!"
"Ah maaf aku tak melihatnya...hehe"
"Dasar , tunggu disini sebentar"
"Oh oke oke"
Lany pergi mengganti sandalnya , dan membawa tasnya.
"Pergilah hati-hati di jalan"
"Baik nek"
"Nak jaga Lany baik-baik ya"
"Ah iya nenek terimakasih sudah percaya padaku"
"Ayo pergi"
Mereka pergi ke sebuah toko dekat rumahnya , dan mengambil beberapa barang yang dibutuhkan.
"Apa ini daftar belanja mu?"
"Ya ini yang ku butuhkan"
"Kau serius?"
"Memangnya kenapa?"
"Sedikit sekali"
"Ya sepertinya uang ku hanya cukup untuk membeli beberapa barang ini"
"Ambillah barang yang kau butuhkan lebih banyak lagi , ambil saja semuanya"
"Ah tidak...tidak perlu"
"Menurut saja"
"Ah baiklah"
Mereka berkeliling dan mengambil barang-barang untuk beberapa bulan ke depan , Lany berfikir membeli beberapa selimut dan jaket , ia berniat memberikan nya kepada panti asuhan dekat rumahnya.
"Sudah ..ini sudah cukup"
"Oke , ayo pulang"
"Baik"
__ADS_1
Setelah berbelanja mereka kembali kerumah dengan berjalan kaki , dan berbincang-bincang.
"Nenek kami pulang"
"Nenek disini"
"Ini ditaruh dimana?"
"Taruh saja dimeja sana"
"Baiklah"
"Maroon kemari lah nak"
"Ah..baik nek"
"Ada apa nek?"
"Duduklah disini"
"Ada apa nek?"
"Apa kau mau berjanji pada nenek"
"Soal apa?"
"Berjanjilah kau akan membuat Lany bahagia , saat nenek sudah tak ada lagi disisinya , nenek ingin kau yang menjaganya setelah nenek tiada"
"Ah baik nek"
"Dan juga ingatlah , Lany memiliki harta warisan yang ditinggalkan keluarga kami dalam sebuah kotak yang disembunyikan dibawah batu nisan milik ibunya , aku mempercayakannya padamu berikan itu saat usianya menginjak 23 tahun"
"Kenapa nenek tak memberitahunya sendiri?"
"Saat ini dia masih begitu polos dan naif , masih banyak orang yang berniat jahat disekitarnya"
"Baik nenek aku akan menjaganya"
"Pergilah temani dia mengunjungi ibunya"
"Baik nek , terimakasih telah percaya padaku , aku akan menjaganya dengan baik"
"Anak baik"
Maroon berbincang dengan nenek mengenai kehidupannya , keluarganya dan lainya juga.
Saat asik mengobrol Lany yang sedang memasak untuk makan malam.
(Mengintip ke dapur)
"Hei apa yang kau masak disana? baunya seperti ada yang gosong"
"Duduk dan diam saja"
"Tidak mau"(Berjalan mendekat)
"Apa yang kau lakukan disini?!"
"Aku hanya memastikan kau tak membakar dapurmu sendiri"
"Bicara apa kah ini?!"
"Hahaha aku hanya bercanda"
"Pergi dari sini!?!"
(mengambil sendok yang digunakan Lany mengaduk)
"Nyam...ini enak.....hanya saja......"
(Suasana menjadi romantis dan canggung)
Maroon masih memegang tangan Lany , mereka saling bertatapan. beberapa saat masakan mulai mendidih dan Lany mulai tersadar. Maroon melepaskan genggaman nya dan pergi ke meja makan.
(Suara hati)
"Apa yang ku lakukan tadi , apakah ini rasanya memiliki keluarga sendiri?"
"Jantungku tak mau tenang"
"Mukaku panas sekali"
Maroon pergi ke toilet dan mencuci mukanya , Lany yang sudah selesai memasak memanggilnya untuk makan bersama.
Mereka makan malam bersama dengan sederhana dengan perasaan begitu hangat yang belum pernah dirasakan Maroon sebelumnya , memang benar kehidupan keluarga bangsawan berbeda dengan keluarga sederhana seperti ini , kehangatan keluarga begitu terasa. Lany merasa senang saat ada sosok Maroon didekatnya , nenek merasa tenang mempercayakan Lany kepada Maroon.
__ADS_1
Makan malam selesai , maroon berpamitan untuk pulang. Lany menemani neneknya tidur , setelah neneknya tertidur , Lany pergi ke kamarnya dan membuka ponsel , mengirim pesan kepada seseorang.
...----------------...