Inikah Yang Namanya Takdir?

Inikah Yang Namanya Takdir?
Episode 8


__ADS_3

Semua orang sudah sampai , tinggal Alex dan Jane yang belum sampai rumah.


"Emm...Jane"


"Iya kak?"


"Eh? jangan panggil kak , panggil saja Alex"


"Aku rasa itu tak sopan"


"Tak apa , semua teman ku memanggil ku dengan nama itu"


"Teman? apa kita berteman?"


"Ya kenapa tidak? apa kau tak mau jadi teman ku?"


"Ah bukan begitu , aku hanya merasa tak pantas menjadi teman mu"


"Apanya yang tidak pantas? aku manusia , kau manusia, teman ku yang lain juga manusia , apa jangan-jangan kau bukan manusia?"


"Hahah kakak lucu sekali mana mungkin aku bukan manusia , apa kakak pikir aku ini jelmaan raja iblis? kakak bisa saja"(tertawa)


"Siapa sangka kau diam-diam memang jelmaan raja iblis atau jangan-jangan kau ini vampir? hahaha"


"Sudah kak perutku sakit mendengar kata-kata mu"(tertawa bersama)


"Bagaiman? jadi kau mau jadi teman ku?"


Alex menikmati suasana saat itu , dan wajahnya memerah.


"Bagaimana apa kau mau jadi temanku?"


"Emm....aku rasa ada perbedaan yang cukup besar diantara kita"


"Aku rasa tidak"


"Aku hanya tak ingin menjadi beban seseorang saja , mengenal kak vio dan kalian bagiku sudah cukup , aku tak berharap lebih"


"Baiklah aku tak memaksa"


"Kita sudah sampai"


"Baik kak aku akan turun dulu , terimakasih sudah mengantarku"


"Iya sama-sama , dahh..."


"Dahh...."


*Jane pergi memasuki rumah vio , Alex pergi meninggalkan rumah itu dan kembali pulang.


Vio yang sedang berbicara dengan BP lewat telfon , melihat mereka dari atas kamarnya , vio merasa Alex memiliki sesuatu terhadap vio dan dugaan vio diperkuat dengan perkataan BP.


Kegiatan hari ini begitu melelahkan , semua orang pulang dan beristirahat. Hari-hari berjalan seperti biasa. Arlan sudah 3 hari tak datang ke sekolah , begitu juga dengan Lany.


Maroon merasa kesepian karena tak ada Lany yang membangunkan dia saat jam matematika selesai , ia juga merasa bersalah dan berniat untuk pergi menemui Lany*.


"Apa kah ini tempat nenek Lany dirawat?"


"Aku akan bertanya kepada kak vio"


(Tut....Tut....Tut....)


"Halo"


"Halo kak , ini aku Maroon"


"Ada apa maroon?"


"Apa kau tahu dimana tempat nenek Lany dirawat?"


"Di rumah sakit A"


"Terimakasih kak , aku tutup dulu telfonnya"


"Baiklah"


"Eh tunggu kak!"

__ADS_1


"Ada apa lagi?"


"Kira-kira neneknya Lany dikamar nomer berapa ya?"


"Aku rasa 103 , coba tanya ke resepsionis atas nama Mey Velove"


"Oke kak terimakasih"


"Sama-sama"


*Setelah mengetahui lokasi nenek Lany dirawat , maroon bergegas pergi.


Sesampainya disana , maroon melihat Lany berbicara dengan resepsionis dengan membawa obat lalu pergi , maroon mengikutinya dari jauh.


"Apa itu Lany?"


"Aku akan mengikutinya"


Lany memasuki ruangan tepat di pintu tertulis nomor 103 , seperti yang dikatakan vio. Maroon hanya melihatnya dari luar ruangan dan mendengar percakapan mereka*.


"Nenek aku sudah kembali"


"Apa kau pergi mengambil obat?"


"Ya karna obatnya sudah habis jadi aku pergi membelinya lagi"


"Seharusnya tak perlu membelinya lagi!"


"Nenek jangan seperti itu di dunia ini aku hanya tinggal memiliki nenek saja"


"Ayo kita pulang saja"(berusaha berdiri)


"Nenek cukup!"


"Aku sudah cukup lelah menghadapi semua ini , aku datang kemari agar aku bisa bahagia melihat nenek baik-baik saja , jika nenek tak mau hidup lebih lama lagi dan menemaniku maka aku yang akan menemani mu menuju surga"(menitihkan air mata)


Maroon yang mendengar perkataan lany , terkejut bukan main.


"Aku hanya berfikir jika aku tiada mungkin kau akan bebas dari beban ini"


"Aku hanya ingin kau menjalani masa muda mu seperti seharusnya , bermain bersama teman-teman mu , pergi belajar , dan mencari pendamping hidup"


(Terkejut sekaligus tersenyum)


"Baiklah naik baik , kau cucuku yang paling ku sayang , kemari lah"


(berjalan mendekat dan memeluk neneknya)


"Minum lah obatnya aku akan pergi ke resepsionis untuk membayar tagihannya"


Mendengar hal itu maroon bergegas menuju resepsionis , dan membayar semua tagihan rumah sakit nenek Lany. Maroon meminta agar identitas nya disembunyikan dari keluarga Lany.


"Tolong tagihan untuk kamar nomor 103"


"Tunggu sebentar"


(mencari data)


"Untuk nomor 103 atas nama ibu Mey Velove sudah dibayar lunas"


"Apa?"


"Tagihannya sudah lunas juga sudah dibayar lunas hingga beberapa bulan ke depan"


"Apa anda yakin? aku bahkan belum membayar obat yang ku bawa tadi"


"Benar nona , silahkan anda cek sendiri"


"Baiklah"


(Suara dalam hati)


"Ini aneh , siapa yang membayarnya , aku bahkan belum meninggalkan tempat ini lebih dari satu jam"


"Siapa sebenarnya orang yang membayarnya?"


"Apa ini ulah kak vio?"

__ADS_1


"Aku akan menelfon nya"


(Tut....Tut.....Tut....)


"Halo"


"Kak apa ini ulah mu?"


"Ada apa?"


"Apa kau yang membayar semua tagihan rumah sakit nenek ku?"


"Aku rasa bukan aku"


"Jangan berbohong"


"Untuk apa aku berbohong pada mu tak ada gunanya bagiku"


"Lalu?"


"Ya sudahlah kalau sudah dibayar ya bagaimana lagi!"


"Tapi kak...."(Tut... tutt... Tut)


"Haish , dimatikan dasar! yasudah lah siapapun dirimu terimakasih banyak"


*Maroon yang melihat Lany dari kejauhan merasa senang , ia juga merasa lega setidaknya ia dapat membantu meringankan beban Lany.


Esoknya Maroon datang pagi-pagi , dan membawakan sarapan juga beberapa bingkisan. Maroon datang dan berbincang sebentar dengan neneknya sebelum Lany datang*.


"Terimakasih nenek aku pamit dulu , cepatlah sembuh"


"Kau anak yang baik"


Selang beberapa menit Lany datang membawa sarapan untuk neneknya , namun ketika ia masuk , ia bingung dengan beberapa bingkisan yang memenuhi meja.


"Apa semua ini nek?"


"Tadi ada keluarga pasien sebelah yang mampir melihatku , karena tadi aku sendirian jadi dia menemaniku sebentar dan memberikan ini"


"Apa ini benar-benar sehat? tidak ada racun kan?"


"Kau ini bodoh ya , mana ada orang memberi racun sekaligus memberi madu"


"Aku kan hanya bertanya"


"Sudahlah kau bawa apa?"


"Ah ini makanan kesukaan nenek , kari cumi dengan ekstra bawang goreng"


"Wah sini duduk dan makan bersama nenek"


(Berjalan mendekat)


"Nak... nenek ingin bertanya suatu hal kepadamu"


"Katakan saja nek"


"Apa benar selama ini kau bolos sekolah? kemana saja kau?"


"Ah itu bibi Wang tetangga kita baru saja membeli pintu baru , karena pintu lamanya dirusak oleh paman Wang"


"Lany katakan pada nenek kemana saja kau beberapa hari ini?"


"Aku....aku hanya istirahat dirumah"


"Katakan yang sejujurnya"


"Iya nek aku hanya beristirahat sebentar"


"Kau yakin? tatap mataku!"


"Aku pergi bekerja selama beberapa hari ini untuk biaya rumah sakit nenek dan biaya kehidupan ku sendiri"


"Haish , kenapa kau begitu bodoh , kau dibiayai vio sekolah agar kau bisa lebih baik di kehidupan mu selanjutnya , kenapa kau malah membolos!?"


"Maafkan aku nek"

__ADS_1


"Sudahlah mulai besok aku tak mau mendengar bahwa kau membolos sekolah lagi"


"Baik nek"


__ADS_2