Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
5 tahun sudah terlewati


__ADS_3

Sungguh satu cerita yang menyedihkan tapi diahirnya akan kita liat nanti bagaimana bentuk tragedi kehidupan anak manusia yang penuh gelombang yang mengharukan, akankah membuahkan sebuah hasil happy ending atau....Namun ada baiknya kita liat siapa siapa saja pemerannya..ayuuk kita liat dulu mereka..




Ardi seorang pengusaha muda berdomisili diBali. Aslinya dari Jogjakarta tapi merantau keBali mencari keuntungan disana.


Orangnya jujur, baik hati dan penyayang.




Dewi, seorang wanita muda, cantik dan ayu. Anak perempuan satu satunya anak dari pak Suhar pedagang toko besar furnitur diSurabaya dan Jakarta.




Ni Luh, gadis Bali yang sederhana, ayu dan baik hati. Pekerja keras membangun toko suvenir diUbud Bali dari nol hingga sukses.




Rebecca, pelukis wanita muda wanita sangat cantik tinggal diUbud Bali. Ayahnya Jawa dan ibunya Perancis. Ia terkenal sebagai pelukis sukses.




Seruni, satu satunya adik daripada Ardi. Tinggal diJogja mengurusi rumah orang tuanya. Sangat sederhana dan baik hati.




Muji, sahabat Ardi. tinggal diJogja, Ia seorang Indigo dan ia menarih hati kepada Seruni.




Nah..itulah ke 6 tokoh inti dalam ceritaku ini..Yuuk kita baca sampai selesai...banyak sekali lika liku kejadian klimax dan anti klimax bercampur menjadi satu cerita yang cukup seru..selamat membaca ya..


********


Sudah lima tahun bahkan sebentar lagi masuk tahun ke enam Ardi berpisah dengan Dewi. Tapi luka itu terlalu dalam bersemayam dilubuk hatinya, seakan terpatri dan mengukir dengan gaya yang paling buruk disana. Warnanya hitam dan ada juga warna merah darah melumuri didalam hatinya.


Ardi sudah lupa berapa ratus kali ia duduk sendirian diatas bebatuan dipinggir pantai Kuta ini. Angin pantai yang keras menerpa wajahnya dan rambutnya yang kini memanjang berkibar dan sebagian menutupi wajahnya. Ia acuh akan hal itu, ia biarkan rambut panjangnya menampar nampar pipinya.


Seorang bapak tua yang sedari tadi memperhatikan dari balik pohon tersenyum. Perlahan ia bergerak berjalan pelan menuju tempat dimana Ardi duduk.


"Nak..blom pulang? sudah mau jam 6 lho..kamu kan biasanya pulang untuk shalat" ujar pa tua mengambil posisi duduk disamping Ardi.

__ADS_1


"Masih enak disini..biarkan aku bersama angin angin ini" katanya acuh.


"Nih..aku ada teh anget, ayo diminum" tangan tua itu menyodorkan sebuah cangkir tua.


"Eh besok pagi aku mau ke Ubud. Siapa tau kamu mau liat liat sawah. Pemandangannya bagus bagus dan kamu bisa santai disana. Mbok ga ikut katanya dan kamu bisa ikut bonceng kalo mau. Paling sore juga urusanku sudah selesai. Mau ikut ga?"


Laki laki berambut panjang itu menoleh kearah pa tua dan tersenyum. Ia menaruh tangannya dipundak orang tua itu.


"Kalo gitu aku ikut..jam brapa berangkatnya?"


pak tua tersenyum.


"Kamu tunggu aku dipos polisi depan itu jam 5 pagi supaya ga kena macet..pake jaket ya dingin anginnya"


"Makasih pak.."


********


Jam 5.30 mereka sudah masuk Ubud. Udara yang bersih dan segar membuat nyaman Ardi.


"Kamu yang santai diUbud ya, terserah mau kemana, nanti aku jemput pas depan Puri Ubud jam 6 sore..oke bos?"


"Trima kasih pak"


"Enjoy aja..santai Ubud tempatnya istirahatkan otakmu yang butek itu! hehe" teriak pa tua didepan.


"Iya lah..aku mau coba ketemu temen lamaku..siapa tau masih diBali" Jawabnya sambil teriak. Angin kencang menerpa cover depan helmnya.


********


Istananya tidak terlalu besar seperti Istana Jogja tapi sangat artistik, aneka ragam ukiran batu dan kayu menghiasi halaman Istana dan kalo kita masuk kedalam Puri akan terasa keindahan Bali dengan segala macam ornamennya.


Keris keris tua berjejeran diruangan khusus pusaka. Kita seakan masuk kealam era Singosari dan Majapahit dimana kejayaan era kerajaan Jawa yang terkenal sampai keujung dunia. Ya di Balilah semua sejarah tersimpan dengan rapi.


Tetapi..ada sebuah kenangan yang sangat pahit tersimpan kekal di istana tua Ubud itu..oleh karenanya, ketika Ardi diturunkan didekat Puri itu ia dengan cepat melewatinya. Bahkan ia tak sudi melirik tempat yang sakral itu.


Siapa saja boleh mengatakan bahwa Istana tua itu indah tapi bagi Ardi tempat itu adalah tempat terkutuk.


Bahkan meskipun Dewata yang bersemayam diseluruh pulau Bali ini telah mensucikan Puri itu bagi Ardi tetap sebuah tempat yang menyedihkan dan terkutuk!


Ya, diPuri nan agung itulah 5 tahun yang lampau kali pertama Ardi berkenalan dengan seorang gadis cantik jelita bernama Dewi Aahana Sulistowati.


Ardi seorang pengusaha muda yang sedang menanjak naik karirnya dibidang export import barang antik ke manca negara secara tidak langsung berkenalan dengan Dewi.


Saat itu Dewi sedang jalan jalan bersama beberapa teman kuliahnya diBali kebetulan juga ada acara perkawinan teman kuliahnya diBali.


Pagi itu Dewi dan teman temannya kebetulan ada waktu kosong sebelum acara pesta pernikahan. waktunya mereka gunakan untuk mengunjungi Puri Ubud.


Dan Ardi siang itu sedang menunggu rekannya seorang pengirim ekspedisi barang antik ke Australia, pak Komang namanya. Namun karena tiba tiba hujan turun maka ia mencoba masuk kehalaman Puri dan berteduh didekat meja recepsionis Puri Ubud.


*******


"Ya ampun hujan!..gila deres lagi" ujar Mariana aga sedikit berteriak.


"Wi..lo punya no hp pak Made, call bisa ga? supaya jemput didepan Puri"

__ADS_1


Ardi melirik kearah ramenya suara diatas tangga.


"Ok dia menuju kesini..eh jam brapa kita harus siap siap?" Tanya Dewi.


"Pokonya jam 3 kita harus siap dihotel, perias datangnya jam 3.30"


"Kita kebawah yuk..jadi klo pa Made dateng kita langsung naik"


********


Ardi tersenyum ketika empat gadis muda belia datang dan berhimpit himpit disampingnya.


Tapi, dari keempat nya Ardi melirik ada satu yang langsung menarik perhatiannya. Ia berambut sepundak lebat dan hitam, dipipinya ada lesung pipit, gigi depannya agak sedikit tumpang tindih tapi justru itulah yang membuat senyumnya sungguh menawan.


"Eh maaf ya mas..kita sharing ya" kata Dewi yang datang dan berdiri pas disamping Ardi.


Oh my god! bau minyak wanginya tersebar diudara karena angin tiba tiba datang membelai tubuh Dewi. Ini baunya seperti bunga rose campur dengan bunga Yasmine tapi kaya ada campuran minyak buah Raspberry dan Citrus menjadikan aga sedikit menggigit tapi aromanya sweet..ga salah pikirnya ini minyak wangi Estee Lauder. Hidung Ardi cepat sekali mengendus bau yang harum itu.


Hmmm sedapnya bau sesedap wajahnya yang sungguh aduhai..


"Ya silahkan,.. Ubud emang begini, dibulan bulan pertengahan tahun selalunya hujan..supirnya sudah dekat?" Ardi membuka pembicaraan..


Ani salah satu temannya sempet nengok kearah datangnya suara berat seorang laki. Wow..keren juga, pikirnya.


"Ga tau juga ya..ko Ubud macet ya?"


"Ya itulah Ubud..saking terkenalnya..semua orang didunia pada datang padahal Ubud kecil"


Ga berapa lama kemudian kendaraan mereka datang, dan Dewi sempatkan bilang selamat tinggal ke Ardi.


Ardi menyesal..ko cepet sekali perjumpaannya..Aaah,ngelamun aja kau,pikirnya.


Tiba tiba temannya, Pa Komang datang sambil menunduk nundukan badannya yang kehujanan.


"Ya ampun pak..ko ga pake payung. basah semua badanmu bos!"


"Biarin..cuma air ko, maaf telat biasa Ubud macet"


Mereka berdua berbincang disana sambil menunggu hujan reda.


Hari ini pertemuan dengan pa Komang akan diadakan disebuah rumah makan didaerah Sayan dimana ada Sayan House dengan pemandangan sungai Ayung yang mempesona itu.


********


"Eh Wi..elo itu ya.. pergi kemana aja selalu ada aja cowo yang nempel" kata Harumi ngledek didalam mobil.


"Lho bukan gitu lagi..tadi kan yang turun duluan guwe, ternyata disana ada doi..tapi ngomong ngomong ganteng juga lho hehe"


"Awas lho kecantol, cowo Bali atau mana sih? bodynya sterek pasti suka ngejim dia" timpal Mariana.


"Waduuh sampe bisa ngeliat body segala kacau nih..guwe ga perhatiin tuh" kata Dewi tersenyum.


"Caelaah..so suci Dewi..eh pa Made, mba Dewi ini cowonya banyak lho" kata Harumi.


"Hehe..baguslah, jalan jalan keBali sambil kenal cowo ya ga apa apa" pa Made berkata.

__ADS_1


********


__ADS_2