Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
Yang satu ke Jakarta satu lagi ke Jogja.


__ADS_3

Liburan ini sungguh menyenangkan Dewi, segala kebencian yang ia alami hari demi hari mulai hilang. Meskipun hanya dua hari tapi cukup untuk menghilangkan kejenuhan diJakarta. Keduanya yang kini duduk berdekatan dikursi belakang Taxi menuju bandara Ngurah Rai, saling berpegangan tangan.


"Jangan sampe telat kirim kabar nya, kamu sering telat..aku tuh kangen lho kalo ga di kabarin" pinta Dewi.


"Dont worry..oh ya, kamu mending apus deh semua foto & video yang kamu ambil semalam"


"Oh my God! thank you.. ampir aku lupa..tapi ada satu foto yang cakep, aku ambil waktu kamu bobo..aku kirim ya"


"Kamu nakal amat..orang tidur difoto..mana liat" kata Rebecca


"This one.." Dewi perlihatkan sambil tersenyum.


"O my God aku bugil! sini kirim..ayo yang lainnya delete please"


Tidak berapa lama mereka sampai diAirport. Pada waktu mereka hendak Cek in, tiba tiba Dewi menarik tangan Rebecca.


"Sebentar..jangan kecounter dulu..kita duduk disini dulu" kata Dewi berbisik.


Dikejauhan mereka melihat Ardi berjalan cepat kearah counter Lion Air. Ardi terlihat membawa 1 ransel besar, rambut panjangnya ia ikat, meskipun ia memakai kaca mata hitam Dewi masih mengenal sosok priya ganteng itu.


Oh no! Rebeccapun cepat duduk dibangku keduanya seakan terpaku disana.


Keduanya memikirkan hal yang berbeda. Rebecca takut akan terbuka rahasia besarnya dan sedangkan Dewi tidak mau bertemu dengan Ardi karena terahir kali mereka berpisah sungguh momen yang menyedihkan.


Untung Dewi duluan yang melihat sosok Ardi..dan bagaimana kalo sampai Ardi yang duluan melihat!


Tidak berapa lama setelah Ardi Cek in dan berjalan cepat kearah boarding area, barulah Dewi menarik Rebecca untuk bangkit.


"Ayo kita Cek in" kata Dewi.


"Oh itu mantanmu? ganteng ya.." kata Rebecca berpura pura.


"Sst.." Kata Dewi sambil menaruh jari telunjuk dibibirnya.


"Okay..okay.." Rebecca mengangkat dua tangannya seakan menyerah. Dewi menoleh dan tersenyum.


Karena masih awal, beberapa counter terlihat kosong. Dewi langsung kesalah satunya dan melakukan Cek in.


Setelah semuanya beres. Mereka berjalan pelan dan pas dipintu boarding Dewi memberikan peluk yang erat sambil berbisik.


"Thank you for everything..aku sangat bahagia..lain kali aku akan lebih lama lagi disini..I am going to miss you..sering kirim kabar ya"


"You are welcome pretty one..lain kali yang lamaan ya, janji lho..Love you Dewi" Ia memberikan ciuman mesra dipipinya dan melepaskan cium jauh sambil tersenyum sedih.


********


DiJogja..


Pesawat Ardi telah mendarat diJogja 20menit yang lalu..dan kini ia berjalan menuju pintu exit.


"Mas Ardi!..mas!"


Ardi mencari suara itu, ia kaget melihat adiknya Seruni yang kini telah menjadi wanita yang ayu.

__ADS_1


Sudah hampir 6 tahun semenjak ia meninggalkan Jogja dan pindah keBali, karena sibuknya dengan pekerjaan dan lima tahun terahir setelah ia putus dengan kekasihnya ia tidak pernah pulang keJogja.


Ia berlari dan memeluk adiknya.


"Ya ampun adikku cantiknya kaya bintang film"


"Eh mas Ardi sekarang kaya orang bule ya..mentang mentang tinggal diBali..lagian rambutmu sekarang lebih panjang dari rambutku"


"Ya dulu kan emang sudah aga gondrong to.."


"Ayo mas..aku bawa mobil" kata Seruni.


"Weleh gayane..adikku bisa bawa mobil lo..mana tahan"


"Wes..pokoe aman.."


********


Bantul telah berubah, dulu disisi kiri kanan banyak sawah dan ga begitu ramai..sekarang seakan jalan raya menjadi sempit. Kendaraan mobil banyak sekali. Rumah orang tua Ardi berada didaerah Imogiri dekat dengan makam para Radja Mataram..Rumah tempat ia dibesarkan.


Ia masuk kerumah tua itu..perlahan ia lepaskan sepatunya dan berjalan pelan mendekati kamar ibunya. Kamar tua yang penuh nostalgia.


ia duduk pelan pelan ditempat tidur dimana ibunya berbaring.


"Bu..Ardi ada disampingmu" ucap Ardi pelan dikuping ibunya.


Ketika suara Ardi terdengar dikupingnya yang tua..ia menggerakkan tangan kanannya. Ia angkat pelan pelan keatas. Ardi mengerti maksud ibunya, ia gapai tangan tua itu dan ia bawa kewajahnya.


Sekejap Ardi melihat ibunya tersenyum. Meskipun tak kuasa bicara namun sang ibu tau bahwa disampingnya ada anak laki lakinya.


Diwajahnya terulas sebuah senyum. Pelan pelan ibunda membuka kedua matanya.


"Le..ko sui men" suara bunda pelan mengatakan kenapa lama sekali datangnya.


"Aku wes tuo..wes to, nang kene wae..omah iki yo omahmu. Rawatno" Ibunda melanjutkan bahwa ia sudah tua, Ardi harus dirumah karena ini kan rumahnya juga. Uruslah rumahmu kata wanita tua itu perlahan.


"Njjih bu..Ardi disini, ibu sehat njjih..sekarang Ardi disampingmu" Ujar Ardi.


Seruni datang dan duduk ditempat tidur sambil mengelus elus dan memijat pelan kaki ibunya.


"Istirahat buk, biar mas Ardi mandi dulu" Seruni berkata.


"Ga apa apa Runi..aku masih kangen" Ardi mengusap wajah ibunya dan tersenyum.


"Yo wes..mas aku buatin kopi panas ya"


"Oh ya makasih"


Ibu dan anak lakinya saling bicara beberapa menit disana dan Seruni masuk kedapur membuatkan kopi panas dan menyiapkan hidangan panas lainnya.


Hand phone Seruni tiba tiba berdering ia liat Muji yang call.


"Halo mas Muji..opo?"

__ADS_1


"Run..masmu teko yo?.weleh aku dikasih tau Bambang. Aku kesana ya?" tanya Muji sahabat lama Ardi semenjak SMA dulu.


"Monggo mas..ini masih ketemuan sama ibu"


"Njjih suwun..bentar lagi aku kesana" kata Muji.


********


Setelah ketemu ibunya dan selesai mandi Ardi duduk dikursi tua dibelakang rumahnya yang menghadap kesawah dibelakang.


"Di! weleh weleh bintang pilem dari Bali pulang kampung!" Teriak Muji menemui Ardi. Ia membentangkan kedua tangannya.


"Apa kabarmu..apik?" tanya Ardi


"Alhamdulillah..gimana Bali?..weis kaya turis bule saiki haha" Dua sahabat saling berpelukan.


"Duduk yok..nih kopi Bali..aku bawain dari sana. kamu sukanya kopi Bali kan?" kata Ardi sambil menyerahkan 2 bungkus kopi hitam.


"Gimana..kamu masih sakit hati yo" tanya Muji tiba tiba sambil menyulut roko.


"Aah ga taulah..tapi ya Alhamdulillah belakangan ini aku nemu seseorang baru. Apik opo ra yo aku ra ngerti..Aku ikut alur hidup aja" Ardi berkata sambil menarik napas panjang.


"Ya santai aja..siapa tau kali ini cocok. Mbok aku dikasih liat..ono foto cewemu? coba aku liat"


"Oya kamu kan agak agak Indigo..coba liat yo" Ardi buka galeri foto di hpnya.


"Aku bukan Indigo tapi bisalah sedikit sedikit hehe"


kata Muji.


Ardi memperlihatkan foto Rebecca yang berdiri bersama Ni Luh didepan tokonya diUbud.


"Hmm yang kiri ini anak Bali asli yo..seng kanan yo


de e" ujar Muji sambil menunjuk kearah Rebecca.


Ardi membiarkan sahabatnya melihat foto itu


"Kalo liat sekilas ya..maaf hanya sekilas dan ini tidak bisa dijadikan patokan..hanya secara cepat saja..sekali lagi maaf temanmu ini tidak cocok..ada aura 2 naga bersemayam disana kecuali dilakukan opo kui klo diBali bilangnya Melukat" Muji berkata serius.


"Oh ya..lho ko gitu?" Ardi sedikit kaget.


"Bentar..ini kan hanya sekilas..coba nanti malam saya baca lebih detail yo..Aaah penasaran aku, kirim ke aku foto ini iso?"


"Yo ta kirim..eh, pacarmu dulu tu gimana masihkah?" tanya Ardi.


"Waah susah mas..dah pegatan..dia maunya sama yang kaya..yo sama dengan kamu dulu itu" kata Muji.


"Lho kita senasip..eh klo ga ada kerjaan ikut aku nang Bali yo..kalo ibu dah sembuh kita bareng kesana" ajak Ardi sambil nyruput kopi.


"Wah ga ah..makasih sebelumnya..lha siapa yang mau nggarap sawah bapak? Biar aku disini aja.."


"Nanti kita kerumahmu yo aku kangen bapak"

__ADS_1


********


__ADS_2