Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
Ni Luh sahabatku


__ADS_3

Setelah berbincang ngalor ngidul ahirnya Muji ijin pulang..ga enak ibunya Ardi sakit.


"Di..Aku sekali lagi maaf ya kasih info ga enak. Tapi ya mending aku kasih tau daripada kamu kebablasan kepincut sama ini..masa iya dua kali runyam. yo to?"


"Yo wes..suwun yo dah dikasih tau..aku mau coba korek informasi dari temen temen deket nya, siapa tau ada info tentang dia."


"Yok..aku mulih sek..salam buat ibukmu" kata Muji sambil melambaikan tangannya.


Ardi termanggu manggu di teras rumahnya..apakah info ini benar adanya? Ok aku mau kontak Ni Luh. Itu reaksi pertama Ardi.


********


Handphonr berdering ditempat kediaman Ni Luh dan langsung dia jawab.


"Hei!.gimana kabar ibumu?" Langsung Ni Luh bertanya.


"Kayanya tambah parah Ni..masalahnya dia ga mau dirawat di rumah sakit. Tapi aku disampingnya terus, semoga diberikan kesembuhan oleh yang Kuasa.."


"Iya aku ikut doakan juga"


"Ni..aku ada sesuatu yang mengganjal dan ingin bertukar pikiran dan informasi sama kamu..bisa tolong aku?" kata Ardi langsung to the point.


"Oh kenapa Ardi? ya silahkan..aku akan bantu kalo aku bisa"


"Tolong jawab yang jujur ya..soalnya mumpung belum jauh hubunganku ini"


"Loh kenapa ya? maksud kamu hubungan dengan Rebecca? atau gimana.."


"Iya betul dengan Rebecca. Langsung aja ya..Tapi mohon ini antara kita saja" Ardi terdengar menarik napasnya sebelum ia melanjutkan pertanyaan berikut.


"Apakah Rebecca seorang bi-***..maksudku suka laki tapi juga suka perempuan" Suara Ardi hampir tidak terdengar..Seakan suaranya tertelan bumi..pelan dan bergetar.


"Hmm gimana ya..aku mau ngomong susah Ardi..kamu temanku Rebecca juga sahabatku..Tapi, gini...memang dulu itu dia begitu, tapi setauku dia sudah tidak lagi"


"Maksud kamu..ini betul bahwa dia seorang bi-***?" Ardi memotong Ni Luh.


"Aku juga ga tau secara jelas..tapi, aku tau dari cerita seseorang yang sekarang orang itu sudah pulang ke German.." Gantian sekarang suara Ni Luh yang menjadi pelan hampir ga terdengar.


"Ni Luh ko ga cerita dari awal sama aku?"

__ADS_1


"Ya aku kan ga tau kalo kalian mau jadian..setelah kalian jalan..semua sudah terlambat..kamu kayanya sudah begitu sayang sama dia"


"Hmm...kacau kalo gini" kata Ardi


"Tapi, aku sempet sih bilang ke dia..Rebecca, kamu jangan macem macem ya sama Ardi..dia teman baikku"


Ehem..ehem..Ni Luh terdengar sedikit batuk.


"Dia bilang jangan takut..aku betul betul sayang sama Ardi dan ga akan kusakiti hatinya..lagian aku sudah ga kaya dulu lagi..itu yang aku inget dia bilang"


Ardi terdiam..apakah kini ia punya pasangan wanita lain? Terus kenapa dia agak acuh ya sekarang?


"Halo..Ardi. Ko diem? Ardi.."


"Ya..aku masih disini..semoga dia tidak begituan lagi..aku tadinya mau pinjam wang sama dia untuk urusan ibuku..tapi kini kayanya aku urungkan. Aku mau urus ibuku dulu semampuku" Ardi berkata sambil menarik nafas yang dalam.


"Terima kasih Ni atas ceritanya..maaf kalo aku ganggu kamu" lanjut Ardi.


"Ga apa apa Ardi. Aku juga minta maaf ga bilang kekamu dari awal. Semoga ibumu cepat sembuh ya..aku doakan, kalo dah sembuh cepet keBali lagi..aku kangen ngobrol"


"Baik Ni..makasih..Insya Allah ibu cepat sembuh. sampai lain waktu ya.."


********


Minggu ini tidak ada acara pameran sama sekali. Hari harinya Rebecca lebih banyak meluangkan waktunya untuk duduk sendirian..entah dicafe Ronji atau Dragon fly cafe. Ia kini banyak melamun.


Beberapa kali ingin ia kontak Ardi tapi hatinya mengatakan ingin kontak Dewi. Hatinya seperti terbelah dua. Entah yang mana akan ia pilih. Ketika sedang melamun itu tiba tiba hpnya berbunyi, ia lihat sebuah pesan dari Ni Luh.


"Kamu dimana sekarang?"


Rebecca membalas


"Aku di Dragon fly..mau temenin aku?"


"Ok, tunggu aku jangan kemana mana"


"Siap boss" jawab Rebecca singkat.


Kurang lebih setengah jam terlihat Ni Luh datang. Ia melambaikan tangannya kearah Rebecca.

__ADS_1


"Sekalian pesen minuman dong" kata Rebecca


"Udah tadi aku pesen juice aja" ia mendekatkan kursi ke Rebecca. Rebecca aga aneh ko Ni Luh tiba tiba serius.


"Kita harus bicara serius tentang kamu dan Ardi"


"Ok..kamu kaya dukun aja..bisa baca pikiranku..dari minggu lalu aku sebetulnya udah puyeng" kata Rebecca sambil nyruput kopinya yang masih hangat.


"Rebecca..katakan padaku sejujurnya..apakah kamu sudah jatuh cinta sama Dewi? please terus terang sama aku" wajah Ni Luh seakan meminta penjelasan sejelasnya dari Rebecca.


Namun Rebecca hanya diam bagaikan patung, ia hanya melihat kearah taman didepan sana.


"Rebecca! janganlah kamu bermain api!.Dulu aku sudah bilang jangan ganggu Ardi, tapi kamu ngotot ingin mendapatkannya, setelah kamu dapat, sekarang kamu ada affair dengan wanita.." Ni luh berbicara agak pelan supaya tak terdengar orang tapi to the point.


"Dan wanita itu adalah temanku dan juga bekas kekasih Ardi. Kamu gila! gila bener!..katanya kamu sudah ga mau lagi gitu gituan..ternyata semuanya bohong!" Ni Luh sudah jengkel dan suaranya agak keras sekarang.


"Tau ga kalo sekarang ibunya Ardi sekarat, dia disana untuk urus ibunya, betapa hancurnya hatinya apabila mengetahui apa yang telah kau lakukan..hendak kau bawa kemana harga dirimu? mana?.. kamu membingungkan aku sebagai sahabat setiamu.." Ni Luh terus mencecar Rebecca.


Tiba tiba Rebecca memalingkan wajahnya kearah Ni Luh dan ia menangis.


"Haduuh Ni..aku pusing! kenapa aku jadi begini??" Rebecca menangis dan kedua tangannya menutup matanya.


Ni Luh langsung menangkap tubuh Rebecca dan ia peluk sahabatnya. ia dekapkan wajah Rebecca kedadanya. Kini keduanya menangis. Mereka saling mendekap.


Seorang waiter yang datang hendak mengambil gelas yang kosong langsung balik arah dan meninggalkan kedua wanita itu disana.


"Ya ampun Rebecca temanku sayang..kenapa kamu ga sembuh sembuh sayang" Ni Luh mengelus elus kepala sahabatnya.


"Apa jadinya kalo mereka saling tau tentang semua ini? Bagaimana perasaan Ardi yang kau sayangi dan Dewi yang kau cintai itu? ya Tuhan..." bisik Ni Luh yang sedang mendekap Rebecca.


"Aku ga tau apa yang akan terjadi..aku ga tau Ni"


"Ayo..kita stop semua tangis ini..ayo sayang..kita bicara..yuk kita bahas dan selesaikan hari ini juga" kata Ni Luh sambil mengangkat wajah Rebecca.


"Tolong aku Ni..kamu sahabatku bukan..tolong aku yang hina ini.."


Ni luh mengambil sapu tangan dan mengeringkan air mata Rebecca. Dengan kasih sayang ia mengeringkan semua wajah temannya yang sedang kalut.


********

__ADS_1


__ADS_2