
Dewi masuk kekamar kerja suaminya dan menarik secarik kertas. Lampu meja ia nyalakan. Ia mulai menulis dikertas itu, jari jarinya bergetar hampir ta kuasa memegang pulpen.
Mur,
Aku sudah tidak kuat lagi..kamu telah menghancurkan hidupku..kau cabik cabik dan merusak kehidupan kita sebagai suami istri.
Biarlah aku pergi selamanya..karena itu yang kau inginkan selama ini bukan?
Aku hanya ingin satu saja..kirimkan jenazahku kembali keorang tuaku. Biarkan mereka yang urus.
Jangan pernah ziarah kekuburanku. Aku benci dirimu!!
Dewi meneteskan air matanya. Ia sudah bulat tekat dengan apa yang akan ia lakukan. Semuanya menjadi gelap dan ia benci segalanya.
Ia benci kenapa dulu orang tuanya harus jatuh bangkrut. Ia benci ia harus merelakan ayahnya menjodohkan aku dengan dia seorang anak orang kaya yang tidak punya cinta kasih kepada istrinya. Ia benci kenapa ia harus berpisah dengan Ardi. Dan ia benci ia telah jatuh cinta kepada seorang wanita. Ia benci kepada dunia ini!
Dewi meletakkan pulpen dan meninggalkan kertas itu diatas meja suaminya.
Ia membuka hp dan mengetik sebuah note.
Rebeccaku sayang,
Pada saat kau baca ini, aku sudah siap untuk meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya. Terima kasih kamu telah hadir diruang hidupku yang semu ini. Maafkan diriku yang telah mengganggumu dan biarkan aku mengakhiri semua ini demi kebaikan kita semua.
Jangan kau cari dimana aku dikuburkan..ikhlaskan saja.
Maafkan aku..Love you selamanya.
Dewi.
Langsung ia kirim ke hp Rebecca.
Sambil menangis ia mengambil kunci mobil dan bergegas menuju kegarasi.
Mbok Narti yang belum tidur mendengarkan suara dari dalam rumah dan selanjutnya seperti suara pintu belakang menuju garasi dibuka. Ia melongok dipintu kamarnya dan dilihat bu Dewi berjalan tergesa gesa sambil menangis.
"Bu..mau kemana malam malam?" tanyanya hati hati.
"Aku mau keluar..ga apa apa mbok, tolong tutupkan garasi kalo aku sudah keluar" terdengar suara majikannya serak.
Mbok Narti melihat wajah bu Dewi yang kusut dan basah dengan air mata. Bingung dan ga tau apa yang harus ia lakukan.
"Ada yang bisa saya bantu? Bu ini kan sudah malam"
katanya mencoba menerka nerka keadaan majikan perempuannya.
"Tidak ada yang bisa bantu saya mbok saat ini...sudahlah kamu tutup saja garasinya ya"
__ADS_1
Dewi langsung masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.
Mbok Narti berdiri kebingungan.
"Ayok.. bantu buka pintu depan" Dewi memerintahkan mbok Narti. Wanita paruh baya itu berlari kearah depan dan membuka pintu keluar.
Sekejap Dewi keluar dan pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan pahit itu. Tujuan hanya satu. Menuju ruas Tol.
Mbok Narti bingung bukan main, setelah menutup pintu luar ia berlari membangunkan teman lainnya.
"Heh bangun bangun! bu Dewi pergi sambil nangis!" semua pembantu rumah tangga ia bangunkan.
"Haah..ada apa? apa ini karena tadi malam..aku dengar mereka bertengkar lho" kata Sugik sang penjaga rumah.
"Kamu tu gimana sih? kan mustinya jaga didepan! ko malah tidur disini??" kata mbok Narti marah.
"Aku ngantuk haduuh kemana bu Dewi perginya?"
Mereka semua panik...
Ditengah malam ini suasana jalan diJakarta lenggang, hanya satu dua kendaraan yang melintas. Didalam mobil Dewi menangis sejadi jadinya..marah dan hancur bercampur. Dadanya sesak pikirannya buntu.
Sakit dimukanya sudah tak ia hiraukan, tapi sakit dihati dan perasaannya yang berkecamuk secara menggila merasuk dalam dipikirannya.
Beberapa kali ia memukul mukul setang kemudinya.
Kendaraan Dewi melaju kencang kearah Toll. Kaki kanannya ia tekan kepedal gas..ia tak sabar agar secepatnya mobil yang ia bawa masuk ke jalan Toll.
********
Rebecca terbangun ketika sebuah pesan datang dari Dewi. Cepat ia bangun dari tidurnya dan menyalakan lampu meja samping tempat tidur. Ia membuka pesan Dewi.
Matanya terbelalak!
Oh No! Oh No! Dewi!
Ia langsung coba mengontak. sudah 5 kali berdering tak diangkat juga. Ia kembali membacanya, iapun menangis..Ya Tuhan semoga tidak terjadi apa apa..ya Tuhan semoga Dewi angkat hpnya.
Sudah 3x ia memanggil Dewi dan berkali kali hanya suara berdering tanpa diangkat.
Rebecca bangun ia berjalan kesana kemari dikamarnya. Ia bingung harus kontak siapa..kini sudah jam 1 malam. Aku lebih baik call Ni Luh.
Setelah 2x call, Ni Luhpun tidak mengangkatnya. Ia kirim pesan semoga pagi pagi Ni Luh bisa balas pesannya.
Rebecca tidak mengetahui bahwa Ni Luh kini sedang berada diJogja bersama Ardi. Waktu Rebecca call hpnya kebetulan abis baterenya, saat ini sedang dicharge berarti hp dalam keadaan mati total.
Ia putus asa..Rebecca keluar kamar dan duduk lemas diteras luar. Dinginnya udara sudah tak ia risaukan. Ia menangis dan menangis. Kenapa Dewi harus lakukan itu. Kenapa??
__ADS_1
Ya Tuhan jaga Dewi disana..semoga tidak terjadi apa apa...pintanya
********
Jam 5 pagi Ni Luh terbangun karena Seruni beranjak dari tempat tidurnya jntuk mengambil air wudhu. Seperti biasa Ardi dan Seruni bangun pagi dan menunaikan shalat subuh mereka.
Ni luh melihat hand phonenya sudah 100% penuh, ia lalu mencabutnya dari listrik dan menyalakannya.
Di ikon pesanan Whatsapp ada 2 pesan. Satu dari anak buahnya diUbud satu lagi dari Rebecca. Pesan dari anak buah normal normal saja tentang pengeluaran dan pemasukan tapi pesan dari Rebecca yang mengejutkan.
"Ni..aku dapet pesan barusan jam 12.50 dari Dewi. Dia down dan stres berat. Kemungkinan dia akan bunuh diri malam ini. Sudah 2 hari dia dipukuli suaminya. Tolong aku dicall akupun stres berat. Please please.."
Ni Luh kaget kala menerima pesan itu. ia bersihkan muka dan keluar menunggu Ardi selesaikan shalatnya.
Lewat beberapa menit Ardi keluar dari kamar shalat dan duduk disamping Ni Luh.
"Waah ikut bangun pagi ya? kasian Seruni bikin berisik"
"Oh ga mas..aku emang suka ko bangun subuh kaya gini"
lanjutnya ia berkata.
"Mas aku mau cerita sesuatu..ada satu hal amat penting yang harus aku sampaikan" ucapnya sambil memandang kewajah Ardi.
"Oh..silahkan. Cerita deh aku dengarkan"
"Mas..sebetulnya ga bagus aku bercerita pagi pagi ini, tapi aku baru saja menerima sebuah berita ga bagus dari Bali dan aku harus sampaikan secepat mungkin" Ni Luh berkata sambil menundukkan wajahnya.
"Kamu kan tau tentang perihal Rebecca..bahwa saat ini ia sudah jarang kirim kabar atau aga dingin ke mas Ardi, sebenarnya adalah betul dia sedang punya hubungan dengan seseorang"
"Kan..apa kataku waktu itu..aku sebetulnya sudah merasakan keanehan dan kejanggalan..soalnya aku tau dia biasanya sangat cepat menjawab kalo aku call atau wa..tapi belakangan ini dia kaya cuek" kata Ardi
Ni Luh memegang tangan Ardi sekarang.
"Kamu jangan kaget ya..pokonya apa yang akan ku ceritakan, kamu bersabar dan yuk kita cari jalan keluarnya bersama sama..masalahnya aku juga involve disini" kata Ni Luh dengan suara pelan dan tenang.
"Oh ya..coba jelaskan..aku akan trima ko" kata Ardi.
Ni Luh menarik napas panjang sebelum dimulai.
"Rebecca telah berhubungan asmara dengan seseorang yang pernah menyakitimu dulu..dan kamu pastinya tau siapa dia" sambil berkata Ni luh mengangkat wajahnya.
Ardi terbengong bengong ga kuasa berkata apa apa..tiba tiba ia memalingkan wajahnya seraya mengucap.
Aaah....
********
__ADS_1