
Ni Luh sadar Ardi kembali luka..kali ini lukanya lebih dalam. Ni Luh berprinsip bahwa berita ini harus Ardi ketahui..ada semacam kewajiban moral yang harus ia sampaikan. Lebih baik Ardi tau sekarang daripada nanti.
"Maafkan aku mas Ardi, ini terpaksa harus aku beritahu daripada nanti engkau mengetahui dari orang lain dengan tambahan cerita yang salah dan ga jelas.."
"Ko bisa sih? dia punya hubungan dengan Dewi..aku ga ngerti lho..gimana bisa? Rebecca diBali dia diJakarta?"
"Aku juga kaget waktu tau bahwa ia mempunyai pasangan seorang wanita..kejadiannya waktu dia pameran diJakarta dan salah seorang pembelinya adalah pasangan Mur dan Dewi..disanalah mereka bertemu pertama"
"Ya ampun aku denger nama laki laki itu, aku inget peristiwa pahitku..ya Allah sampai kapan aku harus dengar nama buruk itu?"
"Rebecca ga tau pada waktu itu Dewi adalah mantan kekasihmu..dan dia memperkenalkan aku lewat sebuah foto..aku terkejut melihat foto itu" Ni Luh menjelaskan latar belakangnya.
"Apakah kamu mencoba untuk menyetopnya?" tanya Ardi.
"Sudah mas..bahkan aku sempat menegur dan bahkan aku sempat memarahinya..dia waktu itu menangis..tapi,ternyata Rebecca masih juga tidak bisa meninggalkan Dewi" Ni Luh memperbaiki duduknya sambil terus menguraikan semuanya.
"Tiba tiba pagi ini..aku menerima pesan ini dari Rebecca..dan akupun juga ga tau mau gimana? Dewi sepertinya kehilangan arah hidup begitu juga Rebecca"
Ardi termanggu manggu..mengapa semuanya jadi terkait? Aneh sekali..jadi, Rebecca berbohong dengan aku..pantesan ketika ia pulang dari Jakarta begitu dinginnya ia kepadaku. Ini yang Ardi ga habis memikirkannya.
"Yah semoga tidak terjadi apa apa dengan Dewi dan Rebecca..mereka memang telah bermain api" kata Ardi
"Mungkin awalnya hanya sebuah permainan, pelepasan dahaga untuk mencari kebahagiaan sesaat..tapi lama kelamaan hubungan itu menjadi serius dan inilah akibatnya" Ardi mengangguk anggukan kepalanya.
"Terima kasih Ni Luh kamu sudah menyampaikan berita ini..entah apa reaksiku apabila suatu saat aku yang menemukan sendiri.." kata Ardi datar.
"Kita hanya bisa berdoa kepada yang maha kuasa agar tidak terjadi hal hal yang tidak inginkan kepada mereka" Ardi mengambil tangan Ni Luh dan mengelusnya.
Ardi melirik jam di tembok, tidak terasa sudah jam 6.30 pagi.
"Mungkin kamu mau mandi? aku ingin membawa kamu keliling Jogja hari ini" katanya sambil tersenyum.
"Baik mas..terima kasih sudah mau mendengarkan aku, semoga mas Ardi ga berpikiran bahwa aku mau menjelek jelekan mereka. Tapi aku juga bingung bagaimana mengatasinya"
"Ya..kita ga bisa berbuat apa apa..coba, nanti setelah mandi kamu call rebecca. Bilang saja terus terang bahwa kamu dijogja sedang menjenguk aku sekalian ziarah kemakam ibu"
__ADS_1
"Baik mas..aku mandi dulu" Ni Luh melepaskan tangannya dari genggaman Ardi.
********
Hari sudah jam 8 pagi, Ni Luh belum juga telepon...Rebecca gelisah bukan main. Ia membuka laci dikamar tidurnya dan mengambil botol obat penenang. Dengan segelas air ia minum 2 butir obat penenang.
Selang beberapa saat hand phonenya berdering, ia lihat Ni Luh disana yang memanggil.
"Halo Rebecca maaf hpku satu malam mati dan baru pagi ini aku bisa call lagi..kamu okay disana?" tanya Ni Luh.
"Ya ampun aku sms, call kamu ga angkat! aku lagi panik dari tadi malam. Masalah Dewi..aku panik karena ia mengirimkan sebuah pesan yang mengerikan. Sudah berpuluh kali aku coba call dia tapi ga dijawab..gimana ya?" Suara Rebecca terdengar risau.
"Dulu sudah bilang, kamu berhenti berurusan dengan Dewi..tapi kamu teruskan juga.." kata Ni Luh
"Apa boleh aku liat pesan yang dikirim?"
"Ok aku screen shot sekarang dan kamu baca" Ia mematikan hp dan mengirim pesan Dewi tadi malam.
Ni Luh kaget membacanya, iapun panik. Ini bukan main main lagi, apalagi Dewi mengirimkannya keRebecca. Ia langsung berpikiran bahwa kalo sampe benar benar terjadi maka Rebecca akan terlibat. Karena jejak digital akan diperiksa pihak yang berwajib.
"Ya ampun..ko begini jadinya?"
"Nah itulah..makanya tadi malam aku berharap bisa bicara sama kamu tapi call aku ga kamu jawab"
"Selain kasian Dewinya..aku juga kawatir..kalo sampe terjadi apa apa..kamu juga akan tersangkut karena adanya jejak digital bahwa kamu orang terakhir yang dihubungi..ya ampun Rebecca" Ni Luh jadi kawatir.
"Aku pusing ga karuan..kamu ada dimana sih? ko suaranya jauh" tanya Rebecca.
"Oh aku lupa bilang, saat ini aku diJogja dirumah Ardi"
"Dirumah Ardi? ko disana..lagian tau darimana rumah dia?" Rebecca kaget.
"Loh..kan ibunya meninggal, aku sebagai sahabatnya ga bisa hanya mengirimkan bela sungkawa lewat hp. Lagian Ardi dulu banyak sekali membantu hidupku..paling tidak, ini yang bisa aku lakukan untuk membalas budi baiknya" jawab Ni Luh
"Trus..kamu berapa hari disana?" Rebecca mencecar pertanyaan.
__ADS_1
"Kita liat nanti..Ardi sedang dalam keadaan down..dia butuh seseorang yang dekat dengannya untuk dihibur..aku tadinya pikir kamu akan segera datang tapi ternyata tidak..sudah ga usah dipikirkan kenapa aku disini, yang paling penting kita doakan agar Dewi selamat dari marabahaya.."
"Halo..halo Rebecca, ko diem?" tanya Ni Luh.
"Oh ya..betul sekali..aku doakan dia akan baik baik saja..gimana kabar Ardi? apa aku bisa bicara?"
"Oh ya nanti ya..dia kayanya sedang mandi"
"Baiklah..nanti aku coba call lagi dan bicara sama Ardi..sementara ini titip salam saja dulu. Aku mau liat berita di TV One..aku punya perasaan ga enak"
"Sip..kamu ati ati ya. Nanti aku sampaikan salammu"
********
Kira kira 7 jam yang lampau..
Dewi melajukan kendaraannya kearah Toll. Pikirannya kosong, ia hanya menangis dan memohon kepada Allah agar semua dosa dosanya dimaafkan..
Ia sudah tidak tahan lagi akan semua yang sifatnya semu dan pembohongan. Bertahun tahun ia hidup dengan seorang suami yang arogan, keluarga yang angkuh, cibiran dan ejekan sering ia dapatkan dari mereka..Ia tetap bertahan demi ayahnya.
Ketika ia mengalami kekerasan fisik yang dilakukan suaminya dan pemerkosaan demi pemerkosaan terjadi terhadap dirinya. Tidak ada satupun yang menolongnya. Kedua orang tuanya hanya bisa bilang, kamu harus banyak bersabar...Bersabar sampai kapan?? Dan ahirnya kejadian itu kembali terulang..iapun memutuskan untuk mengahiri hidupnya.
Sebuah pesan yang ia kirim lewat hpnya kepada Rebecca telah ia hapus. Ia ga mau ada yang tau tentang hubungannya dengan Rebecca..semua foto Rebecca sudah ia hapus sebelum ia keluar rumah. Bahkan no hp Rebecca ia hapus dan blok.
Pada tikungan kekiri di Tolll itu sengaja ia tancapkan kakinya pada pedal gas agar kendaraan melaju dengan kekencangan 150km/jam.
Dewipun melepaskan tangannya dari gagang setirnya.
Mobil membentur kencang sisi pagar jalan Toll mengakibatkan kendaraan menabrak dengan keras dan berguling guling memecahkan semua yang ada.
Meskipun tubuh Dewi melayang membentur kiri dan kanan..tapi ia tidak merasakan sakit. Ia seakan terbang meninggalkan kendaraannya. Dewi masih bisa menyaksikan mobilnya yang menabrak kekiri dan kekanan. Ia menyaksikan dari atas Toll tubuhnya tertekuk dijok depan dan darah yang mengucur deras dari kepalanya. Ya arwah Dewilah yang menyaksikan semua adegan fatal itu.
Selamat tinggal tubuhku..maafkan aku......
●●●●●●●●
__ADS_1