
"Enak ya disini..pagi siang malam selalu sepi" kata Rebecca sambil minum kopinya yang sekarang jadi aga dingin.
"Ubud emang terkenal sama keasliannya..eh, kamu ko minum kopi dingin?"
"Oh, i drink cold coffee..hehe, klo panas aku malah ga suka"
"Hhh..you are weird..tapi lukisanmu emang keren..sekeren orangnya" kata Ardi sambil menggoda.
"Hayoo..jangan gitu ya. Kata Ni Luh jangan ganggu kamu..tapi, yang ngledek duluan datangnya dari kamu cowo gondrong"
"Lho bener kan? salahku apa? salahku apa? hehe.."
"haha ngawur juga kamu..bentar aku nyalakan cd. Sambil dengerin lagu ya".
tidak lama suara lagu dengan nada soft keluar dari dalam kamarnya. Rebecca kembali duduk disamping Ardi.
"Ardi..aku bisa membaca body language seseorang lho..kamu ini,..aku punya perasaan punya luka yang dalam..tapi sedang mencoba untuk melupakan"
"Aissh..temen baruku seorang paranormal" kata Ardi sambil mengisap dalam dalam rokonya.
"Say it, it's true right.."
"Hmmm..ayo minum lagi kopinya"
"Aku ga mau minum sebelum kamu ngaku"
"Mau aku bantu angkat cangkir dan dekatkan kebibirmu"
"You are a naughty one young man..jangan dipikirin yang sudah berlalu ya biarkan berlalu..gitu dong..cowo yang tegar..Hahaha!"
"Suush jangan keras keras ah..kan banyak anjing tidur"
"Loh ko anjing sih? banyak orang kali maksudnya"
"Rebecca kita ga usah ngomongin yang kaya gitu ya..please, aku suka berteman sama kamu..you are fun to be with..so, lets have fun okay dear?" Ardi berkata dengan senyum dikulum.
"Okay..sorry aku terlalu cepat masuk keruang pribadimu.."
"By the way, kamu pake minyak wangi apa sih baunya enak..fresh.."
"Kamu suka? ini bukan minyak wangi, tapi bau sabun mandiku. Emang enak banget aku suka banget".
********
Siang itu dikediaman Murdiono dan Dewi..
"Wi..kamu hari ini yang cantik ya..kamu kan tau mamahku orangnya crewet. Jangan malu maluin aku diacara makan malam nanti" Ujar Murdiono dengan datar.
Aku harus gimana lagi sih? Perasaan semua udah cukup..tapi mereka seakan akan ga pernah puas. Ada aja komen miring tentang aku. Kalo ga kurang gincunya, kurang gemuk badannya atau kurang cepat jalannya..macam macamlah mau mereka. Kadang Dewi kangen dengan Ardi yang selalu menyanjungnya, selalu sabar..aaargh semua telah berlalu. Jangan kau pikirkan yang sudah lewat.
********
Setelah perjumpaannya dengan Rebecca bulan lalu Ardi tampaknya sudah mulai terhibur. Dalam satu minggu Ardi pasti main ke Ubud. Disana ia bisa menghabiskan 2 hari 2 malam dan sudah tentunya bersama Rebecca.
"Ardi..ntar sore kerumahku yuk temenin aku ngelukis" kata Rebecca
"Siap..bentar lagi aku berangkat. Mau dibeliin apa?"
"Bawain angin pantai Kuta aja" canda Rebecca
__ADS_1
"Aku bawain hatiku boleh?"
"Alah gombal! cepetan ya kesini.."
Jam 10 pagi Ardi sudah siap berangkat, Tapi ia menyempatkan diri mampir kerumah pak tua.
"Swatiastu.." Ardi memberi salam didepan pintu rumah pak tua.
"Swastiastu..waah pagi pagi dah ganteng mau ke Ubud pasti ya"
"Ya pak..oya mau tanya pak, saya lagi cari Motor Honda second klo ada yang jual dengan harga miring saya dikasih tau ya.."
"Loh kebetulan..ini tetangga samping anaknya mau jual Honda Varionya tahun 2018 masih bagus..mau liat dulu?"
"Jangan sekarang pak..tolong bantu cek bisa kan? saya kembali 2 hari lagi, kalo bagus saya beli..sementara ini saya pinjem motor si Kadek dulu"
"Baik nanti saya cek..ati ati ya"
"Nggeh..salam ke ibu"
********
Jam 10.15 Ardi sudah sampe dirumah Rebecca.
"Swastiastu.."
"Hai masuk..ciiee suaranya kaya orang Bali pake aksen lagi"
Ardi melepaskan sepatu Yesusnya dan masuk keruang kerja Rebecca. Ia menghampiri gadis blasteran itu dan berdiri disampingnya.
"Cakep lukisannya" Katanya sambil memegang pundak Rebecca.
"Ya saya ikuti permohonan baginda ratu"
Hhh...
Dari pagi sampe siang Ardi hanya duduk diteras memandang Rebecca yang asik melukis. Diam diam Ardi membuka tombol camera diSamsungnya dan membidikan kearah Rebecca..kurang lebih 5 shot yang dia ambil.
"Udah ah capek..kita keUbud yuk cari makan"
"Kirain ga laper"
Setengah jam kemudian Mereka sudah melaju kearah jalan Suweta diUbud. mau coba makan ayam goreng disalah satu warung makan disana yang terkenal makanannya.
"Ardi kita kewarung Sambuuk yuk, katanya makanannya enak..pokonya dari jalan Suweta kita lurus terus. Ada disebelah kanan jalan"
"Siap bos..peluk yang kenceng ya..takut jatoh mahal rumah sakitnya"
"Dont worry mate..i am going to hug you tight" Rebecca memeluk dengan kencang.
"Aduh jangan kenceng kenceng bener..ya ga bisa napas drivernya"
"Sorry..hmm ada yang pake minyak wangi pagi ini"
"Ssst jangan berisik..bayarnya sedikit jangan berisik ya..hihi"
Tiba tiba..
Cup cup..Rebecca mencium dua kali pipi Ardi. Ardi kaget dan memutar badannya kebelakang.
__ADS_1
"Jangan salahkan aku..salahkan minyak wangimu" Rebecca mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
"Tutup matamu..ayo. Tutup matamu"
Rebecca menutup kedua matanya..beberapa detik kemudian ia merasakan lembutnya bibir Ardi mengecup bibirnya.
Rebecca terbelalak..
"Jangan salahkan aku..salahkan bibirmu"
"Youuuu.."
"Ayo ah berangkat..laper aku"
********
Waah warung Sambuuk adalah sebuah warung kecil, tapi ornamen yang dipasang sungguh menarik. Beberapa lukisan terpampang ditembok. Ada beberapa patung China dan patung Bali dipojokan warung dan beberapa pot tanaman berdampingan dengan patung patung itu.
Langsung setelah duduk Rebecca memesan ayam goreng dan cap cay 2 porsi.
"Eh not bad lo rasanya..kamu mau nambah?"
"Aku cukup deh..porsi nasinya cukup lumayan"
Ternyata yang memiliki warung ini namanya pak Ben dan dia dulunya tinggal diAustralia..sekarang buka warung makan diUbud. Wah hebat juga pensiun langsung buka warung.
"Ok thank you pak..great food"
"No worries..lain kali balik kesini lagi ya kata pak Ben.
"We will..yuk pak jalan dulu.."
Rebecca membetulkan rambutnya dan memasang helm.
"Kita keTegalalang yuk, duduk minum kopi disana"
"Mampir diwarung depan ya..aku mau beli roko dulu"
********
Rasa sedih, galau dan pedih untuk sementara waktu ini terobati. Ardi sekarang sudah mempunyai teman bicara. Selain cantik, sexy Rebecca juga seorang yang humoris. Rebecca sebetulnya sudah merasakan pasti ada apa apa dipikiran Ardi. Beberapa kali ia menemui Ardi dalam kekosongan. Pandangannya kadang kala hampa. Betul Ardi telah mengecup bibirnya dan betul priya ini suka dengannya tapi, semua itu seperti sesuatu pelepasan saja.
"Di..kamu mikirin apa?"
"Oh ga..aku lagi liat wanita wanita Bali itu membawa batu batu dikepalanya..itu aja, kenapa?"
"Hmm kamu bohong ya..kan dah hampir tiap hari kita liat para wanita disini demikian.." Rebecca merebahkan kepalanya dirumput.
"Ga apa apa ko..semua aman aja" Randi ikut berbaring disamping Rebecca. Ga lama ia bangkit dan pelan pelan mencium bibirnya. Rebecca membalas ciuman itu dan memegangi kepala Randi.
"'Di..malam ini kamu jangan pulang keDenpasar ya..aku mau kamu temani aku sampai pagi..kita harus rayakan malam ini seindah mungkin..karena besok sudah 2 bulan kita saling kenal..inget kan?"
"Ya ampun aku sampai lupa..baiklah kalo itu yang kamu hendaki..nanti aku tidur disofamu aja"
"Hihi..kamu ah kalo ngomong ngawur.."
"Looh.."
********
__ADS_1