Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
Kamu tak kan bisa menahannya


__ADS_3

Pagi ini ketika jarum jam tepat di angka 8 Ni Luh memberitahukan Ardi bahwa siang ini orang tuanya bersedia menemuinya apabila Ardi sudah siap.


Ardi menyetujui dan mengatakan kepada Seruni agar siang ini jalan jalan dengan Ratni dan Padmi para karyawan toko Ni Luh kalo mau jalan jalan melihat Ubud, ia akan menemui orang tua Ni Luh dulu.


"Mas..santai aja ya. Ayahku orangnya baik dan santai apalagi ibuku. Mereka bukan tipe yang aristrokat" kata Ni Luh


"Baik Ni Luh..aku akan berusaha sebagus mungkin tampil dihadapan orang tuamu. Hanya masalah kamu masuk Islam mungkin nanti saja kita bicarakannya" kata Ardi sambil mengelus kepala Ni Luh


"Aku rasa juga demikian..yang penting kamu perkenalkan dirimu dulu" Ni Luh tersenyum dan memeluk erat kekasihnya.


********


Agaknya kedua karyawan Ni Luh senang sekali diberitakan untuk membawa tamu dari Jogja jalan jalan. Dan mereka juga mendapat gosip bahwa kaka dari tamu ini yaitu, Ardi adalah future bos mereka. Karena Ardi dan bu boss Ni Luh akan menikah dalam waktu dekat ini.


"Aduh bu Ni Luh akan menikah dengan siganteng Ardi..aku setuju banget lho" kata Padmi pada Ratni.


"Iih aku paling suka sama Ardi. Orangnya kalem, keren banget dan rambutnya wuih..kayanya lebih bagus dari rambutku" timpal Ratni.


"Tapi gimana ya..apa bu Ni Luh akan memeluk Islam?"


"Aah aku sih oke oke saja..semua agama sama bagusnya..tergantung kita betul ngga? silahkan saja kalo bu Ni Luh menjadi bu Hajah Ni Luh hihihi" kata Ratni.


"Hush masa bu hajah..hajah itu kalo sudah naik haji kalo belom ya bu Ni Luh saja atau diganti agak keIslaman menjadi Latifah Ni Luh atau Hanifah Ni Luh


tidak apa apa." kata Padmi.


"Wah keren juga..pinter kamu cari nama ya"


"Ya udah..yuk jemput mba Seruni" Mereka berangkat dengan penuh riang.


********


Ardi dan Ni Luh memasuki pekarangan rumah keluarganya. Rambut panjang Ardi sudah diikat rapih. Kedua telapak tangan Ardi agaknya sedikit basah maklum, sedikit nervous. ia mencoba mengeringkan dengan mengusap pada celananya.


"Bismillah" katanya dalam hati.

__ADS_1


Setelah duduk diruang tamu tidak pake lama sang ayah keluar dan memberikan salam.


"Apa kabarnya nak Ardi, kemaren baru sampai dari Jogja ya" ucap sang ayah membuka pembicaraan.


"Baik pak Alhamdulillah..kami ucapkan terima kasih pada Ni Luh yang sudah datang untuk acara ibu saya" jawab Ardi sambil tersenyum.


Sang ibupun ikut masuk ke ruang keluarga dan memperkenalkan dirinya.


"Nak Ardi kami berdua juga ingin mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya ibunda diJogja..semoga arwahnya diterima disisiNya dengan baik.." ucap sang ibu kepada Randi.


"Njjih buk, pak..terima kasih.." balas Ardi.


Setelah berbincang bincang panjang kebar..


Ahirnya Ardi mengutarakan niatnya berkunjung adalah memohon untuk menjadi pasangan Ni Luh.


Dan apabila Tuhan memberkati maka paling lambat dua bulan lagi ia bermaksud untuk meminang putrinya tersebut.


"Kalau itu yang nak Ardi pinta..biarlah semuanya kami serahkan kepada ananda Ni Luh. Kami sebagai orang tua hanya ikut merestui saja..kami orang orang Bali yang berpikiran modern ini tidak akan mencampuri urusan kalian.." kata sang ayah bijak.


"Yang penting kalian saling asah, asih dan asuh..perkawinan bukan hal yang gampang..apalagi kalian berbeda agama. Maka kami sarankan kalian memilih salah satunya agar perkawinan kalian berjalan dengan sempurna. Kami serahkan semuanya kepada kalian mana yang terbaik" begitu uraian sang ayah.


"Hmm gitu ya..kalo itu yang kamu inginkan demi kebahagiaan keluargamu nantinya, bapak dan ibu setuju saja..kami merestuinya..belajarlah agama barumu dengan baik pakailah rambu rambu agama Hindu yang kau pahami untuk menjadi pilar tonggak dalam membangun kepribadian Islam dalam dirimu. Satukan akar Hindu yang sakral untuk membangun dirimu yang baru. Pancarkan sifat kasih orang tuamu yang telah kami ajarkan dahulu agar kamu menjadi seorang Muslimah yang baik." Lanjut sang ayah.


"Baik bapak ibu, Ni Luh akan junjung tinggi bapak dan ibuk..tidak usah takut saya tidak akan melupakan apa yang telah diajarkan waktu kecil dulu..semoga Ni Luh menjadi pendamping mas Ardi dengan sempurna" Ni Luh langsung memberikan sembah sujud.


Mereka berbincang lama tidak terasa sudah hampir 1 jam mereka disana.


"Baiklah bapak, ibu rasanya kami akan mengundurkan diri..terima kasih atas waktu yang berharga ini..Insya Allah dalam 2 bulan kedepan ini saya dan wakil keluarga akan datang kembali kesini untuk meminang Ni Luh" Ardi mengahiri pertemuan yang bersejarah itu.


"Ayok..kita jalan jalan keliling Ubud aku mau kasih liat Seruni daerah daerah bersejarah yang pernah kita lalui bersama" ajak Ardi pada Ni Luh


"Kita mampir ketoko dulu yuk..aku mau memperkenalkan bos baru sama karyawan hehe"


"Ya ampun..okelah..bentar aku call Seruni biar bareng bareng kesana"

__ADS_1


Ardi menelpon Seruni yang ternyata sedang jalan jalan diUbud.


Setelah 4 hari mereka diUbud, sudah saatnya mereka pamitan pulang keJogja.


"Seruni..2 bulan lagi acara pinangan kamu harus datang ya." kata Ni Luh


"Ya mba, aduuh Runi dah ga tahan..pasti aku datang" jawab Seruni sambil tersenyum.


"Dia pasti datang..oya mungkin sama ehem ehemnya" Ardi bercanda.


"Oh ya..pemuda Jogja?" tanya Ni Luh


"Kamu inget Muji yang menjemputmu? dialah sang arjuna yang beruntung." jawab Ardi singkat


"Waah haha..tapi dia juga sahabatmu mas..cocok sekali" katanya seraya Ni Luh memeluk Runi


Seruni menunduk dan tertawa kecil.


"Yang, nanti kami akan hadir memakai baju Jawa ya..kemungkinan rombongan kami ada enam orang" kata Ardi


"Lebih banyak lebih bagus mas..pokonya kita welcome keluarga Jogja diUbud sini"


Mereka saling berpelukan dan Ardi memeluk kencang kekasihnya. Ia berjanji dalam 2 bulan akan kembali keUbud.


Kendaraan yang membawa mereka keDenpasar melewati puri Ubud. Sebuah puri tua yang sakral dan suci.


Kini Ardi berani menoleh kesana..kenangan lama telah ia kuburkan dalam dalam. Semua yang pahit yang pernah menenggelamkan hatinya dikubangan yang hitam telah ia rubah kembali keasalnya menjadi sebuah kesucian yang abadi.


Ketika mobil keluar dari area Ubud pas dipertigaan patung Arjuna Ardi menyempatkan diri untuk berpaling kebelakang dan tersenyum...


Aku akan kembali untuk menjemputmu sayangku...Bali merupakan sebuah tempat dimana pengalaman hidup yang tak terlupakan bagi Ardi terjadi. Disana ia mendapatkan cinta pertamanya, disana ia kehilangan cinta namun Tuhan rupanya mempunyai rencana yang tidak ada satupun yang tau bahwa disana jugalah ia menemui sebuah hati yang paling pas untuk mengarungi hidup.


...Hanya Tuhan yang menentukan,...


...kamu tidak akan bisa menahannya....

__ADS_1


...TAMAT...


...♡♡♡♡♡♡♡♡♡...


__ADS_2