
"Sorry ya..aku kedatangan 2 kolektor lukisan..mereka nanya ini itu detail banget..My room no is 1201. call aku kalo dah di lloby" itu pesan Rebecca.
Yes! Dewi sumringah, cepat ia kekamar mandi dan membersihkan badannya. Ketika selesai mandi langsung ia lemparkan handuknya dikursi kamar dan menarik BH yang seksi warna hitam matching dengan ****** ***** berwarna hitam juga. Ia memilih rok mini warna biru tua dan blouse sleeveless putih satin dimana dia balutkan sleeveless blouse itu dengan sweater biru muda pendek.
"Bi aku pergi dulu..ga usah siapkan makanan untuk kita..oh ya bilang ke pak Hari pulang aja, saya bawa mobil sendiri" kata Dewi kepada Bi Mini salah satu pembantunya.
Jantungnya berdetak keras tiba tiba semuanya menjadi super exciting. Perasaannya seperti anak SMA kalo lagi jatuh cinta pertama.
********
Rebecca yang baru saja selesai pertemuan dan dapet deal penjualan dua lukisannya cepat cepat membereskan barang barangnya dan meninggalkan area pameran.
"Bu Rebecca..taxinya sudah menunggu di lloby" Ujar seorang resepsionis mendekati Rebecca.
"Okay makasih ya" Wanita cantik ini berlari kecil menuju taxi yang menunggu diluar pintu masuk hotel.
Didalam taxi, matanya bersinar dan bibir bawah ia gigit
"Semoga dia ga dateng duluan" katanya dalam hati.
Sesampainya dihotel ia langsung masuk kamar dan mandi. Entah kenapa ia ingin tampil secantik mungkin.
Minyak wangi Coco Channel ia semprotkan disekitar leher dan dada. Rambutnya ia gelung tak beraturan keatas.
Mumpung tamunya blom datang ia sempat menghitung hasil penjualan hari ini..Wow! 225juta..angka yang fantastis! Padahal masih ada 4 hari pameran..mustinya aku bawa beberapa lukisan lagi..tapi, ini juga sudah keren ko..
Tiba tiba selularnya berdering, ia melangkah ketempat tidur dan memeriksa siapa yang call. Aah..bu Dewi.
"Hai bu Dewi..dimana?"
"Aku di lloby..aku keatas atau kamu turun?"
"Terserah..enaknya gimana?"
"Aku keatas ya..room 1201 lantai 12 kan?
"Ya betul..aku tunggu disini"
********
Dewi memencet bel kamar dan juga ketuk perlahan pintu 1201. Tak berapa lama pintu terbuka dan disana berdiri Rebecca dengan senyum manisnya.
Dewi memeluk Rebecca dan mencium pipinya kiri dan kanan.
"Wadow ibu cantiknya.." Rebecca menarik salah satu tangan Dewi dan mengantarnya ke sofa kamar.
"Rebecca..mohon jangan panggil aku ibu ya, kita umurnya ga jauh berbeda..paggil aku Dewi aja"
__ADS_1
"Hmm okay deh..sorry kalo gitu..lagian kaku ya pake formalitas gitu hihi" Rebecca tertawa manja.
"Parfumnya enak deh baunya" lanjut Rebecca.
"Loh aku baru mau bilang kamu pake parfum apa..haha" timpal Rebecca.
"Oh ya..ahaha..berarti pemikiran kita sejalan ya.."
Mereka berdua tertawa. Dewi sangat bahagia bisa lepaskan segala kekesalan yang selama ini menghimpit kehidupannya secara terus menerus.
Tanpa sadar Rebecca dan Dewi duduk ngobrol ngalor ngidul sampai posisi mereka sudah berdekatan. Muka mereka sangat dekat satu sama lainnya. Rebecca meletakkan telapak tangan kanannya dipaha Dewi dan mengelus elusnya ketika ia berbicara.
"Rebecca..aku pingin deh liat sanggar lukisanmu diBali..aku main kesana dong"
Rebecca tiba tiba terdiam dan sambil menunduk ia mengatakan.
"Mending jangan ke sanggar ya..soalnya aku tinggal sama suamiku. Kalo mau keBali, kita ketemuan dihotel saja"
"Oh gitu ya..kapan aku bisa kesana?" desak Dewi.
"Tutup matamu..aku bisikin kapan" kata Rebecca menggoda.
Dewi menutup kedua matanya. Rebecca pelan pelan maju, tapi bukan bisikan yang diberikan..ia justru mendaratkan ciuman hangat dibibir Dewi yang merekah pasrah.
Hari sudah menjelang jam 7 malam. Dewi melangkah sambil jinjit takut kalo Rebecca bangun. Ia jalan menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
"Aku ga tau apa yang telah terjadi dengan kita..tapi aku berterima kasih atas semuanya..you are so gorgeous, see you next time dear"
Ia meletakkan kertas itu didepan TV. Dewi melangkah pelan keluar dari kamar bahagia itu. Ia tersenyum puas.
********
Jam 9 Rebecca terbangun tangannya meraba kesamping. Yang dicari ga ada disana..ia bangun dan menarik selimut menutupi tubuhnya yang telanjang. Menoleh kekiri kanan..ya ampun Dewi sudah pergi..
Rebecca bangun pelan pelan dan menyalakan lampu, didepan TV sana ia liat secarik kertas berdiri.
Ia tersenyum membaca pesan dikertas itu. Diambilnya hp dan mulai menulis di pesan.
"It was such a wonderful time to be with you..besok mampir kepameran dong..salam gigit"
Setelah itu ia masuk kamar mandi dan membuka keran shower.
********
Hpnya tiba tiba berdering, ia lihat dan tersenyum..nama Ardi sebagai pemanggil disana.
"Hi yang..whats up?" kata Rebecca.
__ADS_1
"Waduh yang pameran sampe lupa call..gimana sukses?" tanya Ardi.
"Haha..aku kan sibuk. Sorry yang, pameran berjalan lancar. So far, lukisanku laku 2..yay!"
"Sedaaap! traktir makan makan kayaknya nih" Suara Ardi gembira.
"Pasti dong..nanti kita celebrate diUbud..undang Ni Luh juga."
"kapan sih pulangnya?" tanya Ardi.
"ya ampun baru dua hari ditinggal..lima hari lagi sayang..sabar ya" jelas Rebecca.
"Selesai pameran langsung pulang ya" kejar Ardi.
"Oh ngga sayang abis pameran aku ke Papua dulu..hehe..lha iyalah..pulang dong masa ngga..dah makan blom?" canda Rebecca.
"Ya bentar lagi..blom laper..ya udah kalo semuanya berjalan lancar Alhamdulillah..call me besok ya, aku kangen tau" Ardi menjelaskan.
"Hehe..so pasti..ya udah good night, besok aku call ya. Bye beb"
Rebecca cek aplikasi Whatsapp dan dia liat ada pesan dari Dewi.
"You are such a beast..badanku remuk! aku kepameran besok ya..see you tomorrow.. salam gigit balik"
Hmm..what a day..katanya dalam hati. Aduh ko laper ya. Coba keresto dibawah ah. Ia mulai keluar kamarnya dan menuju ruangan restoran dilantai lloby hotel.
Setiap langkah dan gerak Rebecca dilirik oleh semua karyawan hotel dan juga tamu yang tinggal disana.
"Eh..itu kaya bintang film siapa ya? lupa namanya tapi aku tau dia bintang film" bisik seorang ibu muda kepada temannya sok tau.
Dipojok yang lain,
"Waduh..mahal ini pasti biayanya" kata seorang bellboy pada temennya.
"Waah..gajianmu dua taon juga ga cukup mas untuk dampingin dia" kata temannya.
Rebecca memilih duduk dipojok resto agar tidak banyak yang lirik..ia sendiri sudah mulai risih dengan lirikan orang. Makanya dia lebih suka Ubud. Disana mereka cuek. Apa adanya..
Ditempat lain, Dewi saat ini sedang mandi..ia bersihkan dirinya yang lama. Ia kini kembali dikeluarganya. Dewi mencoba menguburkan peristiwa yang terjadi hari ini.
Meskipun demikian, hari ini ia juga merasakan kegembiraan dan perasaan lepas dari semua kesemuan yang terjadi selama 5 tahun belakangan ini.
Aah..sudahlah kita liat esok bagaimana jadinya..
"Ding" pesan masuk diHandphonenya.
"I wish i could hold you now.."
__ADS_1
********