
Setelah cukup lama Ardi dan Ni Luh ngobrol sambil menyantap makanan lezat di cafe Ronji merekapun pulang.
"Mau mampir ketokoku dulu?" tanya Ni Luh
"Hmm aku kayanya masih mau jalan jalan dulu sekitar Ubud..lain kali aja ya, lagian kamu sibuk aku ga mau ganggu..terima kasih udah ngajak aku ke Ronji. Lain kali ke Denpasar ya, kita makan ikan laut"
"Oke deh..nanti klo dah mau berangkat aku dikabarin ya"
"Siap..sampe ketemu lagi..sukses untuk tokonya"
Randi memeluk dan mencium pipi Ni Luh. Iapun melangkah lagi, ta lupa melambaikan tangannya.
Randi melangkah dan melangkah..tanpa sadar ia masuk dan menelusuri jalan Subak. Sebuah jalan kecil yang hanya muat motor. Kiri kanannya sawah. ia melewati beberapa toko kecil yang menjual souvenir.
"Halo sir, welcome to the shop" terdengar suara penjual souvenir dari dalam toko.
"Hai sir, please come in" ada suara lainnya kali ini aksen Balinya terdengar jelas.
"Terima kasih..mau jalan jalan aja" timpal Ardi sambil tersenyum.
"Ooh saya pikir bule..mari masuk pak liat liat" kata ibu sang penjual souvenir.
"Iya..lain kali.."
Lho ini aku di jalan Subak ya..ia baru sadar kakinya sudah melangkah kearah sini. Oh ga jauh dari sini kalo ga salah ada satu cafe ditepi sawah. Namanya Cafe Pomegranate. Iya satu nama lucu seperti granat. Ardi sudah lama mau coba singgah dicafe itu kata orang juicenya seger.
Betul juga, ga berapa jauh ia menemukan disamping jalan Subak itu sebuah cafe yang berbentuk seperti sebuah tenda besar berwarna putih. Aah..cakep sekali dengan lampu lampu kecil bertaburan disekeliling tenda.
Ardi melangkah masuk. Dan ia memilih duduk didepan sawah yang menghampar luas. Karena perutnya masih kenyang ia hanya pilih minuman saja. Ardi memilih minuman Lassi. Sebuah jenis minuman dingin yang aslinya dari India, campuran Yoghurt dan Honey ada juga buah Pomegranate didalamnya.
Angin sore mulai berhembus, beberapa bebek sudah mulai berjalan rapih dibawah sana dan menuju keluar sawah untuk pulang, dibelakangnya seorang kakek tua mengikuti langkah bebek bebek itu. Diujung sawah sana sudah mulai terlihat lampu malam menyala dari sebuah rumah kayu.
Ardi meneguk perlahan minuman Lassi sambil menikmati keindahan sore hari dipedalaman Ubud. Burung burung pada berterbangan cepat menuju sarang mereka dipohon pohon tinggi sana.
Tidak berapa lama...
"I tought i might catch you here.." tiba tiba seseorang menegurnya dari belakang. Ia merasakan sentuhan tangan dipundaknya.
"Hai!..lho ko ketemu lagi..Where are your friends?"
"Mereka dah pada balik kehotel..tadi aku mau kasih wang kekasir, kemarin aku utang 100ribu..waktu aku ngeliat kesawah..lho itu kan temennya Ni Luh yang duduk sendirian..eh ternyata bener juga. Boleh aku ikut duduk?" kata Rebecca
"Ayo..aku lagi santai ko. Udaranya enak disini"
Rebecca ahirnya juga ikut order minuman Lassi.
__ADS_1
********
Ternyata pembicaraan mereka saling masuk dan mengisi..Ardi yang memang sedang kesepian jadi tertarik dengan cerita pengalaman Rebecca sampai mulai dari mencari inspirasi diBali hingga jatuh cinta pada suasana Ubud yang romantis, rencana tinggal beberapa bulan sampai akhirnya sudah 15 tahun diUbud.
Setengah jam kemudian.
"Rebecca boleh aku liat lukisan lukisanmu?" tanya Ardi.
"Kamu mau liat? ayok boleh..kita boncengan ya, aku pake motor Scoopy..rumahku diluar Ubud tapinya. Senang sekali kalo kamu mau main kerumahku" jawab Rebecca
Setelah membayar minuman mereka beranjak keluar dari cafe Pomegranate.
"Gimana kalo aku yang bawa..kamu yang dibelakang" kata Ardi
"Ok boleh..dont crash ok" kata Rebecca
"Hehe..paling juga masuk kesawah" Ardi mengikat rambut panjangnya dan memakai helm yang disiapkan extra sama Rebecca.
Rebecca bonceng dibelakang, tadinya ia hanya duduk biasa tapi lama kelamaan tubuhnya merapat kepunggung Ardi, ia mulai memeluk Ardi. Dan Ardipun merasakan kehangatan tubuh Rebecca dibelakangnya.
Rebecca minta Ardi jalankan motornya lurus dijalan raya dan keluar dari daerah Ubud kearah daerah Bedulu dekat Goa Gajah. Lumayan ga terlalu jauh dari Ubud. Tapi Ardi senang sekali dengan perjalanan itu. Hitung hitung melepaskan kegalauan dan kesebelan dalam hatinya.
Lewat sedikit Goa Gajah, Rebecca memberikan aba aba untuk kekiri masuk jalan kecil.
Ga jauh dari jalan raya mereka tiba disebuah rumah. Rumah yang indah bergaya rumah Bali. Ada sedikit ruangan teras untuk duduk. Ardi memarkirkan motornya disamping rumah dan bersama sama masuk kepekarangan rumah.
********
"Lho..jadi siArdi kamu ga ajak pulang gitu?" tanya mbok Tantri menyambut sang suami yang baru masuk rumah. Istrinya menyambut didepan rumah bingung ga ada Ardi diboncengannya.
"Dia bilang masih mau jalan jalan di Ubud..ga apa apa dia kan tau jalan pulang..biar ga stres dipantai sini trus"
"Oh ya..tanah kita sudah laku kata Wayan..minggu depan buyer mau ke Ubud. kita berdua harus ke Ubud tanda tangan depan notaris katanya" lanjut pak tua.
"Oh berita bagus! Sukur deh kalo gitu..dah lama juga ya kita pasarkan ga laku laku.."
"Ya sudah, aku cuci muka dulu.cape mbok..mau tidur"
********
Setelah beres beres barang dagangannya ditoko..Ni Luh mencoba hubungi sahabatnya lagi.
"Hai..aku call dari tadi ko ga diangkat..lagi sibuk ya?" tanya Ni Luh.
"Iih tau aja deh ni orang..aku kedatangan tamu istimewa dirumahku..ini kita lagi mau masuk rumah"
__ADS_1
"Haah tamu istimewa siapa? Radja Ubud?"
"Ardi temanmu.." kata Rebecca singkat.
Eee..ko bisanya? kamu ketemu dimana?"
"Tadi dari anterin tamu tamuku aku mampir di Pomegranate, eh Ardi ada disitu..ngobrol ngobrol trus dia mau liat karya karyaku..ya skarang kita disini"
"Hei..dont play around with him please..kamu jangan macem macem ya" kata Ni Luh berharap.
"Ya ga lah..lagian Ardi hanya mau liat karyaku..tenang mbok..ok ntar ngobrol lagi ya bye" Klik..langsung dimatikan Rebecca.
Ee ini anak..dasar! smoga dia ga ganggu Ardi, kasian siArdi jangan sampe luka lagi hatinya.
********
Diketenangan daerah Bedulu..
Rumah Bali Rebecca ada dua pintu masuknya. Satu langsung ke kamar tidur satu lagi keruangan kerjanya. Rebecca membuka ruangan kerjanya dan mempersilahkan Ardi masuk.
"Wow!.gila..banyak amat karyamu..aku masuk ya"
"Masuk..silahkan masuk" dengan bangga Rebecca mempersilahkan.
Beberapa lukisan ukuran besar terpampang didinding. puluhan lukisan ukuran sedang dan kecil ditata rapih berdiri dilantai dan bersender ditembok.
"Ini sedang dibuat kayanya tapi hampir finish ya" Ardi menunjuk kesebuah lukisan berdiri disebuah sketsel.
"Ya..ini pesanan orang Jakarta..sebetulnya sebentar lagi selesai tapi kolektor minta lebih detail lagi katanya"
Mata Ardi kelilingi ruangan itu dia ga menyangka Rebecca betul betul seorang pelukis yang hebat.
"Ok kamu duduk dulu..aku buatkan kopi ya..mau kopi Bali atau kopi putih?"
"Kopi Bali aja biar enak sambil ngroko"
"Asik aku ada temen ngroko..bentar santai aja dulu"
Lima menit kemudian Rebecca kembali dengan baki berisi 2 kopi hitam dan sepiring kueh kering.
"Aku mau mandi sebentar boleh? kamu ngopi dulu..itu asbak disana klo mau ngroko"
"Mantap..makasih ya" sambil mengangkat kopi panas yang baunya harum sekali. Kopi Bali emang terkenal harumnya.
Kurang lebih 15menit ketika Ardi sedang asik ngroko, Rebecca kembali dari mandi. Ardi tercengang melihat Rebecca hanya berkaus longgar putih setengah badan menampilkan pusarnya dan kain bawahan hitam, lagi lagi kain itu diikat ketat.
__ADS_1
"Yuk..kita ngobrol diteras" Rebecca menarik tangan Ardi. Laki laki ganteng itu berdiri dan mengikuti langkah Rebecca seperti kerbau yang dicocoki hidungnya..
********