
Berita jam 9 pagi diTVOne benar benar membuat jantung Rebecca seakan berhenti berdetak.
"Kurang lebih pukul 3pagi telah terjadi kecelakaan diToll menuju kearah Bandung. Pengemudi seorang wanita berinisial DT meninggal dunia. Polisi mengatakan hanya ia seorang diri pengemudi kendaraan malang tersebut.."
Rebecca masih mencari nomor plat mobil itu..kalo inisial keliatan itu Dewi..DT bisa jadi Dewi Tanumanagara. Bisa juga bukan..semoga bukan..
Tiba tiba hpnya menyala.
"Halo Rebecca..kamu liat diTV?" tanya Ni Luh diseberang sana.
"Iya aku sedang liat..tapi ga jelas apakah itu Dewi atau bukan..nomor polisinya ga disebutkan..semoga bukan"
kata Rebecca mencoba menampik.
"Ya Tuhan..semoga bukan ya..oya ini Ardi mau bicara"
"Oh ya boleh..mana Ardi?"
Sedetik kemudian, suara berat Ardi terdengar.
"Halo Rebecca.." kata Ardi datar
"Halo Ardi..maafkan aku ga pernah call kamu"
"Its okay..i understand." Kembali nada suara Ardi datangnya datar.
Tiba tiba Rebecca menangis di telpon..ia tak kuasa menahan semuanya. Kenapa harus begini jadinya. Percakapan inipun seperti percakapan yang dingin, tidak ada jiwa didalamnya. Semua kesalahan datang dari dirinya yang selalu bermain api.
"Maafkan aku Ardi..aku ga bisa bilang apa apa...kita sambung lain kali okay?" Rebecca terbata bata bicaranya diselingi isak tangisnya.
Rebecca menekan tombol dan percakapan terputus. Ia banting hpnya keatas tempat tidur dan ia menangis sejadinya.
"Dewi kemanakah kamu? kenapa kamu lakukan semua ini? Aku merindukanmu Dewi....." ia meratap sendirian dikamarnya.
Tiba tiba..muncul lagi berita..dan ini adalah berita yang tidak ada satupun orang yang menginginkan.
"Sudah dapat dikonfirmasi bahwa pengemudi kendaraan yang celaka diToll tadi pagi adalah seorang istri daripada Direktur utama sekaligus salah satu pemegang saham dari grup Tiga Tangkai yang usahanya meliputi tambang batu bara dan perminyakan di Indonesia..."
Rebecca berdiri didepan TV hampir saja ia pingsan, ia menangis sekeras kerasnya dan memanggil nama Dewi terus menerus..ia jatuhkan badannya ditempat tidur dan menangis disana.
"Dewiiiii ya ampun kamu tega tinggalkan aku huuuu"
__ADS_1
********
"Mas..liat!" kata Ni Luh menarik tangan Ardi ketika mereka berada disebuah rumah makan gudeg. Disana di TV diberitakan tentang tabrakan. Dan diceritakan siapa sosok pengemudinya yang malang itu.
Ardi meletakkan sendoknya pelan pelan..ia terhenyak kebelakang kursi. Ditatapnya layar TV itu..matanya berkaca kaca..Inilah akhir dari seorang yang ia kangeni dan berharap bisa ketemu lagi.
Ni Luh memegangi tangan kekasihnya. Ia diamkan Ardi sendiri disana. Ni Luh ga berani berkata apa apa..ia tau apa yang sedang ada dipikiran Ardi.
"Ni Luh kita pulang saja ya..maaf kita ga usah jalan jalan hari ini" kata Ardi lemah.
"Baik mas..kita balik kerumah..tapi tenangkan dulu pikiranmu. Yuk kita ketaman dulu..agar kamu tenang. Aku yang bayar makanan ini..ayuk kita keluar dari sini" ajak Ni Luh
Mereka berdua jalan pelan kearah taman dibelakang rumah makan itu dan duduk disebuah meja.
Ardi menundukan wajahnya..air matanya sudah habis ia keluarkan..tangannya bergetar. Bibirnya kering. Berkali kali ia menggelengkan kepalanya.
"Aku ta kuasa Ni Luh..Aku ta kuasa menahannya..ya Allah aku ta kuasa menahannya.." Berkali kali Ardi mengucapkan kalimat itu.
Ni Luh mengerti maksudnya..ia tau bahwa Ardi ta kuasa menahan Dewi untuk tetap menjadi kekasihnya. Ia hanya bisa melepaskan Dewi untuk putuskan hubungan mereka.
Ni Luh masih ingat ketika Ardi datang dengan muka sedih bahwa Dewi telah memutuskan tali cinta mereka dan akan menikah dengan seorang anak orang kaya diJakarta hanya karena ayahnya Dewi jatuh bangkrut dengan hutang yang sangat tinggi.
Ardi katakan, satu satunya jalan keluar dari kemelut keluarga adalah menjodohkan Dewi dengan anak orang kaya itu..terus dimana ada keadilan didunia ini kalo semua hanya dilakukan dengan harta dan kekayaan?
Ni Luh mengusap usap rambut panjang Ardi dan juga punggungnya.
"Lepaskan sayang..lepaskan semuanya..biar kamu lega..ga apa apa.." bisik Ni Luh dikuping Ardi.
********
Rebecca tiba tiba bangun dari tempat tidur, ia buka lacinya dan mengambil botol obat yang tersimpan disana.
Pelan pelan ia berjalan kekamar mandi. sesampainya disana ia nyalakan shower dan biarkan air dingin membasahi seluruh tubuhnya. Rebecca duduk bersila dan membiarkan air terjun turun dengan deras ketubuhnya.
Dibukanya dua botol kecil berisi obat obatan penenang dan semua kapsul obat itu ditelannya. Ia terbatuk sedikit tapi ia terus menelannya sampai semua habis.
Dalam hitungan menit seluruh tubuhnya berasa hangat otaknya seperti ringan. Ia ta kuasa lagi menahan tubuhnya perlahan tubuhnya lemas dan jatuh dilantai kamar mandi itu.
Rebecca masih ingat dan sanggup melihat wajah Dewi yang tersenyum dan kedua tangannya terbuka seakan mengajaknya untuk masuk ke sebuah taman yang indah. Ia bahkan belum pernah melihat begitu banyak bunga yang tumbuh ditaman itu berwarna warni dan baunya sangat wangi..
"Tunggu aku sayang.." Rebecca katakan pada Dewi, tak berapa lama kemudian semuanya berangsur pudar dan hanya gelap yang ia rasakan....
__ADS_1
********
Jam 12siang mbok Nuri pemilik rumah yang disewa oleh Rebeca lewat samping rumah menuju rumahnya yang terletak dibelakang rumah Rebecca.
Ia berhenti sebentar..ko seperti ada suara air mengucur terus menerus di kamar mandi. Ia coba kedepan dan mengetuk kamar Rebecca. Ga dijawab..eeh pintunya ga dikunci, ia coba masuk dan memanggil.
"Rebecca..Rebecca" ga ada yg jawab tapi air mengucur terus dikamar mandi. Ah mungkin lagi mandi. Saya tunggu luar sambil nunggu bapak pulang dari sawah pikirnya.
Lewat lima menit air dikamar mandi masih ga berhenti..pada waktu itu pak Kul suaminya datang dari sawah.
"Eh mbok..ngapain duduk dirumah Rebecca?" tanya pa Kul.
"Pak..tolong periksa kamar mandi, ko dari tadi air ga mati..ini pintu ga dikunci..saya panggil panggil Rebecca ga dijawab..coba liat kedalem pak" pintanye kepada sang suami.
"Masa saya laki laki yang masuk..kamu yang masuk saya yang diluar..gitu kan?"
"Oh ya..bentar nggeh saya cek dulu kedalam"
Belum lagi pak Kul duduk diteras tiba tiba ia mendengar teriakan istrinya dari dalam.
"Paaak! aduuh jagat dewata! cepat sini!!" teriak si ibu memanggil
"Hah ada apa?" Pak Kul berdiri dan berlari kedalam.
Disana istrinya berdiri tegak depan pintu kamar mandi
kedua tangannya menutupi mulutnya yang melongo. Setelah itu ia menunjuk kedalam kamar mandi.
Pa Kul lari mendekati istrinya..iapun kaget bukan main.
"Ya ampun!.Awas..awas kamu jangan disitu!" Suaminya mengusir istrinya yang sedang terpaku berdiri disana.
Pak Kul mematikan air shower. Ia jongkok dan coba meluruskan tubuh Rebecca yang basah kuyup.
"Bantu aku luruskan kakinya!" kata pa Kul.
"Ga ah..takut aku..Rebecca mati?" kata sang istri.
Pak Kul menaruh tangannya dimulut Rebecca.
"Kayanya demikian.." ia meletakkan kepalanya pelan pelan dilantai dan berdiri.
__ADS_1
"Mana hpmu kita telepon polisi sekarang juga..aduuuh"
●●●●●●●●