Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
Oh Dewi..Oh Ardi..


__ADS_3

"Hi Ni..hehe? maaf ya aku ganggu terus..apa ada kabar dari Rebecca? aku barusan dari rumahnya. ko aneh kata tetangganya dia sempet liat Rebecca datang tapi keluar lagi bawa 6 lukisan trus pake mobil sewa pergi lagi. Kemana ya dia?" kata Ardi.


"Hei..oh ga tau ya..aku blom dapat kabar tuh..kamu diDenpasar atau Ubud sekarang?" Ni Luh berbohong.


"Aku baru balik dari Ubud..ini diDenpasar sekarang"


"Oh ok..tunggu sebentar pasti dia akan call..katanya terahir kontak aku dari Jakarta, mau ada pameran lagi. Tapi ga tau dimana, Ubud atau Denpasar"


"Hmm aneh juga..aku mau bilang ke Rebecca..lusa malam aku mau ke Jogja nengokin ibuku yang sakit. Mungkin lama disana" kata Ardi.


"Oh gitu..nanti klo aku dapet berita aku infokan..kamu pulang aja keJogja dulu urus ibumu kasian kan?.Rebecca ga ilang ko hehe..aduh arjunanya kebingungan ya.."


"Haha..bukan gitu,takut dia cariin aku aja" jelas Ardi.


"Siap..nanti klo ada kabar aku info"


Ni luh bicara sambil memandangi foto Dewi dipangkuannya. Ya ampun ko jadi begini kisah teman temanku?


Ia langsung kirim pesan ke Rebecca.


********


Rebecca terus menerus membaca isi pesan Ni Luh. Beberapa turis asing terlihat berdiri didepan lukisan Gunung Agungnya. Ia biarkan mereka disana dulu.


Ni luh cepat kirim pesan ke Rebecca.


"Rebecca..gawat! Pacarmu ini adalah bekas pacar Ardi! Dan dia kenal aku..namanya Dewi kan? Dia akan merasa malu yang luar biasa kalo ketemu sama aku."


Pesan berikutnya.


"Aku ga mau ketemu dia. Sorry about that. Ini akan menjadi skandal besar. Aku akan pikirkan jalan terbaik..tapi, aku ga bisa keDenpasar. Hati hati Ardi ada diDenpasar juga sekarang lho."


Gubrak lemes rasanya tubuh Rebecca.


Dewi pelan pelan berjalan kearah resepsion hotel untuk menanyakan dimana pameran Rebecca berada. Gadis manis diresepsion mengatakan pameran berada ditaman belakang,


Oh outdoor ternyata..


Dengan gembiranya ia kesana..ta berapa lama disana ia bisa melihat Rebecca sedang berbicara dengan seorang priya bule.


Beberapa lukisan alamnya berdiri di sketsel masing masing. Sungguh indah dengan background yang menarik ditaman itu. Ia sengaja berjalan melingkar dan akan mengagetkan Rebecca dari belakang.


"Dor!" Dewi menusuk pinggang Rebecca dari belakang.


"O God!" jerit Rebecca kaget, ia berpaling dan disana Dewi sudah berdiri.


"Hi..!" Rebecca memberikan pelukan mesra dan mencium pipi Dewi.


Rebecca memberikan tanda untuk tunggu sebentar dan ia meneruskan sedikit pembicaraan dengan sang turis yang ternyata warga negara Belanda.

__ADS_1


Sambil menunggu Rebecca bicara dengan client, Dewi berjalan melihat lihat lukisan Rebecca. Semuanya indah, semuanya menawan.


"Hi baby..sorry sibule ternyata hanya nanya nanya, belakangan cuma minta no hp haha"


"Naksir tu dia sama kecantikanmu bukan lukisannya" Dewi bercanda.


"Skarang jam 10.30 kita ke cafe disana yuk..ada sesuatu yang ingin kubicarakan" kata Rebecca.


"Hei..im on vacation..kemana aja aku ikut" katanya sambil tertawa.


Karena masih pagi cafe sepi pengunjung. Good pikir Rebecca. ia memilih duduk disamping kolam ikan Koi. Gemericik air pancuran membuat suasana cafe sangat romantis.


Rebecca order orange juice juga banana bread dan Dewi pesan kopi Bali.


Rebecca tersenyum dan matanya berkedap kedip, Dewi membalas senyum..ia mengelus elus telapak tangan Rebecca.


"Wi..jangan kaget ya aku mau ngomong serius"


"Ih ngomong apa? serius amat.."


Rebecca menarik napas panjang. Satu tangannya menarik tangan kanan Dewi.


"Dulu..sebelum kamu nikah dengan pak Mur, kamu pernah punya pacar yang tinggal diBali..apa itu betul?"


Rebecca berkata pelan pelan agar Dewi ga kaget.


Dewi terdiam. Ia memandang kedepan dan berkata.


"okay.." Benar kalo gitu apa kata Ni Luh pikir Rebecca.


"Oh ya sudah kalo gitu..ga apa apa, soalnya temenku orang asli Bali juga kenal kamu..dia sahabatku, waktu aku ceritain ada kolektor besar yang beli lukisanku, iseng aku sebut namamu..dia senang sekali..aku kirimkan juga fotomu dan mas Mur. Tapi, dia kaget waktu liat fotomu"


"Oh ya?..siapa ya?" Dewi bingung ko ada orang Bali yang kenal dia.


"Namanya Ni Luh sahabatku itu" kata Rebecca singkat.


Dewi kaget waktu disebutkan nama itu. Dia ingat sekali, karena Ni Luh adalah sesorang yang sering dibantu bisnis tokonya oleh Ardi dulu. Dan Ni Luh juga yang ikut repot menolong mempersatukan perpecahan hubungan antara dia dan Ardi. Ia ingat dulu Ni Luh ikut mengantarkan Dewi kebandara untuk tidak kembali keBali lagi.


Ia ingat kata katanya Ni Luh dulu.


"Dewi, kapanpun kamu keBali..ingat aku. Call aku ya, aku temanmu diBali"


itulah 2 kalimat terahir yang ia ingat. Kini, seakan dunia berputar. Ia berada diBali dengan kekasih gelapnya Rebecca yang juga teman Ni Luh.


"Ya aku kenal Ni Luh, dia temanku dekatku dulu dan dia kenal baik bahkan sahabat kekasihku yang dulu" katanya dengan suara pelan.


"Kamu punya foto Ni Luh? soalnya nama Ni Luh banyak diBali..siapa tau salah"


Rebecca mencari foto Ni Luh digallery dan dia memperlihatkan sosok Ni Luh tersenyum didepan tokonya.

__ADS_1


"Yuk ketemu dia..iya, ini sahabat lamaku..aku kangen"


"Oh sayang sekali..Ni Luh sekarang lagi diSurabaya. Dia hanya bilang titip salam kangen untukmu"


"Di Surabaya?" tanya Dewi


"Iya dia disana kurang lebih 2minggu..kamu bisa kirim kabar via Whatsapp kalo mau..aku ada no nya yang baru"


"Ya udah ga apa apa..lain kali aku kontak dia..what a small world ya? ko kamu bisa kenal dia..apa kamu kenal Ardi juga?" tanya Dewi sambil mencicipi Capucinonya.


"Oh aku ga kenal dia..aku hanya kenal Ni Luh, karena dia sering liat pameranku diUbud" kata Rebecca berbohong.


"Gitu ya..Rebecca, kita kehotelku yuk..ngobrol disana.."


"Ok lets go..bentar kamu disini dulu, aku bilang sama pengurus pameran dulu"


Baru saja ia melangkahkan kakinya menuju reception hpnya berdering..its Ardi.


"Hi beb..sorry aku sibuk banget..lagi apa nih?" kata Rebecca.


"Ya ampun nona besar..saking terkenalnya seantero dunia, sampe lupa sama aku" terdengar suara Ardi.


"Iya sorry ya..kamu kangen ya? aku disini 2 hari terus keUbud."


"Kamu main kerumahku disini dong" Ardi sedikit merengek.


"Wah beb..setiap malam aku ada makan malam sama Pemda mungkin pulang malem..lusa aku ke Ubud ko"


"Okay..Yang..ibuku sakit keras..besok aku harus pulang keJogja 2minggu..mungkin kebih, aku liat gimana nanti" kata Ardi


"Ooh ya ampun..kasian amat. Aduh gimana ya, ini pameran betul betul penting bagiku beb. Lagian pertemuan makan malam diPemda juga sangat penting..gimana ya?"


"Ya udah ga apa apa..kamu sukseskan dulu acaramu. Aku ngerti, besok aku berangkat jam 4 dari rumah pesawatku jam 5.15 sore"


"Thank you beb..maaf sekali aku ga bisa anter ke Airport..nanti kamu kembali kita ketemuan..for sure." jawab Rebecca.


"Ok sayang..jangan lupa janjimu ya..have a good one dan kita ketemu lagi diUbud" kata Ardi.


"Okay beb..safe travel ya..byeee. Love you"


"Love you too..bye" Ardi memutuskan hubungan callnya.


Rebecca cepat cepat ke resepsion dan kembali menjemput Dewi.


"Ayo kita kehotelmu" sambil menarik tangan Dewi.


********


Ardi dikamarnya aga kebingungan dengan Rebecca..biasanya dia yang semangat untuk bertemu. Kali ini ko kaya cuek aja. Apalagi masalah Pemda, dari dulu dia selalu bilang males kalo urusan sama Pemda..tapi...Hmmmm

__ADS_1


Semoga ga ada apa apa dengan Rebecca.


__ADS_2