Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
Dua dunia yang berbeda


__ADS_3

"Weh Alhamdulillah dah sampe!.monggo mba, ayo masuk" kata Seruni menyambut Ni Luh yang baru saja turun dari motor Ardi.


"Halo Runi..awww kangen aku" kata Ni Luh sambil memeluk Seruni.


Ardi tersenyum melihat Ni Luh begitu akrab dengan adiknya.


"Ayok kita masuk.." ajak Ardi.


Mereka semua masuk kedalam. Dan Seruni masuk kedapur menyiapkan teh panas dan kueh kueh kecil.


********


Menjelang sore..


"Ni..kita keluar yuk ngopi dicafe..disini banyak lho tempat nongkrong yang enak" ajak Ardi.


"Ayok..Runi kamu mau ikut?" tanya Ni Luh.


"Monggo lho..nanti sebentar lagi ada dua temenku pada datang mau main kesini"


Runi tersenyum bangga melihat kakanya membonceng Ni Luh. Aah ahirnya mas Ardi punya pacar juga, meskipun ia lebih tua dari kakanya tapi mereka keliatannya cocok sekali.


"Pegang aku yang kenceng ya..kalo jatuh repot aku" kata Ardi.


"Siap..ayo tarik mas" canda Ni Luh


Jogja diwaktu malam emang indah, dengan banyak lampu lampu jalan gemerlipan. Setelah setengah jam berputar putar sampailah mereka dicafe Legend daerah Gondokusuman.


Ardi memilih duduk dimeja yang berada dibawah pohon.


Setelah menyantap kueh kecil dan nyruput kopi..pada satu kesempatan ketika Ni Luh menyolong intip wajah Ardi. Tiba tiba Ardi menoleh kearah tatapan Ni Luh.


"Kenapa Ni..mukaku serem ya?" tanya Ardi sambil tersenyum. Ardi menarik kedua telapak tangan Ni Luh.


Ia menimang dan mengelusnya. Ni Luh membiarkan saja Ardi melakukan itu.


"Hehe..ga, pikiranku menerawang kewaktu dulu aja"


Ia meneruskan..


"Alhamdulillah dulu aku ketemu kamu Ni..tapi, aku juga beberapa kali mencoba memikirkan Rebecca..aneh sekali aku bingung lho..berkali kali aku kirim pesan..jawabannya kaya coba menghindar dari percakapan"


"Hmm gitu ya..kasian kamu Ardi..aku juga ga tau kenapa ya? gimana kalo dia tau aku diJogja jalan sama kamu? gimana kalo tiba tiba dia muncul disini? apa reaksimu mas?"


"Aku akan bilang, Haaai..kemana aja?" Ardi berkata sambil mengangkat satu tangannya.


"Hihihi..terus aku bilang apa coba"


"Haai..aku lagi pacaran sama mas Ardi..mohon jangan ganggu ya"

__ADS_1


"Emang kita pacaran mas?" tanya Ni Luh serius


"Ni..sekarang aku mau ngomong dan semoga kamu ga salah terima..aku ingin kita jadian, aku ingin diJogja ini kita saling janji dan memasuki kehidupan.."


Ni Luh menatap kedua mata Ardi, apakah ia ga salah dengar?


"Aku bosen dengan segala kepalsuan yang terjadi..dan semua sudah kupikirkan matang matang. Kita sudah saling kenal lama..kamu tau siapa aku dan akupun demikian"


Kerongkongan Ni Luh jadi kering, ia ta kuasa berbicara. Mimpikah ini?


"Umur kita sudah cukup matang..kalo kamu mau, ijinkan aku serius sama kamu..bukan sebagai teman biasa tapi biarlah aku jadi pendampingmu.."


Ardi kembali menarik kedua telapak tangan Ni Luh.


"Mas..apa kamu ga salah mengucapkan ini? aku lebih tua darimu, aku bukan orang Jawa..apa kamu ga menyesal nantinya?" kata Ni Luh bergetar.


"Kita ga usah bersembunyi lagi. Umurku sudah ga muda dan kamu juga..kalo kamu serius..aku juga serius..bagaimana Ni?" suara Ardi penuh berharap.


"Kamu harus pilih sekarang antara aku dan Rebecca. Jangan setengah hati disana setengah hati disini." kata Ni Luh sambil menatap ke wajah Ardi.


"Ucapanmu adalah buah dari doamu..apabila kamu sudah bulat..maka aku juga mas. Tapi harus yakin" kini gantian Ni Luh yang membelai telapak tangan Ardi.


"Alhamdulillah semua sudah jelas" kata Ardi..ia mengangkat telapak tangan Ni Luh dan menciumnya.


Ni Luh tersipu dan menundukkan wajahnya.


"Mas..bagaimana dengan usahaku diUbud?" tanya Ni Luh


dua anak manusia itu telah sepakat untuk menjalin cinta yang suci. Khususnya Ni Luh ternyata doanya telah dikabulkan yang maha kuasa.


Diam diam ia berterima kasih kepada yang Kuasa dan ia saat itu seakan dirinya telah diangkat keawan yang tinggi bertaburan bunga bunga surgawi.


Waktu begitu cepat berlalu dan langit telah dihiasi bintang. Ardi mengajak Ni Luh untuk pulang.


"Ni..kita pulang yuk..kita lanjut ngobrol dirumah. Kasian Runi sendirian" ia menarik tangan Ni Luh


"Ayo mas..besok kita cobain tempat lain diJogja ya"


"Oo banyak yang bagus selain yang ini..besok kita ketempat lain ya" jawab Ardi


********


Keadaan Rebecca..


Sudah dua hari Dewi tidak kontak Rebecca. Entah apa yang terjadi. Biasanya Dewi setiap jam kirim pesan tapi kali ini ga ada satupun yang masuk.


Mata Rebecca sudah ngantuk, ta kuasa menahan kantuknya dan tertidur didepan TV.


Ding..tiba tiba suara pesan berbunyi, terlihat profil Dewi.

__ADS_1


"Hi, sorry aku lagi sakit. Badanku pegel pegel mukaku bengkak. Besok aku mau periksa dokter. Mas Mur mabok lagi. Mending aku mati aja kalo gini terus terusan."


Rebecca kaget. Haah kenapa? Dilihat saat itu jam 10malam, ia ingat pesan Dewi. Jangan pernah kontak aku sebelum aku yang kontak duluan. Tapi kali ini Dewi yang duluan so that means is ok untuk membalasnya.


"Boleh aku VC?" Rebecca kirim singkat saja


"Bentar aq kekamar atas. aq yg call" jawab Dewi


Selang beberapa menit masuk video call dari Dewi.


"Halo..Wi, ko ga kliatan mukamu" suara Rebecca pelan.


Diseberang sana yang tampak hanya tembok, Rebecca menunggu..ko muka Dewi ga keliatan.


Tiba tiba suara Dewi terdengar.


"Aku ga mau keliatan..kamu pasti kaget liat aku..denger suara aja ya"


"Lho kenapa? ga apa apa ko, ada apa sih ?" Rebecca penasaran.


"Kamu jangan kaget ya..liat aku kaya gini"


"Ayo cepetan aku mau liat kamu" Desak Rebecca


Sedetik kemudian tampil wajah Dewi dilayar hp. Rebecca terkejut bukan main dan menjerit.


"Ya ampun Dewi! kenapa itu" Rebecca terkejut.


Terlihat wajah Dewi yang memar, mata sebelah kanan bengkak berwarna hitam dan biru. diujung matanya ada warna merah darah. Bibirnya pecah.


Dewi menangis sesunggukan..


"Tadi malam mas Mur pulang mabuk..ini sudah yang ke empat kali dia gitu. Dia memaksa meniduriku. Aku ga mau. Karena aku bukanlah pelacur, Dia selalu menggaulilu seakan aku seorang pelacur murahan! ketika aku tolak itulah, langsung ia memukuli mukaku..aku sakit Rebecca huuu" Dewi bercerita sambil menangis. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kurang ajar laki laki sial! Besok pagi pagi kamu kedokter ya sayang" mata Rebecca berkaca kaca. Ingin ia berada disamping kekasihnya. Tapi apa daya. Ia geram dan sedih juga melihat keadaan Dewi.


"Kenapa sih ko kamu ga bisa ceraikan saja?" kata Rebecca kesel.


"Ayo kita lari aja ke Lombok..kita tinggal disana.Tinggalkan dia sekarang juga!" lanjutnya.


"Darling, aku ga bisa..keluargaku berhutang budi besar kepada keluarga ini" kata Dewi pelan.


"Aku mau meninggalkan semua ini..biarlah semuanya aku akhiri..aku capek Bec. i am tired of all the bullshit. Iam tired of all this drama" Suara Dewi hampir tak terdengar.


"Dont you dare baby! kalo kamu cinta aku, kamu ga bisa begitu..masih ada jalan lainnya..ayok semangat!.inget ada aku disini yang menunggumu..please be strong baby" Rebecca mencoba menenangkan Dewi.


"I dont know Bec..I love you Rebecca..kepalaku pusing sekali..besok kita ngobrol lagi..aku capek"


"Ya udah kamu sekarang istirahat ya..aku doakan kamu aman disana..kapan aja mau call..please call me..I love you so much..you mean everything to me..jangan lakukan yang tidak tidak..kalo perlu kamu kesini secepatnya.."

__ADS_1


"Ok..love you.." Dewi mematikan hpnya..ia masih menangis dikamar itu. Ia terduduk dilantai yang dingin itu. Semua serasa hancur. Badan dan pikirannya hancur. Ia ingin mengahiri hidupnya malam ini..mungkin itu solusi yang terbaik.


●●●●


__ADS_2