Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
2 Naga


__ADS_3

Ardi dan Muji melangkah menuju rumah bapaknya Muji. Sebuah rumah yang letaknya pas disamping air mancur yang sering disebut orang sekitar disekitar kampungnya sebagai sebuah situs peninggalan kuno. Rumahnya tidak besar tapi teduh dan asri. Ardi tersenyum melihat rumah itu bayangannya melesat kejaman waktu ia kecil dulu..bermain petak umoet bersama Muji dan kawan kawannya.


"Le...weh Alhamdulillah wes balik sekang Bali?" sambut bapaknya Muji yang sedang duduk diteras.


"Njjih pak..pripun pak, sehat?" kata Ardi sambil mencium tangan orang tua itu.


"Ya gini aja..monggo duduk. dah beli gula?" kata bapak tua kepada anaknya Muji.


"Sampun pak..bentar ya..aku ta naro gula dulu..ngobrol sama bapak dulu" Muji masuk kedalam.


Tidak berapa lama Mujipun ikut ngobrol diteras sambil liat burung burung disawah berterbangan diatasnya.


"Lha kui..burung sudah padahal datang..kesel aku. Padahal sudah dikasih patung masih aja pada seliweran" geram Muji melihat burung burung itu.


"Iki Lho pak..turis dari Bali..rambute dowo kaya jaran kepang hehe" canda Muji.


"Ah mboten..saya males potong rambut pak..wes aku panjangkan saja"


Mereka bertiga bercengkrama..bercerita tentang keadaan didesa. Ketika itulah seorang gadis lewat depan rumah Muji. Dia adalah Ningrum yang dulu waktu semasa kecil suka dijodohkan ke Ardi.


"Permisi pak..Oo ada mas Ardi..kapan pulang dari Bali?


tanya Ningrum.


"Lho dek Ningrum..apa kabar?" Ardi menyibakkan rambut panjangnya dan berdiri.


"Alhamdulillah baik mas..mampir kerumah" kata Ningrum sambil tersenyum.


Aaah..gadis ini sudah menjadi seorang wanita yang ayu dan kecantikannya ga kalah sama gadis kota lainnya.


"Njjih..salam ke bapak ibu ya"


"Njjih monggo mas, pak saya kepasar dulu" kata Ningrum sambil berlalu.


"Monggo nak" kata bapak.


Ningrum berjalan sambil melemparkan senyumnya yang manis kearah Ardi.


"Di..Ningrum masih perawan lho..kemarin mau diminta sama kepala desa jadi istri ke dua..dia ga mau" kata Muji.


"Lha ya siapa yang mau jadi istri ke dua..mbok kamu yang pinang" Ardi berkata ke Muji.


"Aah aku ga punya apa apa..malu aku hehe"


Pertemuan yang menyenangkan meskipun tanpa kopi dan cemilan tapi ketiganya begitu bahagia. Kenangan lama demi kenangan lama saling dibahas kembali.


********

__ADS_1


Hari ini sudah 8 hari Ardi berada dirumah kediaman ibunya. Kondisi sang ibunda tidak kunjung membaik bahkan keliatannya bertambah parah..Ardi sudah tiga kali bolak balik membawa ibunya ke dokter spesialis..menurut dokter terdapat kerusakan dilambung perut yang akut. Disarankan untuk menginap diRumah sakit agar bisa diobati oleh para dokter.


Tapi sang ibu menolak.


"Sudahlah nak..biar ibu dirumah saja..disana mahal biayanya..kalo emang gusti Allah suruh aku pulang ya aku wes siap" suaranya lirih.


"Aduh buk..ga apa apa saya bisa minta tolong ke temanku diBali untuk biaya rumah sakit" kata Ardi.


"Ra usah cah bagus..kamu disini sama ibuk..tadi malam bapakmu sudah datang...dia bilang sebentar lagi aku mau dijemput" napasnya aga naik turun.


"Ibu ga usah bicara yang bukan bukan..ya sudah Ardi mau shalat mohon keAllah agar penyakit ibu diringankan"


"Ardi..kamu shalat disampingku ya..ibu senang kamu kembali shalat nak"


"Njjih buk"


Setelah ia laksanakan shalat..ia membuka handphone dan mengirim pesan ke Rebecca.


"Halo Yang..gimana kabarmu? semoga aku ga menggangu ya. Keadaan ibuku tambah hari tambah parah..dan kemaren dapat informasi harus dirawat di Rumah Sakit...ya apa boleh buat, aku harus berada disampingnya terus. Seperti yang aku bilang..mungkin bisa 2 minggu mungkin lebih lama lagi, aku juga ga tau. Mohon doanya saja agar semuanya bisa teratasi....salam kangen" ketik Ardi.


Baru saja akan ia kirim,terdengar ibunya sedikit mengerang..cepat cepat Ardi taro hp di sajadah dan menghampiri tempat tidur. Ia tunda dulu pengiriman berita ke Rebecca.


Ia duduk didekat kaki ibunya.


"Bu..Ardi ada disini mau minum? apanya yang sakit?"


Ga berapa lama Seruni masuk kekamar.


"Mas..ibu kenapa?" tanya adiknya.


"Entahlah..tadi ga apa apa, kayanya ibuk kesakitan diperutnya"


"Mas..diluar ada mas Muji..biar aku yang urus ibuk dulu"


Ardi keluar menemui Muji.


"Ibu parah yo? kasian..kalo aku bisa tolong wang ta tolong..tapi aku juga blas ga punya wang"


"Ga apa apa Ji..aku juga baru mau pinjam ke temenku itu yang diBali..mungkin bisa nolong" kata Ardi lemas.


"Lha ini yang mau aku infokan..kebetulan peyan ucapkan dia..duduk sini deketku..aku mau crita" Muji menepuk nepuk tempat duduk agar Ardi mau duduk disampingnya.


"Opo to..ko serius" kata Ardi sambil mengikat rambut panjangnya.


"Aku tadi malam secara total semedi mencoba melihat siapakah sosok wanita ini..karena dari kemaren terus terang ko aku seperti tertarik untuk membuka"


"Bentar aku ta buat kopi dulu..supaya enak ngobrolnya"

__ADS_1


"Yo wes..aku tunggu"


Selang beberapa menit Ardi kembali dengan 2 cangkir kopi hitam.


"Monggo.."


"Njjih suwun.."


Ardi membuka pembicaraan duluan.


"Dari semalam ibu tu ngomongin bapak terus..katanya bapak dateng mau jemput..waah bingung aku"


"Aduuh gimana ya..aku mau cerita tapi ko kondisi ibukmu gitu..jadi ra enak aku"


"Ga apa..ayo cerita biar aku juga lego"


"Sebelumnya mohon maaf apabila ada kataku yang salah..jadi, waktu aku masuk keruang bathin temenmu iki..aduh mohon maaf nggeh, dia punya kelainan Di."


"Maksudmu gimana Dji..kamu bikin aku penasaran" kata Ardi sambil menyulut rokok.


"Hmm dia itu suka dengan laki tapi juga suka dengan perempuan..dan aku sudah cek dia saat ini sedang menjalin cinta dengan seorang perempuan.." kata Muji perlahan tapi serius.


"Ada lagi..aku ko bisa merasakan tapi ga bisa liat dengan jelas. Wanita pasangannya juga kenal sama kamu"


"Aah seng bener to.." kata Ardi penasaran sekigus terkejut.


"Ardi kamu koncoku dari dulu dan sekaligus sahabatku


buat apa aku mengada ada..ini semua apa yang aku lihat dalam semediku"


"Dia ini sekarang lagi gundah dan bingung memilih antara kamu atau wanita ini" kata Muji selanjutnya.


"Gila! masa iya? lho semenjak sama aku ga ada tuh gaya dia kaya lesbian..seutuhnya wanita ko.."


"Lha yang namanya *** ya kita umum..bahkan kadang kadang 2 sampe 3 x sehari..wajar kan?" katanya sedikit berbisik, takut kedengaran orang lain.


"Ya itu.., dia ini hiper *** kalo ga salah panggilannya..doyan main dan gonta ganti priya dan wanita..maaf ya kalo melukai hatimu..ini aku ga mengada ada lho..kalo didunia ghoibnya aku melihat ada 2 naga. merekalah yang mempengaruhi wanita ini..tapi didunia kasat mata..ya dia pemain ganda" Muji menerangkan.


Ardi termenung, mencoba menelaah apa yang dikatakan sahabatnya..susah bagi dirinya mempercayai kabar ini..tapi, memang dari minggu lalu semenjak Rebecca keJakarta ada sesuatu yang aneh..ia bagaikan cuek dan seperti yang melupakan dirinya.


Coba aku call Ni Luh setelah Muji pulang..ya Allah ibuku sakit trus ada berita dari Muji..pening kepalanya.


"Maaf sekali lagi maaf Ardi aku harus ceritakan semua ini..karena kamu adalah sahabatku. Aku ga mau kamu dua kali terluka. Aku ingat ko gimana rasa sakitku ketika aku ga jadian sama pasanganku.."


"Yo wes..yuk diminum dulu"


********

__ADS_1


__ADS_2