
Suasana hari ke 2 pameran lukisan tempat Rebecca mamerkan karyanya hari ini lebih ramai dari hari pertama. Banyak kolektor datang.
Hari sudah jam 1 siang. Rebecca keliatannya masih sibuk melayani beberapa client yang sepertinya antusias untuk memborong lukisan alamnya.
Dewi langsung mengirimkan pesan singkat.
"Aku tunggu di coffee shop ya."
wanita ayu itu melangkahkan kakinya masuk ke cafe.
Baru saja ia didepan pintu cafe, Jantungnya berdetak kencang karena disana ia melihat ibu mertuanya sedang duduk bersama seseorang dimeja ujung sana.
cepat cepat ia balik badan dan kirim pesan lagi.
"Batal..jangan ke cafe ya, mertuaku disana. aku pergi ke mall..kamu kabari kalo dah bisa ketemu aku. Nanti aku kesana."
Ia melangkah cepat keluar dari hotel dan menuju keAmbassador Mall yang letaknya tidak jauh. Ia inget ada cafe XYZ disana yang selalu sepi pengunjung.
Rebecca membaca pesan dari Dewi. Dan melirik kejam tangannya. Masih setengah jam lagi. Okay baby hang on i am coming..Ia kembali sibuk dengan para calon pembeli.
Didalam Cafe XYZ.
"Mau pesan apa ibu?" seorang waiter mendatangi Dewi.
"Hmm..saya lagi tunggu teman..tapi Capucinno juga boleh sementara waktu."
Ia membuka hpnya dan melihat lihat laman Facebook sambil menunggu Rebecca.
Selang satu jam kemudian Dewi berpikir..Aah mungkin dia ga bisa datang kesini. Coba aku kesana. Ketika Dewi hendak beranjak pergi tiba tiba pesan sebuah pesan masuk.
"Aku sudah selesai..kamu aku tunggu dikamar hotelku aja ya"
Gembira rasanya Dewi menerima pesan itu.
"Ok aku kesana sekarang..byeee." itu jawabnya singkat.
********
Jalan menuju kehotel Mulia ga terlalu macet tapi perasaan dia jadi sangat jauh..ia ingin sekali cepat sampai.
Hhh..ayo buk..masuk, udah dikasih jalan ko ga maju! ia menggrutu sendirian. Kesal liat cara ibu ibu membawa mobil. Pantesan para priya kesel bukan main kalo yang bawa mobil didepan adalah seorang ibu. Ga dikasih jalan, dia nylonong masuk..dikasih jalan, malah ga bergerak! hhhh..
Setelah beberapa lama penuh dengan lika liku perjalanan akhirnya sampe juga.
Di lloby hotel ternyata Rebecca sudah menunggu.
Dewi dengan senyum sumringah memeluk Rebecca dan memberikan dua kali ciuman dipipi kiri dan kanan.
"Langsung kekamarku yuk"
"Kamu jangan kasar kasar ya..ini wanita bukan laki laki"
Dewi berbisik pelan.
"Kayaknya yang minta dikasarin kamu deh..Cekik aku cekik aku.. hahaha" canda Rebecca
"Huuush..iih ngaco" Dewi berkata manja. Tidak ada satupun yang tau bahwa dua wanita ini adalah sepasang kekasih yang sedang dilanda nafsu.
__ADS_1
Keduanya masuk kekamar 1201 dan didalam sana hanya mereka yang tau apa yang terjadi.
********
Sudah satu minggu Rebecca berada diJakarta untuk pameran lukisannya. Dari beberapa lukisan ia berhasil menjual 5 lukisan berukuran 120cm x 90cm. Dan ada 3 kolektor lukisan sudah memesan 3 lukisan lainnya. Rebecca sangat gembira atas kesuksesannya.
"Dewi..tahun ini tahun keberuntunganku!" katanya pada hari terahir dipameran.
"Sukurlah..emang lukisanmu hebat, itu mas Mur juga khusus memajang lukisan yang ia beli diruangan kerjanya"
"Sore ini aku langsung pulang keBali karena akan ada pameran kecil diDenpasar...kamu ikut aku yuk keBali" ajak Rebecca.
"Kayaknya aku ga bisa hari ini. Tapi aku mau bilang mas Mur besok aku mau jalan jalan keBali" wajah Dewi nampak aga sedih mengetahui hari ini adalah hari terahir pameran Rebecca.
"Bilang sama suamimu ya. Pasti ia ijinkan"
"He eh..aku akan berusaha ya" kata Dewi perlahan.
********
Ketika Murdiono pulang dari kantor ia nampaknya gusar dan kesel. Dewi bisa merasakan itu, sudah 5 tahun ia nikahi priya ini. Gelagat sekecil apapun dewi sudah tau akan apa yang akan terjadi. Tapi, ia sudah tekad akan menanyakan perihal liburannya keBali.
Malamnya ketika mereka makan malam.
"Mas..aku pingin liburan keBali besok boleh?"
"Aah..kamu mau kemana silahkan..aku lagi males sama siapa siapa..aku mending sendiri dirumah" kata Mur dengan acuh sambil makan ayam goreng kecap kesukaannya.
Haah? aku diijinkan pergi! hatinya berbunga bunga gembira. Namun sudah tentu tidak ia tampilkan kegembiraannya.
"Semoga masalahmu cepat selesai mas"
"Terima kasih mas,besok pagi aku pesen langsung berangkat keBali" Dewi tersenyum.
Malam itu ia tuliskan pesan ke Rebecca.
"Aku besok keBali, nginep di Segara Village. klo dah cek in aku akan call." ketik Dewi.
********
Pagi ini setelah dapat ticket ia langsung menuju bandara.
Kurang lebih 1 jam setengah setelah boarding ia telah mendarat dipulau dewata. Dengan taxi langsung menuju ke Jalan Segara Ayu menuju kehotel untuk cek in.
Tak berapa lama ia call Rebecca.
"Haaai!.aku dah disini..pameranmu dimana?" kata Dewi ceria.
"Yaay! aku ada di Swiss Bellesort hotel..coba kamu google deh.." aku disini cuma sampe jam 11 ko. kita ke cafe klo kamu dah disini, cafenya enak untuk ngobrol"
"Ok doki..aku lapar nih" kata Dewi.
"Aku lapar, mau makan kamu" ucap Rebecca.
"Aah sama..ya udah ntar ya bye"
"Bye baby" Rebecca menutup pembicaraan
__ADS_1
Tapi sebenarnya Rebecca sedang bingung. Disatu sisi ia sangat gembira kedatangan Dewi disatu sisi lainnya Ardi sudah dua kali call minta bertemu..
Gimana ya?..Ini kah yang orang katakan kalo kita bermain api maka kita akan terbakar? aduuh bingung aku.
Sebaiknya aku call Ni Luh, dia selalu punya solusi yang terbaik.
Namun sudah dua kali ia bell tapi Ni Luh blom juga angkat. Rebeccapun mengirimkan pesan wa.
"Ni, call aku dong penting banget"
Lewat 2 menit kemudian Ni Luh call dan diangkat cepat oleh Rebecca.
"Halo pelukisku..sukurlah dah sampe diBali lagi..bagaimana sukses?"
"Hi..wuih rame dan super sukses! ini aku lagi pameran 2 hari di Denpasar" jawab Rebecca.
"Eh..Ardi tiap hari call aku tuh..udah ngomong blom sama dia?" tanya Ni Luh
"Itulah yang aku mau bicarakan.."
"Hmmm..jangan macem macem deh..kamu kecantol boss ya diJakarta" suara Ni Luh sedikit menekan.
"Lebih gawat dari itu..bahkan super gawat..kamu tau penyakit lamaku..my old personal problem..yang dulu pernah aku bicarakan"
"Heh! kamu kumat lagi?..aduuh gimana sih? katanya tobat?" Ni Luh berkata dengan suara risau.
Ni Luh kaget bahwa Rebecca kembali lagi penyakit lamanya. Ia masih ingat dulu pernah memberikan nasihat, kalo kamu emang suka sama wanita ya teruskan tapi jangan bolak balik. laki, perempuan, laki lagi..tetapkan jalur kehidupanmu. Apakah dengan wanita atau dengan laki laki. Supaya ga rancu kehidupannya.
"Gimana ya..mending kamu kesini yuk aku mau diskusi.." suara Rebecca bergetar.
"Iih kirain dah sembuh..parah kamu ini..kamu punya fotonya .coba kirim,aku mau liat"
"Ok bentar aku kirim..klo bisa kesini ya..aku butuh temen yang bisa keluarkan solusi terbaik"
"Ya udah aku coba siang ini keDenpasar..dimana acaranya? kirim skarang fotonya ya"
Siap..thank you..i know you always there for me. Kalo dah liat call aku..bye"
"Ya sip..aku mau beresin urusan toko nanti aku kesana pake motor. Jam 1 siang aja aku kesana..bye" bales Ni Luh.
"Ke Swiss Bellesort watu jimbar hotel ya" kata Rebecca.
"Oh ya aku tau hotel itu..ok bye" Ni luh menutup pembicaraan.
Rebecca memilih foto Dewi dari galerrynya dan kirim ke Ni Luh, sementara ini aku menunggu kedatangan Dewi..nampaknya sudah ada 1 dan 2 orang bule memasuki pameran lukisannya.
********
Ding..suara wa terdengar, Ni Luh melirik kearah hpnya..oh pesen masuk dari sianak nakal ternyata. coba aku liat siapa sih cewe Jakarta ini.
Matanya melotot, jantungnya berdetak keras. Ia liat dan zoom foto itu. Apa ga salah penglihatanku? katanya dalam hati.
Disana terpampang foto Dewi yang berpakaian sexy dengan rok mini pendek. 5 tahun berlalu ia tidak berubah, hanya lebih montok dari waktu ia kenal dulu waktu bersama Ardi. Namun wajahnya ga berubah..itulah Dewi kekasih lamanya Ardi.
Tiba tiba hpnya menyala, suara panggilan..yang menelpon,.. Ardi!
Tangannya gemetar dengan perasaan kacau ia angkat.
__ADS_1
"Halo Ardi.."