
"Ni..kalo dah mendarat kabari aku ya" kata Ardi
"Baik Ardi..kamu jaga dirimu ya diJogja, titip salam juga untuk Seruni"
Ardi memeluk Seruni dan memberikan kecupan sayang dipipi Ni Luh.
"Sampai ketemu Ardi" ia melambaikan tangannya.
Ardipun melambaikan tangannya..ia masih berdiri sampai Ni luh betul betul sudah tidak keliatan lagi. Ada rasa sedih ia berpisah dengan gadis Bali itu.
Banyak pengalaman bersama mereka lewatkan selama diBali, mulai dari pertama kali ia datang ke Bali, melanjutkan hubungan dengan Dewi sampai putusnya hubungannya dengan Dewi.
Ni Luh selalu berada disekitarnya.
********
Malam itu sesudah acara pembacaan Yassin, Ardi duduk bersama teman temannya diteras rumah. Muji datang dan duduk pas disampingnya.
"Kemaren itu sebetulnya aku mau cerita tapi keduluan ibu berpulang" katanya sambil mengisap rokonya.
"O gitu ya..opo Ji?" kata Ardi.
Teman teman lainnya juga melingkar ikut mendengarkan Muji.
"Waktu kalian ajak ibu jalan kedepan pintu sini 'kan bilang..Weh wes teko, monggo..gitu kan?" Muji berkata sambil menunjuk pintu depan rumah.
"Lha yang aku trawang..itu bapakmu yo kakemu pokoe kabeh leluhurmu pada rawuh..pada datang pas didepan sini..pokonya yang terjelas keliatan sosok bapakmu..aku inget ko wajah pak Darno..dulu kan suka ngasih gethuk ke aku"
"Oo gitu ya.." kata Ardi menyimak
"Nah..setelah itu mereka masuk..itu aja yang aku liat. Jadi, ibumu sehat itu sebetulnya pertanda bahwa beliau siap bukan karena akan sembuh total. Aku pikir wah..aku musti kasih tau Ardi" Muji menerangkan.
"Tapi..semua terlambat..kamu duluan yang kasih tau aku bahwa ibu berpulang"
"Iya ga apa apa..kita ya berpikir ko tiba tiba sembuh..terus ibu bilang minta dianterin kedepan sini, lha ko malah ngomong..ee wes teko, monggo..kan aneh tho" Ardi menjelaskan ke teman temannya lagi.
"Itu ternyata pertanda nggeh" kata Sarjiman teman lainnya.
"Nggeh Sar..itu pertanda.." Ardi menundukkan wajahnya.
"Ya sudah kita doakan agar ibu tenang itu saja, semua sudah suratan Allah..Nah, aku mau ngomong satu lagi" kata Muji.
Ia melanjutkan.
"Cewe seng aku jemput diBandara kemaren yang anak Bali kui..Aku ko sangat cocok kalo kamu jadi pendampingnya"
__ADS_1
Ardi menoleh kearah Muji.
"Dia mempunyai aura putih bersih, dan dia itu sebetulnya dari dulu sudah kesengsem istilahe sama kamu..tapi kamu cuek dan hanya menganggap adik" Muni tersenyum. Ia meneguk kopinya dan menghisap dalam dalam rokonya.
"Lha aku pikir kemaren itu pacarmu ko..tapi ayu banget..istimewa yo cewe Bali itu" timpal Surono yang duduk berhadapan dengan Ardi.
"Aku ga mendahului Allah yo..tapi titeni kamu akan jadi sama dia..semua ini yang kamu hadapi sebentar lagi hilang..dan dia akan jadian dengan kamu Ardi" kata Muji.
Semua yang duduk mengangguk anggukan muka. Serius mendengarkan omongan Muji.
"Hanya saja akan ada sesuatu yang hebat akan terjadi, tapi setelah itu happy..Insya Allah.."
"Aamiin ya Rabb..semoga sesuatu itu tidak mengenai diriku" kata Ardi.
"Hmmm..ya berdoa saja" Muji menepuk pundak sahabatnya.
********
Di Ubud Bali..
Rebecca keadaanya semenjak Ardi tak disampingnya, sering bercengkrama dengan Dewi bahkan mereka sering Video call waktu suaminya Dewi ga dirumah.
Cintanya kini menggebu gebu, ia telah melupakan Ardi. Tapi sebetulnya hatinya gundah..kalo sedang tidak bicara dengan Dewi. Ia merasakan jijik kepada dirinya, ia ga ngerti kenapa dengan dirinya.
Rebecca sering menangis sendiri dikamarnya. Ya, karirnya sukses sebagai pelukis wangnya cukup banyak. Tapi dari segi lain ia merana, pacar barunya tidak bersamanya bahkan hubungannya backstreet. Hubungannya tidak seperti layaknya orang.
********
"Kemana sih siRebecca?" tanya Ni Luh dalam hatinya. Dari kemaren aku coba kontak ga dijawab. Whatsapp ia kirim ga dibales.
Semoga dia aman saja, paling paling dia lupa temen lamanya..maklum sekarang dia betul betul terkenal. Sudah banyak kolektor yang datang kesanggar lukisannya.
Ding..suara Hp terdengar. Ia liat Ardi, cepat ia baca.
"Hanya mau numpang lewat..semoga kamu sehat disana..ga tau ya aku ko kangen"
Ni Luh tersenyum..kamu ga tau dari kemaren aku juga kangen Ardi..bahkan dari dulu aku kangen kamu. Tapi kamu ga sadar, kamu kejar orang lain tapi ga liat bahwa didepanmu ada aku..pikir Ni Luh
"Halo Ardi..jangan numpang lewat, mampir dong masa lewat aja hihi. Ya,kamu bilang kangen? seriuskah?" jawan Ni Luh
"Ok..aku mampir deh..makasih dah diijinkan. Aku kangen, serius. Ke Jogja lagi yuk, kali ini nginep dirumahku. kamu bisa tidur sama Seruni satu kamar. Aku mau ajak kamu jalan jalan..ayolah"
"Wah yang bener? ok mau aku..gimana kalo sabtu ini?"
"Yah ko sabtu? lama amat..besok aja" desak Ardi.
__ADS_1
"Aku musti atur 2 tokoku dulu..sabtu kan lusa to? nanti aku info pesawatku..jemput ya?"
"Ok ok..ga sabar aku Ni..sumpah kangen aku"
"Baik..aku atur dulu disini..nanti siang aku beli tiket pesawat.."
"Matur suksme nggeh..ok, info ya..bye"
"Mewali..bye"
Ni Luh merasakan detak jantungnya bergerak cepat. Inikah yang aku impikan? Dari dulu aku selalu berdoa agar terjadi sesuatu yang indah dengan priya ini. Ya Tuhan..
********
Ni luh membeli ticket yang berangkat paling pagi..ia sudah ga tahan ingin ketemu Ardi. Ya ampun..ada apa denganku?
Ia sengaja memakai baju biru bergaris putih..ia ingat dulu Ardi paling suka kalo ia mengenakan baju itu. Bahkan ia pernah tanya beli dimana, karena ia mau belikan Dewi model yang sama.
Pagi itu Ardi sudah menunggu kedatangan pesawat Ni Luh di bandara Adi Sucipto. Ardipun agak nervous menanti Ni Luh..iapun berpikir..ada apa denganku? ko belakangan ini aku pingin sekali dekat dengannya.
Seakan..dunia baru baginya..Ni Luh seperti sebuah peluru yang mengisi senapan yang kosong dan kini senapan itu menjadi hebat dan siap dimedan laga
Tak lama, setelah pesawat Ni Luh mendarat Ardi melihat sesosok gadis berjalan keluar. Sungguh ayu dan anggun.
Ia melambaikan tangan kanannya. Ni Luhpun melihat Ardi, ia sedikit malu tapi langkahnya ia percepat.
Ardi merentangkan kedua tangannya. Ni Luh yang lebih pendek dari Ardi harus jinjit sedikit agar bisa dicium pipinya oleh Ardi.
Sebuah pemandangan yang indah. Mereka berpelukan aga lama seakan sudah lama ga pernah ketemu.
"Mau langsung kerumahku atau mau minum dulu dicafe disitu?" tanya Ardi masih memeluk tubuh Ni Luh.
"Langsung aja yuk kerumahmu"
"Ok..oya aku ga bawa mobil..kita naik motor kamu mau?"
"Aku digendong aja mau..haha"
"Kalo naik motor lebih asik..jadi bisa merasakan Jogja"
"Lets go..aku siap"
Mereka berjalan kearah parkiran motor.
Pagi itu untuk pertama kali dalam hidup Ni Luh ia digonceng oleh Ardi. Ni Luh menaruh cinta kepada priya ini tapi tidak pernah diutarakan..ia hanya bisa menjadi teman karibnya lain tidak.
__ADS_1
Kini ia memeluk Ardi, ia bisa merasakan kehangatan tubuh Ardi. Semoga ini menjadi awal yang indah, pikirnya. Semoga...
********