Inilah Pilihanku By Sweet Brownies

Inilah Pilihanku By Sweet Brownies
Ada apa denganmu Dewi?


__ADS_3

Pagi itu dikamar Rebecca.


"Morning.." Ardi membisikkan pelan dikuping Rebecca.


"Hmmm..morning juga" Rebecca masih males membukakan matanya. Ia meraba raba hpnya diatas meja lampu samping tempat tidurnya. Pagi ini Rebecca males sekali beranjak dari tempat tidurnya.


"Masih jam 5 yang..sini kamu" Rebecca menarik tubuh Ardi kembali kepelukannya.


"Hei..pagi ini, aku harus siap siap balik ke Denpasar.."


"Oouuh..ko harus pulang sih?." Rebecca bangun pelan pelan dan menuju kekamar mandi.


"Bentar aku mandi dulu ya" lanjut Rebecca.


"Oke..aku siapkan air panas untuk kopi" Ardi bangun dengan sigap menuju kearah dapur.


Beberapa saat ia sudah menyiapkan 2 cangkir kopi panas dan duduk diteras dengan sehelai sarung menutupi dirinya.


Udara Bali subuh itu masih diliputi embun. Tanah diluar basah, rupanya hujan turun tadi sebelum subuh.


Tidak berapa lama kemudian.


"Ayo mandi yang.." suara Rebecca terdengar keluar dari kamar mandi.


"Kopi sudah siap. Aku taruh diteras" Ardi mengambil handuk dan berjalan masuk kekamar mandi.


"Thanks beb.."


********


"Oya, besok aku ke Jakarta ya untuk pameran lukisan..aku disana 1 minggu" kata Rebecca sambil memegangi stang motor Honda Vario Ardi yang sudah siap jalan.


"Ya aku inget yang..kemaren kamu dah cerita..You becareful out there..kabarin aku kalo perlu apa apa"


"Thanks..i will be alright. sampai ketemu minggu depan beb" Rebecca mendekatkan wajahnya ke Ardi dan ia mencium bibir Ardi.


"Ati ati dijalan beb..sampe minggu depan. Love you.."


"Okey..kamu juga ati ati diJakarta..bye"


Ardi melambaikan tangan kanannya dan ia keluar menuju Denpasar dipagi yang sejuk itu.


********


Pagi itu dikediaman Murdiono.


"Wi kamu sudah siap?"


"Udah mas. Tinggal pasang anting aja" kata Dewi


Hari ini acaranya adalah Murdiono dan Dewi menghadiri pameran lukisan dari 3 pelukis muda berbakat pulau Bali di Hotel Ritz Carlton. Dewi nampak anggun seperti biasanya. Ia menggunakan gaun batik coklat muda buatan designer Muda berbakat Mus Heraldi.


"Okey cakep..yuk cepetan kita berangkat sebelum macet"


Sudah beberapa kali Dewi ikut menghadiri pameran lukisan. Dan sudah ada lima lukisan yang Mur beli dari sekian kali pameran yang mereka hadiri.


Dewi sering berpikir rumahnya dah kaya museum lukisan. Temboknya penuh dengan karya pelukis terkenal diIndonesia. Tapi masih saja suaminya memburu lukisan lukisan baru.

__ADS_1


Kadang kadang ia pikir suaminya lebih cinta lukisan daripada dirinya.


********


Didalam ruangan pameran..


Rebecca menata rapih beberapa karya terbaiknya. Sengaja ia membawa 2 sketsel kepunyaannya dari Bali untuk menampilkan 2 lukisan Ratu Selatan dalam pose yang berbeda. Lukisan lainnya ada 4 ukuran sedang sengaja ia pajang diatas meja yang bersender sitembok. Ada lukisan Diponegoro dan lukisan alam lainnya.


Pagi ini Rebecca memilih memakai kain gaya Bali dan rambutnya yang coklat panjang ia biarkan terurai. Banyak tamu yang melirik bukan saja kepada lukisannya yang indah tapi juga kecantikannya dan indahnya baju daerah Bali.


Dewi melirik kesuaminya ketika mereka melewati jajaran lukisan Rebecca dan berhenti disana.


"Hi..you are the artist for these beautiful arts right?" tanya Mur mendekati Rebecca.


"Selamat pagi..iya betul, dengan bapak siapa ini?" kata Rebecca sambil melemparkan senyumnya.


"Saya Murdiono dan ini Dewi istri saya..waah bagus sekali karya karyamu"


"Thank you pak.." jawabnya dan Rebecca melemparkan senyumnya kepada Dewi. Rebecca tertegun sejenak dengan penampilan Dewi yang anggun tapi mempesona.


"Ooh...ini saya liat ada lukisan Diponegoro..tapi 'ko seperti berada diBali?"


"Oh ya..ini saya buat tahun lalu..saya sedang memikirkan bagaimana kalo sosok pahlawan ini berada dipulau dewata"


"Sangat menarik.." kata Mur.


Dari sudut kiri datanglah seorang petugas pameran dan ia mendekati Dewi.


"Selamat siang ibu..kami menyediakan makan siang kalo nanti ingin mencicipi hidangan silahkan ya bu..makanan dan minuman sudah termasuk dalam paket pameran."


"Sorry..'Wi aku ke WC sebentar ya" kata Mur tiba tiba.


"Ya sayang..aku disini ya ngobrol ngobrol sama mba cantik ini" ujar Dewi.


Mur melenggangkan kakinya mencari kamar kecil.


"Kayanya suamiku tertarik dengan lukisanmu lho" Dewi berkata sambil memegang salah satu tangan Rebecca.


"Sukurlah..dia punya mata dan hati yang cakep..secakep istrinya" kata Rebecca mengerdipkan satu matanya nakal.


"Kamu tinggal dimana diJakarta?"


"Aku di Hotel Mulia diSenayan.."


"Oh daerah selatan juga, kita diSimprug deket rumahku"


"Oh ya?.."


"Pameran jam berapa selesai ya?" tanya Dewi.


"Kayanya jam 1.30 tapi lukisan lukisan tetap disini untuk bisa diliat oleh pengunjung"


"Kita ketemuan yuk abis pameran" tiba tiba Dewi bertanya.


"Hmm boleh..ini kartu namaku. Call aku ya"


"Ok thanks..oh itu suamiku kembali..aku call nanti ya" bisiknya perlahan. kata Dewi.

__ADS_1


"Haii..sorry, aku mau tanya tentang lukisan bunda ratu ini..ini karyamu bagus sekali, kaya hidup gitu"


kata Mur sambil memperhatikan lukisan Ratu Selatan.


Mereka berbincang sedikit dan melakukan deal untuk membeli 1 lukisan sang ratu selatan. Kedua pasangan suami istri itu merasa puas dengan pameran itu dan 1 jam kemudian mereka meninggalkan ruangan pameran.


Ketika menuju pulang, Dewi menyempatkan kirim pesan wa ke Rebecca.


"Aku call klo dah sampe rumah..bales yes or no aja.."


Ga berapa lama kemudian, "ding" pesan wa masuk.


"Yes"


Hmm..Dewi tersenyum sendiri.


"Wi..kamu aku drop, trus aku mau kekantor dulu ya..Pak Har mau ketemuan katanya"


"Oke..mungkin nanti siang aku mau kerumah temen..aku mau bawa mobil sendiri ga usah pake driver"


"Ya udah..kalo nanti aku telat pulang kerumah, kamu makan duluan. Ga perlu tunggu aku pulang"


"Sip" Dewi membalas dengan singkat sambil tersenyum.


********


Dengan jantung berdebar Dewi mulai mengetik pesan di WA. Entah, apakah ini penyakit lamanya kambuh atau gimana tapi yang jelas..ia tertarik kepada sosok wanita pelukis campuran bule ini.


Kedua matanya yang indah, rambutnya yang bergelombang panjang tebal sebahu, tubuhnya kencang menggairahkan dan senyumnya yang manis.


"Heehh.." ia menarik nafasnya.


********


"Hai cantik..aku ingin ketemu kamu..apa ada kesempatan bertemu hari ini?" ketik Dewi.


Sudah...dia sudah melepaskan pesan..jarinya gemetaran. Dewi jenuh dengan kehidupannya yang monoton, membosankan dan juga kelakuan suami dan keluarganya yang sangat angkuh dan bergaya ningrat. Belum lagi seringnya ia menerima kekerasan dari suaminya kalo sedang mabok.


Perkawinan Dewi dengan Murdiono adalah perkawinan semu..Lima tahun yang lalu ia harus memilih diantara dua cinta. Antara Ardi seorang pengusaha muda yang sukses atau Murdiono anak keluarga kaya raya yang mewariskan semua kekayaan keluarga kepadanya.


Ya Murdiono adalah CEO sekaligus pemilik saham terbesar perusahaan Tiga Tangkai grup. Salah satu grup perusahaan besar di ibu kota.


Ia ingat betapa hancur hati Ardi karena Dewi memilih Murdiono untuk menjadi suaminya. Ia terpaksa meninggalkan Ardi demi menolong ayahnya yang bangkrut usahanya.


Tapi kini semuanya tinggal penyesalan..perlakuan Mur dan keluarganya khususnya ibunya sering menyakiti hatinya. Dengan gaya aristokratnya mereka telah semena mena terhadap Dewi.


Dewi tak sabar..kenapa Rebecca tidak membalas pesan nya..Aaah jangan jangan aku salah pengertian..apalagi dia seorang pelukis terkenal..pasti banyak yang mendekatinya..


Sudah lewat setengah jam Dewi masih menunggu.


"Oh common..ayo dong, jawab..kemana sih kamu"


Tiba tiba waktu Dewi sedang membuka lemari kulkas.


"Ding!" Oh Dewi kaget dan langsung tutup pintu kulkas. Ia membuka Hpnya.


********

__ADS_1


__ADS_2