Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 10


__ADS_3

“Ck, tidak akan! Jika kau sahabat ku, sebaiknya kau serahkan berkas ini untuk ku!” sanggah Alfareado dengan nada enteng.


“Afareado, tolong mengerti! Aku sedang membutuhkan uang itu untuk operasi Hira, aku mohon, Alfareado!” pinta Andhara, ia bahkan rela bertekuk lutut dihadapan sahabatnya yang telah berkhianat itu.


Alfareado menendang tubuh Andhara hingga pria itu terjungkal, ia tertawa sembari meremehkan Andhara.


Setelah nya, Alfareado meninggal kan Andhara sendirian diruang kerjanya yang tengah menangis sesenggukan. Ia bangkit dan segera pergi kerumah sakit, tempat dimana Hira dirawat.


18:00 WIB.


Saat sampai diruangan sang anak, keluarga Andhara menatap nya dengan mata berbinar-binar, mereka begitu bersemangat untuk menyambut kesehatan Hira.


Hirata Zavania Pramuditya atau yang kerap kali disapa Hira oleh keluarganya itu harus mengidap penyakit berbahaya, setelah mendapat kan penakal nya, sang dokter menyarankan agar Hira segera di operasi secepat mungkin untuk menyembuhkan penyakitnya.


Proyek yang sempat direbut Alfareado tadi adalah proyek yang bisa membuat Andhara mendapatkan uang lebih dari bosnya untuk operasi Hira, anaknya.


“Maaf, sayang ...” lirih Andhara, ia menghampiri anak nya yang sedang terbaring dengan tatapan sendu di brankar itu.


Hira saat itu berumur 18 tahun, dan Marcel berumur 15 tahun. Marcel juga berada disana untuk menunggu kesembuhan Kakak perempuan nya itu.


“Papa jangan nangis, Hira gak papa kok!” lirih gadis itu sembari menyeka air mata Papanya, ia tersenyum tipis. Hira tau bahwa malaikat maut telah menunggunya.


“Pa, uang nya ada 'kan?” tanya Yuna setelah ia menepuk pundak suami nya, Andhara berbalik dan langsung memeluk sang istri sembari menangis.


“Hikss, proyek aku direbut Alfareado ...”


Deg!


Semua orang yang ada disana membeku ditempat, sekarang bagaimana? Kata dokter, Hira harus segera dioperasi secepat nya, karena nyawa nya hanya tersisa beberapa jam saja, dimulai dari sekarang.


“Nggak, Kakak harus bertahan!” seru Marcel yang langsung menggenggam tangan Kakaknya itu, Ia bahkan bolos dari sekolah nya hanya demi menemani sang Kakak yang sedang dirawat.


Hira mengelus-elus puncak rambut Marcel seraya tersenyum tipis. “Marcel jaga diri baik-baik yah? Jangan nakal!”


Marcel segera menyeka air matanya dan menatap tajam Hira. “Kakak ngomong apaan sih? Gak boleh gitu, pokoknya Kakak bakal selalu ada disamping Marcel!”


Hira mengangguk. “Benar. Meskipun Kakak sudah tidak ada di dunia ini, Kakak akan terus ada dihati Marcel!”

__ADS_1


“Sayang, kamu jangan ngomog kayak gitu. Mama sama Papa akan berusaha cari pinjaman uang untuk operasi kamu, jadi kamu jangan ngomong kayak tadi!” ujar Yuna, hati nya terasa remuk mendengar ucapan Hira tadi, tapi ia harus tetap tersenyum demi menguatkan kedua buah hatinya.


“Gak perlu, Ma. Hira udah di tunggu sama Allah, Mama sama Papa jangan khawatirin Hira lagi! Allah bakal jagain Hira, sebaik Hira dijagain sama kalian berdua!” lirih Hira menatap kedua orangtuanya secara bergiliran.


“Kakak jangan ngomong kayak gitu!” ketus Marcel, ia masih setia menggenggam tangan sang Kakak.


“Vanka, kesini!” ucap Hira yang menyuruh Vanka mendekat kearahnya.


Vanka juga bolos dari sekolah untuk menemani Marcela, ia menghampiri Hira dengan tatapan yang terbilang masih polos.


Hira mengelus rambut Vanka dan tersenyum lebar. “Vanka, tolong jagain Marcel yahh! Tegur dia kalo dia salah, ok! Vanka jadi anak yang baik yahh? Jangan nakal-nakal!”


Vanka mengangguk patah-patah dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya itu. Marcel menggeleng cepat, bibirnya terasa keleuh untuk berbicara.


“Vanka mana bisa jagain aku, Kak! Cuma Kak Hira aja yang bisa jagain Aku, nggak akan ada orang lain!” sarkas Marcel, ia meremas selimut medis yang tebal itu.


'Kakak punya permintaan yang lain, yang harus kamu jalani di kehidupan mu. Marcel, hargailah segala hal yang diberikan kepada mu! Terutama jika itu pemberian seorang wanita, hargai lah perasaan nya. Jika kau tidak menghargainya maka Kakak akan sangat sedih.'


Cup!


Hira mencium pipi Marcel, membuat air mata adiknya semakin deras mengalir. Tak kuasa, isakan Marcel semakin keras hingga semua orang yang berada diruangan tersebut mendengar nya.


“Aku sayang kalian.”


Setelah kata-kata itu berakhir, Hira menutup matanya dan tidak akan membukanya lagi untuk selama-lamanya.


Tangis keluarga Pramuditya pecah detik itu juga, mereka kehilangan sesosok bidadari cantik yang sangat mandiri dan cerdas dari keluarga Pramuditya.


Cup!


Cup!


Yuna dan juga Andhara mencium kedua pipi Hira secara bergantian, air mata mereka terus luruh hingga membuat jejak air mata disana.


“Semoga kamu tenang dialam sana, Nak!” gumam Yuna dan juga Andhara secara bersamaan.


Marcel mengepalkan tangannya dengan mata yang memerah, ia mencatat nama Alfareado di list kebencian nya.

__ADS_1


“Aku akan mengabulkan permintaan mu, Kak.”


“Alfareado, Gw akan balas Lo sampe keturunan Lo!” batin Marcel yang sudah diselimuti kebencian.


Sejak saat itu, Marcel menjadi pribadi yang pendiam dan introvert. Ia lebih memilih untuk bersikap cuek terhadap orang lain, jarang sekali Marcel tertawa bahkan bersama keluarga nya terkecuali jika bersama Vanka, ia akan berusaha untuk tersenyum karena hanya Vanka yang mengerti tentang dirinya.


Dua tahun kemudian ...


Di usia 17 tahun nya, Marcel berhasil menemukan data dan identitas tentang Keluarga Alfareado.


Ia semakin mengepalkan tangannya saat membaca informasi tersebut bahwa Alfareado adalah orang yang sangat cerdas karena ia mampu menciptakan sebuah proyek yang berlian, padahal proyek tersebut adalah proyek milik Andhara yaitu Papanya.


Marcel akhirnya tau bahwa Alfareado memiliki seorang anak perempuan yang sekarang berumur 15 tahun, ia berniat untuk menikahi anak perempuan Alfareado secara paksa ketika usia Marcel 22 tahun.


“Kau akan tamat, Alfareado.”


Flashback off.


“Itulah mengapa aku sangat membenci keluarga mu!”


Air mata Zoya sedaritadi tidak berhenti membasahi pipi chubby nya, ada rasa tak tega dihatinya. Zoya tak menyangka jika Ayah nya sangat kejam hingga merebut proyek tersebut, yang menyebabkan orang lain meninggal.


Zoya menduga alasan mengapa Papanya merebut proyek Andhara adalah untuk biaya pernikahan nya dengan ibu tirinya yaitu Widya. Pada saat meninggal Hira, Marcel berumur 15 tahun maka Zoya berumur 13 tahun.


Dan disaat umur segitu, ibu kandung Zoya sudah meninggal dan Alfareado juga sudah memiliki hubungan dengan Widia yang pada saat itu berstatus sebagai sekretaris dari perusahaan Alexander milik Alfareado.


“Atas nama Papa, Saya minta maaf, Tuan Muda!” lirih Zoya yang tetap berada di posisi yang sama.


“Apa kata maaf bisa mengembalikan Kakak ku yang sudah berada dialam baka? Tidak akan, Zoya!” titah Marcel dengan suara serak nya, mungkin ia menangis.


“L--lalu apa yang bisa Saya lakukan untuk menebus kesalahan Papa Saya, Tuan Muda?”


Marcel berbalik dan menunjukkan senyum lebar yang mengerikan dimata Zoya.


“Bun*h ayah mu dengan tangan mu sendiri tepat didepan mata ku! Apa kau bisa menurutinya?“


Zoya menggeleng cepat, tidak mungkin ia melakukan hal tersebut kan? Meskipun Alfareado telah menjual nya ke Marcel, bukan berarti Zoya dendam pada ayah nya itu.

__ADS_1


“Apa tidak ada cara lain, Tuan Muda?”


Marcel tak menjawab pertanyaan Zoya, ia berjalan melewati Zoya begitu saja dan menutup pintu kamar dengan rapat, kini Zoya tengah sendirian sembari terduduk lemas dilantai.


__ADS_2