Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 20


__ADS_3

“Papa, emang nggak peduli sama aku ...”


Hari-hari Zoya sangat berwarna saat bersama teman-teman nya, tapi hari-harinya kembali suram ketika tidak ada teman-teman nya. Hanya mereka yang bisa menyemangati Zoya, dan hanya mereka yang bisa membuat Zoya tersenyum.


Disisi lain, kedua pemuda yang menggunakan jas rapi itu tampak marah dengan salah-satu orang yang telah menyebar kan kabar keawak media.


“Jadi Kau YouTubers yang menyebarkan kabar itu?” tanya Marcel dengan aura dinginnya, Marvel yang berada disampingnya pun merasakan aura aneh dari Tuan Muda nya.


Kedua YouTubers, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki. Kalian tentu masih ingat bukan, tentang berita yang tersebar kalau Marcel berjalan-jalan ke Mall dengan menggandeng seorang gadis yaitu Zoya, dan mengakui bahwasannya Zoya adalah istri nya.


“M--maaf, Tuan Muda!” pekik keduanya seraya menunduk.


Marcel tersenyum smrik membuat kedua orang itu menatapnya ngeri. “Anak panti asuhan, belagu!”


Ya, kedua nya adalah anak panti asuhan. Mereka masih SMA kelas satu, tapi keduanya ingin mencari penghasilan dari pekerjaan yang mudah, salah satu nya menjadi YouTubers.


“Hapus video itu, dan buat video baru bahwa berita itu bohong atau ... Aku akan menghancurkan panti asuhan ini, dan membuat kalian tidur dengan kardus!” ancam Marcel, kedua anak tadi saling memandang.


Toni dan juga Zaza, itu lah nama dari keduanya. Toni dan Zaza adalah saudara kandung, mereka tinggal di panti asuhan bernama 'Kasih Bunda'.


“T--tapi, untuk melaporkan itu semua ke awak media butuh biaya, Tuan Muda. Jikapun Kami berhasil menghapus video itu, video dari siaran televisi kan masih ada!” terang Zaza, anak perempuan itu masih setia memeluk lengan Kakak nya, Toni.


“Kau pikir kami peduli?”


“Akkhh, s--sakit!!” kedua remaja itu kesakitan saat Marvel mencekik leher keduanya dengan tersenyum kemenangan, Marcel hanya diam dan memperhatikan.

__ADS_1


Drrtt


Drtt


Suara ponsel membuat pandangan Marcel terahlikan, terdapat nama 'Bibi Tua' dia sana. Marcel mengangkatnya, mungkin itu bersangkutan dengan Zoya kan.


“T--tuan Muda!”


“Ada apa, kenapa suara mu panik?”


“Nyonya Muda ...”


“Kenapa lagi dia?”


“Tadi Nyonya Muda minta jalan-jalan, dia awalnya dikawal oleh beberapa bodyguard tapi para bodyguard itu ditipu oleh Nyonya Muda!”


Tutt


Tutt


“Gadis pembangkang!” gumam nya, ia menatap Marvel yang masih setia memberikan penyiksaan pada kedua anak tadi.


“Marvel, urus kedua bocah ingusan ini! Aku ada urusan.”


“Baik, Tuan Muda!”

__ADS_1


Setelah kepergian Marcel, Marvel menatap kedua anak itu. Ini saat yang tepat untuk memberikan penyiksaan lebih kepada keduanya kan.


“Ikut dengan ku!” Toni dan Zaza memberontak saat Marvel menyeret mereka dengan paksa.


“LEPASKAN MEREKA!”


BUGHH!


Tanpa Marvel sadari, dari arah berlawanan ada sebuah tendangan yang langsung mendarat di pipi Marvel hingga ia tersungkur.


Marvel menatap nyalang gadis yang menggunakan kacamata dengan bingkai kacamata yang tidak terlalu tebal.


“Siapa Kau?” Marvel merapikan kembali jas nya dan menatap tajam gadis itu.


“Akhhh!”


Deg!


Gadis itu tersentak saat Marvel merampas dagunya dan menekannya, kedua bola matanya tampak masih menikmati pemandangan sempurna yang diciptakan Tuhan.


“L--lepas!”


Marvel melepaskan rampasanya dan berahli menatap Toni dan Zaza yang masih gemetaran, Marvel mendorong tubuh gadis itu yang masih berniat melindungi kedua bocah itu.


“Hapus video itu, kuberi kalian waktu dua hari untuk menghapusnya. Jika tidak segera kalian lakukan, maka kalian akan menjadi abu!” bisik Marvel tepat dikedua telinga anak itu.

__ADS_1


Marvel berjongkok untuk menyamai tinggi seorang gadis yang sempat menendangn nya tadi, Marvel menangkup wajah gadis itu dan menatap dalam seraya tersenyum smrik.


“Kita akan bertemu lagi, Aku yakin itu!” gumam Marvel pelan lalu melenggang pergi, gadis itu menatap punggung Marvel yang lama kelamaan mulai menjauh dengan heran.


__ADS_2