Isteri Cantik Tuan Muda

Isteri Cantik Tuan Muda
Bab 09


__ADS_3

°°°


Setelah sampai di Masion Pramuditya, Zoya segera mengambil kotak P3K yang diberikan Bibi Tua. Setelah itu ia bergegas untuk menemui Marcel dikamar.


Tok!


Tok!


Bulu kuduk Zoya mulai berbidiri ketika dia menginjakkan kakinya di lantai kamar itu, entah karena suhu AC yang dingin atau memang suasana nya yang menyeramkan.


“T--tuan Muda ...”


Zoya hanya melihat punggung kekar pemuda itu sebab Marcel membelakangi nya, terlihat masih ada darah dilengan kanan Marcel yang perlahan-lahan mulai menodai seprainya.


“S--saya ingin mengobati luka Anda, Tuan Muda.” ucap Zoya mulai mendekati pemuda itu, saat sudah disamping Marcel, Zoya terkejut bukan main saat melihat wajah pucat Marcel.


“Tuan Muda!” pekik nya, ia melemparkan kotak P3K itu kekasur dan segera menangkup wajah tampan Marcel.


“Anda baik-baik saja, Tuan Muda!? Tolong berbicara lah!” pinta Zoya yang mulai panik, tidak ada pilihan lain selain berteriak minta tolong.


“To–, akhh!”


Belum sempat berteriak minta tolong, Marcel terlebih dulu menarik kerah baju Zoya dan menggores pipi kanan nya dengan pecahan kaca yang sempat ia pegang.


“Merepotkan.”


Zoya dapat merasakan cairan kental itu mulai keluar dari goresan luka yang disebabkan oleh Marcel, Zoya hanya mampu meringis kesakitan saat pergelangan nya digenggam kuat oleh Marcel.


“T--tuan Muda, s--sakit!”


“Kau tau? Aku membatalkan meeting penting ku dengan klien yang kaya raya hanya demi menyelamatkan gadis tidak berguna seperti mu! Aku sungguh menyesal.” sesal Marcel, ia menatap tajam Zoya yang terus menundukkan kepalanya.


“S--saya minta maaf, Tuan Muda!”


“Maaf tidak akan cukup untuk membalas perbuatan tidak berguna mu tadi, bagaimana bisa Ibu mu melahirkan anak tidak berguna seperti mu?”


Darah Zoya terasa mendidih, tangan kiri nya mengepal kuat hingga kuku-kuku jari nya memutih saat Marcrel mengatakan 'Bagaimana bisa Ibu mu melahirkan anak tidak berguna seperti mu?', padahal ibunya sama sekali tidak pernah menyesali hal tersebut.

__ADS_1


Zoya menghempas kan cekalan tangan ?Marcel dan sekarang ia mendongak sembari menatap tajam mata Marcel, giginya menggeram saat Marcel tersenyum smrik.


Marcel memang sengaja memancing emosi Zoya dengan mengatakan hal tersebut, sebenarnya Marcel telah mengetahui informasi bahwa ibunya Zoya telah meninggal.


“Ucapan Anda barusan adalah yang pertama dan terakhir kali untuk saya dengar, saya harap Anda tidak mengulangi nya lagi, Tuan Muda!” tegas Zoya seraya menunjuk wajah Z


Marcrel dengan geram.


Marcel menyingkirkan jari telunjuk Zoya, lalu tersenyum remeh. “Ibu mu sudah meninggal, lalu mengapa aku harus berhenti mengatakan nya? Tidak ada larangan bukan? Ibu mu pasti menyesal telah melahirkan mu!”


Bugh!


Sedetik setelah Marcel mengatakan hal tersebut, Zoya langsung memukul wajah tampan Marcel dengan kuat hingga Marcel menoleh ke kanan.


“JANGAN PERNAH KATAKAN ITU, K3PAR4T!” bentak Zoya dengan emosi yang memburuh, dada nya kembang kempis karena saking emosi nya.


“Haha, kau marah? Alfareado benar, kau tidak ada apa-apa nya dibanding dengan uang. Kau itu mur4han, Zoya! Kau bisa dibeli oleh siapa pun dan berapa pun harga nya!” seringai kejam Marcell mulai ia tunjukkan.


“GW BUKAN BARANG, B3RENGS3K!” maki Zoya, ia sudah tidak tahan lagi dengan Marcel yang selalu saja menyiksa dan juga menyebutnya 'mur4han'.


“Jika kau tidak barang, lalu mengapa Alfareado menjual mu?”


“Kau tidak mampu menjawab nya?”


“Kenapa Anda menikahi Saya, Tuan Muda? Anda menikahi Saya bukan karena cinta atau dijodohkan oleh orang tua Anda, iya kan? Lalu apa alasan Anda menikahi Saya?”


Bukan nya menjawab pertanyaan Marcel sebelumnya, Zoya bertanya-tanya tentang mengapa Marcel menikahi dirinya jika bukan karena cinta.


Marcel terkekeh sinis, ia membelakangi gadis itu dan mengambil sebuah bingkai foto dikaci nakas nya.


“Kau tau karena apa? Aku menikahi mu karena orang yang ada di foto ini!” ucap Marcel yang kemudian menyodorkan foto tersebut pada Zoya, gadis itu menerima foto tersebut dan menatapnya lekat.


Di foto tersebut, ada seorang gadis cantik dengan rambut panjang hitam kelam serta poni lurus yang menggunakan gaun cerah berwarna hijau toska dan disitu ia tampak menggenggam sebuket bunga mawar pink yang indah.


Zoya tampak memiringkan kepalanya, ia jauh berbeda dari gadis yang ada di foto tersebut. Lantas mengapa Marcel mengatakan bahwa dia menikahi Zoya kerena gadis di foto ini? Aneh.


“Siapa gadis ini, Tuan Muda!?” tanya Zoya.

__ADS_1


“Kakak ku, Hirata Zavania Pramuditya. Sekarang kau sudah mengerti?”


“Saya tidak mengerti, Tuan Muda.”


“Hufh, bod*h.”


“Saya tidak akan mengerti jika Anda tidak menjelaskan semuanya, Tuan Muda!” sarkas Zoya tidak terima saat dia dikatai bod*h oleh Marcel.


Marcel tidak menyahut seruan Zoya, ia berjalan perlahan ke balkon kamarnya yang langsung menyuguhkan pemandangan kota Jakarta yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit.


“Jika aku ceritakan, apa kau bisa mengerti?” gumam nya serta bertanya tanpa melihat Zoya dan tetap fokus pada pemandangan kota Jakarta.


“Ya!”


“Empat tahun lalu ...”


Flashback on.


“Alfareado tolong kembali berkas itu!”


Pria dengan wajah yang sudah babak belur itu seberusaha mungkin untuk mengambil berkas nya yang sekarang berada ditangan sahabat nya yang berkhianat.


Andhara Pramuditya, dia adalah seorang karyawan yang sangat telaten dan juga sangat diandalkan di perusahaan nya, tempat ia bekerja.


Ia dan juga Alfareado adalah sahabat karib yang begitu dekat dan saling mendukung satu sama lain, tapi Alfareado terkadang iri dengan pujian-pujian yang terus didapat kan oleh Andhara.


Ketika tubuh Alfareado telah dikuasai oleh rasa iri dan dengki, ia dengan tega merebut proyek yang sudah Andhara buat dengan susah payah agar mendapatkan bonus lebih bulan ini.


“Ck, tidak akan! Jika kau sahabat ku, sebaiknya kau serahkan berkas ini untuk ku!” sanggah Alfareado dengan nada enteng.


“Afareado, tolong mengerti! Aku sedang membutuhkan uang itu untuk operasi Hira, aku mohon, Alfareado!” pinta Andhara, ia bahkan rela bertekuk lutut dihadapan sahabatnya yang telah berkhianat itu.


Alfareado menendang tubuh Andhara hingga pria itu terjungkal, ia tertawa sembari meremehkan Andhara.


Setelah nya, Alfareado meninggal kan Andhara sendirian diruang kerjanya yang tengah menangis sesenggukan. Ia bangkit dan segera pergi kerumah sakit, tempat dimana Hira dirawat.


18:00 WIB.

__ADS_1


Saat sampai diruangan sang anak, keluarga Andhara menatap nya dengan mata berbinar-binar, mereka begitu bersemangat untuk menyambut kesehatan Hira.


Hirata Zavania Pramuditya atau yang kerap kali disapa Hira oleh keluarganya itu harus mengidap penyakit berbahaya, setelah mendapat kan penakal nya, sang dokter menyarankan agar Hira segera di operasi secepat.


__ADS_2