
“Hughh!”
Seperti biasa, Zoya terbangun dari tidurnya setiap pukul 06:10 WIB. Tapi ada yang berbeda dari sebelumnya, Zoya tampak murung.
Bukan tanpa sebab, itu karena ia melihat remasan kertas yang ada dilantai. Ketika ia buka, ternyata itu adalah kertas yang sempat ia tulis untuk Marcel tadi malam.
“Hah, kuenya!” pekik nya, ia menelusuri tiap sisi-sisi yang ada dikamar itu untuk menemukan kuenya.
Zoya tersenyum tipis saat tidak menemukan kue itu, ia menduga bahwa Marcel telah memakannya tanpa ada yang terlewat.
Tapi senyum nya luntur begitu saja saat ia menemukan kue yang mirip dengan kue buatan nya dengan keadaan hancur lebur seperti dibanting oleh seseorang.
“Hikss ... hikss!” Zoya terisak, ia segera membersihkan kue itu dengan lap.
Mengingat hari ini ia ada praktek sains, Zoya segera memakai baju seragam nya dan menyediakan baju ganti di ranselnya.
Cklek!
Saat kenop pintu dibuka, Marvel sudah ada didepan gadis itu dengan seragam bodyguard nya. Dengan malas, Zoya terus berjalan dan Marvel membuntutinya.
“Nyonya Muda, apa anda sedang puasa berbicara saat ini?” tanya Marvel.
Dasar manusia robot! Mana ada yang namanya puasa berbicara, mengada-ada saja. Tapi Zoya hanya mengangguk agar bodyguard berhati es itu tidak menanyakan hal-hal bod*h lainnya.
Setelah sampai disekolah, banyak pasang mata yang menatap Zoya tak suka. Apa lagi jika bukan karena Marvel yang ada disampingnya.
“Marvel, Saya sudah sampai disini jadi Kau bisa menunggu Saya diparkiran!” ujar Zoya.
“Maaf, Nyonya Muda. Tuan Muda menyuruh Saya untuk menjaga dan mengikuti Anda kemana pun Anda pergi, perintah itu tidak bisa dilarang!” tegas Marvel diakhir kalimatnya.
“Huftt, ya sudah. Tapi berjanjilah untuk tidak macam-macam!” perintah Zoya, pemuda itu mengangguk.
Seorang gadis dengan oufit serba hitam itu melewati Zoya begitu saja, Xien Clooney.
“Xien!”
Xien menghentakkan tangan Zoya yang sempat menarik nya, sorot mata tajam Xien mampu membuat nyali Zoya ketar-ketir.
“K--kau kenapa, Xien?” Zoya mundur beberapa langkah.
“Ck, pembohong!”
“Jaga kata-kata Anda!” tegas Marvel, ia mencengkram tangan Xien kuat.
“Lepas, Lo gak usah ikut campur!”
“Marvel, sudah kau diam saja! Biarkan aku yang berbicara dengan sahabat ku!” tutur Zoya, Marvel menurut.
“Kenapa Kau menyebut ku pembohong, Xien?” tanya Zoya.
__ADS_1
“Kita sahabat bukan? Lalu mengapa kau membohongi ku, Gerald dan juga Jennie hah? Kenapa kau tidak mengaku jika Kau sudah menikah, katanya kau tidak akan pernah membohongi kami!” sarkas Xien, tanpa ia sadari air matanya mulai membasahi pipinya.
Zoya diam sejenak lalu mengangguk.
“Ya, Aku sudah menikah!”
“Who name you husband?”
-Siapa nama suami mu!?
“M-Marcel!”
“Ada lagi yang Kau sembunyikan dari ku 'kan?” Xien menatap intens Zoya membuat gadis itu merasa gugup.
Zoya tidak mungkin memberitahu Xien bahwa dirinya selalu disiksa oleh Marcel, jika Xien mengetahuinya maka gadis yang disebut 'bad Gril' itu pasti tidak akan tinggal diam.
“T--tidak, Xien. Maaf, karena aku membohongi mu tapi Aku melakukan ini agar kalian tidak mengolok-olok ku!”
“Apa pernah kami mengolok-olok mu?” Zoya menggeleng pelan, Xien tersenyum lalu menepuk-nepuk pundak Zoya.
“Kami tidak akan pernah menghina mu, kami akan selalu ada untuk mu, Zoy. Jangan pernah berbohong lagi yahh? Berbohong itu menyakitkan untuk orang yang kau bohongi!” jelas Xien, Zoya mengangguk lalu memeluk Xien.
"Tidak heran jika Nyonya Muda sangat lah kuat, sahabat-sahabat nya pun ternyata sangat mendukung nya. Nyonya Muda, Saya yakin Anda bisa menaklukkan hati Tuan Muda." Batin Marvel, diam-diam pemuda itu tersenyum tipis.
“Oh Iyah, Xien. Ini Marvel, dia adalah bodyguard yang diperintahkan suamiku untuk menjaga ku. Marvel, ini sahabat ku, namanya Xien!”
“Marvel!”
“Xien!”
“Gerald tidak bersama kita, yahh?” gumam Zoya.
Xien mengangguk pelan. “Dia ada persentasi makalah dikelas nya. Kan dia itu Kakak kelas kita.”
Xien dan Zoya berbeda kelas dari Gerald, kedua gadis itu berumur 20 tahun sementara Gerald berumur 22 tahun seperti Marcel dan juga Marvel.
“Ohhh.”
“Kalau begitu kita yang akan bersenang-senang!”
Xien mengerenyitkan dahinya.
“Bersenang-senang?”
“Ya! Kau lupa hari ini hari apa? Ini hari persahabatan kita bertiga, jadi kita harus merayakan nya dengan jalan-jalan!” heboh Zoya, tak lupa ia rentangkan kedua tangannya.
“Oh iyah, sayang sekali Jennie tidak datang. Tapi tak mengapa, nanti kita belikan hadiah persahabatan untuk dia.” ujar Xien, Zoya mengangguk antusias.
“Marvel, Kau bisa kan mengantarkan kami ke mana pun hari ini?” tanya Zoya, langkah mereka berhenti.
__ADS_1
“Tentu saja, Nyonya Muda.”
BRAKK!
“ANDA TIDAK BISA MELAKUKAN INI, TUAN MUDA!”
Marcel tersenyum smrik dan terlihat santai saat pria setengah baya itu menggebrak meja nya dan menghempaskan berkas yang diberikan Marcel.
“Apa alasan Saya tidak bisa melakukan itu, bukan kah Anda sudah mencaci maki serta menghina istri saya, Tuan Alfareado?”
Ya, Alfareado datang ke perusahaan Marcel untuk meminta penjelasan tentang penghasilan serta kinerja perusahaan nya yang akhir-akhir ini menurun.
Bagi Alfareado, ini pasti ulah Marcel. Jika bukan dia, siapa lagi orang yang mampu untuk membuat beberapa group perusahaan terkenal membatalkan kerja samanya dengan Alfareado sementara alasannya saja tidak jelas.
“D--dari mana Tuan Muda mengetahui itu, apakah Zoya memberitahu Anda?” tanya Alfareado, jika benar kalau Zoya yang memberitahu Marcel maka ia akan bertindak keras pada Zoya.
“Kamu pikir Saya sebod0h Kamu apa? Tentu tidak, Alfareado. Saya mengetahui semua hal yang kamu bicarakan dengan Zoya kemarin, tanpa Zoya memberitahu Saya.”
Alfareado serasa kehabisan kata-kata, ia tak tau harus mengatakan apa sekarang. Dua perusahaan yang diberikan Marcel mendadak bangkrut, hingga hutang Alfareado bertebaran dimana-mana.
“Kau tau bukan, Aku ini bisa menghancurkan hidup mu dan membuat Kau serta keluarga tidak berguna mu itu tinggal dikolong jembatan!” sanggah Zevaa sambil menepuk-nepuk meja menggunakan pena.
“S--saya mohon, Tuan! Saya tidak ingin bangkrut, Saya akan meminta maaf kepada Zoya!” ucap Alfareado, ia bahkan sampai bersujud namun itu justru mengundang tawa Marcel yang mengerikan.
“Baru sekarang Kau ingin meminta maaf pada istri ku? Ck, lupakan! Keluar dari ruangan ku, kau membuat mood ku hancur!” sarkas Marcel.
“T--tapi Tuan Muda ...”
“KELUAR!!”
Alfareado keluar dengan perasaan kesal dan nafas yang memburu, dia bersumpah untuk menghancurkan perusahaan Pramuditya suatu hari itu, walau itu tidak mungkin.
Tok!
Tok!
Setelah beberapa menit Alfareado keluar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya. Marcel meraup wajah nya kasar, kali ini siapa yang akan mengganggunya lagi.
“Masuk!”
“Pusing!? Baru segini aja Lo udah pusing, gimana kalo seandainya Lo ngurus perusahaan Fernando milik Gw? Auto pusing tujuh keliling deh.”
Pemuda tampan yang menggunakan jas coklat itu tampak membanding-bandingkan Perusahaan Marcel dan juga Perusahaan nya. Padahal ini bukan soal perusahaan ataupun sebagai nya.
“Ck! Apa yang kau lakukan disini? Cepat katakan, aku tidak punya banyak waktu.” tegas Marcel, ia menatap nyalang pemuda berambut hitam kecoklatan itu.
“Baiklah-baiklah, Gw kesini karena Nyokap Lo!” jawab pemuda itu.
Marcel mendelik. “Apa yang Kau lakukan disana?”
__ADS_1
“Hei, Gw itu seorang pengusaha muda yang sangat berwibawa dan perusahaan Papa Lo lagi ada proyek kerja sama dengan perusahaan Gw jadi Gw kesana untuk ngebahas itu!” sarkas pemuda itu, ia duduk di sofa yang sama seperti Marcel.